NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Mata Maya terpaku pada perban hitam itu. Sisa amarah di wajahnya perlahan surut, berganti keheningan berat saat menyadari api dendam yang tersimpan di balik sorot mata pemuda di hadapannya.

“Aku bukan orang baik, Maya,” kata Sora pelan. “Aku gak datang ke sini buat minta maaf atas apa yang terjadi sama bokapmu, karena maaf gak bakal balikin nyawa orang mati. Tapi aku tahu isi perut ruko Tiga Naga sampai ke baut terkecilnya.”

Sora melangkah mendekati meja komputer Maya. Jari tangan kanannya bergerak cepat di atas papan keyboard mekanik yang sudah memudar huruf-hurufnya.

...192.168.4.101 port 8088....

Di layar monitor tabung CRT yang cembung, sebuah jendela peramban teks sederhana terbuka, menampilkan halaman masuk berlatar abu-abu kusam dengan logo naga melingkar.

“Router lokal ruko Jerry gak pernah ganti kata sandi bawaan pabrik sejak tiga tahun lalu,” ucap Sora. “Sinyal CCTV lantai satu dan lantai dua dilewatkan lewat kabel antena analog yang ditumpangkan ke tiang telepon di samping toko kelontong Bu Endang. Kalau kamu sambungkan adaptor Wi-Fi eksternal dari atap warnet ini ke frekuensi sembilan ratus megahertz, kamu bisa bypass jalur pengawasan kasino tanpa menyentuh server utama mereka.”

Maya menatap baris-baris alamat jaringan yang diketikkan Sora. Sebagai peretas jalanan yang terbiasa membongkar jaringan murah, ia langsung paham celah keamanan yang ditunjukkan Sora adalah pintu belakang yang hanya bisa diketahui orang dalam yang pernah mengawasi ruang operator kasino.

Jemari Maya bergetar pelan di atas meja. Rasa benci yang lama tertahan di dadanya mendadak menyala kembali.

“Kalau gua buka pintunya…” bisik Maya serak, menatap layar monitor dengan napas pendek. “Apa yang bakal lu lakuin ke Jerry?”

“Aku gak bakal tikam dia di gang gelap,” sahut Sora. “Malam audit tahunan konsorsium, meja rolet nomor tiga bakal nyedot seluruh modal kasino sampai brankas basement-nya kosong melompong. Aku bikin Jerry bangkrut di depan mata para cukong bos besarnya. Setelah itu, biar hukum jalanan konsorsium yang menagihnya.”

Maya menelan ludah. Sudut bibirnya berkedut masam.

“Jerry dipermalukan di depan bos besarnya…” gumam Maya pelan, seolah meresapi arti kata-kata itu. “Kedengarannya jauh lebih pantas daripada cuma nemu mayatnya mengapung di muara.”

Gadis itu menarik kursi putarnya, duduk tegak di depan monitor, lalu meletakkan kedua telapak tangannya di atas keyboard.

Tak-tak-tak-tak.

Ketukan tombol mekanik kembali berderak rapat di ruangan sempit itu, kali ini dengan tempo jauh lebih cepat. Baris-baris perintah pemindaian frekuensi membanjiri layar kaca, menyusup menembus kabel-kabel udara di atas atap ruko Zona Tengah.

Begitu enkripsi berhasil membobol pintu jaringan ruko Jerry, sebuah getaran hangat berdesir di retina mata kiri Sora.

Proyeksi aksara hijau neon berpendar tenang di bidang pandangnya.

...----------------...

...[SISTEM KASINO]...

...[Sub-Misi Selesai: Rekrut Operator Sinyal]...

...[Efisiensi Jaringan: 98,4%]...

...[Hadiah: +12 Point Chip]...

...[Saldo: 12 Point Chip]...

...----------------...

Dua belas keping cip. Angka itu menyala stabil di sudut matanya, memberi Sora modal probabilitas pertama yang nyata sejak sistem kasino terbangkit di makam Mila.

Di layar monitor CRT nomor dua, layar hitam berkedip dua kali sebelum berganti menjadi siaran langsung hitam-putih dengan gambar berbintik.

Kamera itu menyorot sebuah pintu baja tebal setinggi dua meter di ujung lorong bawah tanah yang remang-remang. Di sudut atas pintu baja itu, terdapat sebuah roda kombinasi angka manual dan lampu indikator alarm merah.

Pintu brankas utama Kasino Ruko Tiga Naga.

“Kena,” kata Maya sambil meletuskan permen karetnya. “Pintu brankasnya terbuka tiap jam dua belas malam pas hitung setoran harian. Tapi kita punya ganjalan, Sor.”

Sora menyipitkan mata menatap layar monitor. “Ganjalan apa?”

Maya menggeser mousenya, memperbesar sudut kanan bawah pintu brankas. Di sana, sebuah silinder logam dengan kabel tembaga tebal terpasang langsung ke engsel pintu.

“Sensor getaran mekanik anti-bobol,” kata Maya pelan. “Gua bisa bajak kamera sama alarm digital dari sini. Tapi kalau regulator magnetik di piringan rolet lantai dua gak disinkronkan langsung dari dinamonya, pengaman mekanik ini bakal ngunci brankas mati pas arus listrik kasino kita putus.”

Maya menoleh ke arah Sora. “Kita butuh orang yang tahu jeroan mesin rolet, Sor. Bukan peretas komputer. Tapi mekanik yang bisa bongkar dinamo kasino tanpa bikin sekringnya meledak.”

Sora menatap layar monitor yang menampilkan pintu brankas baja itu, lalu teringat pada sebuah gubuk las berkarat di tepi kanal solar Pesisir Tiram.

“Aku tahu siapa orangnya,” kata Sora.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!