NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:437.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Setelah kejadian memalukan semalam, dimana seorang bos mafia membuat seorang gadis desa pingsan hanya karena melihat kejan-tanannya, Alessandro benar-benar tidak sanggup menatap wajah Lucia.

Harga diri, wibawa dan reputasi dingin yang ia bangun bertahun-tahun seolah hancur berkeping-keping tak bersisa dalam semalam.

Pagi ini, saat matahari bahkan belum sepenuhnya terbit, Alessandro sudah rapi memakai jas hitam mewahnya. Ia sengaja melompati jadwal sarapan dan memilih berangkat ke kantor sejak pukul lima pagi demi menghindari kemungkinan memergoki Lucia di ruang makan.

Di dalam mobil yang membelah jalanan kota yang masih lengang, suasana mendadak teramat canggung. Vincent yang duduk di kursi pengemudi sesekali melirik bosnya lewat kaca spion tengah.

“Tuan, anda sebenarnya kenapa?” tanya Vincent akhirnya. “Ini baru jam lima pagi. Kantor bahkan belum dibuka oleh petugas kebersihan.”

“Tidak apa-apa,” sahut Alessandro singkat dan dingin.

Pandangannya lurus menatap jalanan di luar jendela.

“Tetap minta penjaga mengawasi mansion ketat. Jangan sampai ada penyusup lagi.”

Vincent manggut-manggut dengan wajah yang dibuat-buat serius, meski bibirnya sudah gatal ingin tertawa.

“Baik, Tuan. Penjagaan sudah diperketat. Tapi, Tuan soal kejadian semalam, apakah Lucia perlu kita beri obat penenang? Atau mungkin kita perlu sediakan kacamata hitam untuknya setiap kali anda ingin membongkar kandang ular anda?” tanya Vincent lalu berdehem pelan.

Alessandro menepuk sandaran tangan di sampingnya dengan keras.

“Bosan hidup kau rupanya.”

“Saya cuma bertanya, Tuan,” sahut Vincent santai, bahunya berguncang menahan tawa. “Kasihan Lucia. Dia itu gadis lugu dari desa. Biasanya paling tinggi cuma melihat ayam jantan atau sapi warga. Tiba-tiba dihadapkan pada naga raksasa klan Frederick tanpa aba-aba, ya jelas saja sistem sarafnya mendadak konslet dan pingsan di tempat.”

Wajah Alessandro yang biasanya sepucat es seketika memerah padam sampai ke ujung telinga. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat di atas pangkuan.

“Satu kata lagi keluar dari mulutmu, aku pastikan kau berjalan kaki dari sini sampai ke kantor,” ancam Alessandro dengan suara berat nan berbahaya.

“Aduh, ampuh sekali ancamannya, Tuan,” sahut Vincent tanpa rasa takut sedikit pun. “Tapi jujur saja, Tuan. Rekor anda luar biasa. Seorang bos mafia yang sanggup merobohkan sepuluh musuh bersenjata sekaligus, ternyata sanggup membuat seorang gadis pingsan hanya dalam hitungan tiga detik tanpa perlu melepaskan satu tembakan pun.”

“Vincent Erlando!” gertak Alessandro, rahangnya terkatuk rapat menahan malu yang makin menjadi-jadi.

“Maaf, Tuan, maaf. Saya yakin nanti siang saat Lucia bangun. Dia pasti menanyakan keberadaan anda. Mau saya sampaikan alasan apa? Apakah saya harus bilang kalau Tuan sedang kabur karena malu ularnya bikin orang pingsan?”

Alessandro memalingkan wajahnya kembali ke jendela luar, menutupi separuh wajahnya dengan telapak tangan seraya memejamkan mata rapat-rapat.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, seorang Alessandro merasa benar-benar kalah dan dibuat tak berdaya oleh taktik seorang Lucia.

“Dia benar-benar polos atau bodoh sebenarnya,” geram Alessandro.

****

Lucia mengucek matanya yang masih terasa berat. Gadis itu duduk bersila di atas ranjang dengan rambut acak-acakan bak sarang burung.

Ia mengerutkan dahi, mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi sebelum pandangannya mendadak gelap semalam.

Flashback singkat itu mendadak berputar dalam ingatannya.

“Aaaaaa!” jerit Lucia histeris, menutup kedua pipinya yang mendadak panas membara.

“Naga Paman Tampan besar sekali! Uratnya seperti akar pohon! Seukuran pergelangan tanganku?”

Gadis itu menepuk-nepuk pipinya sendiri dengan bingung.

“Terus apa yang terjadi semalam, ya? Kok aku tidak ingat apa-apa lagi? Apakah naganya menyemburkan racun sampai aku tertidur”

Lucia menggeleng-gelengkan kepala pasrah.

“Ah, sudahlah! Aku mau mandi dan menyiram bunga.”

Sementara itu, di lantai bawah mansion, ketenangan pagi hancur seketika oleh suara melengking seorang wanita bergaun merah.

“Biar aku masuk! Aku ingin bertemu Alessandro! Dia ada di dalam, kan?! Kalian semua minggir!” teriak wanita itu seraya menghentakkan sepatu hak tingginya ke lantai.

“Maaf, Nona Isabella. Tuan Alessandro sudah berangkat ke kantor sejak jam lima pagi,” ujar salah satu pengawal dengan wajah datar, menghalangi jalan.

“Bohong! Alessandro tidak pernah pergi se-pagi ini. Kalian sengaja menyembunyikannya dari calon istrinya, kan?!” bentak Isabella murka, mengibas rambut cantiknya yang ditata rapi.

Lucia yang baru saja turun dari tangga dengan gaun pelayan sederhananya terhenti di tangga terakhir. Matanya berkedip-kedip menatap wanita asing yang sibuk mengamuk di pintu utama.

Dengan santai dan tanpa rasa takut sedikit pun, Lucia melangkah mendekati keributan itu.

“Bibi siapa?”tanya Lucia polos seraya memiringkan kepalanya.

Isabella mendadak menghentikan bicaranya. Matanya membelalak sempurna, menatap Lucia dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan tatapan menghina.

“Bibi?!” seru Isabella dengan nada tinggi. “Kau memanggilku apa, Gadis Kampung?!”

“Iya, aku memanggilmu Bibi,” sahut Lucia tanpa rasa bersalah seraya menatap wajah Isabella yang tertutup make-up tebal. “Oh! Bibi pasti bibinya paman tampan, ya? Yang datang dari desa sebelah?”

“Apa-apaan kau ini? Aku Isabella! Calon istri Alessandro. Bukan bibinya, Bodoh!” pekik Isabella murka, dadanya naik-turun menahan marah karena tak terima dipanggil bibi.

“Calon istri?” Lucia membelalak kaget.

Bukannya cemburu, raut wajah Lucia justru berubah menjadi sangat prihatin dan penuh rasa kasihan. Lucia maju satu langkah, lalu berbisik pelan dengan raut wajah amat serius.

“Bibi, aku cuma mau kasih tahu. Lebih baik Bibi pulang saja dan tidak usah menikah dengan paman tampan.”

Isabella menaikkan sebelah alisnya, lalu terkekeh sinis.

“Memangnya kenapa? Apa urusannya denganmu? Kau ini hanya seorang pelayan rendahan. Jangan ikut campur!” ucap Isabella mendorong pundak Lucia hingga gadis itu ambruk ke lantai.

1
Lia Srimulyani
apakah ada kisah nya Ara dan Marco?
Azalea
bagus Marco ak setuju akan ucapanmu
Azalea
Allesandro knapa jadi begitu ya luciakan cuma mau ktemu keluarganya yg hilang dlu tpi seakan akan salah besar bwt Lucia ak kecewa padamu Ale 😔
Azalea
Ale cemburu🤣🤣
Azalea
ternyata Marco dan Lucia adik kakak
Azalea
Alhamdulillah Marco peduli pada Lucia tlong Lucia marco
Azalea
Lucia pasti gak paham hadiah apa yg d'berikan naga besar ale🤣
Yasinta Niken
wkwkwk wkwkwk wkwkwk
Azalea
Duh penganten baru udah d'tinggal pergi sebulan lg
Azalea
wah gak bakalan rame klau d'skip thor
Anjani Manurung
ini polos ,bego atau bodoh ya.malah ky trbelakang mental.desa mana yg pelosok banget coba.kl bgini gmn mau JD pasangan mafia.
Azalea
Ada apa dgn Marco jadi penasaran lanjut thor
Nurul Hidayah
seru👍
Azalea
Coba it Isabel d'dor aj biar mampus
Azalea
rasain kamu Isabella
Azalea
Jangan salah paham paman ganteng sukanya Lucia karna paman baik hati
Azalea
it Isabella knapa gak sekalian d'bunuh aja
Azalea
penawarnya harus bersentuhan bbir ya
Azalea
Good job lucia👍
Azalea
Lucia knapa gak bisa nyimpen rahasia sie knapa harus bercerita pada otang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!