NovelToon NovelToon
Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Anak Genius
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Zoey berubah menjadi mimpi buruk.

Di depan ratusan tamu undangan, sahabat yang paling ia percaya mengaku tengah mengandung anak calon suaminya.

Tak ingin keluarganya dipermalukan, Zoey melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Ia menarik tangan seorang pria asing yang kebetulan hadir sebagai tamu.

“Aku akan menikah dengannya.”

Pria itu adalah Damian, konglomerat tampan berusia tiga puluh delapan tahun yang dikenal dingin, berwibawa dan sulit didekati. Demi alasan masing-masing, mereka sepakat menjalani pernikahan tanpa cinta.

Namun, sesaat setelah resmi menjadi suami istri, Zoey dibuat syok oleh kenyataan yang sengaja tidak diberitahukan Damian. Pria itu adalah seorang duda dengan anak kembar berusia enam belas tahun.

Mampukah Zoey menaklukkan sang duda yang menutup hatinya sekaligus memenangkan hati kedua kembar nakalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 30

Suasana ruang kepala sekolah yang semula sudah tegang berubah semakin canggung ketika pintu kembali terbuka.

Seorang wanita berpenampilan mewah melangkah masuk sambil menggandeng tangan seorang anak laki-laki yang wajahnya dipenuhi lebam di beberapa bagian.

“Dante!” seru Kepala Sekolah.

Namun perhatian Zoey justru tertuju pada wanita yang berjalan di belakang anak itu.

Alana.

Sahabat yang telah merebut calon suaminya.

Tatapan mereka bertemu sesaat.

Alana tersenyum tipis, lalu dengan sengaja merangkul lengan Arga semakin erat seolah ingin mempertontonkan kemenangan yang pernah ia rebut.

“Sayang, ternyata dia ada di sini juga,” ucap Alana manja.

Zoey hanya menatap datar.

Tidak ada lagi rasa sakit. Tidak ada lagi rasa cemburu.

Perasaan itu sudah mati tepat di hari ketika Alana mengaku mengandung anak Arga.

Alana mendekati Zoey sambil tersenyum mengejek.

“Kasihan ya, Zoey.” Tatapan sinis nya menyapu Victor lalu kembali kepada Zoey. “Akhirnya jadi ibu tiri. Memangnya sudah tidak ada laki-laki lain sampai harus menikah dengan duda?”

Ia terkekeh pelan. Lalu melanjutkan, “Lihat aku. Hidupku jauh lebih bahagia sekarang.”

Ruangan mendadak hening.

Zoey mengangkat sebelah alisnya.

“Melihatmu? Lucu sekal. Apa yang harus kulihat? Sama sekali tidak ada menariknya,” balas Zoey.

Alana mengepalkan tangannya. “Setidaknya aku tidak perlu mengurus anak orang.”

Zoey tersenyum tipis. “Kau benar. Tapi lebih baik menjadi ibu tiri daripada menjadi perebut tunangan orang. Karena aku masih punya harga diri. Tidak seperti perempuan yang membangun kebahagiaannya di atas air mata sahabatnya sendiri.”

“Kau!” Alana menunjuk wajah Zoey dengan tangan gemetar. “Wanita tidak tahu diri!”

“Sudahlah, Alana. Kita datang ke sini untuk membantu Dante,” ucap Arga.

“Tapi dia menghinaku!” rengek Alana.

Arga menghela napas. “Yang dikatakan Zoey memang benar.”

Ucapan itu membuat Alana melotot tidak percaya. “Arga!”

Pria itu tidak menjawab. Tatapannya justru terus tertuju pada Zoey. Wanita yang dulu dikenalnya kini tampak jauh lebih dewasa, anggun dan memiliki keberanian yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Di sisi lain, ibu Dante langsung maju selangkah.

“Hentikan drama kalian!”

Wanita itu menunjuk Victor dengan wajah penuh amarah.

“Itu bocah berandalan yang memukul putraku! Anak seperti dia pantas dikeluarkan dari sekolah!Bahkan kalau perlu dipenjara supaya kapok!”

Victor mengepalkan kedua tangannya. Rahangnya mengeras menahan emosi.

“Jaga mulutmu, wanita tua!” seru Victor.

Baru saja Victor hendak melangkah maju, sebuah tangan lembut menahan lengannya.

“Tenang, Victor,” ucap Zoey menahan lengan putra sambungnya.

Zoey berdiri di depan Victor, menempatkan dirinya sebagai pelindung.

“Jangan khawatir. Kali ini biar aku yang bicara.”

Ibu Dante mendengus sinis.

“Memangnya kau siapa? Jangan ikut campur!”

Zoey tersenyum tipis. “Saya hanya seseorang yang tidak suka melihat anak dihakimi tanpa mendengar seluruh fakta.”

“Fakta apa lagi? Dante babak belur dan itu faktanya!”

“Kalau begitu mari kita lihat semua buktinya,” ucap

Zoey menoleh kepada Kepala Sekolah. “Pak, saya ingin rekaman CCTV area belakang gedung olahraga diputar.”

Kepala Sekolah tampak ragu.

“Itu...”

“Saya minta sekarang juga. Atau anda mau sekolah bergengsi ini rata dengan tanah sengan hitungan menit?” ancam Zoey tak main-main.

“Kalau sekolah menjatuhkan hukuman tanpa ada bukti, saya khawatir nama baik sekolah ini justru dipertanyakan. Atau jangan-jangan semua guru di sini itu pejilat?” lanjut Zoey.

Ucapan itu membuat seluruh guru saling berpandangan dengan tubuh gemetar. Aura Zoey nampak bukan seperti wanita biasa yang sedang bicara.

Bahkan Arga mulai menatap Zoey dengan kagum.

Sementara Alana dan keluarga Dante yang sejak tadi begitu percaya diri perlahan kehilangan senyum mereka.

“Apa yang kalian tunggu? Cepat putar rekaman CCTV itu!” seru Zoey dengan suara tegas sambil menggebrak meja di hadapannya.

Petugas keamanan yang sejak tadi membawa sebuah laptop segera meletakkannya di atas meja. Jemarinya bergerak cepat membuka rekaman kamera pengawas yang mengarah ke belakang gedung olahraga.

Sementara itu, Dante yang semula berdiri dengan wajah angkuh mulai gelisah. Keringat dingin membasahi pelipisnya.

“Putar dari awal,” pinta Zoey.

Rekaman mulai berjalan. Beberapa guru yang semula mengira Victor pelaku utama perlahan mengernyit.

Terlihat jelas Dante bersama beberapa temannya lebih dulu menghalangi jalan Victor.

Tak hanya itu, mereka juga mendorong, mengejek, bahkan tertawa sambil melontarkan kata-kata yang membuat seluruh ruangan terdiam.

“Dasar anak haram yang dibuang ibunya!”

“Pantas ayahmu tidak pernah datang ke sekolah. Mungkin dia juga malu punya anak kayak kamu!”

“Hidupmu memang menyedihkan. Nggak punya ibu, ayahmu pun lebih cinta uang daripada kalian!”

Wajah Victor mengeras mengingat kembali kejadian itu.

Namun sebelum ada yang sempat berbicara, ibu Dante justru berdiri sambil menunjuk Victor.

“Memangnya kalau dihina sedikit harus memukul orang? Dasar anak tidak prnah di didik! Tidak punya ibu memang begini jadinya. Berandalan tanpa aturan! Kau pasti anak jala-ng kan?!”

Plak!

Satu tamparan keras mendarat di pipi wanita itu.

Ibu Dante memegangi pipinya dengan mata melotot.

Ya, siapa lagi pelakunya kalau bukan Zoey.

“Kau menamparku?”

Zoey berdiri tegak di hadapan wanita itu dengan tatapan yang jauh lebih tajam dari sebelumnya.

“Itu adalah hadiah dariku karena kau sudah berani menghina seorang anak yang sejak kecil harus tumbuh tanpa seorang ibu. Dan dengan mudahnya dijadikan bahan ejekan. Apa sikap seperti ini pantas diperlihatkan oleh wanita yang katanya berpendidikan seperti anda, Nyonya?”

Victor membelalak tak percaya, menatap punggung Zoey yang berdiri melindunginya.

1
Ita rahmawati
ayo zoey sebelum sabarmu habis sebaiknya kamu beli LG deh krna menghadapi si kembar SM bapaknya itu bener bener butuh kesabaran yg buanyak 🤣
Ita rahmawati
baru voctor kan blm juga Victoria 🤣
Ita rahmawati
makanya jd ayah itu yg bener Damian 🤣
mimief
sabaaar zoey
dia cuman bingung mesti berbuat apa pas ada yg merhatiin
ini mekanisme perlindungan diri ,kalau 🥹🥹
andaikan
jaga jga hatinya sakit kalau nanti udah nyaman malah ditinggal lagi
Dede Maesaroh
jengkelin ih si victoria
Poer Bambang
semangat Joey 💪
🇦 🇵 🇷 🇾👎
is aq pgn ny dy tgg ni dlh br sdr🤣
Lovita BM
harusnya ngegamparnya bolak balik zoey, biar afdol 👍
ryuka
baguss zoeeyyyy kamu bisa
Nisa Via
semangat Zoey..putri sambung mu keras kepala nya butuh kesabaran extra tuk menaklukkan nya💪
Sastri Dalila
😅🤣🤣
Sri Rahayu
salut sama Zoey....konsisten ingin menaklukkan suami dan anak sambung nya yg arogan egois itu... itu sipelakor Alana pagi2 uda datang cari masalah dgn Zoey...lawan Zoey 😘😘😘😘😘
Endang Sulistiyowati
Diih Alana ga tau mau banget, udah ngerebut, nyalahin pula. kalo bener ngapain harus takut. dasar maling teriak maling.

Yang kuat Zoey, jangan sampe kamu yang sakit karna ngurusin orang2 yang sakit hatinya gede pula gengsinya.
Endang Sulistiyowati: typo ih, ga tau malu maksudnya
total 1 replies
Itin
semangat 💪💪
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: Siappppp😘
total 1 replies
mimief
Victoria Alferd,dengan kekuatan bulan aku akan menghukum mu 🤣🤣🤣🫰
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: wkwk🤭 belok dong
total 3 replies
Esther
Alana takut rahasianya selama ini terbongkar karena Arga minta tes DNA.

Ayo.Zoey taklukan Victoria
aleena
sabar Lukas
ini Baru sarapan pagi
belum nanti malam
tiba tiba ribut lgi 🤣🤣🤭🤭
aleena
ahahah
mulai rebutan perhatian zoey

belum nanti victoria
Mundri Astuti
dasar tuan duda 😂😂
Mundri Astuti
😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!