Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.
Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.
Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.
Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.
Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ejekan Buat Lucas
Selesai makan pagi yang diwarnai suasana penuh kehangatan bercampur tegang, Alexa langsung ditarik lembut oleh Esmeralda, Jennifer, dan Shandra. Mereka berdalih ingin berbincang-bincang santai di area taman belakang resort.
Lucas yang melihat istrinya hendak dibawa pergi tentu saja langsung bangkit dan menolak tegas. Namun, sang mami tak hilang akal. Esmeralda mendekati putra tunggalnya lalu berbisik dengan nada mengancam yang amat serius.
"Kalau kamu berani melarang Mami, Mami pastikan Alexa akan Mami sembunyikan sampai kamu tidak bisa menemukannya lagi di muka bumi ini."
Ancaman itu sukses membuat Lucas bungkam dan memilih pasrah membiarkan Alexa dibawa pergi.
Kini, suasana di meja makan hanya menyisakan para pria Clinton. Di sana ada Orlando sang papi, Lucas, Ezekiel suami dari Jennifer, serta Arvian suami dari Shandra.
Orlando mengusap cangkir kopinya, menatap putra tunggalnya dengan iris mata abu-abu yang tajam. Sebuah senyum sinis yang sarat akan nada mencemooh terukir di bibirnya.
"Cemas sekali," cemooh Orlando dengan suara berat.
"Sepertinya ada yang sudah jatuh cinta setengah mati pada istrinya sendiri." ejeknya pada putranya itu.
Lucas menyilangkan tangan di dada, menjawab dengan raut kaku dan nada dingin. "Aku tidak mencintainya."
"Benarkah?" bisik Orlando menaikkan sebelah alisnya.
"Aku bersikap baik padanya hanya karena dia sedang mengandung anakku. Tidak lebih," pangkas Lucas cepat, membela gengsinya.
Ezekiel, yang sifatnya sudah tertular virus heboh dari istrinya yaitu Jennifer, mulai ikut angkat bicara sambil tersenyum menggoda.
"Apa iya kamu melakukannya cuma karena tanggung jawab, Lucas? Yang benar saja."
Lucas menatap kakak iparnya itu datar. "Memang begitu faktanya."
"Kalau cuma soal bayi, kamu tidak perlu repot-repot bersikap se posesif itu," tambah Ezekiel santai.
"Nanti setelah bayinya lahir, kamu tinggal ceraikan Alexa lalu nikahi Catherine seperti tujuan awalmu dari dulu. Bukankah itu yang kamu mau?"
Deg.
Mendengar kata menceraikan Alexa dan menikahi Catherine keluar dari mulut Ezekiel, entah mengapa ada letupan amarah yang mendadak membakar dada Lucas. Rahangnya mengetat keras, matanya berkilat murka.
"Menceraikannya?" desis Lucas dengan nada rendah yang amat berbahaya.
"Aku tidak akan pernah menceraikan Alexa!"
Tanpa menunggu balasan dari siapa pun, Lucas langsung bangkit dari kursinya dan melangkah lebar meninggalkan meja makan dengan aura permusuhan yang pekat.
Melihat respons emosional adik iparnya, Ezekiel seketika tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha! Lihat cara dia marah! Lucu sekali!"
"Suara banting pintunya sampai terdengar ke sini," timpal Arvian terkekeh pelan.
"Dia bilang tidak cinta, tapi disinggung soal cerai langsung mengamuk."
"Anak itu memang keras kepala. Dia sudah jatuh hati, tapi gengsinya setinggi langit sampai tidak menyadari perasaannya sendiri," gumam Ezekiel menyandarkan punggungnya.
Arvian berpaling menatap ayah mertuanya yang sejak tadi menyimak dalam diam. "Papi, bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan supaya Lucas cepat sadar kalau dia sebenarnya sangat menyukai Alexa?"
Orlando nampak memikirkan sesuatu sejenak. Iris matanya berbinar licik, memikirkan ide ekstrem yang terlintas di otaknya.
"Sepertinya..." Orlando berucap pelan, mengutarakan idenya.
"Kita harus menculik Alexa sebentar. Kita lihat sejauh mana si dingin itu akan hancur dan menyesal karena membohongi perasaannya."
Ezekiel dan Arvian saling bertatap mata, lalu tersenyum lebar menyetujui rencana gila sang kepala keluarga Clinton.
Sementara itu, di gazebo taman belakang yang dipenuhi bunga-bunga indah, suasana justru terasa amat berbeda.
Alexa duduk dengan wajah agak pucat, dikelilingi oleh tiga wanita keluarga Clinton. Terlebih lagi Esmeralda, ibu mertuanya itu duduk amat rapat dengannya, memeluk lengannya dengan penuh kasih sayang.
Jujur saja, Alexa tidak pernah tahu jika mertuanya akan bersikap selengket ini padanya. Dikehidupan sebelumnya, mereka sama sekali tidak pernah bertegur sapa apalagi duduk berdekatan seperti ini.
Esmeralda menatap wajah lembut Alexa dengan raut cemas. "Alexa sayang... katakan pada Mami dengan jujur. Apa si dingin Lucas itu sering menyiksamu di rumah?"
Alexa tersentak, lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat. "T-tidak... Tidak, Mami. Lucas tidak pernah menyiksaku."
Jennifer berdecih gemas dari samping. "Ck! Pasti si Kulkas itu sudah mengancam mu, kan? Kamu itu terlalu baik dan polos untuk adikku yang kaku seperti Lucas!"
Shandra tidak tinggal diam, wanita itu memegang tangan Alexa yang dingin. "Kamu tahu tidak, Alexa? Selama beberapa bulan ini, kami bertiga sudah berkali-kali mencoba datang dan menghubungi tempat tinggal mu. Tapi semua akses selalu dihalangi dan diblokir oleh Lucas!"
"Benar!" timpal Esmeralda heboh.
"Kemarin saja, saat Mami menyuruh Pak Venus membawa gaun dan undangan untukmu, Pak Venus harus berbohong dan berdalih kalau undangan itu atas perintah Lucas. Kalau tidak berbohong begitu, mana bisa Pak Venus lolos masuk menemui mu!"
Alexa mengerutkan keningnya, mencerna informasi yang baru saja ia dengar. Matanya menatap tiga wanita di depannya secara bergantian dengan penuh rasa ragu.
Dengan suara yang sangat pelan dan ragu-ragu, Alexa memberanikan diri untuk bertanya.
"Apakah... apakah kalian semua tidak membenciku?"
Sontak saja, mendengar pertanyaan itu, Esmeralda, Jennifer, dan Shandra berteriak kompak dengan suara nyaring.
"TIDAK!"
Alexa terkejut hingga sedikit tersentak ke belakang. Keningnya makin berkerut bingung.
"Tapi... kenapa?" bisik Alexa lirih, menundukkan kepalanya.
"Bukankah... bukankah aku wanita jahat yang sudah menjebak Lucas? Aku sudah merebut Lucas dari Bibi Catherine... Kenapa kalian sama sekali tidak membenciku?"
Pertanyaan tulus nan polos itu seketika membuat Esmeralda, Jennifer, dan Shandra bungkam seribu bahasa. Ketiganya saling melempar pandangan canggung dan salah tingkah.
"Ehem!"
Esmeralda berdehem cukup keras untuk menguasai kembali suasana. Ia menyunggingkan senyum paksa seraya mengusap bahu Alexa lembut.
"Aduh, Alexa sayang..." alibi Esmeralda berputar otak.
"Kami ini keluarga Clinton. Pemikiran kami itu sangat luas dan terbuka! Kami tidak peduli bagaimana awal ceritanya atau siapa pun wanita yang akhirnya dinikahi oleh Lucas, kami akan selalu menerimanya dengan tangan terbuka!"
"Iya, benar sekali apa kata Mami!" sahut Jennifer mengangguk-angguk heboh menutupi rasa canggungnya.
"Kami hanya peduli pada kebahagiaan kamu dan calon bayi di dalam kandunganmu ini!" tambah Shandra memamerkan senyum lebarnya.
Mendengar penuturan yang terdengar amat manis itu, bukannya merasa lega, Alexa justru makin menundukkan kepalanya dalam-dalam. Dadanya dihujani rasa bersalah yang amat menghimpit.
Ibu mertua dan kedua kakak iparnya bersikap sangat baik dan tulus padanya, sementara dirinya menyimpan kebohongan besar mengenai malam jebakan itu. Dalam hatinya, Alexa merasa sangat menyesal karena merasa telah merusak kebahagiaan Lucas dan merebut pria itu dari sang bibi, Catherine.
"Aku tidak boleh terus-terusan seperti ini..." batin Alexa meratapi nasibnya dengan mata yang mulai menggenang.
"Aku harus segera menyelesaikan semua kekacauan ini dan mengembalikan Lucas pada kehidupan yang seharusnya... sebelum semuanya terlambat."
Bersambung...
Banyak juga yaa rahasia yang ditutupi keluarga Clinton. Tunggu beberapa bab lagi yaaa... Biar ketahuan.😁
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪💪
lanjut thor