NovelToon NovelToon
Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cichio23

Bagi dr. Alunar Abya Manggala (23 tahun), bertugas di pedalaman Kalimantan adalah pembuktian lepas dari nama besar ayahnya, Komjen Pol. Faza Idam Manggala. Namun, idealisme dokternya diuji saat ia nekat ingin menerobos jalur merah perbatasan demi menyelamatkan warga yang kritis.

Bagi Kapten Infanteri Sagara Danendra (28 tahun), aturan lapangan adalah harga mati. Mengemban tanggung jawab berat sebagai Danki Satgas sekaligus Danposkotis di Nunukan.

"Tugas saya menyelamatkan nyawa, Kapten!" protes Alunar sengit.

"Dan tugas saya memastikan Anda tetap hidup untuk melakukan tugas itu, Dokter Alunar! Di sini, Anda ikuti aturan main saya,” balas Sagara tidak kalah sengit.

Ketegangan makin memuncak ketika jalur perbatasan memanas oleh jaringan kriminal internasional yang sedang diburu lembaga yang dipimpin ayah sang gadis, yang tidak lain sosok laki-laki paling dibenci Sagara. Laki-laki yang menyebabkan ayah Sagara meninggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cichio23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 Greeeng... Woeee!

Kejadian perebutan buah apel di kantin siang berbuntut panjang. Sejak saat itu, Alunar benar-benar mengabaikan keberadaan Sagara di markas. Jika mereka tidak sengaja berpapasan di lorong, Alunar langsung membuang muka atau memutar arah seolah-olah Sagara adalah makhluk tak kasat mata yang tidak penting. 

Namun, pagi ini kejengkelan Sagara harus bergeser menjadi kekhawatiran. Dari balik jendela ruang komando, Sagara menangkap kebiasaan tidak biasa. 

“Sedang apa dia?” gumam Sagara saat melihat Alunar berdiri di samping motor trail yang biasanya digunakan oleh anggotanya. 

"Mau apa perempuan itu?" gumam Sagara yang kini berdiri mengawasi Alunar dan suster Irma berjalan terburu-buru sambil menggendong tas ransel logistik medis.

“Ayo cepetan naik, kakak Irma!” pinta Alunar sambil menepuk jok belakang depan box logistik medis. 

“Apakah aman, dok?” tanga Irma memastikan. 

“Tenang, aman.” 

Dengan wajah penuh khawatir Irma langsung naik ke jok belakang. Setelah memastikan Irma duduk dengan posisi aman. Alunar langsung mengenakan helm taktis di kepalanya. 

“Jangan lupa pegangan yang kencang, kakak Irma! Kita akan melakukan perjalanan menantang adrenalin.” 

“Siap, dok.” 

Sagara langsung panik yang melihat Alunar mulai menyalakan mesin motor dengan sekali hentakan kaki. Ia berlari untuk menghalau Alunar dan Irma agar tidak sampai keluar dari markas. 

“Mau ngapain mereka berdua? Oka dan Arisandhi kenapa membiarkan mereka menggunakan motor trail itu? Mereka berdua benar-benar harus dikasih hukuman. Khususnya Si Manggala itu,” gerutu Sagara sepanjang koridor. 

Namun, belum juga sampai. Alunar sudah memutar gas. Motor trail besar yang ia kendarai melesat mulus keluar dari gerbang Poskotis, meninggalkan kepulan debu tanah merah yang tipis.

Greeeng…! 

“Woeee!” teriak Sagara kencang diabaikan Alunar maupun Irma. 

Arisandhi yang kebetulan sedang memeriksa mesin. Hanya bisa tersenyum melihat Sagara datang dengan wajah panik yang tidak bisa disembunyikan.

“Arisandhi!” teriak Sagara. 

“Siap, Komandan.” 

“Bagaimana bisa mereka pergi begitu saja?”

"Izin, Ndan. Tampaknya dokter Alunar benar-benar menganggap serius larangan Anda kemarin," jawab Arisandhi dengan nada menyindir halus.

"Apa maksudmu, Letnan? Kemana mereka pergi membawa kendaraan dinas tanpa sopir militer?" tanya Sagara cepat. 

"Beliau pergi ke Kampung Tetangga, desa sebelah di balik bukit, Ndan. Jaya memberitahu bahwa anak-anak di sana sedang terserang demam massal,” jawab Arisandhi. 

“Karena Ndan melarang seluruh anggota kita untuk mengantar atau membantu dokter Alunar. Beliau memutuskan untuk menyetir motor trail itu sendiri secara mandiri demi mengantar vaksin dan obat-obatan gratis," jelas Arisandhi dengan senyum tipis yang sengaja dipasang untuk memancing reaksi Sagara. 

"Menyetir sendiri menembus jalur bukit?" tanya Sagara memastikan, matanya melebar tidak percaya. 

"Siap, benar, Ndan. Dokter Alunar ternyata punya lisensi berkendara motor trail sejak kuliah di Jakarta. Beliau menolak menyerah hanya karena tidak kita bantu," tambah Arisandhi lagi, memberikan tekanan pada kata 'tidak kita bantu'.

Sagara terdiam di tempatnya. Berdiri menatap gerbang markas yang kosong dengan pandangan tak percaya. Di dalam hatinya sebuah letupan rasa kagum mendadak terbit memecah dinding egonya. 

Sagara tidak pernah menyangka bahwa putri seorang Jenderal bintang tiga dari kota metropolitan sekelas Jakarta, yang ia tuduh bermanja-manja. Ternyata memiliki mental sekeras baja. 

"Dia benar-benar berbeda," puji Sagara diliputi rasa kagum. 

Namun, rasa kagum itu hanya bertahan beberapa detik sebelum digantikan oleh rasa takut. Saat mengingat jalur menuju Kampung Tetangga bukanlah jalanan kota yang aman. 

Melainkan jalur bekas penebangan kayu yang dipenuhi tebing curam, tanah longsor, dan batu gunung yang licin akibat kemarau. Satu kesalahan kecil saja bisa membuat motor tergelincir masuk ke dalam jurang.

"Oka! Siapkan motor trail sekarang juga!" perintah tegas Sagara sambil berteriak pada Oka yang masih sibuk memotong rumput dengan sangkur. 

"Siap, laksanakan, Komandan!" sahut Oka. langsung berlari cepat menyiapkan kendaraan operasional. 

“Sudah siap, Ndan.” 

“Arisandhi, jaga pos.” 

“Siap, Ndan.” 

Dengan menggunakan motor trail. Sagara menyusul Alunar  ke kampung tetangga. 

Sagara yang tidak ingin keberadaannya diketahui Alunar lebih memilih bersembunyi dibalik semak-semak. 

“Astaga, apa yang aku lakukan di tempat ini?” gerutu Sagara meruntiki kebodohannya. 

Jujur baru kali Sagara melakukan hal konyol mengawasi seorang perempuan putri dari musuhnya. 

Tidak terasa sudah empat jam berlalu. Hingga membuat Sagara hampir ketiduran di balik semak-semak. 

“Apakah semuanya sudah dimasukkan ke box, Kakak Irma?” 

“Sudah, dok.” 

“Jika sudah, ayo kita kembali ke Poskotis.” 

“Baik, dok.” 

Tahu jika Alunar dan Irma akan kembali ke Poskotis. Sagara buru-buru mengendarai motor trailnya untuk mengendahului mereka. 

“Awas kamu Manggala,” ancam Sagara.

Greeeng…!

Suara khas motor trail yang dikendarai Sagara. Mencuri perhatian Alunar yang saat ini sedang bersiap mengendarai motor bersama Irma. 

“Ada apa, dok?” tanya Irma. 

“Tidak apa-apa, Kak.” 

“Ayo!” 

Setelah melewati jalan terjal perbukitan. Akhirnya Alunar dan Irma sampai juga di Poskotis. 

Namun, senyum sumringah yang menghiasi wajah cantik Alunar langsung hilang saat melihat keberadaan Sagara  bersedekap sambil menatap tajam ke arahnya. 

“Dok,” gumam Irma ketakutan. 

“Tenang saja, Kak. Ada aku.” 

Seperti tidak terjadi apa-apa Alunar berjalan seperti biasa. Namun, Sagara dengan cepat menghalau langkah kakinya. 

"Suster Irma.” 

“Siap, Kapten.” 

“Kembali ke barak kesehatan sekarang!" perintah Sagara tidak ingin dibantah.

"Siap! Permisi, Kapten!" sahut Irma ketakutan, langsung berlari masuk ke gedung medis tanpa berani menoleh ke belakang. 

Sedangkan Alunar melepas helm taktisnya dengan santai, merapikan sedikit bagian depan hijab hitamnya yang sedikit berantakan. Ia menatap Sagara dengan pandangan mata yang acuh tak acuh, bersiap untuk menuntun motor menuju parkiran.

"Berhenti di tempat, dokter Alunar!" bentak Sagara memecah keheningan halaman depan markas.

Alunar menghentikan langkahnya, menghela napas panjang dengan raut wajah yang sangat jengkel. Ia membalikkan badan menghadap Sagara, meletakkan helmnya di atas jok motor dengan kasar. 

"Apalagi sekarang, Kapten Sagara yang Terhormat? Apakah menjemput nyawa anak-anak di desa sebelah juga melanggar aturan kebersihan militer Anda?" sindir Alunar tajam dengan nada suara yang menantang.

"Siapa yang memberikan Anda izin untuk membawa kendaraan taktis pos ini keluar dari perimeter markas, dokter?" tanya Sagara dengan suara ditekan rendah namun penuh dengan getaran amarah.

"Saya tidak butuh izin dari komandan yang sengaja ingin membiarkan pasiennya mati, Kapten!" balas Alunar tidak kalah sengit, melangkah maju menantang intimidasi Sagara.

"Seminggu ini Anda melarang anggota membantu saya. Saya butuh transportasi untuk mengantar vaksin darurat ke Kampung Tetangga. Sertu Oka sedang dihukum potong rumput. Sedangkan Lettu Arisandhi juga sedang sibuk, dan motor ini menganggur. Jadi saya bawa sendiri! Apa itu salah?" cecar Alunar berturut-turut dengan nafas yang memburu karena emosi.

"Tentu saja salah! Tindakan Anda itu bodoh dan tidak bertanggung jawab!" bentak Sagara lagi dengan volume suara yang meninggi, membuat beberapa prajurit yang sedang membersihkan senjata di teras barak langsung pura-pura tidak mendengar.

"Bodoh Anda bilang? Saya menyelamatkan dua puluh anak dari demam hutan!" teriak Alunar dengan mata yang mulai berkaca-kaca karena merasa kerja kerasnya sama sekali tidak dihargai oleh pria berhati batu di depannya ini.

"Jalur ke Kampung Tetangga itu rusak total, Alunar!" ucap Sagara tanpa memanggil Alunar dengan embel-embel dokter. 

"Jalanan di atas bukit itu dipenuhi batu lepas dan jurang tanpa pembatas! Bagaimana kalau motor itu slip? Bagaimana kalau kamu tergelincir masuk ke dalam jurang bawah sana? Siapa yang mau bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu yang buruk pada dirimu?" tanya Sagara bertubi-tubi dengan suara yang bergetar hebat.

Alunar terdiam seketika, lalu memalingkan wajahnya. Untuk saat ini Alunar mengakui kesalahannya. 

“Siapa yang bertanggung jawab?” tanya Sagara kembali dengan nada pelan nyaris tak terdengar. 

"Kapten, Anda yang bertanggung jawab," bisik Alunar lirih sambil menghapus air matanya yang tanpa permisi jatuh. 

Sagara yang menyadari dirinya telah menyakiti hati Alunar langsung membuang muka ke arah lain. Entah kenapa ada rasa tidak nyaman saat melihat Alunar menangis. 

"Jika terjadi sesuatu yang buruk pada putri seorang Jenderal di bawah wilayah hukum pos saya. Maka, reputasi kesatuan saya yang akan dipertaruhkan dokter," kilah Sagara berbohong. Menggunakan alasan reputasi militer untuk menutupi rasa khawatiran yang sesungguhnya pada sosok Alunar. 

"Urusan medis adalah tugas Anda, dokter. Tapi urusan keselamatan di luar pos adalah wewenang mutlak saya. Jangan pernah mengulangi tindakan ceroboh ini lagi tanpa pengawalan resmi atau saya akan menyita seluruh akses logistik medis Anda," ancam Sagara lalu pergi meninggalkan Alunar yang masih berdiri di tempatnya. 

“Dia laki-laki paling aneh yang pernah aku temui,” lirih Alunar sambil memandangi punggung Sagara yang mulai menjauh. 

1
ika
dredeg aku....
syora
alhamdulillah alunan slamat
ya allah saga harga dr anda bnr" ya ckckcj
Danny Muliawati
jangan terlalu benci nanti cinta loh 😜
Danny Muliawati
pasti jodoh ini mah 😄
ika
who is?
musuh siapa ini?
ika
akhir nya update juga...
semangat ya Thor...
di tggu update selanjutnya...
Cichio23: siap kakak
total 1 replies
ika
hahaha....

kasian sekali kamu Sagara 🤭🤭🤭
ika
ga sabar nunggu mereka jadian 🤭🤭🤭
ika
jreng jreng jreng....

silahkan berusaha Sagara 😄🤣🤣
syora
benci bd tipis sm cinta
aplikasi klau smpai luna th ms lalu ayah saga yg jg bertindak kurang baik ke ayah faza dl
ingt saga ada tour tunai,jgn slh lngkh hnya krna ego yg blm tentu bar knyataannya
ika
wes ta lah ...
benci jadi cinta iku....
nikmati saja, buang dendam nya Sagara ...
alunar gadis baik, dari klrga baik jg...
syora: setujuuuuu pkai👍👍👍👍👍tar klau alunan bnr" bnci blik
habis dah saga
total 1 replies
ika
lanjut kan saja Sagara...
mpe kpn kamu seperti itu???
syora
setuju posisi blh kapten tp klau nggak bs profesional buat apa
Fatimah Zubaedah
duh Sagara...Awas nanti jatuh cinta,cinta kepada alunar
ika
ayahmu yg jahat Sagara, kamu ga tau kan cerita nya?
ak loch dah baca . ..
🤭🤭🤭
Cichio23: Masa sih, Kak? Othor loh belum tahu🤭😄
total 1 replies
syora
padahal kamu blm tahu almarhum ayah dl seperti apa
lanjut sj egomu gara
hingga penyesalan
bikin pingin ngetik kalau aja nih ank
ika
tegang cuy....
Fatimah Zubaedah
tahan nafas thorr bacanya😄
syora
aduhhh kapten saga jgn trlalu menuruti ego
lg pl ada crita knpa,ayah km dimutasi
ika
ngeri ya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!