NovelToon NovelToon
Terpisah Oleh Takdir

Terpisah Oleh Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:205
Nilai: 5
Nama Author: Diah Lubis27

Mengisahkan tentang seorang pria yang sudah beristri yang mengalami sebuah kecelakaan hingga mengakibatkan ia kehilangan ingatan dan menikah dengan wanita beda keyakinan.
Akan kah kisah cinta mereka bertahan?
Bagaimana akhir kisah cinta mereka?.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Lubis27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

 "Satu hari sebelum Farhan dan Karisa pergi berlibur ke kampung halaman kedua orang tua Farhan Karisa sudah tidak lagi mengajar karena cuti yang ia ajukan terhitung mulai hari ini tapi tidak dengan Farhan hari ini dia masih mengajar seperti biasa.

Karisa sengaja mengajukan cutinya satu hari lebih cepat agar bisa menyiapkan semua keperluan mereka selama berlibur.

 "Lo Pak Farhan hari ini masih mengajar?" Tanya pak Agus rekan sesama guru di sekolah itu.

"Iya pak Agus, berangkatnya masih besok jadi hari ini masih bisa mengajar." Jawab Farhan.

"Kalau begitu kebetulan sekali, saya mau minta tolong sesuatu sama pak Farhan."

Farhan mengerutkan keningnya.

"Minta tolong apa ya pak?"

"Begini pak Farhan, ini KTP Albert murid kelas 12a sudah selesai dari kemarin tapi anak itu belum masuk juga karena sakit. Rumah bapak kan searah sama Albert, saya mau minta tolong sama bapak untuk menyerahkan KTPnya ini sekaligus melihat bagaimana keadaannya." Terang pak Agus.

Di sekolah tempat Farhan mengajar memang di sediakan fasilitas untuk mengurus KTP gratis bagi murid-murid yang sudah memenuhi syarat untuk memiliki KTP.

"Oh, kalau begitu baiklah pak Agus akan saya singgahi rumah Albert saat pulang nanti."

Farhan menerima KTP milik Albert lalu memasukkannya ke dalam dompet miliknya agar tidak rusak.

"Kalau begitu saya saya kembali mengajar, sebelumnya saya ucapkan terima kasih."

"Tidak perlu sungkan pak Agus inikan tugas saya juga."

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, jam pulang sekolah pun tiba. Farhan memacu sepeda motor miliknya menyusuri jalanan kota dengan kecepatan sedang, sambil bersenandung seperti yang sering ia lakukan saat berkendara sendirian.

Tiba-tiba pandangan Farhan tertuju pada kerumunan orang-orang di sisi kiri jalan.

"Ada apa sih, kok rame-rame?" Batin Farhan.

Farhan memarkirkan sepeda motornya kemudian bertanya kepada salah seorang bapak-bapak yang juga ikut berkerumun di sana.

"Permisi pak, di depan ada apa ya, kok rame-rame?"

"Oh itu di depan ada seorang nenek-nenek yang mau menyebrang jalan terserempet sepeda motor. Dan pengendara sepeda motor itu kabur begitu saja, sementara orang lain tidak ada yang berani menolong untuk membawa ke rumah sakit, katanya takut terseret masalah." Terang bapak-bapak itu panjang lebar.

"astaghfirullah, kok pada tega banget sih." Farhan merasa kesal dalam hatinya, dan segera menerobos kerumunan itu untuk melihat kondisi nenek tersebut.

Sesampainya di depan di lihatnya seorang nenek sedang duduk bersandar pada batang pohon yang berada di pinggir jalan dan sedang meringis kesakitan. Terlihat juga darah mengucur keluar dari luka robek yang berada di kaki nenek itu.

"Astaghfirullah." untuk sekian kalinya Farhan beristighfar melihat kejadian itu.

"Permisi apa ada yang membawa mobil? Tolong pinjamkan kepada saya agar bisa membawa nenek ini ke rumah sakit." Ucap Farhan kepada orang-orang yang sedang berkerumun menonton kejadian itu tanpa ada yang mau mengambil tindakan.

Dan orang-orang itu hanya saling pandang terlihat keraguan di mata mereka.

Namun tiba-tiba seorang gadis muda yang kira-kira masih berusia 20han keluar dari kerumunan orang-orang itu.

"Saya bawa mobil mas, mas bisa memakai mobil saya untuk membawa nenek ini."

Gadis itu pun menyerahkan kunci mobilnya ke pada Farhan.

"Mbak ikut juga dengan saya ya, untuk memengangi nenek ini." Ucap Farhan sambil mengambil kunci mobil itu dari tangan gadis tersebut.

Gadis itu mengangguk lalu berjalan menuju mobilnya dan langsung masuk dan duduk di bangku belakang mobil itu, sementara Farhan langsung menggendong nenek itu dan meletakkannya di bangku belakang mobil itu juga dengan posisi kepala sang nenek di baringkan di pangkuan sang gadis.

Farhan pun bergegas melajukan mobil itu menuju rumah sakit terdekat.

Setelah tiba di rumah sakit sang nenek langsung di tangani dan dokter mengatakan kondisi nenek itu tidak terlalu parah tidak patah tulang atau hal yang membahayakan lainnya, hanya luka robek di kakinya sedikit dalam namun sudah di jahit dan nenek itu juga sedikit terkejut makanya tadi agak linglung dan sulit ditanyain. Namun sekarang kondisinya sudah membaik dan sudah bisa di ajak bicara jadi pihak rumah sakit sudah bisa menghubungi keluarga dari nenek tersebut.

"Terimakasih sudah mau meminjamkan mobil kamu, jadi nenek itu bisa di bawa kerumah sakit." Farhan menyodorkan kunci mobilnya, mengembalikan kepada gadis itu.

"Tidak perlu berterima kasih, aku justru salut sama kamu, kamu punya kepedulian yang tinggi terhadap orang lain." Gadis itu tersenyum lalu menerima kunci mobilnya kembali.

"Tapi ngomong-ngomong kamu pulang naik apa? Bukannya motor kamu kamu parkir di tempat kejadian ya?"

"Bagaimana kamu tau?" Farhan merasa heran bagaimana gadis ini bisa tau sementara saat itu sangat ramai dan jarak mobil gadis ini terparkir juga masih terbilang jauh dari tempat dia memarkirkan motornya.

"Tidak usah bingung, sebenarnya kita sampai hampir bersamaan namun dari arah yang berbeda dan aku sempat menyalip kamu di tikungan sebelum tempat kejadian lalu aku putar balik lagi karena melihat keramaian itu." Terang gadis tersebut.

"Oh, begitu rupanya." Farhan mengangguk tanda mengerti.

"Bagaimana kalau aku antar kamu untuk ambil motor kamu."

"Tidak usah tidak enak merepotkan kamu, lagi pula kamu itu seorang gadis tidak baik kalau kita hanya berdua di dalam mobil." Tolak Farhan.

"Baiklah kalau begitu aku tidak akan memaksa, aku duluan." Gadis itu melangkah pergi sambil melambaikan tangan tanpa menoleh lagi ke arah Farhan.

"Aku harus segera kembali Karisa pasti sudah nungguin aku sejak tadi." Gumam Farhan.

"Assalamualaikum, Karisa." Ucap Farhan saat tiba di depan rumahnya.

"Waalaikumsalam, ya Allah mas Farhan kemana aja sih, kenapa sampai sore begini baru pulang." Karisa sedikit cemberut.

"Maafin aku ya sayang, tadi ada kejadian tidak terduga yang terjadi di jalan. Nanti aku ceritakan tapi sekarang aku mau mandi dulu dan sholat ashar, tadi aku belum sempat sholat ashar."

"Ya sudah aku siapin makanan ya, kamu pasti belum makan juga kan?"

"Jadi begitulah ceritanya." ucap Farhan setelah selesai menceritakan semua kejadian yang dia alami di jalan tadi. Saat mereka sedang berada di meja makan dan sedang menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh Karisa.

"Lalu apa gadis itu cantik?" Tanya Karisa tiba-tiba setelah selesai mendengar cerita dari Farhan.

"Hah, apa hubungannya?" Farhan mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari istrinya itu.

"Jawab aja!" Tegas Karisa.

"Tentu saja cantik kan nggak mungkin ganteng." Canda Farhan.

"Mas Farhan!!!!!" Karisa melipat kedua tangannya di dada tanda protes.

"Iya sayang, oke deh aku jujur. Gadis itu memang cantik tapi tentu saja dia tidak secantik kamu dan lagi dia tidak memakai hijab jadi aku tidak mungkin suka aku bahkan tidak tau siapa namanya." Jawab Farhan jujur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!