NovelToon NovelToon
Istri Buruk Rupa Kesayangan Mafia

Istri Buruk Rupa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Rakanza Elson adalah mimpi buruk bagi musuh-musuhnya. Dingin, tak tersentuh, dan bos terkuat organisasi Teratai Hitam. Namun di balik kekuasaan dan ketampanannya, Rakanza menyimpan dua rahasia. Mysophobia parah dan ketakutan akan sentuhan yang membuatnya menganggap pernikahan sebagai sebuah kutukan.

​Hingga suatu malam di Meksiko, sebuah misi membawanya pada Annabella. Gadis misterius yang terkurung di laboratorium eksperimen ilegal. Dipenuhi rasa jijik pada tempat yang kotor dan terkontaminasi, Rakanza seharusnya membiarkan gadis itu tewas. Namun, karena tuntutan orang tuanya untuk segera menikah, Rakanza terpaksa menikahi gadis itu. Namun tak sangka, setelah wajah istrinya disembuhkan, ternyata istrinya mirip dengan adik iparnya.

​Di sisi lain, Rafandra, adik Rakanza merasa telah menemukan cinta sejati saat berhasil melamar Luviana Winston. Namun, dibalik senyum manis Luviana sang pianis terkenal, ada kebohongan besar yang siap menghancurkan segalanya. Luviana yang dicintainya ternyata menyimpan agenda balas dendam yang mematikan.

​Siapa sebenarnya Annabella? Dan apa hubungannya dengan keluarga Winston?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meksiko

...🍀 Happy Reading 🍀...

"Rakanza!" Gema suara Cecilia memecah keheningan ruang keluarga kediaman Elson. 

Pria berusia dua puluh tujuh tahun yang berdiri di dekat jendela besar itu hanya melirik sekilas dari balik bahunya. Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi, seolah seruan bernada jengkel sang ibu hanyalah angin lalu.

"Berapa kali Mama harus mengulang hal yang sama?" Wanita paruh baya itu mendekat dengan tumpukan berkas foto-foto di tangannya. "Kamu harus segera menikah."

"Tidak."

Jawaban itu terucap dingin dan telak, membuat Cecilia mulai frustrasi.

"Kenapa tidak?"

"Karena aku tidak mau."

"Raka!"

Rayden Elson yang sejak tadi duduk di sofa akhirnya angkat bicara. Putra sulungnya itu memang terkenal berkepala batu, dingin, tidak tersentuh, dan terlalu tenggelam dalam mengurus organisasi Teratai Hitam yang diwariskan kepadanya.

"Ayah tidak memintamu menikah besok pagi," ujar Rayden meletakkan koran di atas meja. "Setidaknya carilah seseorang yang kau kenal."

"Aku tidak punya waktu untuk hal tidak berguna itu."

"Jawabanmu selalu saja itu, Raka."

Rakanza membenarkan letak jas hitamnya yang licin tanpa lipatan. Dengan sigap, ia mengenakan sepasang sarung tangan kulit tipis. "Aku berangkat ke Meksiko hari ini."

"Meksiko? Untuk apa kau ke sana?” tanya Cecilia duduk di sebelah suaminya.

"Ada pengkhianat yang membawa lari dokumen penting dan bersembunyi di sana. Timku sudah menemukan titik lokasi markas mereka."

Rayden mengerutkan kening. "Kau akan menangani ini sendiri?"

"Aku membawa tim."

"Lalu setelah urusanmu selesai?"

"Aku kembali."

Cecilia menatap putra sulungnya dengan sorot mata sedih. 

Rakanza pun terdiam sejenak melihat kekecewaan di mata ibunya. Ada alasan yang tidak bisa ia ceritakan kepada siapapun, alasan mengapa pernikahan adalah sebuah mimpi buruk baginya.

Bukan karena ia membenci wanita, melainkan karena kondisi dirinya sendiri. Ia mengidap mysophobia akut. Ketakutan ekstrim terhadap kuman, sentuhan fisik, dan kontaminasi. Tidak hanya itu, masalah kesehatan seksual yang dirahasiakannya membuat Rakanza semakin enggan membayangkan hadirnya seorang istri. Baginya, menghadapi puluhan musuh bersenjata jauh lebih mudah daripada harus menyentuh seseorang dan bertindak sebagai seorang suami.

"Aku berangkat," cetusnya datar.

Tanpa menunggu balasan, Rakanza berbalik dan pergi.

Cecilia meratapi punggung putranya yang kian menjauh. "Teman-teman Mama sudah menggendong cucu..." gumamnya liris. "Aku bahkan belum punya menantu."

Rayden merangkul bahu istrinya dengan lembut. 

"Jangan sedih, Sayang."

"Bagaimana aku bisa tidak sedih, Pah?"

"Percayalah padaku. Aku akan membujuk Raka," janji Rayden tipis. "Jika perlu, aku sendiri yang akan turun tangan mencarikan calon istri untuknya."

"Papa, Mama."

Suara ramah memecah suasana. Rafandra berdiri di ambang pintu dengan senyum hangat khas miliknya. Pria muda itu tampak segar berbalut pakaian kasual yang rapi. Berbeda jauh dari sang kakak, Rafandra adalah sosok yang hangat, humoris, dan berjiwa sosial tinggi.

Ia mendekat, lalu mencium tangan kedua orang tuanya dengan penuh hormat. "Aku pergi dulu ya."

Rayden bertanya. "Mau ke mana?"

Rafandra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedikit salah tingkah. "Kencan, Pah."

Seketika wajah Cecilia berbinar. "Kencan? Dengan siapa?"

"Luviana, Mah."

Mata Cecilia sedikit melebar. "Luviana Winston?"

Rafandra mengangguk mantap. Putri sulung keluarga Winston itu adalah sosok yang sudah lama mencuri hatinya. Luvia bukan sekadar gadis cantik, melainkan seorang pianis berbakat yang namanya sedang naik daun.

"Aku serius dengannya, Mah," tegas Rafandra.

Rayden menatap putranya dalam-dalam. "Kau tahu betul keluarganya tidak terlalu bersahabat dengan keluarga kita. Terutama ayahnya."

Rafandra tertawa kecil. "Justru di situ letak tantangannya, Pah."

"Kalau begitu, jangan pernah sia-siakan dia,” ucap Cecilia tersenyum lega.

"Pasti, Ma." Rafandra kembali mencium tangan ibunya. 

"Mama jangan sedih lagi mikirin Raka,” lanjutnya.

"Kenapa?"

"Kalau Raka tetap tidak mau menikah… Biar Rafa yang kasih Mama menantu duluan,” ucap putra keduanya itu mengedipkan sebelah matanya.

"Dengan Luviana?"

"Insyaallah."

"Bagaimana jika Arsen menentangmu habis-habisan?"

"Aku akan berjuang sampai beliau merestui kami," sahut Rafandra penuh keyakinan.

Sebuah mobil sedan hitam berhenti presisi di depan gerbang megah rumah keluarga Winston. Rafandra keluar dari mobil, tetapi sebelum memencet bel, sesosok gadis cantik bergaun biru sudah berjalan keluar.

"Sudah lama menunggu?" sapa Luviana halus.

Rafandra tersenyum lebar. "Luviana."

Namun, sebelum Luviana mendekat, dua pria tinggi tegap mendadak muncul di belakangnya. Lucian dan Lucky, saudara kembar Luviana yang terkenal protektif.

Lucian bersedakap dada menatap Rafandra tajam. 

"Rafa."

Sontak Rafandra membenahi posisi berdirinya. "Ya?"

"Jaga adik kami baik-baik."

"Tentu saja."

Lucky menyeringai jahil. "Ngomong-ngomong, kapan mau melamar Luvia? Jangan kelamaan. Nanti direbut orang lain lho.”

Wajah tampan Rafandra mendadak memerah karena malu, sementara Luviana menyikut lengan kakaknya. 

"Jangan mulai deh, Lucky!"

"Ayo berangkat!" ajak Luviana panik sambil menarik lengan Rafandra menuju mobil.

Namun, baru beberapa langkah kaki mereka mengayun—

"LUVIANA!"

Gema suara berat dan penuh intimidasi membahana dari dalam halaman rumah. Wajah Luvia serta-merta pucat pasi. Rafandra mendadak kaku di tempat.

Lucky berbisik cepat, "LARI, RAFA!"

"Apa?"

"Kalau masih sayang nyawa, lari sekarang!"

Dari kejauhan, Arsen Winston, sang kepala keluarga yang terkenal galak dan sangat protektif terhadap Luviana tampak berlari cepat menuju gerbang dengan wajah merah padam.

"Luviana! Berhenti kamu!"

"Ayah!" jerit Luviana panik.

Tanpa berpikir dua kali, Rafandra langsung membukakan pintu mobil. "Masuk, cepat!"

Luviana melompat masuk ke dalam sedan. Rafandra bergegas memutar, masuk ke kursi pengemudi, dan langsung menancap gas tepat ketika Arsen mencapai pintu gerbang.

"RAFANDRA ELSON! AWAS KAMU ya!" teriakan Arsen menggelegar penuh amarah. Ia lalu menoleh sinis ke arah dua putranya, namun Lucian dan Lucky sudah kabur ke dalam rumah sebelum mereka ditendang ke jalan.

“LUCIAN! LUCKY! BERHENTI DI SANA!”

___

Di ketinggian puluhan ribu kaki, di dalam kabin jet pribadi menuju Meksiko, Rakanza duduk sendirian. Sebuah laptop menyala di hadapannya menyajikan data intelijen, namun perhatiannya teralihkan oleh getaran ponsel di meja.

Sebuah unggahan Instagram muncul di layarnya. Foto Rafandra yang sedang berkencan bersama Luviana.

Rakanza menatap foto itu selama beberapa detik.

Luviana Winston.

Sejak kecil, gadis itu memang selalu di sisi adiknya. Namun entah mengapa, keduanya yang tampak makin dekat membuat dadanya mendadak terasa sesak dan tidak nyaman.

Rakanza mendengus dingin. Jarinya menggeser layar lalu menutup aplikasi tersebut rapat-rapat.

___

1
Bunda SalVa
jadinya cinta segitiga dong yah antara Rafa, Luvi dan Raka dan siapa yg akan jadi pemenang akhirnya setelah tahu kalo Luvi yg asli adalah yang pakai cadar 😄
Lala
di pake topeng itu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
rak?
febby fadila
alhamdllah akhirnya raka sudah tau kebenarannya tinggal membongkar kebusukan putri palsu yg gila itu
febby fadila
cb saja kau hanyu gila jangan sampai kamu yg di mutilasi duluan sama raka 🤣🤣🤣
febby fadila
semoga cepat terbongkar ya thor jangan lama² dong ya
siti Syamsiar
lanjut👍
Bunda SalVa
semangat Mom 🤗🤗
Bunda SalVa
haruss dong Mom, masa kalah sama boneka Anabel 🤣🤣🤣
Adinda
aku dukung raka sama luviana asli
febby fadila
waduuuu luviana mencintai rafa tp sekarang sdah menjadi istrinya raka kakak kembarnya rafa astaga cinta segitiga
siti Syamsiar
lanjut thor👍
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
harus dong
Budi Rahayu
setuju banget 😎
febby fadila
thorrr jangan lama² dong thor sumpah bikin emosi ini, 🤣🤣🤣
febby fadila
ihhhhh thor lama amat si kebongkar bikin emosi banget si sumpah,, 😡😡😡😡
dasar anabella hantu gila astaga 😡😡😡
Lala
rafa mafia TPI bodoh ya
Anonim
🤭🤭🤭
Farida Irwanq
kak thor up lagi dong🙏
febby fadila
adduuuuuu thor gantung lagi astaga aku sampai guling² 😭😭😭😭😭😭
jangan lama ya thor 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!