NovelToon NovelToon
Berniat Menceraikan Suami, Malah Hamil Anak Dosenku

Berniat Menceraikan Suami, Malah Hamil Anak Dosenku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Nikah Kontrak
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: isd

Niat mau bercerai setelah selesai Kkn, eh pas Kkn mereka malah buat dede bayi. Apakah mereka akan jadi bercerai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Posesif

Begitu pintu kembali tertutup—

"Keira..."

"Jangan pura-pura perhatian!" potong Keira tajam sebelum Arsen sempat melanjutkan ucapannya.

"Aku cuma ingin—"

"Aku benci kamu!"

Plak!

Satu tamparan keras kembali mendarat di pipi Arsen.

Pria itu terdiam, menatap Keira yang sudah kehilangan kesabaran. Namun, perempuan itu tidak memberinya kesempatan untuk mengatakan apa pun lagi.

Keira segera berbalik dan melangkah keluar kamar dengan wajah kesal.

Di depan pintu, Pak Salim masih berdiri di tempatnya. Keira hanya menundukkan kepala sekilas sebagai tanda lewat, kemudian bergegas meninggalkan tempat itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Beberapa saat setelah kepergian Keira, Pak Salim kembali menghampiri Arsen.

"Pak Arsen, ada kabar yang perlu Bapak ketahui."

Arsen mengusap pipinya yang terasa panas sebelum menoleh. "Kabar apa?"

Pak Salim menarik napas sejenak. "Kevin menghilang."

Seketika, ekspresi Arsen berubah serius. "Apa maksudnya menghilang?"

"Sejak semalam dia tidak kembali. Anak-anak sudah mencarinya, tetapi sampai sekarang belum ditemukan."

Arsen mengerutkan kening. Ia sama sekali tidak menyangka pencarian Keira justru berakhir dengan hilangnya mahasiswa lain.

......

Di kontrakan—

"Keira!"

Begitu melihat Keira muncul di hadapannya, Rina langsung menghampiri dan memeluknya erat.

"Kamu ke mana saja?! Kamu tahu gak, kami semua panik mencari kamu!"

Keira membalas pelukan itu sebentar, kemudian tersenyum tipis meskipun wajahnya masih terlihat lelah.

"Maaf..."

Rina melepaskan pelukannya, lalu menatap Keira dengan sorot mata penuh kekhawatiran.

"Kevin bahkan mencari kamu semalaman," ungkapnya.

Senyum tipis di wajah Keira perlahan menghilang. "Kevin?"

Rina mengangguk pelan. "Iya. Tapi sekarang dia malah gak ada. Kami gak tahu dia pergi ke mana."

Keira langsung terdiam. Perasaan bersalah mulai menyelimuti hatinya. "Apa?" tanyanya lirih, seolah berharap dirinya salah mendengar.

Tanpa membuang waktu, pencarian Kevin kembali dilakukan.

Arsen yang mendengar kabar tersebut segera menyusul para mahasiswa. Langkahnya terlihat cepat, sementara wajahnya menunjukkan ketidaksabaran.

"Anak itu benar-benar merepotkan," gerutunya.

Salah seorang mahasiswa yang berjalan di dekatnya langsung menyahut, "Tapi Kevin benar-benar tulus, Pak. Dia sampai mencari Keira semalaman."

Arsen mendengus pelan. "Tulus apanya?"

Mahasiswa itu hanya mengangkat bahu, tidak berani memperpanjang perdebatan. Sementara itu, Pak Salim yang berjalan beberapa langkah di belakang mereka justru tersenyum tipis.

"Tulus mencari Keira, atau sebenarnya Bapak menganggap dia sebagai saingan?" tanyanya santai.

Arsen langsung menghentikan langkah dan menoleh tajam ke arahnya. Tatapannya seolah memperingatkan Pak Salim agar tidak melanjutkan perkataannya.

Namun, Arsen tidak memberikan jawaban. Sebab jauh di dalam hatinya, ia tahu bahwa pertanyaan itu bukan tanpa alasan.

Entah sejak kapan, keberadaan Kevin di dekat Keira mulai mengusik ketenangannya. Dan Arsen sama sekali tidak menyukai perasaan tersebut.

.....

Di kontrakan, Keira duduk dengan gelisah. Kedua tangannya saling meremas, sementara pikirannya terus dipenuhi bayangan tentang Kevin yang belum ditemukan.

"Semua ini gara-gara aku..." gumamnya penuh penyesalan.

Rina yang duduk di sampingnya segera menoleh.

"Jangan menyalahkan diri sendiri, Keira. Kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi."

"Tapi Kevin mencari aku semalaman. Kalau sampai sesuatu terjadi sama dia, gimana?"

Rina terdiam sejenak, lalu menepuk bahu Keira dengan lembut.

"Kita doakan saja dia baik-baik saja. Pasti ketemu."

Keira menunduk, berusaha menenangkan pikirannya yang semakin kacau.

Tiba-tiba—

"Kevin ketemu!"

Teriakan salah seorang mahasiswa terdengar dari arah dapur. Semua orang langsung menoleh.

"Hah?!" Rina spontan berdiri, sementara Keira segera berlari mengikuti mahasiswa lainnya menuju dapur.

Namun, pemandangan yang mereka temukan justru membuat semuanya terdiam.

Kevin berada di sana. Duduk dengan santai sambil menikmati makanan, seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Bahkan, setelah selesai makan, ia rupanya tertidur di tempat itu karena kelelahan.

Beberapa detik kemudian, semua orang mengembuskan napas lega. Kevin memang ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. Sayangnya, kelegaan itu segera bercampur dengan kekesalan.

"Kevin!" seru Rina dengan wajah kesal. "Kamu bikin kita semua panik setengah mati! Ternyata kamu malah tidur di dapur?!"

Kevin yang baru menyadari banyak orang mengerumuninya hanya menggaruk kepala dengan canggung.

"Lho, memangnya kenapa? Aku cuma lapar, terus ketiduran."

"Ya ampun, Kevin!" keluh salah seorang mahasiswa.

Keira yang sejak tadi mencemaskan keadaannya akhirnya menghela napas panjang. Ada rasa lega yang sulit diungkapkan, meskipun ia masih ingin memarahi Kevin karena sudah membuat semua orang khawatir.

Setelah kejadian itu, kegiatan mereka kembali berjalan seperti biasa. Namun, ada sesuatu yang berubah. Keira menjadi semakin dingin terhadap Arsen. Ia tidak lagi banyak bicara, bahkan sebisa mungkin menghindari pertemuan dengan pria itu.

Arsen sendiri berusaha menahan diri, meskipun sikap Keira perlahan membuat emosinya kembali terusik.

Sementara itu, Kevin tetap bersikap seperti biasanya. Ia masih sering mendekati Keira, mengajaknya berbicara, dan menawarkan bantuan setiap kali perempuan itu membutuhkannya.

Dan entah mengapa, semua itu mulai mengganggu Arsen.

"Kevin, sini sebentar."

Belum lama Kevin duduk, suara Arsen sudah memanggilnya.

"Iya, Pak? Ada apa?"

"Tolong bantu saya membawa barang ini."

Kevin segera berdiri dan melaksanakan perintah tersebut. Namun, belum lama ia menyelesaikan tugasnya, Arsen kembali memanggilnya.

"Kevin, jangan pergi ke sana dulu."

Kevin menghentikan langkahnya dan menoleh dengan wajah bingung. "Kenapa, Pak? Saya mau membantu teman-teman."

"Biar mereka mengurusnya sendiri."

Kevin mengerjapkan mata, tidak memahami alasan di balik perkataan Arsen. Belum sempat ia bertanya, Arsen kembali memberikan instruksi lain.

"Kalau sudah selesai, tetap di sini."

Kevin akhirnya hanya bisa mengangguk, meskipun kebingungannya semakin bertambah.

Sejak tadi, Arsen terus memanggil dan menyuruhnya melakukan berbagai hal. Bahkan, ketika Kevin hendak mendekati Keira, selalu saja ada alasan bagi pria itu untuk menahannya.

Hingga akhirnya, Kevin tidak mampu lagi menyembunyikan rasa penasarannya.

"Pak Arsen, sebenarnya saya salah apa, sih?"

Arsen menoleh dengan wajah datar. "Siapa bilang kamu salah?"

"Lalu, kenapa Bapak terus menyuruh saya ke sana kemari? Saya baru mau duduk sebentar, sudah dipanggil lagi."

Arsen terdiam sesaat. Ia sendiri tidak memiliki jawaban yang masuk akal untuk diberikan kepada Kevin. Bagaimana mungkin ia menjelaskan bahwa dirinya merasa terganggu setiap kali melihat Kevin berada di dekat Keira?

Terlebih lagi, ia bahkan belum berani mengakui perasaan itu kepada dirinya sendiri. Arsen akhirnya hanya berdeham pelan.

"Saya punya banyak pekerjaan. Jadi, jangan banyak bertanya."

Kevin mengerutkan kening, semakin tidak mengerti. Namun, ia memilih mengalah dan kembali melakukan apa yang diperintahkan.

Sementara itu, Arsen diam-diam mengawasi langkah Kevin dengan tatapan yang sulit diartikan.

Tanpa disadarinya, kecemburuan yang selama ini ia abaikan perlahan berubah menjadi sikap posesif. Ia tidak suka melihat Keira dekat dengan pria lain.

.

......

Like

Komen

Vote

Love you all

1
Annisa
lanjut Thor!
isd: love you buanyak² buat yang udah dukung author ❤❤
total 1 replies
Chenyu Wang
critanya menggemaskan Thor jadi bapper hihi lanjut sampe tamat ya anda luar biasa
Chenyu Wang: 🙏😍 semangat author luar biasa
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!