Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.
Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.
Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14 : Saat Takdir Memilihku
Yusa berpamitan untuk pulang, Yusa akan berencana ikut bekerja dengan Devan dan dia akan mengundurkan diri sama seperti Devan, Devan kembali kedalam rumah nya itu yang untuk menuju ke lantai atas, saat dia melintasi ruang tamu, Hilma memanggil nya dan dia menoleh karena bagaimana pun Hilma sedang dengan ibu nya, dia harus bersikap biasa saja meskipun kemarahan masih menyelimuti nya.
"Apa?!" Jawab ketus Devan
Mariana melihat Devan tak biasanya lantas menegur "Van dia kan tamu kita, bukan kah Hilma kekasih mu kenapa kau begitu padanya, apakah kalian ada masalah?" tanya Mariana
"Ibu tanya sendiri saja ke orang nya!" jawab Devan berlalu pergi meninggalkan Hilma yang tertegun melihat perubahan Devan yang kini begitu dingin.
Mariana hanya menghela napas melihat respon anak nya itu "Sabar yaa nak Hilma, mungkin dia sedang ada masalah, sebenarnya kamu dan Devan baik aja kan?" ucap Mariana di iringi tanya
Hilma menundukan wajah nya rasa sesal pasti rasa sesak bingung campur aduk, entah apa yang harus dia jawab. "Kami sedang ada masalah tante" jawab Hilma menunduk hanya itu yang bisa dia jawab
Setelah beberapa lama, Hilma pun pamit karena tak ada respon baik dari Devan dia menyadari kesalahan nya itu dan bersikap pasrah saja.
Devan kini berada di kamar luas nya itu, disana sudah ada kelima selir yang Devan miliki, dia hanya duduk diam merokok di balkon kamar, di temani Malea dan Yunsi, Sementara yang lain hanya asik memainkan remot tv karena itu barang yang asing bagi mereka dan sangat baru, sehingga selalu membuat mereka penasaran karena bisa memindahkan saluran tv, yang di anggap mereka sebagai sihir.
"Ini hebat ternyata manusia memiliki benda magic!" gumam Meilin di setujui yang lain nya
Devan sungguh ingin tertawa mendengar itu sungguh konyol memang.
"Tuan apakah kau kelelahan?" ucap Malea
Devan menoleh lantas menjawab, "Tidak terlalu lelah, aku hanya membutuhkan suasana baru", jawab Devan
"Mungkin tuan butuh jalan-jalan" timpal Yunsi yang sedang memijat bahu dari Devan
Benar seperti nya Devan akan berlibur dan mengajak serta sahabat nya Yusa, Devan pun kembali ke dalam kamar, dia duduk bersila seperti menyerap energi di sekitar nya, para selir mulai tak bersuara saat Devan melakukan itu. Devan semakin tenggelam larut di dalam semedi nya, Hingga beberapa lama berlalu, Devan membuka mata nya, diapun melakukan aktivitas intim seperti biasa nya untuk menambah kekuatan nya. Hingga tak sadar dia terlelap bersama kelima wanita yang senantiasa melayani nya itu.
[ Aktifitas Intim nya author kasih sedikit-dikit ya, kalo kebanyakan nanti author yang kena, hehehehh ]
Pagi hari menjelang, Devan terlihat sudah rapih dan segar dengan segelas kopi di meja dan rokok yang menemani nya, Devan sudah menghubungi Yusa agar dia lebih cepat datang ke rumah nya, Terlihat aktivitas toko ramai seperti biasanya, namun saat Devan tengah asik menyesap kopi nya, segerombolan preman datang mengusik ketenangan pagi hari itu.
"Woiiii! Turun lo!" teriak seorang preman berbadan tegap yang baru datang ke arah Devan
Devan segera berdiri untuk menghampiri mereka "Ada apa bang rame begini?" tanya Devan dengan tenang.
"Udah gausah basa basi! Sikat!" Ucap si preman itu kepada anak buah nya
Perkelahian pun tak dapat di hindari hingga membuat ibu ibu yang ada disana berteriak histeris, begitupun Mariana melihat anak nya hendak di keroyok dia bingung harus bagaimana, Namun tak disangka sangka Devan ternyata mampu melawan mereka sekaligus.
Bugghhh!!
Hooeeeghh!!
Telak tinju Devan mengenai salah satu dari mereka, lalu Devan segera melompat dan menendang yang lain nya.
Wuussshhh!!
bugghh!!
Aaarrgghh!!
Telak mengenai dada mereka, sehingga membuat orang yang terkena tendangan dari Devan terlempar, Dari kejauhan satu pasangan tua suami istri mengawasi dari jauh, awal nya mereka senang saat Devan di kerubungi para preman namun. Raut wajah mereka menjadi kesal saat satu persatu orang suruhan mereka tumbang.
"Sial!! Dimana dia belajar beladiri! Dasar anak sialan!" Ucap pria paruh baya itu, dan begitupun istri nya tak berbeda dengan sang suami begitu kesal dia gagal kembali melakukan rencana nya "Dasar bodoh!" gumam si wanita
Namun Malea dan yang lain nya tentu tidak tinggal diam, dia menjahili kedua orang itu, Sementara yang lain nya membantu Devan, Malea menghampiri si wanita tua itu dan menjahili nya saat melihat ada sarang lebah di atas kepala mereka, yang menempel di dahan pohon tempat mereka bersembunyi.
"Berani nya kau mengganggu tuan Devan" gumam Malea seraya terbang ke atas pohon dan menendang sarang lebah itu hingga jatuh di atas kepala si pria tua.
Bugh! Brakk!
Sarang lebah itu mengenai kepala si pria tua "Aduh!" ucap si pria tua, namun dia panik seketika begitupun istri nya saat ratusan lebah keluar dari sarang nya yang pecah, menghampiri mereka dan menyengat nya
"aaaauuuwww!! Lari pakk!" teriak si wanita tua Mereka berlari terbirit-birit di kejar ratusan lebah. Hal itu tentu di perhatikan warga sekitar, yang menatap aneh kepada mereka.
"Lahh ngapain tuhh di bawah pohon pakde Leman sama Istri nya?" gumam seorang warga
"Mereka di kejar lebah tuh kuwalat kali hahahahaha" timpal yang lain nya seraya menertawakan mereka
Lagi-lagi ini ulah dari Bukde Arni dan suami nya Pakde Leman, Devan kini sudah meringkus para preman berkat bantuan yunsi dan yang lain nya serta warga laki yang ikut meringkus mereka, kebetulan sekali mereka juga sudah kesal dengan ulah para preman ini yang sangat meresahkan warga.
"Ternyata nak Devan jago beladiri yak!" ucao seorang warga
Devan mendengar itu hanya tersenyum ketika yang lain nya pun ikut memuji nya
"Hehh jarwo kurang ajar kamu nyari ulah mulu di desa ini!" ucap seorang pria paruh baya
"Bawa kekantor polisi aja pak rt!" teriak warga
Si preman yang ternyata jarwo menunduk ketakutan begitupun anak buah nya, mereka tentu takut masuk kantor polisi "Ja-jangan pak rt ampun! Kami hanya dis-suruh!" jelas si jarwo
"Siapa yang nyuruh kamu jarwo!" jawab Pak rt
Para warga tentu penasaran siapa yang menyuruh mereka untuk membuat keributan di toko milik Devan itu, Jarwo ragu apakah dia harus menjawab atau tidak, namun tentu dia menjawab nya karena dia juga mau orang yang menyuruh nya merasakan hal yang sama dengan kesialan nya itu.
"Bu-budek Arni pak sama suami nya Pakde Leman!", jawab Jarwo dengan suara bergetar
Warga terkejut mendengar jawaban jarwo tentu saja bagaimana tidak, ternyata Yang menyuruh mereka adalah saudara dari Devan sendiri, Mariana pun terkejut ternyata ini ulah paman nya kenapa dia tega melakukan itu pada anak dari Mariana yaitu Devan