NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Azka

Pengantin Pengganti Tuan Azka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:44.1k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Reatha terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Raisa, yang kabur di hari pernikahan. Ia menjadi istri kontrak Azka selama satu tahun.

Azka yang masih mencintai Vania selalu bersikap dingin. Namun, Reatha tak peduli. Ia hanya ingin menyelesaikan kontrak, menerima uang yang dijanjikan orang tuanya, lalu pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menyayanginya.

Saat satu tahun berlalu, Reatha diam-diam pergi.

Barulah Azka mengetahui kebenaran—wanita yang selama ini menjadi istrinya bukanlah Raisa, melainkan Reatha.

Dan saat Azka sadar bahwa ia telah jatuh cinta pada wanita itu, semuanya sudah terlambat.

Reatha telah pergi. Mampukah Azka menemukannya sebelum wanita itu benar-benar menjadi milik orang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Sepuluh

Pagi itu, Reatha terbangun dengan kepala yang terasa sedikit berat. Ia mengerjapkan mata beberapa kali sebelum akhirnya menyadari bahwa dirinya masih berada di kamar hotel. Untuk beberapa detik, ia hanya menatap langit-langit kamar sambil mencoba mengingat apa yang terjadi sejak kemarin.

Pernikahan dengan Azka. Dan statusnya yang sekarang sudah berubah menjadi seorang istri. Reatha mengembuskan napas pelan. Ia menoleh ke tempat tidur. Kosong. Azka tidak ada di sana.

Reatha hanya tersenyum simpul. Baru ingat pagi-pagi buta Azka telah pergi ke tempat kekasihnya Vania. Tanpa banyak memikirkan hal itu, Reatha bangkit dari sofa tempatnya tidur.

Ia mandi, kemudian berganti pakaian dengan pakaian sederhana yang dibawanya dari rumah. Setelah rambutnya dikeringkan, Reatha duduk di depan cermin dan menyisir rambutnya perlahan.

Baru saja ia hendak mengambil ponsel, terdengar ketukan dari pintu. Reatha segera berdiri.

"Siapa?" tanya Reatha sambil berjalan menuju pintu.

"Ini Mama," jawab seseorang di luar sana.

Reatha langsung membuka pintu. Di hadapannya berdiri Mama dan Papa Azka.

"Kalian sudah bangun?" tanya Mama Azka.

"Sudah, Ma," jawab Reatha.

Mama Azka melirik ke dalam kamar. Kemudian matanya mencari-cari seseorang.

"Azka mana?" tanya Mama karena tak melihat keberadaan sang putra.

Reatha sedikit terdiam. Ia lalu menjawab, "Azka keluar, Ma."

"Keluar?" tanya Mama Azka lagi.

"Iya. Mungkin ada urusan," jawab Reatha.

Raut wajah Mama Azka langsung berubah. "Urusan apa?" tanyanya.

Reatha menggeleng pelan. "Aku tidak tahu, Ma.."

Mama Azka menghela napas. Papa Azka yang sejak tadi diam akhirnya ikut bersuara.

"Dia tidak bilang apa-apa?" tanya Papa.

"Tidak, Pa."

Mama Azka tampak kesal. "Anak itu benar-benar ...," gumamnya.

Reatha hanya menunduk. Ia tidak tahu harus berkata apa.

"Kamu saja ikut sarapan dengan kami," ujar Papa Azka akhirnya.

Reatha mengangguk. "Baik, Pa." Mereka bertiga kemudian berjalan menuju restoran hotel.

Sepanjang perjalanan, Reatha lebih banyak diam. Ia merasa sedikit canggung berada bersama kedua mertuanya. Apalagi sejak pagi, pertanyaan tentang Azka terus bermunculan di kepalanya.

Sesampainya di restoran, mereka duduk di meja yang sudah disediakan. Mama Azka kembali menatap Reatha.

"Raisa," panggil Mama Azka. Reatha merasa asing dipanggil dengan nama saudara kembarnya. Tapi ia harus tetap membiasakan diri sebagai Raisa.

"Iya, Ma," jawab Raisa.

"Mulai besok, kalau Azka pergi, kamu tanyakan dia pergi ke mana," ucap Mama.

Reatha mengerutkan kening. "Baik, Ma."

"Dia bilang urusan pekerjaan?" tanya Mama.

Reatha mengangguk kecil. "Mungkin."

Mama Azka langsung menggeleng. "Jangan percaya begitu saja. Dia cuti satu minggu. Jadi kalau dia bilang pergi karena urusan pekerjaan, itu bohong."

Reatha terdiam. Cuti satu minggu? Ia bahkan baru mengetahuinya sekarang. Tapi mengenai kebohongan Azka, ia mengakuinya delam hati. Ia tahu Azka pergi dengan kekasihnya Vania.

"Baik, Bu," jawabnya pelan.

Mama Azka menghela napas. "Dia memang anak Mama. Tapi bukan berarti Mama tidak tahu sifatnya. Kalau sudah punya sesuatu yang ingin dilakukan, dia sering lupa memberitahu orang lain."

Reatha hanya tersenyum tipis.."Iya, Ma."

Sementara itu, di tempat lain, Azka masih menikmati waktunya bersama Vania. Ia sama sekali tidak tahu bahwa kedua orang tuanya mulai mencurigai kepergiannya.

Menjelang siang, barulah Azka kembali ke hotel. Begitu membuka pintu kamar, pria itu langsung menemukan Reatha sedang duduk santai di sofa sambil menonton televisi.

Reatha bahkan tidak langsung menoleh. Azka mengerutkan kening.

"Raisa," panggil Azka.

Reatha menoleh. "Oh, kamu sudah pulang?"

Azka memperhatikannya beberapa detik. Tidak ada pertanyaan kenapa ia baru pulang. Tidak ada kemarahan. Dan tidak ada rasa penasaran sedikit pun. Seolah-olah kepergiannya tadi pagi bukan sesuatu yang penting. Aneh.

"Besok kita pergi liburan," ujar Azka.

Reatha hanya mengangguk. "Baiklah."

Azka kembali menatapnya. "Kamu tidak mau bertanya?" tanyanya.

Reatha menggeleng. "Tidak ada yang perlu ditanyakan," ucapnya.

"Kenapa?" Azka yang justru bertanya.

"Karena kamu sudah pulang."

Jawaban sederhana itu justru membuat Azka sedikit kesal. Ia menghela napas.

"Ya sudah. Sekarang bersiap. Kita pulang, tapi sebelumnya kita ke mal."

Reatha mematikan televisi. "Ke mal?"

"Iya."

"Untuk apa?" tanya Reatha.

"Aku mau membelikanmu pakaian," jawab Azka.

Reatha melihat pakaiannya sendiri. "Bajuku masih banyak."

"Aku mau kamu pakai baju baru semua untuk perjalanan besok," balas Azka.

Reatha hendak membantah, tetapi Azka lebih dulu melanjutkan.

"Kamu itu sekarang sudah menjadi tanggung jawabku," ucap Azka.

Reatha terdiam. Kalimat itu terdengar aneh dipendengarannya, karena ia tahu pernikahan mereka hanya di atas kertas.

Akhirnya ia mengangguk. "Baiklah."

Azka tersenyum tipis. Ia tidak mengatakan bahwa ada alasan lain mengapa ia ingin segera mengajak Reatha pergi berbelanja.

Ia tidak ingin kedua orang tuanya curiga karena dirinya belum juga pulang. Dan yang paling penting, Vania sudah menunggunya di dalam mobil.

Setelah mandi dan berganti pakaian, Azka kembali menemui Reatha.

"Ayo," ajak Azka.

Reatha mengambil tas kecilnya. "Sebentar. Kita pamit dulu kepada Mama dan Papa, kan?"

Azka mengangguk, dan menjawab singkat, "Iya."

Mereka berjalan menuju kamar kedua orang tua Azka. Pria itu mengetuk pintu.

"Siapa?" terdengar suara Mama dari dalam.

"Aku ... Azka, Ma," jawab Azka.

Pintu terbuka. Mama Azka langsung memasang wajah serius.

"Mau ke mana? Dari pagi tidak ada kabar. Tadi saja kamu tidak ada saat sarapan," ucap Mama dengan nada sedikit kesal.

Azka langsung tersenyum sebelum ibunya sempat mengomel lebih panjang.

"Ma, Pa, aku mau mengajak Raisa ke butik."

Mama Azka mengerutkan kening. "Untuk apa?" tanyanya.

"Beli pakaian," jawab Azka.

"Kenapa mendadak?" tanya Mama lagi.

Azka merangkul bahu Reatha. "Besok aku dan Raisa mau bulan madu."

Reatha langsung menoleh. Bulan madu?

Ia bahkan tidak tahu rencana itu sampai Azka mengatakannya di depan kedua orang tuanya. Mama Azka yang tadinya hendak marah justru tersenyum lebar.

"Oh, begitu," ucap Mama.

Papa Azka ikut tersenyum. "Kalau begitu pergilah. Nikmati waktu kalian."

"Terima kasih, Pa."

Mama Azka mendekati Reatha. "Jaga suamimu baik-baik."

Reatha tersenyum canggung. "Iya, Ma," jawabnya pelan.

Azka kemudian menggenggam tangan Reatha. "Kami pergi dulu, Ma, Pa."

"Hati-hati," pesan Papa.

Azka mengangguk. Keduanya kemudian berjalan meninggalkan kamar.

Begitu pintu lift tertutup, Reatha langsung menoleh kepada Azka. "Kita benar-benar mau bulan madu?"

Azka tersenyum tipis. "Iya."

Reatha menghela napas. Ia tidak tahu bahwa perjalanan itu bukan sekadar bulan madu. Karena di lantai bawah, sebuah mobil sudah menunggu. Dan di dalamnya, Vania duduk sambil tersenyum penuh kemenangan.

Ia sama sekali tidak sabar melihat wajah perempuan yang selama ini dianggapnya sebagai penghalang. Besok, permainan itu akan dimulai.

Dan Reatha tidak tahu bahwa perjalanan yang disebut Azka sebagai bulan madu justru akan menjadi awal dari sebuah masalah besar yang perlahan mengubah hubungan mereka.

1
ken darsihk
Dasar Raisa perempuan siluman , seenak nya saja dia mempermainkan hidup nya Reatha dan Azka
Semoga sajah keinginan nya si Raisa tidak akan pernah terwujud 😠😠😠
ken darsihk
Alhamdulillah akhir nya terbuka juga bab ini , dan bisa lanjut baca 🩵🩵🩵
Ida Nur Hidayati
hahaha....kamu belum tahu pernikahan Azka da Raitha. kamu yg ditendang sama Azka
Ida Nur Hidayati
Vania itu berani sama kamu Azka....gak pantes jadi istrimu
Naufal Affiq
gila kamu raisa,rea aja gak pernah di sentuh azka,gimana kalau kamu mengaku kalau yang kamu kandung anak azka,kau pikir si azka bodoh
ken darsihk
Sedih bab hari ini sampai jam segini nggak bisa di buka
Suanti
reatha aja belum pernah mlm pertama ngimna mana mau hamil yg ada terbongkar rahasia selama ini reatha adalah pengantin penganti 🤭
Sugiharti Rusli
padahal dia belum tahu bagaimana pernikahan mereka berjalan selama ini, bahkan mereka tidak tidur sekamar dan belum pernah berhubungan sama sekali,,,
Sugiharti Rusli
di saat sekarang dirinya terdesak karena hamil ga jelas, dia menginginkan tempat nya di samping Azka,,,
Sugiharti Rusli
nih dia manusia yang menggampangkan persoalan yah dia,,,
Teh Euis Tea
idihhh reatha sm azka ga tidur bareng x dan azka jg bkn laki2 bodoh yg mau ngakuin anak itu adalah anaknya
Ima Rohmawati
🤣🤣padahal belum satu tahun, ku tunggu nasibmu selanjutnya Raisa wkwk
Iffanaya 😽
ngaco 🤣 reatha masih blm diunboxing ya trs kamu tiba² gantiin reatha tahu² hamil yg ada Azka curiga gpp sih biar kebongkar sekalian
Ass Yfa
heh..Raisa ..gila..bener 2 edyan
Ass Yfa
0po srh..Van..lebay..mereka suami istri wajatlah tidur sekamar....biar tmbh panas😄
Oma Gavin
wkwkwk mimpi mu ketinggian yg ada jatuhnya nyungsep wong reatha aja masih suci blm disentuh 🤣🤣🤣
Anita Rahayu
buat raisa gk bisa minta tpertanggung jawaban azka biar dia ngerasakan jadi reatha yg gk dianggap😤😤😤😤😤😤😤😤😤😤
Sri Supriatin
he he mana.bisa Raisa 🤭Rheatha belum sekamar.n Azka juga masih punya princip 💪💪😍😍
Eonnie Nurul
la si reatha belum pernah di coblos gimana bisa hamidun 🤣 Raisa asli saking seringnya dicelup sampai gak tau bapaknya 🤣
Apriyanti
dasar bodoh mna munkin Azka mau mengakui Krn die aja blom pernah tidur dgn reatha,,semoga cepat terbongkar kejahatan nya Raisa,, lanjut thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!