NovelToon NovelToon
Anak Rahasia Sang Mafia

Anak Rahasia Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Malam kelam empat tahun lalu selalu datang menyapa benak Adrian setiap kali hening mulai menguasai sudut-sudut markas mewahnya. Sebagai seorang pemimpin jaringan bawah tanah yang disegani sekaligus ditakuti di kota ini, tak ada satu pun hal yang luput dari genggamannya—kecuali ingatan tentang malam itu. Sebuah penyesalan samar yang tak pernah terus terang ia akui, tetapi secara perlahan mengikis ketenangannya. Sampai detik ini, deretan anak buah terbaiknya yang tersebar di berbagai penjuru wilayah belum juga berhasil menemukan keberadaan wanita yang pernah hadir sejenak di hidupnya. Pria itu bahkan hanya mengingat sepenggal nama yang dibisikkan dalam kepasrahan malam: Alea.

​Jauh dari hiruk-pikuk pusat kota yang dipenuhi kemewahan dan intrik kekuasaan, Alea menjalani hidup sederhana di sebuah pemukiman pinggiran. Di sana, ia bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam tanpa pernah mengeluh. Semua keringat dan rasa lelahnya menguap setiap kali melihat senyum manis putra kecilnya,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Riuh Rendah Di Ruang Sederhana

​Selain mainan, Adrian membeli puluhan set baju dan celana untuk Azka, jadi meskipun tak langsung pulang ke kontrakan, Azka bisa berganti pakaian di mobil papanya. Setelah puas bermain dan menikmati es krim, Adrian dengan telaten menggantikan seragam sekolah Azka yang sudah agak kotor dengan pakaian kasual baru yang berbahan lembut dan nyaman. Kini bocah kecil itu tampak semakin menggemaskan dengan kaus biru dan celana pendek modis yang pas di tubuhnya.

​Jam menunjukkan pukul 5 sore, mereka pun menuju toko roti tempat Alea bekerja.

​Mobil mewah bernuansa gelap itu membelah kepadatan lalu lintas kota dan berhenti tepat di pinggir jalan depan toko roti. Suasana di sekitar toko sudah agak lenggang, menandakan jam operasional toko hampir selesai. Adrian mematikan mesin mobil lalu melirik Azka di kursi belakang melalui kaca spion.

​"Azka, tunggu di sini sebentar atau mau ikut turun jemput Ibu?" tanya Adrian lembut.

​"Ikut turun, Pa! Azka mau kagetin Ibu!" bisik Azka polos sembari meletakkan jari telunjuknya di depan bibir.

​Adrian tertawa pelan, lalu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk sang putra. Dengan setelan jas hitamnya yang tetap rapi meski seharian menemani Azka bermain, Adrian mengandeng jemari kecil Azka melangkah menuju pintu kaca toko roti.

​Lonceng di atas pintu toko berdentang halus saat mereka masuk. Alea yang sedang merapikan etalase roti langsung menoleh. Pandangannya seketika terkunci pada dua sosok yang amat sangat ia kenali berdiri di ambang pintu.

​"Ibuuuu!" panggil Azka riang sembari melepaskan genggaman tangan Adrian dan berlari menghampiri sang ibu.

​Alea refleks berlutut dan menyambut pelukan hangat putranya. Namun, matanya tak berhenti meneliti penampilan Azka dari ujung kepala hingga ujung kaki. Pakaian seragam TK-nya sudah berganti dengan setelan baju baru yang terlihat sangat mahal, rambutnya tertata rapi, dan aroma wangi sabun lembut tercium dari tubuh mungil itu.

​"Azka... ini bajunya berganti? Kok sudah rapi begini?" tanya Alea bingung, lalu perlahan mendongak menatap Adrian yang berdiri tak jauh di depan mereka.

​"Aku mengajak Azka jalan-jalan dan makan es krim tadi," ujar Adrian tenang, mengulas senyum tipis yang hangat. "Aku juga membelikannya beberapa set pakaian baru karena tadi baju sekolahnya sedikit kotor setelah bermain."

​Alea tertegun. Ia berdiri tegak, memandang Adrian dengan raut wajah campur aduk antara haru dan rasa canggung yang masih tersisa. "Adrian... kamu tidak perlu membelikan sebanyak ini. Kamu membuat anak ini jadi makin bermanja-manja..."

​"Ibu! Di mobil Papa banyak banget mainan sama baju buat Azka!" selutuk Azka antusias sembari menarik-narik ujung baju Alea. "Ada mobil-mobilan besar, ada robot, pokoknya bagasi Papa penuh!"

​Alea makin mengernyitkan alisnya, menatap Adrian seakan menuntut penjelasan lebih lanjut atas keputusasaan dan keharuan pria itu dalam memanjakan putra mereka.

​Adrian hanya terkekeh pelan. "Ayo kita pulang. Hari sudah mulai gelap, Alea. Kasihan Azka kalau terlalu lelah di jalan."

​Sesampainya di depan kontrakan, deru halus mesin mobil Adrian kembali menarik perhatian beberapa tetangga yang melintas di gang sempit itu. Namun, Adrian tak mengindahkan pandangan orang lain. Perhatian utamanya hanya tertuju pada dua orang yang kini menjadi pusat dunianya.

​Sampai di kontrakan, dengan antusias Azka mengeluarkan barangnya di bagasi.

​"Satu... dua... tiga... Wah, banyak banget!" seru Azka kegirangan. Tangan-tangan kecilnya yang tak muat membawa kotak-kotak besar itu membuat Adrian berlutut di sampingnya, membantu mengangkut tumpukan mainan dan tas-tas berisi pakaian baru masuk ke dalam rumah.

​Alea hanya bisa berdiri terpaku di depan pintu, menatap tumpukan barang yang perlahan memenuhi lantai semen kontrakannya yang berukuran empat kali empat meter itu. Ruangan yang biasanya sangat lengang kini mendadak dipenuhi kotak mainan mengkilap dan tas belanjaan berlogo brand ternama.

​"Adrian... ini benar-benar terlalu banyak," bisik Alea sembari mengelus dadanya yang sesak oleh perasaan campur aduk. "Kontrakan ini sempit, mau ditaruh di mana semua barang ini?"

​Adrian yang sedang menaruh tumpukan mainan terakhir di dekat dinding mendongak, menatap Alea dengan raut wajah penuh penyesalan.

​"Maafkan aku, Alea," tutur Adrian jujur dengan suara beratnya. "Aku hanya... aku hanya ingin memberikan semua yang seharusnya dia dapatkan selama empat tahun ini. Aku tahu ini tidak bisa menggantikan waktuku yang hilang, tapi aku ingin melihatnya tersenyum."

​Alea terdiam. Kemarahannya menguap saat melihat Azka yang sedang terduduk di atas lantai, membongkar salah satu kotak mobil-mobilan remote control dengan mata berbinar-binar gembira. Senyuman lebar di wajah putranya adalah sesuatu yang tak bisa dibeli dengan apa pun.

​"Terima kasih, Adrian," ucap Alea pelan, akhirnya luluh. "Tapi tolong, lain kali jangan seperti ini lagi. Jangan sampai Azka tumbuh jadi anak yang terlalu manja."

​Adrian tersenyum tipis, lalu mengangguk patuh. "Janji. Lain kali aku akan berdiskusi dulu denganmu."

​Malam mulai merambat turun di pinggiran kota. Untuk pertama kalinya, kontrakan kecil dan dingin itu terasa begitu hangat, riuh oleh tawa Azka yang memamerkan mainan barunya pada sang ayah dan ibu.

1
Ariany Sudjana
pemberkatan ga bisa digabungkan dengan akad yah 🤣🤣😂😂
Waaaaaa_: Sudah aku perbaiki ya kak🤭
total 1 replies
Lisa
👍 Bahagia & rukun selalu ya utk Adrian sekeluarga .
Pa Muhsid
perasaan toko bunga kok jadi toko roti udah pindah krja ya
Ariany Sudjana
mama Adrian saja yang gila, apalagi dibujuk sama si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Alea sudah melewati masa kritisnya dan sudah sadar
Ariany Sudjana
bagus Adrian, kamu harus tegas, meskipun itu berarti mama kamu harus dihukum berat dan juga si pelacur murahan itu juga sama
Lisa
Bahagia selalu y utk kalian bertiga 🙏
Lisa
Puji Tuhan Alea sudah sadar kembali..cpt pulih y Alea..
Lisa
👍 ambil tindakan tegas terhadap ibumu Adrian
Lisa
Wah ke mana nih bodyguard nya
Ariany Sudjana
katanya Adrian mafia yah, tapi kok bodohnya kebangetan yah? sampai bisa menculik Azka dan menembak Alea, ini pengawal Adrian patut dipertanyakan kualitasnya
Ariany Sudjana
ini ibu yang bodoh, mau saja dikendalikan sama pelacur murahan yang ga tahu diri? waspada terus ya Adrian
Lisa: ya tuh ibu yg ga tegas..waspada selalu y Adrian..
total 1 replies
geandra
Alea kerja d toko roti atw bunga ya??
geandra
perasaan alea g tau kalo Azka masuk rmh sakit,terus Alea juga udh tau nama si Adrian,emang dr awal udh tau atw gimna thor? aku baca nya mereka g saking kenal cuma Adrian doang yg tau nama Alea deh..btw plis deh Alea kalo d fikir2 km jg salah loh setelah kejadian malah langsng minggat,kalo emang tau laki2 yg tdur sama km tuh si Adrian kno g nyari? pas d usir malah menjauh
Lisa
👍👍 Langkah Adrian bagus banget utk melawan Ma² nya & Jessica.
Lisa
Good job Adrian bereskan urusan pekerjaannmu dan tunjukkan pd ortumu bahwa siapapun ga bisa mengusik Alea & Azka.
Ariany Sudjana
Tante, perempuan yang kamu sebut jalang itu justru perempuan baik-baik, yang membesarkan cucu kamu tanpa campur tangan Adrian sama sekali, sedangkan perempuan yang kamu banggakan itu hanya pelacur murahan dan bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣 dan hanya mengincar harta kekayaan kamu saja
Ariany Sudjana
bagus Adrian kamu harus tegas dan segera bereskan urusan pekerjaan kamu dan hancurkan juga si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
mama kamu harus tahu Adrian kalau Alea itu perempuan baik-baik dan mandiri, dan sanggup membesarkan Azka tanpa campur tangan keluarga kamu sama sekali, sangat berbeda dengan si pelacur murahan kesayangan mama kamu itu, yang sangat murahan
Ariany Sudjana
kamu harus tegas Adrian, jangan biarkan si pelacur murahan itu menghancurkan rumah tangga kamu dengan Alea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!