NovelToon NovelToon
Semuanya Palsu

Semuanya Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Sci-Fi / Misteri
Popularitas:96
Nilai: 5
Nama Author: likaa0_0

Rey adalah manusia yang diubah menjadi anomali-monster kanibal yang sengaja dijadikan tameng oleh para penjajah halus di Paradise. Menganggap nasibnya sebagai hukuman atas dosa masa lalu, ia menemukan sosok yang ia anggap sebagai ibu keduanya. Namun, kasih sayang Dwi ternyata hanyalah manipulasi. Perlahan, jati diri dan kewarasan Rey dihancurkan hingga melahirkan The Luna, seorang psikopat yang rela mempertaruhkan sisa kemanusiaannya demi melindungi Dwi dari hukuman mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon likaa0_0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 6

Ketiga anjing itu langsung berlari menerjang Sasha dengan taring terbuka, berniat menggigitnya.

Salah satu anjing melompat lebih dulu. Mulutnya menganga lebar saat rahangnya mengarah tepat ke Sasha.

Namun, Sasha bergerak cepat.

Buk!!!

Sebuah pukulan keras mendarat di pipi kanan anjing itu hingga tubuhnya terpental beberapa meter.Anjing tersebut sempat terguling di tanah, tetapi tak lama kemudian ia bangkit kembali. Tanpa menunjukkan rasa takut sedikit pun, ia kembali berlari ke arah Sasha.

Melihat hal itu, Rey hanya memperhatikan dengan santai. Seolah-olah kemampuan Sasha menghadapi situasi seperti ini sudah menjadi pemandangan biasa baginya.

Namun, Rey tetap memperingatkannya.

"hey..! Sasha, anjing-anjing ini sangatlah ganas serta tak pantang menyerah, jadi berhati-hatilah!!" (ujar Rey sambil meneriakinya)

Teriakan Rey membuat perhatian Sasha teralihkan sesaat.

Itulah kesalahan yang langsung dimanfaatkan salah satu anjing.

grr....

Anjing itu menerjang dan berhasil menggigit pinggang kanan Sasha.

Sasha tersentak, tetapi gigitan tersebut tidak mampu menembus kain bite suit yang dikenakannya.

"Berani sekali kau!" (ujar Sasha)

Sasha segera meraih tubuh anjing yang menggigit pinggangnya. Namun, sebelum sempat melepaskannya, anjing lain datang dari samping dan langsung menggigit lengan kirinya.

Sementara itu, anjing ketiga terus berlari mendekat dengan kecepatan penuh.

Sasha menyadari dirinya mulai dikepung.

Tanpa membuang waktu, ia menjatuhkan tubuhnya begitu keras ke arah kanan.

BRUKK!!!

Tubuhnya menghantam lantai sekaligus menjepit anjing yang masih menggigit pinggangnya. Anjing itu meringkuk kesakitan dan akhirnya melepaskan gigitannya.

"ngik, ngik, ngik" (suara anjing meringkuk kesakitan)

Begitu terbebas, anjing tersebut langsung berlari kembali menuju kandangnya.

Satu kandang segera tertutup

Namun, pertarungan belum selesai.

 anjing ketiga itu berlari dan melompat sambil membuka mulutnya lebar-lebar

Sasha segera bangun lalu menangkap moncongnya sebelum anjing itu sempat menggigit. Dengan kedua tangan menahan moncong dan anjing kedua mencoba menariknya lengan Sasha dengan sekuat tenaga, Sasha berlari menuju kandang sambil menyeret anjing tersebut.

Anjing itu meronta-ronta sekuat tenaga.

Di saat yang sama, anjing kedua masih menggigit lengan kiri Sasha.

Sasha tiba-tiba berputar dengan cepat

Sekali.

Dua kali.

Kemudian semakin cepat.

Tubuh Sasha berputar sambil menyeret anjing yang moncongnya ia pegang, sementara anjing lain masih bergantung pada lengan kirinya.

Putaran yang semakin kencang membuat kedua anjing itu kehilangan keseimbangan.Akhirnya, anjing yang menggigit lengan Sasha mulai pusing dan melepaskan gigitannya,Sasha langsung memanfaatkan kesempatan itu.Dengan tenaga penuh, ia melempar kedua anjing tersebut kembali ke dalam kandang.

BRAKKK!!!

Pintu kandang segera ditutup.

Sasha berdiri sambil mengatur napasnya. Sementara itu, ketiga anjing tersebut hanya bisa menggeram dari balik jeruji kandang.

Rey yang menyaksikan semuanya sejak awal akhirnya tersenyum puas serta benar-benar terkesan.

"Bagus sekali. Kamu berhasil menyelesaikan misinya." (ujar Rey dengan bangga)

Sasha menoleh ke arahnya dengan ekspresi tenang, seolah pertarungan barusan bukanlah sesuatu yang sulit baginya.

"aku..kira ini bakalan jadi misi yang susah ternyata tak begitu susah juga" (ujar Sasha)

Rey berjalan mendekati Sasha

segera menjelaskan kepadanya mengapa dirinya begitu mudah menghadapi tiga anjing sekaligus serta mengingatkan kepada Sasha bahwa bahwa jika dia menyelesaikan misi terakhir ini maka dirinya bisa menjadi asisten pemburu anomali

"Dirimu bisa menghadapi ketiga anjing itu dengan mudah karena memiliki keberanian, baik secara mental maupun fisik. Untuk menjadi seorang asisten, kamu harus memiliki keduanya. Kami tidak menilai seseorang berdasarkan gender ataupun tinggi badan."

Rey berhenti sejenak, lalu menatap Sasha dengan serius.

"Karena tidak semua orang mampu melakukan apa yang kamu lakukan."

Sasha terdiam sesaat. Seolah masih mencerna ucapan Rey, ia kemudian bertanya dengan sedikit ragu,

"Berarti... aku lolos, Rey?"

Rey menganggukkan kepala.

"Iya. Kamu lolos. Selamat."

Rey kemudian mengulurkan tangannya ke arah Sasha, mengajaknya berjabat tangan Sasha menatap tangan itu selama beberapa detik sebelum akhirnya menyambutnya.

"Mulai sekarang dirimu menjadi seorang asisten pemburu, sebelum kamu pulang, temui Dani untuk mengambil seragammu. Dia juga akan memberikan beberapa penjelasan mengenai pekerjaanmu. Besok pagi, kamu sudah mulai bekerja di sini."

Sasha mengangguk pelan.

Namun, bukannya menunjukkan ekspresi bahagia seperti orang yang baru saja diterima bekerja, wajahnya justru terlihat datar. Rey yang menyadari hal itu segera mengernyitkan kening.

"Kenapa ekspresimu begitu datar? Bukankah seharusnya kamu senang?"

Sasha terdiam.

"Emm... sebenarnya bukan apa-apa."

Ia menundukkan pandangan sejenak sebelum akhirnya berkata,

"Aku sebenarnya ingin menjadi pemburu anomali karena keinginan ibuku."

Rey sedikit mengangkat alis.

"Ibumu memaksamu?"

"tidak"

Sasha menggeleng pelan.

"sebenarnya ibuku..... Mendapa-dapakan profesi ini terutama kepada anak pertamanya."

Rey terdiam mendengar jawaban itu.

"permisi..... Aku mau menemui Dani dulu untuk mengambil seragam."

Ia berjalan beberapa langkah, lalu berhenti sebentar dan menoleh ke arah Rey.

"Makasih, Rey."

Setelah mengatakan itu, Sasha kembali melangkah dan meninggalkan ruanga. Rey hanya memperhatikannya sampai sosok Sasha menghilang di balik pintu.

Ada sesuatu dari jawaban Sasha yang membuatnya merasa gadis itu menyimpan alasan lain di balik keputusannya menjadi pemburu anomali.

setelah menyelesaikan pekerjaannya, Rey berjalan menuju area parkiran. segera pulang ke rumah. Sesampainya di mobil, Rey membuka bagasi lalu memasukkan tas kerjanya. Setelah menutup bagasi, ia hendak berjalan ke sisi pengemudi.

Namun, baru saja menoleh—

"HUAAA!"

Seseorang tiba-tiba muncul di sampingnya tanpa suara. Membuat Rey sontak terkejut dan mundur selangkah.

"Angga...? Astaga, bikin kaget saja."

Angga tertawa kecil

"Hehehe... Rey, boleh enggak aku numpang pulang bareng kamu?"

Rey menatapnya dengan wajah datar dia benar-benar muak karena Angga sering sekali numpang pulang bareng dengan nya

"Sudah berapa kali kamu numpang pulang sama aku?"

"beberapa kali." (meletakkan jari telunjuknya ke dagu seolah-olah berpikir padahal tidak)

Tanpa menunggu jawaban Rey langsung menuju ke setir mobil lalu membuka pintu mobil.

"Maaf, untuk hari ini aku enggak bisa kasih tumpangan."

"Rey, tunggu dulu"

Angga mencoba membujuk Rey dengan dirinya membayari bensin milik rey

"aku bayar bensinmu, deh. Kalau kamu kasih aku tumpangan hari ini."

Rey yang akan masuk kedalam mobil tiba-tiba ia menoleh ke arah Angga dengan memasang wajah bahagia setelah mendengar bahwa Angga akan membayarkan bensinnya

"Bayar bensin?"

"Iya."

"Oke, kalau begitu masuklah"

Rey masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya.

Angga langsung tersenyum lebar. Ia berjalan ke sisi samping mobil dan menarik gagang pintu.

klek...klek...

Pintunya tidak terbuka Angga mencoba sekali lagi, Dan Tetap terkunci.

"Apa-apaan ini?"

Rey menurunkan kaca jendela mobilnya sedikit.

"Uangnya kasih dulu. Kalau sudah bayar, baru pintunya aku buka. disini menerapkan advance payment, Bayar di awal untuk menghindari risiko gagal bayar sekaligus memastikan komitmen kedua pihak."

"Apalah... aneh-aneh aja."

Rey kembali menaikkan kaca jendelanya.

"hey...hey aduh jangan di naikin dulu kacanya"

Kemudian, dengan wajah pasrah, ia merogoh sakunya dan mengambil sejumlah uang.Ia mengetuk kaca mobil Rey.

tok...tok..!!!

Rey kembali menurunkan kaca.

"Ini. Aku bayar dulu. tidak usah kembaliannya Sekalian tip."

Angga menyodorkan uang tersebut melalui celah jendela.lalu Rey mengambil seluruh uang itu tanpa ragu.

"makasih."

"Ya..."

Rey kemudian membuka kunci pintu.Angga langsung membuka pintu dan masuk ke kursi penumpang. Setelah duduk, ia menatap Rey dengan kesal.

"tak ku sangka cuma nebeng pulang saja rasanya kayak transaksi bisnis."

Rey memasukkan kunci mobil dan menyalakan mesin.

Broommm...

"Yang penting kamu sudah bayar."

Angga menghela napas panjang.

"Peliiiit."

Rey hanya tersenyum tipis, lalu mulai mengemudikan mobil meninggalkan area parkiran.

1
Dian Dian
good job👍
likaa: makasih kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!