NovelToon NovelToon
Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun pacaran, Nisa yang menunggu dilamar di hari anniversary, justru merima kenyataan pahit jika ia diputuskan oleh Sandi dengan alasan tak setara.

Tapi takdir seperti sedang mengajak bercanda, sebulan kemudian Sandi datang ke rumahnya untuk melamar. Namun bukan ia yang dilamar, melainkan Naina, sang adik yang lulusan S1 dan bekerja sebagai teler di salah satu bank swasta.

Disaat ia terpuruk, ada sosok yang tak sengaja hadir dalam kehidupannya. Sosok yang begitu baik dan humoris, tapi kadang menyebalkan. Dia adalah Januar, seoarang driver ojol.

"Kalau jodoh memang harus setara, kamu nikah sama aku aja, Mbak." Ajakan nikah Januar alias Ojan, hanya disenyumin saja oleh Nisa.

Tapi Ojan, pantang menyerah, ia terus mendekati Nisa, hingga akhirnya wanita itu luluh. Tapi satu kenyataan pahit, membuat Nisa kembali terpuruk. Ternyata selain seorang ojol, Ojan juga merupakan mahasiswa S2. Apakah sekali lagi, ia harus patah hati karena alasan kesetaraan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Nisa kaget melihat Ojan memakai kemeja yang dulu ingin ia hadiahkan pada Sandi. Kemeja biru muda lengan panjang, kado yang hampir saja mubadzir, terbuang ke sungai. Pagi ini, Ojan datang untuk mengantarkannya ke kantor setelah semalaman membujuk mati-matian.

"Kenapa Mbak, ganteng ya?" Ojan menahan tawa melihat Nisa bengong menatapnya.

Tak bisa dipungkiri, iya sih, ganteng. Dan tanpa sadar, Nisa mengangguk, namun saat sadar, buru-buru ia menggeleng. "Biasa aja," ralatnya.

"Ah, gak pinter bohong kamu, Mbak. Tatapan kamu sudah membuktikannya kalau kamu sedang terpesona barusan." Ojan tertawa cekikikan.

"Mana jaket kamu?" Aneh saja rasanya melihat Ojan tanpa jaket hijaunya. Terlihat lebih ganteng sih, tapi malah kayak beda orang.

"Disimpen dulu sementara. Lagi mau pamer kemeja mahal, hadiah dari cewek cantik." Menarik sedikit bagian dada kemejanya sambil tersenyum bangga.

Nisa hanya senyum-senyum mendengar pujian Ojan. Kalau berpenampilan seperti ini, Ojan mirip pekerja kantoran. Ia yakin, kalau Ojan jadi staf kantor, pasti banyak cewek yang naksir, karena selain ganteng, dia juga tinggi dan badannya proporsional. Ojan juga ramah dan humoris, tipe-tipe cowok idaman pada cewek.

Ojan menyodorkan helm pada Nisa. Bukan helm hijau seperti biasanya, tapi helm lain. "Biar vibesnya, kayak lagi diantarin pacar. Bener gak, Mbak?" menelengkan kepala ke arah Nisa.

Nisa hanya senyum, setelah memakai helm, langsung naik ke jok belakang. Jika tadi hanya samar-samar, sekarang aroma wangi semakin kian tercium jelas. "Kamu mandi parfum, wangi banget."

"Masa sih, Mbak. Ya biar kamu betah, dan duduknya gak belakang-belakang banget." Ojan tertawa, menyalakan mesin motornya lalu tancap gas.

"Jan, parfum kamu wanginya kayak parfumnya Pak Yapto."

"Hah?" Ojan sedikit kurang dengar, suara Nisa kalah dengan deru motor.

"Wangi parfum kamu kayak Pak Yapto." Nisa bicara sedikit lebih keras, dan dekat telinga Ojan. "Pak Yapto itu bos di perusahaan tempatku kerja. Beneran loh Jan, mirip banget wanginya. Aku kalau gak sengaja papasan sama beliau, ya seperti ini wanginya."

"Ah, masa sih, Mbak?" Ojan merutuki diri sendiri yang tadi malah pakai parfum Papanya. Lupa pakai parfum saat keluar kamar, malas mau naik lagi, alhasil masuk kamar Papanya, minta parfum. "Padahal ini parfum murahan, beli di pasar malam, masa mirip parfumnya CEO."

Nisa tertawa cekikikan. "Mungkin yang bikin versi KW nya terlalu pinter, baunya sangat mirip."

Sepanjang jalan, setiap ada kesempurnaan, Ojan pasti menatap Nisa dari spion. Wajah manisnya gak bikin bosen, yang ada semakin ditatap, semakin bikin jantung jedag jedug. Jadi pengen terus lampu merah, biar natapnya bisa puas.

"Jan, udah hijau tuh." Nisa menepuk bahu Ojan yang malah bengong saat traffic light sudah berganti warna.

Ojan tersenyum lalu menarik gas. Bisa-bisanya ia seperti ini. Setiap ketemu Nisa, jantungnya berdebar, bawaannya pengen natap mulu. Gak ketemu sebentar, udah kangen berat. Padahal sama pacar-pacarnya yang dulu gak terlalu seperti ini. Mungkin karena dulu, dia gak perlu efforts untuk mendapatkan cewek. Rata-rata dia pacaran dengan cewek yang ia taksir, dan cewek itu juga ngasih sinyal yang sama. Nisa beda, ia butuh efforts. Selain itu, banyak sekali hal-hal yang ia kagumi dari seorang Nisa.

"Makanya lihat depan, jangan lihat spion mulu. Lampu udah hijau, gak ngehkan," omel Nisa.

"Mbak."

"Hem."

"Kamu cantik." Menatap Nisa dari spion.

Nisa memutar kedua bola matanya malas. "Masih pagi, Jan, jangan gombal."

"Tapi beneran loh Mbak, kamu cantik."

Nisa hanya bisa geleng-geleng. "Main kamu kurang jauh. Staf perempuan di tempat kerjaku cantik-cantik, aku mah apa."

"Ya mereka cantik di mata cowok lain, tapi di mataku, cantik itu ya kamu."

Nisa tersipu malu. "Jan, helmnya sesek nih, kepalaku makin besar."

"Hahaha." Keduanya tertawa lepas bersama.

"Mbak."

Nisa menatap spion saat dipanggil.

"Kirain kamu cantik pas nangis doang, ternyata kalau ketawa, makin cantik."

Sebelum ke kantor Nisa, Ojan mengajak gadis itu mempir ke warung soto langganannya. Hari ini sengaja mengajaknya berangkat pagi agar bisa mampir dulu. Dua mangkuk soto koya plus 2 gelas jeruk hangat terhidang di depan mereka.

"Aromanya enak banget." Nisa jadi makin lapar. Ia mencicipi sedikit kuah sotonya.

"Gimana, enakkan?"

Nisa mengangguk setuju. "Kamu sering kesini?"

"Sering banget. Disini selain enak, harganya juga terjangkau. Cocoklah untuk profesi kayak kita-kita." Ia mengambil dua buah kerupuk dari dalam toples, menyerahkan satu pada Nisa. "Kalau mau referensi makanan enak daerah sini, tanya aja ke aku. Aku tahu semuanya, mana yang enak, mana yang enggak."

"Yakin deh, secara driver ojol gitu loh."

"Hahaha."

"Eh Jan, hari ini aku yang traktir ya. Aku baru gajian kemarin."

"Apaan sih, Mbak, gak usah, aku aja."

"Gantianlah, masa tiap makan kamu terus yang bayar. Hari ini pokoknya aku yang bayar."

"Gak usah Mbak, biar aku aja. Kamu simpan aja duit kamu."

"Udah, gak usah sok kaya kamu."

Ojan speechless dikata sok kaya, hampir saja ia keselek sedotan.

"Simpan aja duit kamu buat beli bensin dan bayar cicilan motor." Dari plat dan kondisi motor, Nisa bisa tahu kalau motor itu baru setahun dibeli.

"Dih, nyicil. Aku beli cash, Mbak."

Nisa auto tertawa cekikikan.

"Dih gak percaya."

"Percaya kok percaya." Nisa masih aja tertawa.

"Nanti aku bawain BPKB nya, biar kamu percaya."

Selesai sarapan, mereka meneruskan perjalanan ke kantor tempat Nisa bekerja.

Ojan menurunkan Nisa di depan gedung kantor. Bukan di depan lobi, tapi di depan pagar. Bak seorang kekasih, ia ikut turun saat Nisa turun dari motor, lalu membantunya melepas helm.

"Berantakan gak?" Nisa merapikan bagian depan rambutnya yang dikuncir. Biasanya ia bercermin di kaca spion motornya, tapi kali ini malu jika mau bercermin di spion motor Ojan.

"Cantik kok."

Nisa nyengir. Pagi ini, entah sudah berapa kali ia dipuji cantik.

"Entar jam 5 kan pulangnya?" Ojan kembali memastikan agar tak telat menjemput Nisa.

"Iya."

"Ya udah, sampai ketemu nanti."

Nisa melangkah memasuki halaman kantor, sementara Ojan masih tetap disana, menatap hingga wanita itu hilang dari pandangannya. Ia menyimpan helm kedalam jok motornya, lalu tancap gas. Bagaimana kalau Papanya tahu dia naksir OG di kantornya, kira-kira bakal seperti apa responnya. Berharap kedua orang tuanya langsung setuju, kayaknya mustahil. Tapi ia tak akan menyerah. Astaga, kenapa jadi jauh banget mikirnya, sampai restu segala, padahal jadian aja belum. Dapetin dulu hati Nisa, baru berjuang mendapatkan restu.

Saat berdiri di depan lift, menunggu pintunya terbuka. Tiba-tiba, aroma yang tak asing, mengganggu indra penciumannya. Ia melirik, dan ternyata benar, Sandi berdiri tepat di setelahnya.

"Dianter siapa tadi, pacar kamu?"

Nisa memilih tak menjawab. Menurutku sangat tidak penting menjelaskan soal itu pada orang yang telah menjadi mantan.

Saat pintu lift terbuka, Nisa masuk lebih dulu, lalu disusul Sandi. Sesaat kemudian, seorang staf perempuan masuk dengan tergesa-gesa.

1
Yulianti Yulianti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kar Genjreng
ya. sudah di mengapa harus cari tau diitel amat,,,kan itu yang kalian inginkan to,,,itu berkat Nisa juga coba ga ke pergok entah keluarga kalian
Kar Genjreng
tu Jan Kamu kelewatan ya ,,, orang di kasih rezeki malah keliatan kurang suka,,, makanya di kasih dua sekaligus 😂
Kar Genjreng
dari Novel ini ingat Mami Sani sampai nempati rumah yang di belakang Usup nya pura pura punya pacar sekretaris nya ,,,mana doa Raeder dah jelek ternyata Usup cinta banget,,, sekarang Ojan lagi kapok ke a jewer
Kar Genjreng
😂😂Ojan masih belum mau punya Anak dulu mau pacaran lah ini nongol saja wekkk
Kar Genjreng
abis Ojan bikin kesel siapa tau hamil Ojan ya rezeki Ojan ,,,maunya kepingin seperti lagi pacaran tetapi kan Tuhan sudah mau kasih kepercayaan Jan haduhh rempes amir
Kar Genjreng
semoga bocor jadi biar yang masuk sedikit juga bisa hamil ko Jan,,,malah bagus bulan madu nanti sekalian bawa Anak nya
Kar Genjreng
Nisa ngidam ko Ojan haha siapa tau doa Mama Dewi di jamah dan doa Ojan di tunda karena Mama Dewi selak kepingin ngendong cucu 😂😂
Kar Genjreng
percaya tapi takut masih fajar semoga tidak seperti Om suami Tante Indah,,,apa itu yang masih saudara Bu Dewi ,,,
Kar Genjreng
hilaf berulang benar kata kakak' loe yaelah kepingin hidup wah punya barang serba bagus dan mahal ehh malah menjadi pELaKoR,,,,duh duh dikira orang.luar . orang tua nya yang di salahkan ,,,karena sudah memanjakan ,,,bukan insaf. malah nekad mengulang sumpah cantik cantik ko jadi pELaKoR demi kemewahan diri sendiri,,,
Kar Genjreng
kan benar Naina tu iri dengan kehidupan Kakak nya yang dapat orang berada dan sendiri nya yang. berharap tinggi kemauan nya terpenuhi ahirnya dagang tempe nya sendiri,,,, Untung ketauan kakak nya Ojan hati hati kalau main ke rumah Nisa takut ke a jebakan Batman naina,,,
Kar Genjreng
siapa i naina selingkuh keimanannya agar terpenuhi,,,karena Sandi belum bisa memenuhi keinginan naina,,,beda Nisa yang orang nya ga boros dan prihatin dapat jodoh orang kaya juga biasa saja ga jungkir balik,
Kar Genjreng
masyaallah Ojan ga sabaran servisnya Nisa benar benar niat ahhh Ojan dah ga sabar langsung saja di makan lah Nisa ga pakai lama mau tiga ronde takut keburu sampai shubuh 😂😂
Kar Genjreng
Ojan.lihat wajah istrinya saja lansung gemes keburu ga tahan bagaimana mau ngambek yang ada puasa ga dapat jatah
makanya mana ada bagi Ojan Nisa adalah obat rindu,,,, apalagi abis puasa satu minggu nanti. malam. di borong pokonya sama Ojan,,
Lenni Puspa
Dulu sebelum nikah aq juga nolak keras apa yg d bilang papanya ojan (karena ortukupun nasehatnya sama) kata setara disini bukan hanya materi tp semua termasuk pendidikan. Dan itu pengaruh bgd. Setelah menikah baru ngerti maksud dari kata setara
yutantia 10: kesetaraan dalam rumah tangga, menurutku emang penting sih kak
total 1 replies
sakura
....
Kar Genjreng
Ojan nesu Nisa ketiduran hp di silent lupa
Mas Suami dan Mba istri juga rindu sebenarnya cuma nunggu sampai jam 10
Kar Genjreng
astaga Nis ngerjain Mas Suami,,,ya jangan jangan pingsan pakai saringan santan 😂Ojan langsung pusing lihat Mba istri
Kar Genjreng
biar terlambat masih belum lama
Kar Genjreng
tanam saham lebih dulu Bu jadi sekarang sudah melahirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!