NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Zaky membalikkan badan, menatap Ayu dengan raut wajah tegas namun tersirat rasa terima kasih yang teramat besar. Ia lalu menoleh ke arah asisten kepercayaannya.

"Arya, antar Ayu pulang sampai ke kontrakannya dengan selamat malam ini. Pastikan tidak ada hal buruk apa pun yang terjadi padanya," perintah Zaky dengan nada tidak ingin dibantah.

"Baik, Tuan. Saya mengerti," jawab Arya sigap seraya membungkukkan badannya.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Zaky melangkah lebar meninggalkan lounge VVIP tersebut. Amarah yang membakar dadanya sudah mencapai puncaknya. Tadinya, Zaky tidak begitu peduli lagi untuk meluruskan segala fitnah keji yang dulu ditanamkan oleh mendiang Citra kepada ibunya. Namun, mengetahui sang ibu telah lancang ikut campur, melabrak, dan menyakiti Arumi hingga membuat wanita terkasihnya itu menyerah, Zaky tidak bisa lagi tinggal diam. Ia harus membersihkan nama Arumi di mata ibunya malam ini juga.

Dengan kecepatan penuh, Lamborghini putih milik Zaky membelah keheningan malam ibu kota. Raungan mesinnya menggelegar, mencerminkan gejolak emosi di dalam dadanya.

 Mansion Tanuwijaya

Tak butuh waktu lama, Zaky tiba di Mansion Tanuwijaya yang megah. Tanpa mengetuk atau memencet bel, Zaky mendorong pintu utama berukir jati itu dengan dorongan yang teramat kuat.

BRAAKK!

Bunyi dentuman pintu yang menghantam dinding terpancar begitu nyaring dan menggema ke seluruh sudut mansion yang sunyi.

Nyonya Maya yang berada di kamarnya di lantai dua dan belum memejamkan matanya, seketika tersentak kaget. Begitu pula dengan Azzam dan Azzura yang sedang dalam mode serius membaca sesuatu dari dalam kamar mendiang ibunya, mereka pun sampai terlonjak dan saling berpandangan panik.

"Suara apa itu?! Siapa malam-malam begini berani membuat keributan di rumahku?!" gumam Nyonya Maya dengan cemas. Khawatir ada perampok atau orang berniat jahat yang menerobos masuk, ia bergegas keluar kamar dan melangkah cepat menuju balkon tangga utama.

Namun, langkah Nyonya Maya seketika terhenti kaku di pijakan tangga pertama. Suasana di lantai bawah mendadak terasa mencekam dan begitu dingin.

Di bawah pendar lampu kristal yang megah, berdiri Zaky. Napas pria itu memburu, kedua tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. Dan yang membuat bulu kuduk Nyonya Maya meremang adalah tatapan mata putranya. Zaky menatap bengis dan tajam ke arah sang ibu, tatapan penuh keputusasaan, amarah, dan luka yang sama persis seperti tatapan Zaky 12 tahun yang lalu, saat pria itu dipaksa membuang impiannya bersama Arumi demi menikahi Citra.

"Z...Zaky...?" bisik Nyonya Maya gagap, langkahnya mendadak tertahan oleh aura intimidasi yang sangat pekat dari putra tunggalnya.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Zaky melangkah lebar menaiki anak tangga, menerjang jarak dan berdiri tepat di hadapan ibunya. Aura permusuhan yang menguar dari tubuh Zaky membuat udara di sekitarnya terasa membeku. Tanpa berbasa-basi lagi, pria itu langsung menanyakan ke hal inti.

"Apa yang sudah Mamah katakan kepada Arumi?" desak Zaky dengan nada dingin yang menusuk tulang.

Mendengar pertanyaan tiba-tiba itu, Nyonya Maya refleks menelan ludahnya yang terasa pahit. "A... apa maksud dari perkataanmu itu, Zaky?"

"Sudahlah, Mah! Jangan mengelak lagi! Aku sudah tahu semuanya, semua hal kejam yang sudah Mamah lakukan terhadap Arumi di belakangku!" gertak Zaky, matanya memerah menahan emosi yang siap meledak.

Nyonya Maya menghela napas berat, mencoba menguasai rasa gugupnya lalu memasang kembali wajah angkuhnya. "Apakah si wanita tidak tahu malu itu mengadu padamu?"

"Siapa yang Mamah sebut sebagai wanita tidak tahu malu?" tanya Zaky geram, rahangnya menegang kaku.

"Siapa lagi kalau bukan wanita kampungan dan murah4n itu, Zaky!" seru Nyonya Maya, suaranya melengking kesal. "Dia sengaja mencari mu ke Jakarta dan sengaja menjadi guru untuk Azzam dan Azzura! Itu semua sudah ia rencanakan dari awal, dasar wanita licik!"

Zaky yang mendengar hal itu benar-benar tak habis pikir. Betapa parahnya racun berbisa yang ditinggalkan mendiang Citra hingga merusak jalan pikiran ibunya sendiri.

"Oh... jadi di mata Mamah, Arumi seperti itu?" Zaky terkekeh kaku, tatapannya menyiratkan kekecewaan yang mendalam. "Mama begitu bodoh! Begitu mudah percaya dengan perkataan busuk dari Citra!"

"DIAM KAU, ZAKY!" bentak Nyonya Maya tak terima. "Jangan pernah kau bicara seperti itu terhadap mendiang istrimu!"

"Alah! Wanita iblis itu tak sepantasnya disebut sebagai manusia!" potong Zaky dengan bentakan yang tak kalah membahana. "Asal Mama tahu, pada malam berdarah dua belas tahun lalu itu, aku dijebak! Citra dan kedua orang tuanya yang merencanakan semua jebakan busuk itu agar bisa masuk dan menguasai harta keluarga Tanuwijaya! Dan aku sama sekali tidak pernah menyentuh apalagi memperkosanya, dan kejadian itu adalah murni pengaruh dari obat yang sudah mereka berikan pada ku!"

Nyonya Maya memijit pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri. "Sampai kapan kau akan terus membenci Citra, Zaky? Dia sudah meninggal!"

"Sampai aku mati! Sampai aku mati aku akan selalu membencinya! Wanita iblis itu yang sudah menghancurkan hidupku dan memisahkan ku dari Arumi!"

Deg!

Nyonya Maya menggelengkan kepalanya keras-keras. "Kau salah, Zaky! Justru Citra itu adalah korban dari Arumi! Selama di kampung dulu, Citra selalu difitnah, bahkan Arumi yang mencekokinya minum-minuman keras bersama pemuda-pemuda nakal di sana! Arumi juga yang merencanakan malam di mana kau menghancurkan Citra! Dia dalang dari semua ini, dan keluarganya pun bukan keluarga baik-baik!"

Mendengar deretan kebohongan fantastis keluar dari mulut ibunya sendiri, Zaky justru tertawa melengking, sebuah tawa ironis yang dipenuhi rasa frustrasi. Betapa bodohnya kedua orang tuanya selama belasan tahun ini karena telah termakan mentah-mentah omongan manis dari mulut berbisanya Citra.

"Arumi itu adalah wanita baik-baik dan terpandang, Mah! Dia wanita yang sangat aku cintai... dan sampai kapan pun, hanya dia yang akan selalu ada di hatiku!" tegas Zaky penuh penekanan.

Sementara badai pertengkaran pecah di lorong lantai atas, Azzam dan Azzura yang menguping dari balik sudut lorong berdiri membeku. Kebenaran kelam di masa lalu yang baru saja terkuak membuat dada si kembar bergemuruh hebat.

"Oh, no... Calon ibu tiri kami... ternyata Bu guru? Bu Arumi?!" ucap Azzam berbisik, matanya membelalak tak percaya.

Azzura yang tampak memegang sebuah buku bersampul tebal di tangannya memegang lengan sang kakak. "Kak... apa yang ditulis dalam buku diary milik Mamah ini... apakah 'Arumi' yang dimaksud memang Bu Guru Arumi?" tanya Azzura lirih.

Beberapa saat lalu, Azzura secara tidak sengaja menemukan buku harian mendiang ibunya tersimpan di dasar lemari kamar lama sang ibu yang selama ini kosong dan tak berpenghuni.

Azzam mengangguk pelan, menyapu air mata yang sempat menggenang. "Sepertinya begitu, Ra. Meskipun aku sangat kecewa karena ternyata ibu kandung kita telah berbuat jahat dan menghancurkan hidup Papah... tapi setidaknya, kita yang harus membayar atas semua kejahatan Mamah Citra di masa lalu!" ujar Azzam mantap, meyakinkan sang adik.

Azzura mengangguk tegas. Tanpa ragu lagi, ia bergegas melangkah keluar dari tempat persembunyiannya menuju ke arah sang Nenek dan Ayahnya, menggenggam erat buku harian itu.

'Semoga buku diary Mamah ini bisa menyelesaikan semua masalah dan fitnah ini... Semoga Papah dan Bu Arumi bisa kembali bersama dan hidup bahagia,' doa Azzura tulus di dalam hatinya.

Bersambung...

1
Uba Muhammad Al-varo
si Citra..... kalau benar Azzam dan azura bukan anaknya Zaky, memang benar' Citra kejam dan jahat,dibalik kemunculan Yudistira adakah rahasia yang tersembunyi
Teh Euis Tea
mungkin dulu citra tidur sm yudistira trs hamil dan menjebak zaky
mungkin dulu yudi miskin makanya citra ninggalin yudi?
achh penasaran bgt
Nadja 🎀
jangan bilang dulu citra benci Yudi miskin.. makanya meninggalkan yudi. makanya pura-pura di tidurin biar zaky bertanggung jawab karena zaky orang kaya jg harta jg sengaja keluarga Zaky benci arumi pantas saja terungkap!
Nar Sih
sabar zaky ,jika memang azzam bukan putra kandung mu gk apa ,,anggap si kmbr tetap putra putri mu
Nar Sih
waah...ank siapa si kmbr yaa
Iffanaya 😽
nah loh...apa mungkin kalo Azam dan azzura anaknya dokter Yudistira yg pernah pny hubungan sama citra 🤔
Arum Dyah
jangan2 anaknya dokter itu lagi...🤭🤭
Teh Euis Tea
nah loh jd si kembar anak siapa itu?
mana si citra udah meninggal lg jd ga bisa nanya
berarti dulu si citra jebak zaky untuk tanggung jawab sm anak yg di kandung, kasian zaky 🥹
neny
tuh kan,,aq dah felling dr awal,,mereka bkn anak Zaky,,citra menjebak Zaky dan membuat Zaky hrs bertanggungjawab pdhl itu anak dr laki2 lain
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
apa azam azzura bukan anak kandung nya zaky 🤔
vania larasati
lanjut kak
Aisyah Suyuti
menarik
Ana
ikut bahagia 🤗
mimief
atu pasangan lagi yg belum bahagia Thor
Wisnu Ama indah?
apakabar tu berdua
mimief
cie.

cieeeee
pak Arya
mimief
pasti urusan ayu yaaa
mimief
tapi kenapa ya
Ama pelakor jaman sekarang
udah pada rada lain yaa

🤣
mimief
wah...orang sakit
bisa jadi perang dunia ke 2 ini
kalau nemuin lipstik di jas nya 😱
Nar Sih
seneng nyaa arumi bnr,,di ratukan oleh suami juga sikembar azam azzura dan gk ketinggalan ibu mertua
Ana
ga sabar nunggu bab selanjutnya 🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!