NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vvhiiiiivhy

Jika ada kehidupan kedua, aku bersumpah akan menyeret kalian ke neraka yang paling dalam!"
Di kehidupan pertamanya, Elena adalah Nona Muda yang naif. Ia menyerahkan seluruh harta dan pengaruh keluarganya demi membantu Gavin, sang suami, naik takhta menjadi Kaisar. Namun setelah tujuan tercapai, Gavin justru mengkhianatinya. Pria itu berselingkuh dengan adik tiri Elena, merebut takhtanya, membantai putranya yang masih kecil, dan membakar Elena hidup-hidup di sel penjara bawah tanah.
Namun, takdir berkata lain. Alih-alih pergi ke akhirat, Elena terbangun dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat tiga tahun sebelum pernikahan terkutuk itu terjadi.
Berbekal ingatan dari masa depan, Elena bersumpah tidak akan lagi menjadi domba yang penurut. Ia akan menghancurkan satu per satu orang yang telah menginjak-injak harga dirinya.
Demi melancarkan aksi balas dendamnya, Elena mendekati Duke Killian—sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di kekaisaran—dan menawarkan sebuah aliansi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vvhiiiiivhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Benih Keraguan sang Kaisar

Lampu gantung kristal di aula utama kediaman Duke Killian memancarkan cahaya redup yang memantulkan bayangan panjang di atas lantai marmer hitam. Elena berdiri di dekat jendela besar, menatap rintik hujan yang membasahi taman mawar di luar. Tiga tahun sebelum pernikahan kutukan itu terjadi, dan kini alurnya telah bergeser sepenuhnya dari ingatan masa depannya.

Langkah kaki yang berat dan teratur terdengar dari arah koridor. Tanpa menoleh pun, Elena tahu siapa yang datang. Aura dingin yang mencekam itu hanya milik satu orang di seluruh kekaisaran.

"Kau masih belum tidur, Nona Elena?" suara berat Duke Killian memecah keheningan malam.

Elena berbalik, melipat tangannya di depan dada dengan keanggunan seorang bangsawan tingkat tinggi yang tidak lagi menyembunyikan taringnya. "Bagaimana saya bisa tidur dengan tenang, Yang Mulia Duke, ketika bidak-bidak kita baru saja mulai bergerak di papan catur?"

Killian berjalan mendekat, jubah hitamnya yang disulam dengan benang perak berdesir pelan. Mata merah darahnya yang legendaris—yang selalu membuat para menteri gemetar ketakutan—menatap Elena dengan intensitas yang tidak terbaca.

"Rencana pertamamu berjalan terlalu mulus," kata Killian sambil menuangkan anggur merah ke dalam dua cawan perak. Dia menyodorkan salah satunya kepada Elena. "Gavin mulai panik. Laporan dari mata-mataku di istana menyebutkan bahwa dia kehilangan pasokan dana dari wilayah timur setelah kau menarik seluruh investasi keluarga mendiang ibumu."

Elena menerima cawan itu, membiarkan cairan merah di dalamnya bergoyang pelan. Senyum dingin terukir di bibirnya yang kemerahan. "Itu baru permulaan. Di kehidupan... maksud saya, di masa lalu, Gavin selalu mengandalkan kemurahan hati saya untuk membangun reputasinya sebagai 'Pangeran yang Merakyat'. Dia menggunakan pengaruh keuangan keluarga saya untuk menyuap para tetua bangsawan. Tanpa uang itu, dia hanyalah seorang pangeran tanpa takhta yang tidak punya apa-apa."

Killian menyesap anggurnya, tatapannya beralih ke peta kekaisaran yang terbentang di meja kayu ek besar di tengah ruangan. "Namun, jangan lupakan adik tirimu, Kathleen. Dia tidak sebodoh yang kau kira. Hari ini, dia terlihat mendatangi kediaman Gavin secara rahasia."

Mendengar nama Kathleen, cengkeraman Elena pada cawan peraknya mengetat hingga jemarinya memutih. Kilasan memori mengerikan saat Kathleen tertawa di atas penderitaannya di dalam sel penjara bawah tanah yang gelap kembali terbayang. Kemarahan yang membakar dada membuat napas Elena sempat memburu, namun dia dengan cepat menguasai dirinya. Dia tidak akan membiarkan emosi menghancurkan akal sehatnya lagi.

"Kathleen pasti menawarkan jalur perdagangan alternatif melalui bisnis gelap pamannya," ujar Elena dengan nada dingin dan penuh keyakinan. "Dia selalu haus akan kekuasaan, sama seperti Gavin. Mereka adalah sepasang ular yang ditakdirkan untuk saling melilit. Biarkan saja mereka merencanakan sesuatu. Justru itu yang saya harapkan."

Killian menaikkan sebelah alisnya, tertarik dengan ketenangan Elena yang tidak biasa bagi seorang wanita muda berumur awal dua puluh tahun. "Apa rencanamu selanjutnya?"

"Kita akan menjebak mereka dalam keserakahan mereka sendiri," jawab Elena. Dia melangkah mendekati meja peta, menunjuk ke sebuah wilayah pelabuhan di selatan. "Gavin akan mencoba menyelamatkan posisinya dengan berinvestasi pada proyek pembangunan dermaga baru di wilayah selatan. Kathleen akan membantunya meyakinkan para investor dengan dokumen palsu. Tugas kita hanyalah memastikan bahwa dokumen palsu itu jatuh ke tangan Kaisar saat ini sebelum proyek tersebut resmi dimulai."

Killian terkekeh pelan, sebuah suara yang terdengar berbahaya namun memikat. "Kau benar-benar kejam, Elena. Jika Kaisar tahu putra kesayangannya terlibat dalam pemalsuan dokumen dan penggelapan dana publik, posisi Gavin sebagai calon penerus takhta akan hancur dalam semalam."

"Kekejaman saya belum ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang mereka lakukan kepada saya, Yang Mulia," bisik Elena, matanya berkilat penuh dendam.

Keesokan harinya, suasana di ibu kota kekaisaran tampak tenang, namun di balik dinding-dinding Istana Kekaisaran, ketegangan mulai memuncak. Gavin duduk di ruang kerjanya dengan wajah frustrasi. Tumpukan surat penagihan hutang dan laporan pembatalan kontrak dari berbagai serikat dagang berserakan di atas mejanya.

"Bagaimana bisa ini terjadi?!" Gavin menghempaskan tangannya ke meja, membuat tinta hitam tumpah dan mengotori kertas di depannya. "Elena biasanya selalu memberikan apa pun yang kuminta! Mengapa tiba-tiba dia menarik semua dukungannya dan membatalkan pertunangan kami?!"

Di sudut ruangan, Kathleen yang mengenakan gaun sutra merah muda melangkah mendekat dengan ekspresi cemas yang dibuat-buat. "Kakak sepertinya sudah berubah, Pangeran Gavin. Sejak dia sembuh dari sakit demamnya sebulan yang lalu, dia menjadi sangat dingin. Bahkan dia menolak menemuiku saat aku berkunjung ke kamarnya. Aku takut... dia telah mengetahui rencana kita."

Gavin menatap Kathleen dengan tajam. "Mengetahui apa? Hubungan kita? Tidak mungkin. Kita selalu bertemu dengan sangat rahasia. Elena adalah wanita yang naif dan bodoh, dia terlalu mencintaiku untuk bisa berpikir logis."

"Tapi bagaimana jika ada orang lain yang menghasutnya?" Kathleen memegang lengan Gavin, suaranya melembut, mencoba memanipulasi pria itu. "Aku mendengar rumor dari para pelayan bahwa Kakak belakangan ini sering terlihat keluar masuk kediaman Duke Killian. Pangeran, bagaimana jika dia bersekutu dengan si tirani berdarah dingin itu?"

Wajah Gavin langsung memucat mendengar nama Duke Killian. Killian adalah adik kandung Kaisar yang menguasai wilayah utara dan memiliki militer pribadi yang paling ditakuti. Jika Elena benar-benar mendekati Killian, maka posisi Gavin berada dalam bahaya besar.

"Duke Killian... tidak mungkin. Pria itu tidak pernah tertarik pada urusan wanita atau politik istana," gumam Gavin, mencoba menenangkan hatinya sendiri yang mulai dirayapi rasa takut. "Elena pasti hanya mencoba menggertakku agar aku memohon kembali padanya."

"Apapun alasannya, kita tidak bisa tinggal diam, Pangeran," desak Kathleen, matanya memancarkan kedengkian yang mendalam. "Kita membutuhkan dana segar untuk mengamankan suara para bangsawan di dewan kota minggu depan. Pamanku memiliki proyek pembangunan pelabuhan di selatan yang bisa menghasilkan keuntungan instan. Kita hanya perlu sedikit 'penyesuaian' pada dokumen perizinannya agar bisa disetujui lebih cepat oleh bendahara kekaisaran."

Gavin terdiam, menimbang-nimbang risiko yang ada. Keinginan mutlak untuk naik takhta menjadikannya buta. "Baiklah. Lakukan apa yang harus dilakukan. Pastikan dokumen itu bersih dan tidak meninggalkan jejak."

Kathleen tersenyum puas di dalam hatinya. Dia membayangkan hari di mana dia akan menggantikan posisi Elena sebagai wanita paling terhormat di kekaisaran, tanpa menyadari bahwa setiap langkah yang dia ambil telah diawasi oleh mata-mata tersembunyi.

Malam kembali merayap di ibu kota. Di dalam kereta kuda yang berlogo keluarga Duke Killian, Elena duduk berhadapan dengan Killian. Mereka sedang dalam perjalanan kembali dari sebuah perjamuan malam formal yang diadakan oleh Menteri Kehakiman.

"Gavin telah memakan umpanmu," kata Killian sambil menatap ke luar jendela kereta. "Mata-mataku melaporkan bahwa Kathleen baru saja menyerahkan dokumen perizinan proyek selatan yang telah dipalsukan kepada perwakilan Gavin malam ini."

Elena mengangguk pelan, tidak terkejut sama sekali. "Gavin selalu mengambil jalan pintas saat terdesak. Sifat serakah dan tidak sabar itulah yang akan menghancurkannya."

Kereta kuda tiba-tiba berhenti dengan mendadak, membuat Elena sedikit terhuyung ke depan. Sebelum dia sempat jatuh, sebuah tangan kekar yang kuat mencengkeram pergelangan tangannya dengan lembut namun tegas, menahan posisinya. Elena menatap Killian, wajah mereka kini berada dalam jarak yang sangat dekat. Aroma maskulin yang bercampur dengan wangi samar tembakau dan anggur dari tubuh Duke membuat jantung Elena berdegup sedikit lebih cepat.

"Hati-hati, Nona Elena," bisik Killian, matanya terkunci pada manik mata Elena. Pria itu tidak langsung melepaskan tangannya, seolah menikmati kehangatan kecil di tengah dinginnya malam.

Elena berdeham pelan, mencoba mempertahankan ketenangannya yang mulai goyah oleh kedekatan fisik ini. "Terima kasih, Yang Mulia." Setelah Killian melepaskan cengkeramannya, Elena memperbaiki posisi duduknya dan melihat ke luar. "Ada apa di luar?"

Kusir kereta membuka jendela kecil penghubung. "Mohon maaf, Yang Mulia Duke. Ada sekelompok penyamun yang menutup jalan di depan. Tampaknya ini adalah serangan yang disengaja."

1
Pelangi Jingga
ceritanya di ulang trus
jenny
pelayan setianya ganti kak? bukannya namanya Yana?
jenny
Misha atau Dara
Nycthophile
banyak bener nih adik tiri punya nama😌
jenny: ha ha hs
total 1 replies
Nycthophile
Thor mohon maaf nih sebelum nya minta tolong kalo ada pergantian nama karakter kasih tau Thor soal nya nama adik tiri nya Elena ganti ganti terus 🙏😔
jenny: saya pikir bukan cuma saya yang bingung cz banyak nama di setiap chapter... 🤭 atau mungkin adik tirinya lebih dari satu dan semuanya tergila-gila dengan Gavin 😄
total 1 replies
Nycthophile
nama adik tiri nya yang benar Mya atau Misha Thor😔
Nycthophile
lagi perasaan tiga bab udah di ulang terus😔
Nycthophile
nama adiknya ganti ya terus Thor awalnya Dara abis itu Misha sekarang Mya😔
Siskasuryaningsih
namanya semua di ganti2, eh bambang lu ye, buat kepala ane pening tau, 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!