Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Yang Kecewa
Anna bangun, dia langsung membuka pintu kamar kosnya membuka jendela. Setelah itu dia cuci muka, minum air putih dan bersiap untuk joging.
"Cuaca bagus, cocok joging dulu."
Anna sudah berada di gerbang kosannya. Dia sedang memikirkan arah joging. Dia berencana mengitari lapangan di depan bangunan gereja, makanya dia memilih ke arah kiri kosan. Earphone, topi, lagu kesukaan siap menemani Anna joging pagi ini.
Daniel baru saja keluar dari rumah dengan motornya. Dari jauh dia melihat sosok perempuan yang dia kenal lagi joging. Baru pukul enam lewat sepuluh menit.
"Seksi amat. Tidak bisa di biarkan begini nih..." Daniel sadar, kenapa dia merasa susah melihat Anna berpakaian seperti itu. Lagian itu haknya Anna kan? Daniel melamun kembali melihat Anna.
Bukan karena Anna tidak cocok berpakaian seperti itu, namun Anna sangat telihat cantik, Daniel takut banyak yang suka sama dia. Daniel menjalankan motornya. Ternyata dilihat Anna berbelok menuju gereja. Daniel berpikir pasti ada joging mengelilingi lapangan di depan gereja.
Sampai di kosan, Anna mulai menyiapkan sarapannya dan mulai memikirkan menu makan siang simpel dan enak. Karena di kulkas ada ayam dan sayur - sayuran. Makan Anna berpikir untuk makan siang buatkan lalapan ayam lengkap. Kebetulan ada empat potong paha ayam, dimarinasi dan di ungkap.
Jam dua belas siang Anna sudah selesai masak. Sesuai ide pertama makan siang kali ini ayam lalapan. Ruang tamu kecil menjadi tempat dia makan siang bersama Daniel. Sesuai dengan janji, jam dua belas lewat sepuluh menit Daniel datang ke kosan Anna.
Anna tidak berpakaian istimewa untuk menyambut Daniel. Baju sehari - hari berwarna kuning yang digunakan. Makanan sudah Anna atur di meja.
"Karena tempatnya kecil jadi kita makan disini ya kak."
"Oke. Terima kasih sudah mau repot."
"Kalau masak segini gampang kak. Ngak susah."
"Berarti stok di kulkas sudah habis??"
"Iya. Kalau tidak nanti busuk kan."
Daniel tidak menyangka bahwa apa yang dibuat anak sangat enak. Sampai dua potong paha fia habiskan. Semua pas di mulutnya.
"Kamu pintar masak dek. Enak loh."
"Terima kasih. Senang kalau kaka suka"
Selesai makan Daniel yang membersihkan semua piring kotor yang di pakai makan. Karena yang di pakai masak sudah Anna bersihkan. Awalnya Anna menolak, namun Daniel tetap memaksa. Akhirnya Anna membersihkan buah yang Daniel bawa dan membersihkan ruang tamu yang di pakai makan tadi.
Daud Triyanto datang menyampaikan undangan rapat pemuda. Rencananya ada kegiatan sosial yang mau di lakukan sebelum hari ulang tahun pemuda gereja. Betapa kagetnya Daud melihat Daniel sedang mencuci piring di kosan Anna.
"Ada tamu juga."
"Kak Daud. Saya undang kak Daniel makan siang bersama."
"Kok saya ngak di undang ya."
"Nanti ya kak."
"NGAK USAH."
"Lo.. Kak kok jawab begitu. Ngak papa dong kak Daud juga makan disini."
Daud yang melihat raut muka temannya Daniel, mengerti apa maksudnya. Dan dia juga ngak mau membuat Anna salah tingkah dengan keinginannya.
"Bercanda ya Anna. Saya kesini mengantar undangan rapat persiapan menjelang ulang tahun pemuda gereja."
"Oke kak. Saya usahakan ya."
"Terima kasih, aku pamit ya. Bro, aku pulang ya."
"Yo..." Anna kaget dengan jawaban dari Daniel. Dan melihat mukanya sepertinya dia sedang marah. Padahal tadi baik - baik saja. Selesai membersihkan piring bekas makan siang mereka. Anna sudah menyiapkan buah segar yang sudah dibeli Daniel buat makanan penutup mereka. Sambil membahas kegiatan besok.
Sebenarnya Anna yang memulainya. Dia yang menanyakan kegiatan menanam terumbu karang Daniel sih takut menanyakan karena mengingat ulahnya kemarin. Takut Anna marah.
"Dek, terima kasih ya. Aku kenyang banget."
"Sama - sama kak."
Karena sudah jam satu lewat tiga puluh menit, saatnya Daniel harus kembali ke kesatuannya. Istirahat makan siang sudah mau selesai. Ini kali pertama ada laki - laki yang datang makan ke kamat kosannya. Kalau Juan sih sering datang itu pun bersama Amelia. Kalau kedatangan Daniel kali ini sangat istimewa, karena Anna sendiri masak makan siang.
Sore harinya Anna di ajak Juan dan Amelia nonton di bioskop XXI. Ada film kesuakaan mereka. Sebenarnya film itu sudah Anna nonton sendiri. Namun karena filmnya bagus, Anna senang di ajak oleh Juan dan Amelia untuk nonton bersama. Mereka bertiga janjian ketemu di mall.
Kali ini penampilan Anna sedikit casual, dia mengunakan celana jins dan kaos berwarna putih. Rambutnya sengaja di gerai saja. Karena baru selesai dia cuci keramas. Dia juga menggunakan jaket jins yang senada dengan celananya.
Pukul lima lewat tiga puluh menit, Anna tiba di bagian pintu depan mall, sudah ada Juan dan Amelia.
"Selamat datang tuan putri jam karet."
"Sori, aku ketiduran."
"Di maafkan." Anna tertawa dia langsung mengandeng Amelia dan Juan menuju eskalator untuk naik ke lantai empat. Karena disitu bioskop tujuan mereka berada. Ketika mereka mau menuju lantai tiga, Anna tidak sengaja melihat Daniel bersama Maria berada di eskalator turun ke lantai dua. Dan sialnya mata mereka bertemu. Anna dengan cepat langsung mengalihkan pandangannya.
"Anna...... Anna."
"Gila mata hantu juga."
"Ada yang memanggil kamu Anna. Cowok ganteng. Dan dia menuju kita. Meninggalkan ceweknya. Oooo... Om tentara yang ganteng itu Anna."
"Apa sih kamu, Lia. Ribut tahu."
"Anna ..... Anna. Tunggu." Daniel benar - benar menyusul Anna meninggalkan Maria Grace dalam kebenciannya.
Sementara itu, teman - teman Maria sedang menenangkan Maria yang lagi marah. Dia tidak menyangka bahwa dua kali Daniel meninggalkannya setelah melihat Anna.
"Mall besar ini, kenapa sih harus bertemu pengamen itu."
"Sabar Mia... Sabar. Malu orang lihat."
Daniel sudah berhasil mengandeng tangan Anna. Namun di marahi oleh Juan Ricardo.
"Mau apa ya bro. Jangan narik tangan teman saya."
"Kamu siapa??"
"Kamu yang siapa??"
"Aku pacarnya Anna."
"WHAT !!!!PACAR.
"Anna kamu sudah punya pacar?? Kenapa tidak kenalkan kami."
"Kenalkan Letda Marinir Daniel Johanes."
"Tentara !!!"
Juan lupa laki - laki yang semalam mengantar Anna pulang adalah Daniel. Waktu Juan masuk ruang ujian. Daniel datang membawa baket bunga dan coklat, dia tidak melihat. Penyakit susah mengingat ini membuat Anna dan Amelia sedikit dongkol dengan sikap Juan Ricardo.
Anna masih di gandeng tangennya oleh Daniel. Dia berusaha melepaskan tangannya, namun genggaman Daniel begitu erat. Di lantai empat sangat banyak orang. Hal itu membuat Daniel menolak tawaran Maria nonton, dan ketika turun ke lantai dua rencana mereka mau makan saja. Namun bertemu dengan Anna dan rencana Maria untuk memiliki waktu bersama Daniel gagal. Dan betapa kecewanya dia melihat Daniel sudah masuk ke bioskop sambil mengandeng tangan Anna
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan