Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.
Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.
Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.
Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.
Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Bayangan Lin Jian, Kepala Tetua, dan senyum merendahkan Su Yuxin kembali berkelebat di benaknya.
Rasa sakit dihina dan diinjak-injak oleh mereka jauh lebih menakutkan daripada ancaman kematian di dalam gua ini.
"Aku tidak takut." ucap Lin Xiao dengan suara rendah yang penuh kepastian mutlak.
"Aku akan menelannya."
'Hahaha! Bagus!' tawa Kaisar Racun meledak memenuhi ruangan.
'Nyali yang luar biasa! Pantas saja Makam Para Raja memilihmu!'
Tap.
Lin Xiao melangkah maju dan merogoh ke dalam kotak kayu hitam tersebut.
Tangannya menyentuh sebuah bola kristal kecil seukuran kelereng yang terasa sangat dingin seperti es.
Sss.
Kulit jari-jari Lin Xiao langsung mendesis dan melepuh seketika saat menyentuh kristal itu.
Rasa sakit yang luar biasa menjalar dari ujung jarinya langsung ke saraf otaknya.
Namun Lin Xiao hanya mengertakkan giginya tanpa mengeluarkan suara erangan sedikit pun.
Dia mengambil Inti Racun Surgawi itu dan menatapnya sejenak.
"Untuk ayahku, dan untuk pembalasan dendamku." gumam Lin Xiao.
Glek.
Lin Xiao memasukkan inti racun itu ke dalam mulutnya dan menelannya secara langsung.
Blub.
Inti itu meluncur melewati tenggorokannya seperti bongkahan bara api yang dicelupkan ke dalam lahar mendidih.
Lin Xiao langsung jatuh berlutut memegangi leher dan perutnya yang terasa meledak.
"Aaaargh."
Raungan rasa sakit yang sangat mengerikan akhirnya keluar dari mulut Lin Xiao.
Rasa sakit kali ini puluhan kali lipat lebih menyiksa daripada saat dia berlatih Teknik Penguasa Darah di dalam bak mandi.
Setiap tetes darah di dalam tubuhnya terasa seperti sedang dididihkan dan digantikan oleh cairan asam korosif.
Urat-urat hijau yang tebal bermunculan di wajah, leher, dan kedua tangannya.
'Putar Teknik Penguasa Darahmu sekarang!' teriak Kaisar Pedang Haus Darah dengan panik.
'Gunakan energi darahmu untuk membungkus racun itu sebelum dia mencapai jantungmu!'
Lin Xiao tidak bisa menjawab, dia hanya bisa memusatkan seluruh sisa kesadarannya untuk memutar energi kultivasinya.
Darahnya yang semula berwarna merah pekat perlahan-lahan mulai bercampur dengan warna hijau dari racun tersebut.
Krak. Krak.
Suara tulang yang retak dan menyambung kembali terjadi berulang-ulang dengan tempo yang sangat cepat.
Tubuh Lin Xiao sedang dihancurkan dan dibangun ulang oleh Inti Racun Surgawi itu secara bersamaan.
'Bagus, teruslah bertahan!' suara Kaisar Racun terdengar mengamati dari luar tubuhnya.
'Jika kau berhasil mengasimilasi inti ini, darahmu sendiri akan menjadi senjata mematikan yang paling mengerikan.'
Waktu terasa berjalan sangat lambat bagi Lin Xiao yang sedang berada di ambang kematian.
Setiap detiknya adalah siksaan yang membuat akal sehatnya hampir hancur berkeping-keping.
Wush.
Setelah lima belas menit yang terasa seperti neraka, fluktuasi energi hijau yang sangat dahsyat meledak dari tubuh Lin Xiao.
Ledakan energi itu menyapu seluruh ruangan batu, menghancurkan altar teratai dan membuat kerangka Kaisar Racun menjadi debu.
Energi hijau itu tidak berhenti di sana, ia menembus dinding gua dan melesat ke atas tanah Hutan Kabut Berdarah.
Sebuah pilar cahaya hijau yang samar terbentuk selama beberapa detik di tengah hutan sebelum akhirnya menghilang.
Di dalam ruangan batu, Lin Xiao ambruk tertelungkup di lantai dengan napas terengah-engah.
Seluruh tubuhnya basah oleh keringat hitam berbau busuk, hasil dari pembersihan sumsum terdalam oleh racun surgawi.
"A-aku masih hidup." gumam Lin Xiao dengan suara yang sangat parau dan lemah.
'Kau berhasil, Nak.' puji Kaisar Racun Tanpa Wujud, auranya kini telah kembali menyatu ke dalam Makam Para Raja di tubuh Lin Xiao.
'Mulai sekarang, tubuhmu kebal terhadap ribuan jenis racun mematikan di dunia ini.'
'Dan kau bisa menyalurkan racun itu melalui aura membunuhmu.' tambah sang kaisar dengan bangga.
'Gabungkan racunku dengan teknik pedang si Gila Darah, dan kau akan menjadi teror sesungguhnya.'
Lin Xiao tersenyum tipis mendengar hal itu.
Dia mencoba bangkit berdiri, merasakan kekuatan di dalam tubuhnya telah melonjak sangat jauh.
Meskipun kultivasinya tetap berada di tahap Pembentukan Dasar tingkat ketiga, namun kualitas energi di dalam Dantiannya kini sangat mengerikan.
Energi merah darahnya kini memiliki kilau hijau zamrud di dalamnya.
Namun, kegembiraan Lin Xiao tidak berlangsung lama.
'Lin Xiao, gawat!' teriak Kaisar Pedang Haus Darah dengan nada yang sangat tegang dan serius.
'Ledakan energi racunmu tadi telah menarik perhatian tamu yang tidak diundang.'
Lin Xiao langsung menajamkan pendengarannya dan menghentikan sirkulasi energinya.
"Tamu tak diundang? Monster tingkat tinggi?" tanya Lin Xiao.
'Bukan monster.' jawab Kaisar Pedang.
'Aku merasakan tiga fluktuasi energi manusia yang sangat kuat sedang meluncur turun dari langit menuju hutan ini.'
'Kultivasi mereka berada di tahap Inti Emas, jauh di atas kemampuanmu saat ini.' jelas sang kaisar dengan cepat.
'Mereka pasti menyadari pilar cahaya racun tadi dan mengira ada harta karun alam yang lahir.'
Wajah Lin Xiao seketika berubah menjadi pucat.
Kultivator tahap Inti Emas adalah legenda di Kota Jade River. Bahkan Kepala Tetua klannya pun belum mencapai tahap itu.
Jika kultivator sekuat itu menemukannya di sini, mereka pasti akan membunuhnya untuk merebut rahasia di dalam tubuhnya.
"Aku harus pergi dari sini, sekarang juga." ucap Lin Xiao dengan panik.
'Tarik kembali semua energi racun dan darah ke dalam Dantianmu.' instruksi Kaisar Racun dengan tenang.
'Gunakan teknik menyembunyikan nafas yang ada di dalam ingatan warisanku, itu akan membuatmu terlihat seperti batu mati di mata mereka.'
Lin Xiao segera mengemas Inti Logam Bumi dan Rumput Tulang Besi ke balik bajunya rapat-rapat.
Dia memejamkan mata sejenak, mengakses ingatan dari warisan Kaisar Racun.
Wush.
Dalam hitungan detik, seluruh aura kehidupan, kultivasi, bahkan panas tubuh Lin Xiao menghilang sepenuhnya tanpa jejak.
Dia kemudian berlari secepat kilat keluar dari ruangan batu itu, menyusuri lorong panjang kembali ke arah mulut gua.
Duarr.
Baru saja Lin Xiao tiba di area mulut gua tempat bangkai beruang berada, sebuah tekanan udara yang sangat mengerikan menghantam tanah dari atas langit.
Dua sosok berpakaian jubah putih panjang melayang turun dan mendarat tepat di atas bongkahan batu besar.
Lin Xiao langsung menahan napasnya dan bersembunyi di balik semak-semak yang rimbun, tubuhnya tidak bergerak sedikit pun.
Jantungnya berdebar sangat kencang, namun teknik penyembunyian dari Kaisar Racun bekerja dengan sangat sempurna.
"Energinya berasal dari sekitar sini, Saudara Seperguruan." ucap salah satu pria berjubah putih itu dengan suara angkuh.
"Tapi kenapa itu tiba-tiba menghilang?"
"Pasti ada binatang buas tingkat tinggi yang tidak sengaja memakan harta karun itu." jawab pria satunya sambil menatap bangkai Beruang Sisik Darah di dekat gua.
Lin Xiao terus menempelkan tubuhnya ke tanah lumpur, menanti kedua sosok menakutkan itu pergi dari wilayah tersebut.
Dia tidak tahu siapa mereka, tapi yang pasti, dunia kultivasi ternyata jauh lebih luas dan berbahaya dari yang pernah dia bayangkan.