NovelToon NovelToon
Dendam Dan Cinta

Dendam Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nafsienaff

Bagi Bara Mahendra, lima belas tahun lalu adalah malam jahanam yang merenggut segalanya. Di bawah guyuran hujan lebat, ia dipaksa menyaksikan kematian tragis kedua orang tuanya akibat sabotase keji.

Sebuah nama yang dibisikkan sang ibu sebelum mengembuskan napas terakhir melekat abadi di kepala Bara: Darma Amartya. Sejak detik itu, Bara bersumpah akan menukar masa mudanya demi satu tujuan tunggal—balas dendam.

Kini, Bara kembali sebagai pengusaha muda yang dingin, genius, dan penuh taktik. Baginya, kematian terlalu instan dan mudah untuk seorang Darma.

Pria tua itu harus merasakan penderitaan yang jauh lebih menyiksa, yaitu melihat permata paling berharga dalam hidupnya hancur berkeping-keping: Senja Amartya, putri tunggalnya.

Senja adalah perwujudan dari namanya sendiri, hangat, tulus, dan murni. Ia tidak tahu-menahu tentang dosa masa lalu sang ayah. Ketika perusahaan ayahnya berada di ambang kebangkrutan, Bara hadir layaknya seorang kesatria penyelamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siksaan Di Depan Mata

Hujan badai kembali mengguyur kota, seolah ikut mengiringi kepedihan yang kian menumpuk di dalam hati Senja.

Sejak malam kedatangan Olivia Wijaya yang pertama, penthouse mewah milik Bara Mahendra tidak lagi menjadi penjara yang sunyi, melainkan sebuah panggung teater yang kejam. Bara sengaja membiarkan Olivia datang hampir setiap malam, mengubah rumah tangga yang dingin menjadi ruang penyiksaan mental bagi sang istri sah.

Malam itu, Senja sedang berlutut di lantai ruang keluarga, menggosok noda bekas minuman yang sengaja ditumpahkan Olivia beberapa jam lalu. Tubuhnya terasa begitu lelah, dan kepalanya berdenyut nyeri akibat kurang istirahat.

Cklek.

Pintu lift terbuka. Bara melangkah masuk ke dalam ruangan tanpa mengenakan jas kerjanya, hanya kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku. Di belakangnya, Olivia menyusul dengan langkah anggun. Wanita itu mengenakan gaun sutra tipis berwarna satin yang melekat ketat pada lekuk tubuhnya.

Bara tidak melirik Senja yang sedang berlutut di lantai sedikit pun. Ia langsung berjalan menuju sofa kulit besar, lalu mendudukkan dirinya di sana.

"Bara, aku lelah sekali setelah mengurus proyek pameran tadi," keluh Olivia dengan nada manja. Tanpa ragu, ia langsung duduk di samping Bara, menyandarkan kepala indahnya di dada bidang pria itu, lalu melingkarkan kedua lengannya di leher Bara.

Bara tidak menjauh. Sudut bibirnya justru terangkat, membentuk senyuman hangat yang tidak pernah sekalipun ia perlihatkan pada Senja. Tangan besar Bara bergerak mengusap rambut panjang Olivia dengan lembut.

"Kalau lelah, kenapa tidak istirahat di kamar saja? Aku bisa menyuruh orang untuk menyiapkan keperluanmu."

Senja yang berada hanya beberapa meter dari mereka merasakan dadanya seperti dihantam batu besar. Goresan di tangannya yang terkena sabun pembersih terasa perih, namun rasa perih itu kalah telak oleh rasa sakit melihat suaminya memberikan kehangatan mutlak pada wanita lain tepat di depan matanya.

"Aku mau istirahat di sini, tapi bersamamu," bisik Olivia lembut, sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Senja. Ia mendongak, menatap bibir Bara dengan pandangan penuh gairah.

Bara menangkap kilatan cemburu dan luka di mata Senja yang diam-diam memperhatikan mereka. Untuk semakin membakar hati Senja, Bara menundukkan kepalanya, mendekatkan wajahnya pada Olivia, dan mengecup bibir wanita itu dengan mesra di depan istrinya sendiri. Ciuman itu berlangsung cukup lama dan intim, sengaja diperlihatkan sebagai penegasan bahwa Senja sama sekali tidak memiliki arti di rumah ini.

Senja seketika memalingkan wajahnya, memejamkan mata rapat-rapat sementara air matanya luruh membasahi pipi. Tangannya yang memegang kain lap gemetar hebat. Ia ingin sekali berlari ke kamar dan bersembunyi, namun ia terlalu takut untuk bergerak tanpa izin Bara.

"Hei, pelayan," panggil Olivia tiba-tiba setelah tautan bibir mereka terlepas. Ia menatap Senja dari atas sofa dengan pandangan menghina.

"Amankan sepatu hak tinggiku di depan, lalu buatkan kami dua gelas teh chamomile hangat. Antarkan langsung ke sini."

Senja menghapus air matanya dengan cepat menggunakan punggung tangan, lalu berdiri dengan kepala tertunduk.

"Baik, Nona Olivia," cicitnya parau.

Saat Senja berjalan melewati sofa untuk mengambil sepatu Olivia, Bara tiba-tiba menarik pinggang Olivia agar duduk di atas pangkuannya. Olivia memekik manja, melingkarkan kakinya di pinggang Bara sambil tertawa renyah.

"Kau lihat, Olivia?" ucap Bara, suaranya terdengar berat dan sengaja ditujukan untuk menusuk rungu Senja.

"Di rumah ini, kau jauh lebih berharga daripada siapa pun. Tempatmu adalah di sisiku, bukan di lantai seperti dia. Jangan pernah menyamakan kelasmu dengan anak seorang pembunuh yang hanya pantas melayani."

Senja menghentikan langkahnya sejenak. Kata-kata Bara malam ini terasa seperti belati yang menguliti harga dirinya sampai habis. Ia mempercepat langkahnya menuju dapur, membiarkan punggungnya gemetar karena tangis yang ia tahan sekuat tenaga di balik dinding pembatas.

Di atas sofa, Bara tetap memeluk Olivia, namun pandangan matanya beralih menatap kosong ke arah lorong dapur tempat Senja menghilang. Ada riak bersalah yang samar di sudut hatinya melihat kerapuhan Senja yang kian terkikis, namun bayangan kematian tragis orang tuanya 15 tahun lalu kembali mengeraskan hatinya. Ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa setiap tetes air mata yang dikeluarkan Senja adalah bayaran yang setimpal.

Bersambung

1
sri susanti
semoga olivia dpt balasan yg setimpal,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!