NovelToon NovelToon
Sistem Ekstraksi Surgawi

Sistem Ekstraksi Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
​Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
​Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
​[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
​Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Badai di Luar Gerbang

​Sebelum melangkah keluar dari Istana Pewarisan, Ye Xuan mengeluarkan kotak giok yang diberikan oleh sisa roh Kaisar Pedang. Di dalamnya, sebuah benih bercahaya seputih salju melayang pelan, memancarkan Hukum Dao Pedang yang sangat murni dan lurus.

​Bagi kultivator pedang beraliran lurus, benih ini adalah harta karun yang bisa membuat mereka menjadi Dewa Pedang. Namun bagi Ye Xuan yang memiliki Niat Kehancuran, ini ibarat air suci yang dituangkan ke dalam lautan api hitam.

​"Sistem. Ekstrak dan Sintesis dengan Niat Pedang Kehancuran."

​[Ding! Mengekstrak 'Benih Dao Kaisar Pedang (Tingkat Suci - Fragmentaris)'.]

[Peringatan: Atribut berlawanan dengan energi Inang! Memaksa asimilasi melalui Akar Spiritual Melahap Surga!]

[Asimilasi berhasil!]

[Memperoleh: Pemahaman Hukum Ruang Pedang (Tingkat Dasar)!]

[Niat Pedang Kehancuran milik Inang menyerap pencerahan dan berevolusi menjadi: Domain Pedang Kehancuran (Tingkat Surga - Menengah)!]

​"Domain Pedang," Ye Xuan tersenyum puas.

​Kini, ia tidak hanya bisa melepaskan tebasan kehancuran, tetapi juga mampu menciptakan radius sepuluh meter di sekitarnya di mana hukum kehancuran mutlak berlaku. Siapa pun yang masuk ke domain ini tanpa pelindung yang memadai akan terkoyak menjadi debu oleh niat pedangnya.

​TRRRUUUMMM...

​Tiba-tiba, ruang di sekitarnya bergetar hebat. Makam Pedang Kuno mulai runtuh setelah pewarisannya diambil dan energi iblis penjaganya musnah. Sebuah pusaran teleportasi perak terbuka di atas kepala Ye Xuan, menariknya keluar dari alam rahasia secara paksa.

​Di luar Makam Pedang, Hutan Iblis.

​Suasana di tepi kawah raksasa sangat mencekam. Jika awan hitam bisa menggambarkan perasaan, maka saat ini langit di atas Hutan Iblis dipenuhi oleh badai kemurkaan.

​Tiga tokoh besar dari tiga sekte terkuat di Wilayah Utara melayang di udara, wajah mereka sehitam pantat kuali.

​Tetua Agung Zhao Wu dari Sekte Pedang Berkabut memancarkan aura Puncak Alam Inti Emas yang membuat pepohonan di sekitarnya layu. Di tangannya, ia memegang puluhan Kertas Jiwa (Life-Slip) milik murid-murid elit dan Feng Wuhen yang telah hancur menjadi abu.

​Di sebelahnya, Penatua dari Sekte Darah Hitam dan Paviliun Awan Hijau mengalami hal yang sama. Kertas Jiwa milik Tuan Muda Mo, Xue Kuang, Lin Hao, dan Peri Yun Yan... semuanya hancur!

​Seluruh generasi jenius kebanggaan Wilayah Utara telah musnah!

​"Siapa... SIAPA YANG BERANI MEMBANTAI SELURUH MURID ELITKU?!" raung Penatua Sekte Darah Hitam, matanya merah menyala.

​"Pasti ada Iblis Kuno yang bangkit di dalam sana!" sahut Penatua Paviliun Awan Hijau dengan suara gemetar. "Bahkan Peri Yun Yan dengan artefak pelindungnya tidak selamat!"

​Namun Zhao Wu tetap diam. Wajahnya berkedut menahan amarah yang bisa membakar lautan. Cucunya dibunuh sebelum masuk makam, dan kini seluruh bibit unggul sektenya dibantai di dalam makam. Dan yang lebih parah, Tetua Ku yang ia susupkan secara rahasia juga tewas!

​"Siapa pun yang keluar hidup-hidup dari portal itu, tangkap mereka! Ekstrak ingatan mereka! Aku ingin tahu monster apa yang telah membunuh anak-anak kita!" perintah Zhao Wu dengan nada mutlak.

​BZZZZT!

​Pilar cahaya perak di tengah kawah mulai berkedip, menandakan penutupan makam. Beberapa lusin kultivator pengembara dan murid sekte kecil yang tidak berani masuk terlalu dalam ke makam terlempar keluar. Mereka mendarat di tanah dengan wajah pucat dan kebingungan.

​"TANGKAP MEREKA!"

​Ratusan penjaga dari ketiga sekte besar langsung mengepung para penyintas yang malang itu. Zhao Wu sendiri melesat turun, mencengkeram leher seorang kultivator pengembara dan langsung memasukkan energi Qi-nya ke dalam otak kultivator itu untuk membaca ingatannya secara paksa.

​"AARGHH!" Kultivator itu menjerit, matanya berdarah.

​"Tidak ada... Mereka tidak melihat apa-apa! Hanya badai energi di pusat makam!" Zhao Wu membuang kultivator yang otaknya sudah rusak itu seperti sampah.

​Tepat pada saat keputusasaan dan kemarahan para Tetua memuncak, pilar cahaya perak memuntahkan satu sosok terakhir sebelum akhirnya tertutup dan menghilang sepenuhnya.

​Sosok itu mendarat di atas sebuah batu besar dengan langkah yang sangat ringan. Pakaiannya berwarna hitam pekat, dan sebilah pedang biru es—Pedang Embun Beku—disandarkan dengan santai di bahunya.

​Awalnya, para Tetua tidak terlalu memperhatikannya. Namun, wajah pemuda itu perlahan berubah. Penyamaran udiknya mencair, menampilkan garis wajah tegas, kulit pucat, dan sepasang mata sedingin malam tanpa bintang.

​Saat melihat wajah itu, Zhao Wu merasa seolah disambar petir di siang bolong. Tubuh tuanya menegang, matanya membelalak lebar.

​"K-Kau... Ye Xuan?!" Suara Zhao Wu menggelegar, campuran antara keterkejutan yang tak masuk akal dan kemurkaan.

​Seluruh murid Sekte Pedang Berkabut yang berjaga di luar ikut tersentak.

​"Ye Xuan? Bukankah dia murid jenius yang Dantiannya dihancurkan Tuan Muda Zhao dan dibuang ke Tebing Mayat?!"

"Itu benar-benar dia! Bagaimana dia bisa hidup?!"

"Tunggu, lihat auranya! Puncak Pondasi Spiritual! Mustahil!"

​"Ye Xuan..." Zhao Wu melayang perlahan mendekati pemuda itu. Auranya mengunci seluruh ruang di sekitar Ye Xuan. "Kau masih hidup. Dan fluktuasi Qi di tubuhmu... Jangan bilang padaku, kau yang mencuri Akar Spiritual cucuku dan membunuhnya?!"

​Ye Xuan menatap Tetua Agung yang melayang di atasnya dengan ekspresi datar yang sangat meremehkan.

​"Kau salah, Orang Tua," jawab Ye Xuan jernih. "Aku tidak mencurinya. Akar spiritual itu adalah milikku sejak awal. Aku hanya mengambilnya kembali, beserta nyawa cucumu sebagai bunganya."

​Pengakuan itu meledak bagaikan bom nuklir di telinga Zhao Wu.

​"BAJINGAN DEMONIK! MATI KAU!"

​Zhao Wu kehilangan seluruh kewarasannya. Ia tidak peduli dari mana Ye Xuan mendapatkan kultivasinya kembali. Ia hanya ingin merobek pemuda ini menjadi ribuan potongan daging!

​Zhao Wu mengangkat telapak tangannya. Energi Puncak Inti Emas meledak, memadatkan Qi di udara menjadi sebuah gunung emas raksasa ilusi seberat puluhan ribu ton, langsung menekan turun ke arah Ye Xuan!

​Teknik Penekan Surga Inti Emas!

​Melihat serangan setingkat dewa itu, para penyintas dan murid sekte lain menjerit dan berlarian mundur. Tekanan gunung emas itu meremukkan tanah di sekitar Ye Xuan dalam radius seratus meter menjadi kawah dalam.

​Namun, di pusat kawah tersebut, Ye Xuan bahkan tidak menekuk lututnya sedikit pun.

​Ia menengadah, menatap gunung emas yang menukik ke arahnya. Senyum dingin tersungging di bibirnya.

​"Dulu, saat kau berdiri di atas panggung sekte, menatapku seolah aku adalah serangga yang pantas dibuang... Aku bersumpah akan merobek kesombonganmu," bisik Ye Xuan, suaranya diperkuat oleh Qi hingga terdengar oleh seluruh orang di lembah itu.

​Ye Xuan menarik Pedang Embun Beku dari bahunya.

​"Domain Kehancuran. Buka."

​WUUUUUSSSHH!

​Sebuah cincin energi berwarna hitam mutlak meledak dari tubuh Ye Xuan, meluas hingga sepuluh meter. Segala sesuatu yang menyentuh domain ini—baik tanah, udara, maupun debu—langsung hancur menjadi ketiadaan.

​Ye Xuan mengayunkan pedangnya ke atas, lurus menuju gunung emas raksasa tersebut.

​"Belah."

​BZZZZZT—KRAAAAK!

​Sebuah garis pedang hitam vertikal setipis helaian rambut melesat dari ujung pedang Ye Xuan. Saat garis hitam itu menyentuh dasar gunung emas raksasa milik Zhao Wu...

​Dunia seolah berhenti sedetik.

​Lalu, diiringi suara retakan kaca yang memekakkan telinga, gunung emas raksasa bertenaga Puncak Inti Emas itu terbelah menjadi dua bagian sempurna! Niat Kehancuran melahap energi emas itu dari dalam, membuatnya meledak menjadi badai energi yang tak berbahaya di langit, memuntahkan hujan cahaya keemasan.

​"A-APA?!"

​Mata Zhao Wu nyaris pecah melihat serangan puncaknya dihancurkan hanya dengan satu tebasan biasa oleh seorang kultivator Pondasi Spiritual!

​Penatua Sekte Darah Hitam dan Paviliun Awan Hijau yang tadinya menonton juga mundur selangkah, kulit kepala mereka mati rasa. Membelah sihir Inti Emas dengan fisik dan Niat Pedang? Monster macam apa remaja ini?!

​Ye Xuan perlahan melayang naik ke udara, berdiri sejajar dengan Zhao Wu. Tubuh perunggunya memancarkan dominasi yang mutlak.

​"Giliranmu sudah habis, Zhao Wu," ucap Ye Xuan, menodongkan pedangnya lurus ke arah dahi Tetua Agung. "Sekarang, berikan Inti Emasmu pada Sistemku."

​Mendengar kata-kata arogan itu, ketakutan di hati Zhao Wu berubah menjadi rasa malu dan murka yang tak tertahankan.

​"KAU HANYA PONDASI SPIRITUAL! JANGAN SOMBONG!"

​Zhao Wu memuntahkan seteguk darah ke pedang panjangnya. Ia mengorbankan sebagian umurnya untuk memicu serangan terkuat dalam hidupnya. Namun sebelum ia bisa mengayunkan pedang itu...

​Ye Xuan menggunakan Langkah Bayangan tingkat sempurna. Ia menghilang seketika, dan muncul kurang dari satu jengkal di hadapan Zhao Wu. Kecepatannya jauh melampaui reaksi seorang kultivator Inti Emas!

​Tangan kiri Ye Xuan melesat menembus pelindung Qi pelindung Zhao Wu layaknya menembus kertas tisu, dan langsung mencengkeram tenggorokan Tetua Agung itu dengan kekuatan Tubuh Tirani Tulang Emas.

​"T-Tidaaak... L-Lepaskan..." Zhao Wu tersedak, matanya penuh teror saat energi kematian hitam mulai merambat dari tangan Ye Xuan ke tubuhnya.

1
Night Watcher
percuma kalo cuma "100% kepastian" utk melarikan diri, mending gak usah beradapan dulu... 🤭🤭🤦
Night Watcher
wedeee... mau nekat kabur lu Ye????🤦
Night Watcher
untung bisa lolos kamu Ye... ⛷️🤦
Night Watcher
jangan dimatiin... mending hancurin pusat meridiennya, biar jd org yg sangat lemah dan dihina dimana2🤭
Night Watcher
lanjut baca.. gak banyak drama menderita...💪🤭
Night Watcher
seru nih kyknya.. mudah2an cocok dgn selera, dan bisa dijadikan hiburan bg org2 yg hobby baca2..🤭
TIEL
mampir novel gua cuy
Hadi Hadi
is good😍
Hadi Hadi
bantai🤭🤭💪
Hadi Hadi
up up😍
Hadi Hadi
semangat😍😍
Hadi Hadi
up🤭l
Hadi Hadi
lanjut💪😍
Hadi Hadi
mantap😍
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
sikat💪
Hadi Hadi
mantap💪💪💪
Hadi Hadi
bunuh😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!