Novel ini aku tulis berdasarkan kisah nyata dari seseorang, tapi disini aku menambahkan sedikit ceritanya..
Namaku Melati, aku memiliki seorang sahabat , Lani namanya, yang sudah ku anggap seperti saudara sendiri.
Tapi Lani dengan teganya mengkhianati aku. Ia menikah dengan suamiku secara diam diam.
Marah... benci dan kecewa... itu yang aku rasakan ketika aku mengetahui pengkhianatan suami dan sahabatku.
Aku mencoba bertahan dengan menerima Lani sebagai maduku karena ia lagi mengandung anak dari suamiku.
Akankah aku sanggup bertahan selamanya atau aku pergi meninggalkan suami dan sahabatku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab tujuh
Satu bulan kemudian.
Melati akhirnya menikah dengan Willy. Mereka hanya mengadakan pesta kecil saja. Semua ini atas permintaan Melati. Karena baginya tak ada guna pesta besar besaran hanya membuang uang saja.
"Sayang... akhirnya kamu menjadi milikku seutuhnya.... aku rasa bermimpi dapat memiliki dirimu"
"Mas.. aku juga rasanya bermimpi.. karena aku sudah menjadi istrimu saat ini"
"Aku berjanji akan membuat hari harimu bahagia terus bersamaku.. "
"Terima kasih mas... sudah membuat aku menjadi wanita paling beruntung, karena mendapatkan suami yang baik dan pengertian seperti kamu"
Terdengar suara ponsel Melati berdering. Ia melihat siapa yang menghubunginya malam begini.. tertera nama Lani..Melati segera menerima nya.
"Lani.. kamu jahat.. masa pesta pernikahan aku kamu tak bisa hadir, papa dan mama juga tidak mau hadir.. "
"Sayangku... jangan menangis. Aku, papa dan mama sebenarnya pengin banget menghadiri pesta pernikahanmu... tapi kami juga lagi berduka.. nenek aku dari pihak papa meninggal. Saat ini kami semua lagi di Batam.. "
"Maaf.. Lan.. aku tak tahu. Aku turut berduka cita. Semoga papa dapat tabah menghadapinya. Salam buat papa.. maaf juga aku tak bisa ke sana.. "
"Nggak apa apa.. papa pasti mengerti.. tak mungkin kamu meninggalkan suamimu.. malam pertama saja mungkin belumkan.. aku mengganggu malam pertama kamu nggak.. "
"Ngomong apaan sih Lan... "
"Ngomong ngomong kirim kan dong foto pernikahanmu... "
"Besok ya jika sudah aku dapatkan file nya.. "
"Bagaimana sih wajah suami kamu... mana yang lebih ganteng dari Bagas.. "
"Ganteng suami aku dong... "
"Wuih.. aku jadi iri nih... "
"Ha.. ha.. kamu nanti pasti juga dapat yang lebih ganteng.. tapi yang paling penting dari semua itu adalah kebaikan dan perhatian darinya... "
"Aku jadi nggak sabar ingin bertemu dan berkenalan dengan suamimu. Lelaki seperti apa yang bisa menaklukkan seorang Melati"
"Tapi janji ya jika kamu sudah melihatnya jangan pernah naksir ama suamiku.. ha. ha.. "
"Kalau aku juga naksir Gimana Mel.... "
"Aku tak akan mau lagi mengenalmu.. kita putuskan persahabatan kita"
"Begitu amat sih.. berarti aku sudah nggak berarti lagi ya bagimu... sekarang suami kamu yang nomor satu bagimu... "
"Iya dong... ha.. ha. Nggak lah.. aku tahu kamu tak akan pernah melakukan itu... kamu tak akan mau mengambil milikku... karena kamu adalah saudara dan sahabat terbaikku.. kalau liburan.. mainlah kesini.. atau jika suami aku ada waktu.. aku yang akan mengunjungimu disana"
"Oke sayangku.. sudah dulu ya.. ntar suami kamu marah kalau aku mengajak kamu ngobrol terus.. nggak jadi deh malam pertama nya nanti. Tapi besok jangan lupa ya ceritakan padaku bagaimana malam pertama mu"
"Lani.. Gilaaa... "
"Ha.. ha... aku ingin tahu bagaimana kehebatan suamimu"
"Sudah ah bicaramu sudah mulai ngawur "
"Duh yang nggak sabaran pengen malam pertama "
"Laaniii... awas ya... kalau kamu kesini aku benyek benyek kamu"
'Ha... ha.... "
Lani menutup sambungan ponselnya. Membuat Melati semakin kesal.
Melati melihat Willy memandangi wajahnya dengan intens.
"Mengapa memandanginya seperti itu banget sih.. mas"
"Kamu cantik banget sayang... "
"Gombal... "
"Aku bukan menggombal sayang.. kamu memang sangat cantik.. "
"Mas.. kamu buat aku malu saja "
Willy tambah merapatkan badannya ke Melati, ia membawa Melati ke dalam pelukannya.
"Sayang... boleh kan aku meminta hak ku malam ini juga"bisik Willy ditelinga Melati
"Tentu saja.. aku sudah menjadi milikmu seutuhnya mas"
Willy mulai mengecup seluruh bagian diwajah istrinya, dan setelah puas ia mulai turun ke leher. Mengecup, menghisap dan menggigit. Meninggalkan banyak jejak kepemilikannya.
Setelah puas dengan banyak jejak, Willy mulai membuka kancing baju Melati. Satu persatu kain yang melekat di tubuh Melati mulai dilecutinya.
Sekarang tampak Melati hanya mengenakan pakaian dalamnya. Melihat Willy yang memandangi tubuhnya dengan mata sayu yang penuh gairah.. Melati menjadi malu. Ia menutup dadanya dengan kedua tangannya.
"Mengapa sayang... "
"Aku malu mas... aku tak pernah berpakaian begini dilihat orang"
"Aku bukan orang lain.. aku suamimu. Bukankah kamu tadi bilang jika kamu sudah menjadi milik aku seutuhnya ,jadi kamu tak perlu menutupinya.. semua yang ada pada dirimu adalah milikku"
"Iya mas.. aku memang milikmu seutuhnya.."
Willy membuka bra yang dikenakan Melati, memperlihatkan pemandangan yang indah.
Willy mulai mengecup,menghisap dan menggigit dada Melati, kembali meninggalkan banyak sekali jejak kepemilikannya.
Melati melenguh.. merasakan suatu gelenyer aneh didirinya. Tanpa sadar ia mendesah, membuat Willy makin semangat mengabsen seluruh bagian tubuh Melati.
Setelah puas bermain dengan tubuh Melati, Willy mulai menyatukan tubuh mereka.
"Mungkin ini akan terasa sedikit sakit diawal,nanti setelah terbiasa.. semuanya akan terasa lebih enak"bisik Willy Dan menggigit telinga Melati.
Ketika Willy penyatukan tubuhnya dengan Melati, terdengar Melati merintih kesakitan, untuk mengalihkan rasa sakit yang dirasakan Melati.. Willy melum*t bibirnya.
Setelah tubuh mereka benar benar menyatu dan akhirnya mereka sampai kepuncak rasa kenikmatan, Willy melepaskan penyatuannya dan tidur disebelah Melati dan mengecup dahi istrinya yang penuh dengan peluh.
"Nanti kita ulangi lagi, biar tubuhmu terbiasa dengan tubuhku dalam penyatuan... "bisik Willy.
"Mas.. "hanya itu yang Melati ucapkan.
"Sekarang tidurlah... istirahat sebelum dilanjutkan lagi. "
Willy membawa kepala Melati ke dalam dadanya. Hingga Melati tertidur. Willy mengecup pucuk kepala Melati.
"Sayang... aku tak pernah mengira aku akan dapat mempersunting dirimu menjadi istriku. Dengan susah payah aku meyakinkan mama buat menerimamu. Sampai aku harus berdebat dan bertengkar.. dengan ancaman barulah mama mau menerimamu. Sejak pertama melihatmu, aku sudah jatuh cinta padamu.. aku tak tahu apa yang membuat aku sampai ingin cepat menikahimu, padahal sebelumnya aku tak pernah berniat untuk menikah secepatnya... tapi sejak aku dekat denganmu, aku ingin rasanya cepat menikahimu, aku takut kamu akan direbut orang... "
*********************
Terima kasih buat seluruh pembaca setia novel ini. Mohon maaf jika alur ceritanya terkesan tergesa gesa.Novel ini diambil dari kisah nyata dari seseorang yang menceritakan tentang kehidupan rumah tangganya. Jadi cerita ketika mereka jatuh cinta aku tak begitu tahu, makanya aku percepat saja kepernikahan.
ternyata ada ya, kisah nyata yg mirip kisah halu di dunia pernovelan..
ternyata main ku kurang jauh, hehehe..
semua memang telah ditakdirkan dan kita hanya tinggal menjalankan..
tetapi dalam menjalani kehidupan, kita jg diberi kesempatan untuk memilih mana jalan yg akan kita tempuh..
jadi walau semua telah ditakdirkan, tetapi kita jg tetap punya andil dalam memilih jalan yg akan dilalui..
rasanya bener2 gak habis pikir, sekeluarga dipenuhi dg laki2 yg suka mendua bahkan lebih..
semua perbuatan pasti ada balasannya..
dan semua tokoh telah mendapatkan balasannya sesuai dg perbuatan masing2..
semoga kita bisa menjadi pribadi yg selalu bersyukur dg apa yg kita punya dan terhindar dari penyakit hati, salah satunya iri dengki..
manusia memang tempatnya salah dan lupa..
tapi dengan belajar ilmu agama, kita bisa memilih jalan benar untuk ditempuh..
keren banget ceritanya mam..
kadang ikut kesel jg sama mama Elly terutama..
kok ada orang sesombong dan se-egois itu..
maunya menang sendiri dan gak mau disalahkan..
selalu berprasangka buruk dan keinginannya harus selalu dituruti..
oke deh mama, semoga sehat terus yaa..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
cuss lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️