Bagaimana rasanya terbangun di pagi hari dan mendapati dirimu memiliki dua kehidupan yang sepenuhnya berbeda?
Selama ini, hidup 'Bara' adalah sebuah komedi pahit. Bertubuh gemuk, pendek, dan selalu dilingkupi rasa tidak percaya diri, ia menjadi sosok tak kasat mata yang selalu diremehkan di lingkungan sosialnya. "Aku ini siapa?" menjadi pertanyaan retoris yang terus menghantui hari-harinya di kamar yang berantakan.
Namun, takdir memainkan lelucon yang teramat gila.
Tanpa ada penjelasan ilmiah maupun magis, Bara mendadak terbangun dengan dua tubuh yang terhubung pada satu jiwa yang sama.
Saat tubuh aslinya tertidur, kesadarannya berpindah ke tubuh seorang pria lain: sosok yang sempurna, tinggi, tampan, atletis, dan berbalut setelan jas mewah dengan latar belakang gemerlap kota metropolitan. Di satu sisi, ia adalah pria malang yang terpinggirkan; di sisi lain, ia adalah pangeran sempurna yang dipuja semua orang.
"ketika takdir memberikan mu dua tubuh, mana yg akan kamu pilih?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pekan Olahraga
Para siswa berkumpul dilapangan banyak olahraga yang akan di lombakan. Bara dan seluruh teman sekelasnya baru saja sampai dilapangan. Pekan olahraga di gelar setiap 2x dalam setahun dengan para OSIS yang menjadi panitia nya.
"wahh udah rame banget ternyata" ucap Ani
"iyaa njirr, liat tuh udah ada yang pemanasan" jawab Bella
tak lama salah satu panitia menghampiri mereka. Panitia itu bernama Faisal siswa jurusan musik.
"ehh kalian dari jurusan perhotelan kan?, 15 menit lagi kalian ada lomba atletik lari 100m buat cowo" ucap Faisal kepada siswa jurusan perhotelan
"lah habis ini dong?" tanya Bella
"iyaa bener, jadi siapa nih delegasi dari kelas kalian?" tanya Fasial, "ketua kelas nya siapa?" tanya Faisal kembali
"gue ketua kelas nya" jawab Toni sambil mengangkat tangan nya
"ohh Lo ketua nya, nama Lo Toni kan" kata Faisal
"iyaa gue Toni, buat lomba lari 100m kelas kita delegasikan Bara"
Bara yang dari tadi hanya menyimak saja sontak kaget dengan perkataan Toni karna Bara sama sekali tidak di beritahu apapun.
"ha?!, gue ini yg maju ton?" ucap Bara
"iyaa bar, Lo aja yang wakilin, nanti buat lomba yang lain kita discuss lagi, buat kali ini Lo aja yaa daripada gue buka penawaran" jawab Toni
"aduh gimana yakk?, jangan gue ton" ucap Bara berusaha menolak Toni
"udahlah bar gapapa, gue percaya sama Lo, postur Lo bagus" ucap Tino yang menyakinkan Bara.
"oke deh gue mau, kalo gitu gue pemanas dulu"
Bara pun melakukan pemanasan, awal nya ia hanya melakukan pemanasan normal saja. Sampai ia melihat salah satu siswa melakukan pemanasan yang berbeda dari siswa-siswi yang lain, siswa itu melakukan pemanasan ABC drill yaitu pemanasan yang biasa di gunakan atlet lari ketika akan memulai running.
"anj*ng tuh pemanasan nya kok beda gitu" batin Bara. "eh tapi kok kayak pernah liat di tv yaa"
"ohh iyaa anjirrr itu kan ABC drill yang biasa dilakuin altet sebelum mulai lari"
Bara mengamati dengan teliti setiap gerakan yang dilakukan siswa itu gerakan nya sangat smooth. Dengan tubuh Bara yang baru ia mampu menirukan setiap gerakan yang orang lain lakukan ini adalah salah satu kemampuan tubuh baru Bara.
Beberapa detik kemudian Bara mulai melakukan pemanasan yang sama persis seperti siswa itu lakukan.
"ehh liat itu si Robby kan?, yang baru juara satu di kejuaraan lari jarak pendek tingkat kota" ucap Bella kepada teman-temannya
"denger-denger si gitu" saut Melani
"wahh kalo gini ceritanya bisa-bisa kelas kita kalah gaisss" ucap Ani yang pesimis
"jangan gitu lah, kita juga belom bisa pastiin siapa yang menang, liat aja nanti" balas Cindy
"ehh tapi kalo di lihat-lihat ganteng juga si Robby" kata Bella
"duhh mulai deh si cegil mata keranjang satu ini" ucap Ani yang muak melihat teman nya itu
"Napa si? emang dia ganteng kok" jawab Bella yang sedikit kesal karna Ani mengatainya.
Kembali ke pertandingan lari jarak pendek (sprint). pertandingan sudah hampir di mulai para peserta sudah bersiap di garis start yang sudah di tentukan. Bara bersiap mengambil posisi ancang-ancang.
"ehh zi feeling Lo si Bara bakal menang ga?" tanya Arif pada Zian
Zian melihat Bara dengan ekspresi meremehkan. "gue si ga yakin yaa Rif, liat aja noh musuhnya, juara tingkat kota bro"
"iyaa juga si, kalo pun kita-kita yg maju belom tentu juga bisa menang lawan si Robby itu" saut arif
Wasit sudah bersiap di pinggir lintasan. Para peserta lomba masing-masing sudah mengambil posisi bersiap. Kemudian wasit mulai menghitung mundur
"3...."
"2...."
"1...."
"pritttttt" suara tiupan peluit
Bara yang mendengar suara peluit itu langsung melesat kedepan, fokus nya hanya berusaha berlari sekencang mungkin agar bisa memenangkan pertandingan.
"WUSHHHH"
Tubuh Bara melesat seperti peluru yang baru saja di tembak kan. Semua orang terperangah tidak percaya karna Bara begitu cepat dan berlari menjauh meninggalkan musuh-musuhnya dibelakang.
"anj*ng itu si Bara kenceng banget larinya cok" ucap Toni yang kaget melihat Bara melesat jauh meninggalkan musuhnya.
"iya anj*ng tuh anak kenceng juga lari nya, liat tuh si Robby aja sampe ketinggalan loh" tambah Iqbal yang juga terkejut melihat kecepatan Bara
Beberapa detik kemudian Robby mulai menyusul Bara. Ia berhasil memangkas jarak yang tadi lumayan terpaut jauh dari Bara namun bara tak menyerah ia terus berlari sekuat tenaga menuju garis finish
"gilaa Bara kenceng banget coyy larinya" ucap Bella sambil melotot melihat Bara
"biasa aja kali bel itu mata gausa sampe melotot gitu" kata Cindy
"tau tuh si Bella selalu kalo ada cowo keren dikit di puji-pujinya" tambah Ani
"yauda si mulut juga mulut gua, napa dah Lo berdua dari tadi sewot ke gue" jawab Bella dengan ekspresi kesal nya
"udahh gausa berantem gaiss, mending kita liat bara bisa menang apa ngga" ucap Melani yang menengahi pertikaian teman-temannya.
tinggal 5 meter lagi menuju garis finish bara terus berlari sekuat tenaga di belakang nya selisih kurang dari satu meter Robby mengejarnya dengan kecepatan yang luar biasa namun hingga di garis finish Robby sama sekali tak mampu menyusul Bara yang berada didepan nya.
Akhirnya pun Bara yang berhasil memenangkan pertandingan lari jarak pendek (Sprint)
"yeayyyy kelas kita menang!!" teriak Bella
"lo keren bangett bar, i love you" tambah Bella
"anj*ng mulut Lo bel gausa langsung to the point gitu napa" ucap Ani menegur Bella
"biarin sih orang bara emang my favorit boy" saut Bella
Bara yang baru menyelesaikan pertandingan menghampiri teman-temannya. Dengan napas yang tak teratur bara melangkah menuju teman-temannya.
"gilaa kerennn banget Lo bar" kata Toni
"iyaa bar gue ga nyangka Lo bisa ngalahin altet juara tingkat kota, sekali lagi tingkat kota!" seru Iqbal
"kebetulan aja kali ton bal, mungkin gue lagi beruntung aja" jawab Bara
euforia itu masih berlanjut teman-teman bara satu per satu memberikan selamat kepadanya, namun euforia itu belom selesai ada seseorang yang berjalan menghampiri kerumunan itu, yaa dia adalah Robby yang baru saja di kalahkan oleh Bara.
"selamat yaa atas kemenangan lo, gue ga nyangka bakal kalah tadi" ucap Robby sambil mengulurkan tangan nya
Bara yang melihat Robby memberikan selamat kepadanya lantas meyambut uluran tangan Robby. "makasi ya mungkin kebetulan aja tadi, tapi Lo keren si pantes Lo bisa menang kejuaraan tingkat kota"
Namun di balik momen itu ada Zian yang saat ini tatapan nya tertuju pada Bara, nafas nya memburu ia merasa kali ini bara berhasil mencuri perhatian semua orang.
"bangsat!! liat aja gue ga bakal kalah dari Lo bar"