NovelToon NovelToon
HEART'S OWNER

HEART'S OWNER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Mempunyai Mama yang tidak menyayanginya dan dikhianati oleh sang kekasih disaat lagi sayang-sayangnya membuat Belva memilih menjauh dan hidup sendiri tanpa cinta dari siapa pun.

Siapa sangka, Belva menjadi owner skincare sukses dan kaya raya. Disaat kehidupan Belva sudah sangat sempurna, Belva dipertemukan dengan seorang Tentara yang begitu sangat menyebalkan dan selalu membuat Belva darah tinggi.

Akankah Belva kembali menemukan cintanya? Adakah orang yang benar-benar tulus ditengah-tengah kondisi Belva yang sedang dilanda krisis kepercayaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 Berteman

Selama perjalanan, Belva terus saja menangis. “Mama jahat sekali, aku benci sama Mama,” batin Belva.

Mobil Belva pun berhenti karena lampu merah dan kebetulan sebelahan dengan mobil Mario. Mario menoleh ke samping dan dia menyunggingkan senyumannya melihat Belva. Tapi setelah diperhatikan, Mario melihat Belva mengusap air matanya.

“Kenapa dia nangis?” batin Mario.

Lampu berubah menjadi hijau, mobil Belva pun kembali melaju dan Mario memutuskan untuk mengikuti Belva. Entah kenapa Mario merasa kasihan dan khawatir kepada Belva, padahal dia sama sekali belum kenal dengan Belva. Hingga beberapa saat kemudian, mobil Belva pun berhenti di depan sekolah.

Belva keluar dari mobil dan hendak masuk ke dalam sekolah, tapi Mario dengan cepat menahan lengan Belva. “Hai!” sapa Mario.

Belva mengerutkan keningnya. “Maaf, kamu siapa?” tanya Belva sembari melepaskan tangannya.

“Kamu lupa sama aku? Padahal baru kemarin aku anterin kamu pulang,” sahut Mario.

“Ah, iya aku baru ingat. Terima kasih ya, kemarin sudah nganterin aku pulang dan sudah nganterin dompet aku juga yang ketinggalan di mobil kamu,” seru Belva.

“Sama-sama. Oh iya, kita belum kenalan,” seru Mario mengulurkan tangannya.

“Belva,” sahut Belva sembari membalas uluran tangan Mario.

“Aku Mario.”

Suara bel sudah terdengar berbunyi. “Ah, maaf aku harus masuk dulu,” seru Belva.

“Bel, boleh aku minta nomor ponsel kamu?” seru Mario.

Belva dengan cepat mengeluarkan kartu nama dan memberikannya kepada Mario. “Aku boleh hubungi kamu ‘kan?” seru Mario.

“Boleh. Kalau begitu aku masuk dulu ya!” Belva pun segera berlari masuk ke dalam sekolah.

Mario menyunggingkan senyumannya, dia merasa bahagia akhirnya bisa mendapatkan nomor ponsel Belva. Mario masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan kawasan sekolah Belva menuju kampusnya. Sejak pertama bertemu, Mario memang langsung tertarik kepada Belva dan dia berharap bisa mengenal Belva lebih dekat lagi.

Sesampainya di kampus, Mario benar-benar tidak fokus dia terus saja terbayang dengan Belva. Melihat Belva menangis seperti tadi rasanya dua ingin menjadi sandaran hati Belva. Tapi dia tidak tahu apa yang sedang dialami oleh Belva sebenarnya.

Waktu istirahat pun tiba, Belva memilih menyendiri di perpustakaan. “Ya, Allah rasanya tidak semangat melanjutkan bisnis skincare aku kalau gak ada Papa,” batin Belva.

Selama ini yang selalu memberi semangat hanyalah Papanya, sementara Mamanya sama sekali tidak memperdulikan Belva. Tidak lama kemudian ponsel Belva bergetar pertanda ada pesan masuk ke ponselnya. Belva mengerutkan keningnya saat melihat itu adalah nomor tidak dikenal.

💌”Halo, Belva!”

💌”Ini siapa?” tanya Belva.

💌”Aku Mario.”

Setelah tahu itu adalah Mario, keduanya pun saling berkirim pesan. Bahkan tanpa sadar Belva tampak menyunggingkan senyuman kala mendapat pesan lucu dari Mario. Mario menawarkan untuk menjemput Belva sepulang sekolah tapi Belva menolak karena dia akan pergi ke pabrik skincare milik dia dulu.

***

Waktu pulang sekolah pun tiba.....

Belva akan pergi ke pabrik skincare setelah itu dia akan datang ke kantor Irawan karena ada sesuatu penting yang akan Irawan sampaikan kepada Belva. Skincare Belva itu diberi nama B-Glow dengan huruf B sebagai singkatan nama dia sendiri. Cukup lama Belva berada di pabrik, dia pun sampai di kantor Irawan menjelang sore.

“Silakan duduk, Belva!” seru Pak Irawan.

“Bapak mau bicara apa?” tanya Belva.

Irawan mengambil sesuatu dari dalam laci dan memberikannya kepada Belva. “Ini surat dari Papa kamu,” ucap Pak Irawan.

“Surat? Kapan Papa memberikan surat ini kepada Bapak?” tanya Belva kaget.

“Satu hari sebelum Pak Ferdi akan berangkat ke luar negeri. Beliau meminta saya datang ke kantornya dan menyimpan surat ini,” sahut Pak Irawan.

Dengan tangan yang bergetar, perlahan Belva membuka dan membaca surat itu. Air mata Belva tidak bisa ditahan lagi, kata-kata Papanya sangat menyakitkan hati dia. Ternyata memang selama ini Papa sudah menunjukan firasat yang tidak baik tapi Belva tidak pernah mempercayainya.

“Pak Ferdi mengatakan jika usaha skincare kamu jangan sampai ada yang tahu meskipun itu orang terdekat kamu. Karena Pak Ferdi sangat khawatir akan keselamatan kamu. Tidak ada orang yang benar-benar tulus menyayangi kamu, tapi saya Insya Allah saya tidak akan pernah mengkhianati kamu karena saya banyak sekali hutang budi kepada Pak Ferdi. Jadi, kalau nanti kamu butuh bantuan apa pun jangan sungkan-sungkan dan ponsel saya pun akan aktif dua puluh empat jam jadi kamu jangan khawatir,” jelas Pak Irawan.

Air mata Belva terus saja mengalir di pipinya, bahkan saat ini Belva memeluk surat dari Papanya itu. “Untuk saat ini kamu harus lebih berhati-hati lagi, kemungkinan Mama kamu akan mengambil hak warisan kamu. Tapi kamu jangan khawatir karena warisan yang Pak Ferdi berikan kepada Mama kamu hanya tiga puluh persen dari kekayaan beliau, sisanya punya kamu semuanya dan Bu Venny sama sekali tidak tahu,” seru Pak Irawan.

Setelah berbincang-bincang, Belva pun pamit dari kantor Irawan. Selama dalam perjalanan Belva selalu ingat dengan kata-kata Papanya. “Kamu jangan pernah percaya dengan orang-orang yang berada di sekitar kamu.”

Kata-kata itu selalu terngiang di telinga Belva. “Aku tidak akan lupa dengan nasehat Papa,” batin Belva.

Belva melihat banyak sekali jajanan di pinggir jalan, dia pun menyuruh sopir pribadinya untuk menghentikan mobilnya. “Bapak tunggu saja di dalam mobil, aku ingin beli jajanan dulu,” seru Belva.

“Tapi, saya takut Nona kenapa-napa,” ucap Pak Iskak.

“Tenang saja Pak, aku bakalan baik-baik saja kok,” sahut Belva.

Belva dengan senang hati membeli berbagai jajanan yang dia suka. Meskipun dia anak tunggal yang super kaya raya, tapi Belva suka sekali jajan di pinggir jalan seperti itu. Bahkan Papanya juga selalu mengajarkan Belva untuk tetap selalu merendah dan menolong orang yang membutuhkan.

Mario mengendarai mobilnya, dia tidak sengaja melihat Belva yang sedang asyik makan jajanan di pinggir jalan itu. Mario pun menghentikan mobilnya dan menghampiri Belva. “Belva, kamu lagi ngapain?” tanya Mario.

“Hai. Aku lagi jajan, kamu mau?” tawar Belva.

“Boleh deh, kayanya itu enak,” sahut Mario.

“Bang, pesan satu lagi ya!” seru Belva.

Belva dan Mario duduk di pinggir trotoar karena di sana tidak ada tempat duduk. “Kamu gak malu jajan di pinggir jalan kaya gini?” tanya Mario.

“Kenapa mesti malu?” sahut Belva.

“Iya, biasanya ‘kan anak orang kaya itu gak suka makan di pinggir jalan kaya gini,” seru Mario.

“Itu ‘kan mereka, aku gak gitu. Justru jajanan pinggir jalan itu enak-enak,” sahut Belva dengan senyumannya.

Mario semakin kagum kepada Belva. Dari rumahnya yang megah saja sudah ketahuan kalau orang tuanya sangat kaya tapi Belva tetap rendah hati dan tidak sombong. Cukup lama mereka berbincang-bincang sembari makan jajanan itu.

“Non, sudah sore Nyonya barusan menghubungi saya menyuruh Nona untuk segera pulang,” seru Pak Iskak menghampiri.

“Tumben dia perhatian,” gumam Belva yang terdengar oleh Mario.

Belva pun bangkit dari duduknya. “Mario, aku pulang dulu ya,” seru Belva.

“Ok.”

Belva hendak membuka pintu mobil tapi Mario menyusul Belva. “Tunggu, Bel!”

“Iya, ada apa?” tanya Belva ramah.

Mario mengulurkan tangannya. “Maukah kamu berteman denganku!”

Belva tersenyum, lalu membalas uluran tangan Mario. “Boleh.”

“Mulai sekarang kita berteman ya?” seru Mario.

“Ok.”

Belva pun dengan cepat masuk ke dalam mobilnya. Mobil Belva mulai melaju meninggalkan Mario yang masih berdiri dengan senyumannya. Mario sangat bahagia karena Belva mau berteman dengan dirinya.

1
yaniSuryani
semoga aja anak buahnya pak Suharto cepat menemukan keberadaan Belva
Naysila mom's arga
ksihan sekali kamu belva, kyk nya Mario udah curiga sama si anak dakjal
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ya elah mokondo ..Cemen amat maen nya culik2an
yaniSuryani
wah udah mulai main culik culikan nih,,,,
Abi...iya pasti Abi bisa selamtin Belva
Riasusi
double update kk poppy lanjut 👍😘😘😍
ꪶꫝNOVI HI
belva dalam bahaya
Naysila mom's arga
semoga abi nolongin belva kasihan bgt dia
yaniSuryani
ih...Abi sama Belva tuh vibes nya kaya Kyara dan mas Al gak sih,,, rumahnya saling berhadap-hadapan,,, terus sama² abdi negara yg melindungi cewek kesayangan 🤭🤭
yaniSuryani
tuh mulut rem blong banget ya marMarimar,,,, lihat aja nanti Belva bakalan jauh lebih bahagia hidup sama abangmu 😂
yaniSuryani
si mario otaknya masih belum sampe dikasih kode² kaya gituan,,, tetep aja oon 🤣🤣
yaniSuryani
bahaya nih si Bondan pasti bakalan nekat sama Belva
yaniSuryani
utung sekarang ada mas Abi yg bakalan lindungi Belva
yaniSuryani
uhuuuuuyyyyy kebongkar semuanya 🤣🤣🤣
yaniSuryani
ya pulang naik taxi lagi lah gimana sih,,,,, udah mah datang gak di undang pulang minta di anterin lagi 👻
yaniSuryani
ih kebangeten oonnya Mak Venny 🤭
yaniSuryani
emang beda ya orang yg otaknya waras sama yg goblok 🤭🤭🤭🤭
yaniSuryani
puas banget akuuuuu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yaniSuryani
ini si Tissa kapan kebongkarnya sih udah gak sabar akuuuu🤣🤣🤣
yaniSuryani
sering² aja kerjasama kaya gini,,, siapa tau jadi cinlok kan ya🤭
yaniSuryani
ketawain si Mario aja terus aku 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!