Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Hujan turun dengan deras membasahi tanah yang sudah berubah warna menjadi merah pekat.
Bau anyir darah menguar kuat di udara bercampur dengan aroma mesiu yang menyengat.
Lin Yuan berdiri diam di tengah reruntuhan bangunan yang sudah rata dengan tanah.
Di bawah kakinya, puluhan tubuh tak bernyawa tergeletak dengan posisi yang tidak wajar.
Mereka adalah pasukan elit dari organisasi pembunuh bayaran terbesar di dunia bawah.
Namun di hadapan pria ini, mereka semua hanyalah tumpukan sampah yang tidak berguna.
Lin Yuan menatap telapak tangannya yang kapalan dan penuh dengan bekas luka pertempuran.
Seorang pria dengan seragam militer robek merangkak mendekatinya sambil terbatuk darah.
Pria itu adalah musuh terakhir yang masih memiliki sisa napas di tempat neraka ini.
Uhuk.
Pria itu memuntahkan darah segar ke sepatu bot militer milik Lin Yuan.
Lin Yuan hanya menatap pria itu dengan pandangan kosong yang sangat dingin.
"Kau iblis, kau tidak akan pernah bisa hidup tenang."
Pria itu mengutuk dengan suara serak sebelum akhirnya tubuhnya kaku tak bernyawa.
Lin Yuan menghela napas panjang melihat musuh terakhirnya sudah mati.
'Mungkin dia benar, tapi setidaknya aku harus mencoba mencari ketenangan itu.'
Lin Yuan merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah lencana perak berukiran naga.
Lencana itu adalah simbol kekuasaan mutlak miliknya sebagai Raja Tentara Bayaran.
Sebuah gelar mematikan yang membuat seluruh pemimpin dunia bawah gemetar ketakutan hanya dengan mendengar namanya.
Tapi gelar itu juga yang telah merenggut banyak hal dari kehidupan manusiawinya.
Kring.
Lencana perak itu jatuh berdenting membentur bebatuan yang hancur.
Lin Yuan berbalik dan melangkah pergi menembus derasnya hujan tanpa menoleh lagi.
Dia meninggalkan masa lalunya yang tragis dan berlumuran darah di reruntuhan itu.
Mulai hari ini, Raja Tentara Bayaran sudah mati dan menghilang dari dunia.
Tiga bulan kemudian di Kota Hai.
Matahari bersinar terik memanggang jalanan aspal yang dipadati oleh kendaraan berlalu lalang.
Lin Yuan berdiri di trotoar sambil mengusap keringat di dahinya dengan punggung tangan.
Dia mengenakan kaus putih polos yang sudah agak kusam dan celana jins pudar.
Penampilannya benar benar terlihat seperti pengangguran biasa yang tidak punya masa depan.
Lin Yuan mendongak menatap sebuah gedung pencakar langit megah berlapis kaca di depannya.
Sebuah logo besar bertuliskan Grup Shen terpampang gagah di puncak gedung tersebut.
'Kudengar perusahaan ini memberikan gaji yang lumayan besar untuk posisi penjaga keamanan.'
Lin Yuan tersenyum tipis dan melangkah santai memasuki area lobi gedung yang sangat luas.
Udara sejuk dari pendingin ruangan langsung menyapa kulitnya yang terasa panas.
Lantai marmer mengkilap memantulkan bayangan orang orang yang berjalan dengan pakaian rapi.
Lin Yuan berjalan menuju meja resepsionis dengan langkah malas yang diseret.
Seorang wanita cantik berseragam rapi menatapnya dengan pandangan menilai dari atas ke bawah.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"
Wanita itu bertanya dengan nada sopan yang terdengar agak dipaksakan.
"Aku dengar perusahaan ini sedang mencari penjaga keamanan baru."
Lin Yuan menopang dagunya di atas meja resepsionis sambil tersenyum ramah.
"Aku ingin melamar untuk posisi itu, di mana aku bisa mengambil formulirnya?"
Resepsionis itu mengerutkan kening melihat sikap Lin Yuan yang terlalu santai.
"Mohon maaf, tapi lowongan itu hanya untuk mereka yang memiliki pengalaman."
Wanita itu menjawab dengan nada yang mulai terdengar sedikit meremehkan.
"Penampilanmu sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang bisa menjaga keamanan gedung ini."
Lin Yuan hanya tertawa kecil mendengar penilaian dangkal dari wanita tersebut.
"Jangan menilai buku dari sampulnya, Nona cantik."
Lin Yuan mengedipkan sebelah matanya dengan gaya yang sangat percaya diri.
"Aku mungkin terlihat biasa saja, tapi aku bisa menjamin tidak ada nyamuk yang berani masuk jika aku berjaga disini."
Belum sempat resepsionis itu menjawab, sebuah suara berat yang kasar menyela pembicaraan mereka.
"Siapa yang membiarkan gembel ini masuk ke lobi utama Grup Shen?"
Seorang pria berbadan besar dengan seragam kepala keamanan berjalan mendekati mereka.
Pria itu memiliki wajah garang dan otot lengan yang menonjol di balik seragam ketatnya.
"Namaku Wang, aku kepala keamanan di sini, dan aku tidak butuh orang sepertimu."
Kepala Keamanan Wang menatap Lin Yuan dengan tatapan merendahkan.
"Pergi dari sini sebelum aku menyeretmu keluar dengan paksa."
Lin Yuan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana tanpa merasa terintimidasi sedikit pun.
"Aku hanya ingin melamar pekerjaan, apakah Grup Shen selalu memperlakukan para tamunya dengan kasar?"
Lin Yuan bertanya dengan nada datar yang anehnya membuat Wang merasa tersinggung.
"Kau berani mengajariku bagaimana cara bekerja, dasar sampah."
Wang melangkah maju dan mengulurkan tangannya yang besar untuk mencengkeram kerah kaus Lin Yuan.
Lin Yuan masih berdiri santai seolah tidak melihat tangan besar yang mengarah kepadanya.
Namun tepat sebelum tangan Wang menyentuh bajunya, suasana di lobi tiba tiba berubah sunyi.
Tak tak tak.
Suara langkah sepatu hak tinggi bergema memecah keheningan lobi yang mendadak beku.
Semua karyawan dan penjaga keamanan langsung berdiri tegak dengan kepala menunduk.
Wang buru buru menarik tangannya dan membalikkan badan dengan sikap hormat.
Lin Yuan menoleh dengan santai ke arah pintu masuk utama.
Seorang wanita muda berjalan masuk dengan aura dingin yang membekukan udara di sekitarnya.
Wanita itu memiliki wajah yang sangat cantik tanpa cela, seperti dewi yang turun dari langit.
Rambut hitamnya yang panjang dan lurus dibiarkan tergerai indah melewati bahunya.
Dia mengenakan blus kerja putih yang cukup ketat membungkus tubuh bagian atasnya.
Proporsi tubuhnya sangat sempurna dengan lekuk pinggang yang ramping bagaikan jam pasir.
Rok pensil berwarna hitam memeluk erat pinggulnya, menonjolkan kaki panjangnya yang jenjang.
Setiap langkahnya memancarkan otoritas dan kepercayaan diri yang sangat luar biasa.
Dia adalah Shen Yuxuan, CEO dari Grup Shen, wanita yang terkenal tidak kenal ampun di dunia bisnis.
Lin Yuan menatap wanita itu dari ujung rambut sampai ke ujung kaki dengan tatapan menilai.
'Gadis ini benar benar memiliki aset yang luar biasa untuk ukuran seorang wanita karier.'
Lin Yuan membatin sambil menyunggingkan senyum tipis yang sulit diartikan.
Shen Yuxuan berjalan melewati meja resepsionis tanpa melirik sedikit pun ke arah Lin Yuan.
Tatapannya lurus ke depan dengan raut wajah yang sama sekali tidak menunjukkan emosi.
Namun, ketenangan di lobi itu hancur dalam hitungan detik.
Seorang pria paruh baya yang memakai topi lusuh tiba tiba melompat dari balik pilar besar.
Pria itu berlari kencang ke arah Shen Yuxuan dengan wajah yang dipenuhi urat kemarahan.
"Shen Yuxuan, kau menghancurkan perusahaanku, aku akan membawamu mati bersamaku."
Pria itu berteriak histeris sambil menarik sebilah pisau belati yang sangat tajam dari balik jaketnya.
Jarak antara pria gila itu dan Shen Yuxuan hanya tersisa kurang dari tiga meter.
Semua orang di lobi berteriak ketakutan melihat kejadian yang berlangsung sangat cepat itu.
Para penjaga keamanan, termasuk Wang, berdiri membeku karena terkejut dan tidak sempat bereaksi.
Shen Yuxuan menghentikan langkahnya dan matanya sedikit membelalak melihat pisau yang mengarah padanya.
Untuk pertama kalinya, topeng es di wajah cantiknya retak oleh rasa terkejut.
Dia tidak bisa menghindar karena hak sepatunya yang terlalu tinggi membuat pergerakannya terbatas.