NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Aliansi Sementara dan Pintu Menara yang Terbuka

Keheningan mendadak kembali menguasai area terbuka itu. Kin Tsuchi berdiri terpaku, tangannya yang memegang senbon gemetar hebat hingga lonceng-lonceng kecil di senjatanya mengeluarkan bunyi gemerincing yang kacau. Dua rekan setimnya, Zaku dan Dosu, kini tergeletak di atas tanah dalam kondisi tidak berdaya hanya dalam waktu kurang dari dua menit sejak pemuda berbaju hijau itu melompat turun dari pohon.

"I-ini... ini lelucon, kan?" Kin berbisik dengan suara yang sangat tipis, wajahnya pucat pasi. Dia melihat ke arah Lee yang sedang membersihkan debu di jubah hijaunya dengan ekspresi wajah yang sangat santai, seolah-olah dia baru saja menyelesaikan sesi latihan pagi yang ringan.

Neji Hyuga berjalan mendekat dengan langkah kaki yang teratur, Byakugan miliknya masih aktif namun intensitas chakranya sudah diturunkan. Dia menatap Dosu yang sedang mengerang kesakitan di atas tanah sambil memegangi pergelangan tangannya yang patah. "Pertarungan selesai. Serahkan gulungan kalian jika kalian masih ingin memiliki kesempatan untuk keluar dari hutan ini hidup-hidup."

Dosu, dengan sisa-sisa kekuatannya, mendongak menatap Neji lalu beralih ke arah Lee. Ada rasa frustrasi dan kekaguman yang aneh di dalam matanya yang terlilit perban. "Konoha... benar-benar melahirkan monster tahun ini. Kami mengaku kalah." Dengan tangan kirinya yang gemetar, dia merosotkan tas pinggangnya dan melemparkan sebuah gulungan berlambang bumi ke arah kaki Neji.

Tenten memungut gulungan tersebut dengan senyuman puas. "Gulungan bumi. Kita punya cadangan sekarang." Dia menoleh ke arah Tim 8 yang masih menonton dengan ekspresi tidak percaya di wajah mereka. "Hei, Kiba, Shino, Hinata. Kalian baik-baik saja?"

Kiba menelan ludahnya dengan susah payah, perlahan berdiri sambil menggendong Akamaru yang kini sudah mulai tenang. Dia menatap Lee dengan pandangan yang sangat kompleks—ada rasa terima kasih yang mendalam, namun juga ada rasa gengsi sebagai seorang shinobi dari klan Inuzuka yang terkenal kompetitif. "L-Lee... kamu... sejak kapan kamu menjadi sekuat ini? Pukulanmu tadi... itu bahkan tidak menggunakan chakra, kan?"

Lee menoleh ke arah Kiba, ekspresi seriusnya langsung meleleh digantikan oleh senyuman khasnya yang penuh energi. "Haha! Ini semua berkat latihan lima ribu kali pukulan setiap hari di bawah bimbingan Guru Guy, Kiba! Semangat masa muda tidak akan pernah mengkhianati hasil kerja keras!"

Shino Aburame, yang sejak tadi diam di balik kerah jaket tingginya, melangkah maju. Serangga-serangga kikaichu miliknya yang sempat berhamburan kini mulai merayap kembali ke dalam lengan bajunya. "Terima kasih atas bantuannya, Tim Guy. Mengapa kita ditolong? Karena jika kalian tidak datang, kami kemungkinan besar harus mengorbankan gulungan kami atau mengalami cedera yang lebih parah yang bisa menggagalkan partisipasi kami di babak selanjutnya."

"Kita semua adalah ninja dari desa yang sama, Shino," jawab Neji dingin, meskipun matanya sempat melirik ke arah Hinata yang sedang dirawat oleh Tenten menggunakan perban medis darurat. "Menjaga kekuatan militer Konoha di dalam ujian ini adalah prioritas sekunder kita. Lagipula... musuh yang sebenarnya bukan berasal dari desa kecil seperti Otogakure."

Hinata mendongak, menatap wajah sepupunya dengan pandangan yang penuh rasa bersalah dan terima kasih. "N-Neji-niisan... terima kasih banyak..."

Neji hanya memalingkan wajahnya, enggan menanggapi lebih lanjut ucapan dari anggota keluarga utama klan Hyuga tersebut. Di dalam hatinya, pergolakan batin tentang takdir dan garis keturunan masih membara, namun melihat performa Lee yang menentang semua logika klan, pandangan fatalistik Neji perlahan tapi pasti mulai mengalami keretakan yang semakin dalam.

"Nah, karena masalah di sini sudah selesai, bagaimana kalau kita bergerak bersama menuju menara pusat?" Tenten mengusulkan sambil membantu Hinata berdiri. "Hari ketiga sudah hampir habis, dan semakin cepat kita masuk ke dalam menara, semakin aman posisi kita."

"Ide yang bagus," kata Shino mengangguk menyetujui. "Mengapa? Karena bergerak dalam kelompok yang lebih besar akan menurunkan probabilitas tim pemburu lain untuk melakukan penyergapan di sekitar zona perbatasan menara."

Kelompok gabungan dari Tim Guy dan Tim 8 pun mulai bergerak melintasi sisa-sisa vegetasi Hutan Kematian yang semakin menipis seiring dengan semakin dekatnya mereka dengan pusat menara. Selama perjalanan, Kiba tidak henti-hentinya melirik ke arah Lee, mencoba mencari tahu rahasia di balik kecepatan luar biasa yang ditunjukkannya tadi, namun Lee hanya membalasnya dengan tawa lepas dan cerita-cerita tentang latihan fisik ekstremnya yang terdengar tidak masuk akal bagi ninja biasa.

Dua jam kemudian, di saat matahari mulai condong ke arah barat memancarkan warna jingga keemasan di atas langit, siluet menara pusat yang megah dari batu kuno akhirnya terlihat di balik kabut hutan. Struktur bangunan bertingkat lima itu berdiri kokoh dengan bendera berlambang Konoha yang berkibar pelan di puncaknya.

"Kita sampai," bisik Tenten dengan rasa lega yang sangat besar terpancar dari wajahnya yang lelah. "Akhirnya... ujian neraka ini selesai juga untuk babak kedua."

Mereka melangkah mendekati pintu gerbang logam menara yang besar. Di sana, beberapa pengawas Jounin sudah berdiri menunggu untuk memeriksa kelengkapan gulungan mereka. Di dalam benak Reymond, langkah kedua dari misinya telah berhasil diselesaikan dengan sempurna. Tanpa ada hadiah instan dari sistem, dia telah membuktikan bahwa dengan memodifikasi potensi biologis yang ada di dalam tubuh Rock Lee, dia mampu mendominasi ujian ini dari balik bayang-bayang. Babak penyisihan ketiga akan segera dimulai, dan panggung utama bagi Badai Hijau Konoha telah siap digelar.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!