NovelToon NovelToon
ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Duda
Popularitas:724
Nilai: 5
Nama Author: Flaura Charisma

Asisten Duda CEO Tajir Melintir

Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.

Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.

Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.

Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia masa lalu Grizella

Ruang arsip terasa sunyi.

Hanya suara pendingin ruangan yang terdengar di antara Galaxy dan Grizella.

Foto yang ada di tangan Galaxy masih terpampang jelas.

Seorang pria berdiri di samping Grizella.

Pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dokumen perusahaan.

"Siapa dia?"

Suara Galaxy terdengar tenang.

Namun Grizella tahu, di balik ketenangan itu ada kecurigaan yang besar.

Grizella menatap foto tersebut.

Tangannya perlahan mengepal.

"Saya..."

Ia berhenti.

Untuk pertama kalinya, ia terlihat ragu.

Galaxy memperhatikannya.

"Grizella."

"Katakan yang sebenarnya."

Kalimat itu membuat dada Grizella terasa berat.

Ia tidak takut menghadapi masalah.

Ia tidak takut kehilangan pekerjaan.

Namun ia takut melihat Galaxy kembali tidak mempercayainya.

"Namanya Adrian."

"Dia teman lama saya."

Galaxy menyipitkan mata.

"Teman?"

Grizella mengangguk.

"Ya."

"Tapi saya tidak tahu apa pun tentang keterlibatannya dengan perusahaan Anda."

Galaxy diam.

Ia ingin percaya.

Tetapi pengalaman masa lalunya membuatnya selalu berhati-hati.

"Kenapa kau tidak pernah menceritakan tentang dia?"

Pertanyaan Galaxy membuat Grizella terdiam.

"Karena tidak ada alasan untuk membicarakannya."

Galaxy menatapnya.

"Dia seseorang dari masa lalumu."

"Bukan berarti dia bagian dari hidupku sekarang."

Jawaban tegas itu membuat Galaxy sedikit terkejut.

Itulah Grizella yang ia kenal.

Wanita yang selalu berani membela dirinya.

Namun kali ini, ada kesedihan dalam matanya.

Grizella menarik napas panjang.

"Adrian adalah teman saya saat kuliah."

"Dulu dia sering membantu saya ketika saya mengalami kesulitan."

Galaxy mendengarkan.

"Tapi setelah itu kami kehilangan kontak."

"Saya tidak tahu dia bekerja untuk siapa sekarang."

Galaxy melihat kembali foto itu.

"Tanggal foto ini diambil?"

Grizella melihatnya.

"Itu tiga hari sebelum saya masuk ke perusahaan Anda."

Galaxy langsung terdiam.

Tiga hari sebelum Grizella menjadi asistennya.

Artinya...

Mungkin pertemuan mereka bukan kebetulan.

Sementara itu, di luar ruang arsip...

Seseorang diam-diam berdiri mendengarkan percakapan mereka.

Vanessa.

Ia datang ke perusahaan untuk bertemu Galaxy.

Namun langkahnya berhenti ketika mendengar nama Adrian.

Wajahnya berubah.

"Adrian..."

Ia mengenal nama itu.

Dan jika dugaannya benar...

Maka masalah ini jauh lebih besar dari yang mereka pikirkan.

Di ruang arsip, Galaxy masih menatap Grizella.

"Aku perlu menyelidiki ini."

Grizella mengangguk.

"Saya mengerti."

"Tapi saya ingin Anda tahu satu hal."

Galaxy menunggu.

"Saya memang keras kepala."

"Saya memang sering membantah Anda."

"Tapi saya tidak pernah bermain di belakang Anda."

Mata mereka bertemu.

Untuk beberapa detik, Galaxy melihat kejujuran di mata Grizella.

Perasaan itu membuat pertahanannya sedikit runtuh.

Namun sebelum ia menjawab...

Alarm keamanan gedung tiba-tiba berbunyi.

Suara darurat memenuhi seluruh lantai.

"Perhatian! Ada akses ilegal ke server utama!"

Galaxy langsung berubah serius.

"Server?"

Aaron muncul melalui telepon.

"Tuan, seseorang sedang menghapus data penyelidikan."

Galaxy menatap Grizella.

Seseorang sedang berusaha menghilangkan bukti.

Dan mungkin...

Orang itu berada sangat dekat dengan mereka.

Alarm keamanan masih terdengar di seluruh lantai eksekutif Wesley Corporation.

Para karyawan mulai panik.

Lampu merah berkedip di sepanjang lorong, menandakan adanya gangguan besar pada sistem perusahaan.

Galaxy langsung berjalan cepat menuju ruang server.

"Siapa yang memiliki akses?"

tanyanya melalui sambungan telepon.

Aaron menjawab dengan nada serius.

"Kami masih mencari tahu, Tuan."

"Tapi seseorang berhasil masuk ke sistem utama."

Galaxy mengeraskan rahangnya.

"Amankan semua data yang tersisa."

"Jangan biarkan satu file pun hilang."

"Baik."

Grizella mengikuti Galaxy menuju ruang keamanan.

Meski dirinya masih menjadi bagian dari penyelidikan, ia tidak ingin hanya diam.

"Tuan Galaxy."

Galaxy berhenti.

"Apa?"

"Saya bisa membantu."

"Kau harus tetap di sini."

Grizella mengerutkan kening.

"Saya bukan orang yang mudah dilindungi."

"Aku tahu."

Galaxy menatapnya.

"Itu justru masalahnya."

Grizella terdiam.

Galaxy melanjutkan,

"Kau selalu mencoba menghadapi semuanya sendiri."

Untuk sesaat, Grizella tidak bisa membantah.

Karena memang benar.

Di ruang keamanan...

Tim IT sedang bekerja keras memulihkan sistem.

Salah satu teknisi tiba-tiba berkata,

"Tuan, kami menemukan sesuatu."

Galaxy mendekat.

"Apa?"

"Orang yang masuk ke sistem menggunakan identitas pegawai lama."

"Siapa?"

Teknisi menunjukkan layar.

Nama itu membuat semua orang terdiam.

Adrian Cole.

Grizella yang berada di belakang Galaxy langsung membeku.

"Adrian..."

Galaxy menoleh kepadanya.

Tatapan mereka bertemu.

Kali ini, bukan hanya Galaxy yang merasa curiga.

Grizella juga mulai bertanya-tanya.

Kenapa seseorang dari masa lalunya melakukan semua ini?

Beberapa jam kemudian...

Galaxy membawa Grizella kembali ke ruang CEO.

"Aku ingin bertanya."

Grizella mengangguk.

"Tanyakan."

"Apakah Adrian pernah mengetahui tentang perusahaan ini sebelum kau bekerja di sini?"

Grizella berpikir sejenak.

"Tidak."

"Lalu apakah dia pernah bertanya tentang pekerjaan barumu?"

Grizella terdiam.

Ia mengingat kembali beberapa percakapan lama.

"...Pernah."

Galaxy menatapnya.

"Apa yang dia tanyakan?"

"Dia hanya bertanya apakah saya mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar."

"Dan saya tidak pernah memberitahu nama perusahaan Anda."

Keheningan memenuhi ruangan.

Galaxy menyadari sesuatu.

Jika Grizella tidak pernah memberi tahu...

Lalu bagaimana Adrian tahu?

Sore hari...

Vanessa akhirnya masuk ke ruang CEO.

Galaxy langsung berdiri.

"Ada apa?"

Vanessa menatap Grizella sebentar.

Lalu kembali menatap Galaxy.

"Aku tahu siapa Adrian."

Galaxy terdiam.

"Kau mengenalnya?"

Vanessa mengangguk pelan.

"Dia bukan sekadar teman lama Grizella."

Grizella langsung menatap Vanessa.

"Maksud Anda?"

Vanessa menarik napas.

"Dulu dia pernah bekerja untuk salah satu pesaing terbesar Wesley Corporation."

Galaxy mengepalkan tangannya.

"Kenapa aku tidak pernah tahu?"

"Karena data tentang dirinya sengaja dihapus."

Vanessa meletakkan sebuah dokumen di meja.

"Aku menemukan ini sebelum datang kemari."

Galaxy membaca dokumen itu.

Semakin lama wajahnya semakin serius.

Adrian memang pernah terlibat dalam persaingan bisnis melawan perusahaannya.

Namun ada satu hal yang membuat Galaxy terkejut.

Di halaman terakhir dokumen itu terdapat sebuah tanda tangan.

Nama seseorang yang selama ini tidak mereka curigai.

Malam harinya...

Grizella berdiri sendirian di balkon penthouse.

Pikirannya kacau.

Ia tidak menyangka seseorang dari masa lalunya akan muncul dan membuat hidupnya berubah.

Galaxy datang menghampiri.

"Kau menyalahkan dirimu sendiri?"

Grizella tidak menjawab.

"Aku tidak tahu dia akan melakukan semua ini."

Galaxy berdiri di sampingnya.

"Aku tahu."

Grizella menoleh.

"Kau percaya padaku?"

Galaxy diam beberapa detik.

Lalu menjawab,

"Ya."

Satu kata itu membuat hati Grizella terasa lega.

Namun sebelum suasana menjadi lebih baik...

Ponsel Galaxy berbunyi.

Sebuah pesan baru masuk.

Pesan itu hanya berisi satu kalimat.

"Kalau ingin tahu siapa pengkhianat sebenarnya, tanyakan pada wanita yang paling kau percaya."

Galaxy perlahan mengangkat pandangannya.

Tatapannya tertuju pada Grizella.

Dan untuk pertama kalinya...

Ia tidak tahu apakah pesan itu adalah ancaman.

Atau peringatan.

Malam itu, suasana penthouse terasa jauh lebih sunyi dari biasanya.

Galaxy masih berdiri di dekat balkon sambil menatap layar ponselnya.

Pesan misterius itu terus terbayang dalam pikirannya.

"Kalau ingin tahu siapa pengkhianat sebenarnya, tanyakan pada wanita yang paling kau percaya."

Kalimat itu sederhana.

Namun memiliki makna yang dalam.

Siapa wanita yang paling ia percaya?

Vanessa?

Atau...

Grizella?

Galaxy segera menghapus pikiran itu.

Ia tidak ingin kembali terjebak dalam permainan seseorang.

Namun satu hal yang ia tahu.

Pelaku berada sangat dekat dengan hidupnya.

Grizella memperhatikan perubahan ekspresi Galaxy.

"Ada masalah?"

Galaxy memasukkan ponselnya ke saku.

"Tidak."

Grizella menghela napas kecil.

"Anda selalu mengatakan itu."

Galaxy menatapnya.

"Maksudmu?"

"Kalau ada masalah, Anda selalu menyimpannya sendiri."

Untuk beberapa saat, Galaxy tidak menjawab.

Karena Grizella benar.

Ia memang terbiasa menghadapi semuanya sendirian.

"Aku hanya tidak ingin melibatkanmu."

Grizella tersenyum tipis.

"Tapi saya sudah terlibat sejak pertama kali menjadi asisten Anda."

Kalimat itu membuat Galaxy terdiam.

Keesokan paginya...

Penyelidikan tentang Adrian terus berjalan.

Tim keamanan menemukan bahwa akun lama Adrian pernah mengakses beberapa data perusahaan sebelum dinonaktifkan.

Namun ada satu hal yang membuat Galaxy bingung.

Semua akses itu terjadi menggunakan identitas orang lain.

"Berarti Adrian bukan pelaku utama."

kata Aaron.

Galaxy mengangguk.

"Seseorang menggunakan dia."

"Atau dia bekerja sama dengan seseorang."

Di ruang rapat...

Galaxy mengumpulkan beberapa orang terdekatnya.

Termasuk Grizella dan Vanessa.

"Aku ingin semua orang berhenti menyembunyikan informasi."

Tatapan Galaxy tajam.

"Mulai sekarang, siapa pun yang mengetahui sesuatu harus mengatakan yang sebenarnya."

Ruangan menjadi sunyi.

Vanessa menunduk.

"Aku punya satu informasi lagi."

Semua mata tertuju padanya.

"Beberapa minggu sebelum aku datang kembali, aku menerima pesan dari seseorang."

Galaxy langsung fokus.

"Pesan apa?"

Vanessa mengeluarkan ponselnya.

Sebuah pesan lama ditampilkan.

"Kalau kau ingin mendapatkan kembali Galaxy, bantu aku memisahkan dia dari wanita baru itu."

Grizella terkejut.

Galaxy mengerutkan kening.

"Kenapa kau tidak memberitahuku?"

Vanessa menatapnya.

"Karena aku tidak tahu siapa pengirimnya."

"Dan aku tidak ingin kau berpikir aku sedang membuat alasan."

Galaxy terdiam.

Untuk pertama kalinya, ia melihat Vanessa bukan sebagai orang yang menghancurkan masa lalunya.

Melainkan seseorang yang mungkin juga sedang menjadi korban.

Malam hari...

Grizella berada di ruang kerja kecilnya.

Ia membuka laptop dan mencoba mencari informasi tentang Adrian.

Tiba-tiba sebuah email masuk.

Pengirimnya tidak dikenal.

Isinya hanya sebuah foto.

Foto lama dirinya bersama Adrian saat kuliah.

Di bawahnya ada tulisan:

"Kau pikir semua ini hanya kebetulan?"

Grizella langsung menutup laptop.

Napasnya menjadi tidak teratur.

Ada seseorang yang mengetahui masa lalunya.

Dan orang itu sengaja menghubungkan dirinya dengan semua kejadian ini.

Tanpa ia sadari, Galaxy berdiri di depan pintu.

"Kau menerima sesuatu?"

Grizella terkejut.

Ia cepat-cepat menutup laptop.

"Tidak."

Galaxy menatapnya.

"Grizella."

Nada suaranya lembut, tetapi tegas.

"Jangan sembunyikan sesuatu dariku."

Kalimat itu membuat Grizella terdiam.

Karena beberapa menit lalu...

Ia baru saja melakukan hal yang sama.

"Aku bukan musuhmu."

Galaxy mendekat.

"Aku ingin kita menghadapi ini bersama."

Tatapan mereka bertemu.

Untuk pertama kalinya, Grizella melihat sisi Galaxy yang berbeda.

Bukan CEO dingin.

Bukan pria dominan yang selalu mengendalikan keadaan.

Tapi seseorang yang benar-benar ingin melindunginya.

Namun sebelum Grizella sempat menjawab...

Lampu penthouse tiba-tiba mati.

Seluruh ruangan menjadi gelap.

Lalu terdengar suara benda jatuh dari lantai atas.

Galaxy langsung menarik Grizella ke belakangnya.

"Jangan bergerak."

Suara Galaxy berubah dingin.

Ada seseorang di dalam penthouse mereka.

Dan orang itu berhasil melewati semua sistem keamanan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!