NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Pusaran Qi dan Langkah Pertama Kultivasi Sejati

​Kekacauan meledak dalam hitungan detik. Suara gemuruh dari lantai tiga Gedung Utama Universitas Nusantara terdengar seolah-olah sebuah bom konvensional baru saja diledakkan di dalam ruang tertutup. Gelombang kejutnya melemparkan serpihan kaca jendela hingga terbang berhamburan ke udara, jatuh menghujani halaman kampus seperti hujan kristal yang mematikan. Teriakan histeris dari ratusan mahasiswa yang panik langsung memecah keheningan malam, menciptakan kepanikan massal seketika.

​Dari celah jendela yang hancur, kobaran api berwarna merah pekat—yang anehnya memancarkan aroma belerang yang sangat tajam—menjulur keluar seperti lidah naga yang kelaparan.

​Arkana Wijaya menghentikan langkahnya di koridor luar. Ia menoleh ke belakang, memicingkan matanya yang kini memiliki ketajaman di luar batas manusia. Di bawah penglihatan batinnya, Arkana tidak melihat api biasa. Ia melihat untaian energi spiritual (Qi) elemen api yang sangat liar, tebal, dan kotor sedang mencabik-cabik atmosfer di dalam ruangan tersebut.

​"Itu adalah Qi Deviation (Penyimpangan Qi)," batin Arkana, menganalisis situasi dengan ketenangan yang dingin berkat memori warisan Kaisar Abadi. "Mahasiswa itu pasti memiliki bakat elemen api yang tersembunyi. Ketika alat pemindai tadi memancarkan gelombang stimulasi secara berlebihan, itu memicu penyerapan Qi alam secara paksa dalam jumlah besar. Karena tidak memiliki teknik pernapasan untuk menjinakkannya, energi itu justru membakar jalur meridiannya sendiri dan meledak keluar."

​Di dalam auditorium, Arkana bisa mendengar suara Aditia Pramono yang menggelegar, berteriak memberikan perintah kepada pasukan taktisnya. "Gunakan bom dinitrogen! Isolasi subjek! Jangan biarkan dia mendekati kerumunan mahasiswa!" Suara Aditia mengandung tekanan fisik yang kuat, mencoba menekan kobaran api dengan memancarkan energi fisiknya sendiri.

​"Arka! Astaga, ada teroris?!"

​Dani tiba-tiba muncul dari balik tikungan koridor, wajahnya pucat pasi dengan napas yang memburu. Ia langsung mencengkeram jaket Arkana dengan tangan yang gemetar hebat. "A-ayo kabur, Ka! Tempat ini beneran udah gak aman!"

​Arkana menatap sahabatnya dengan tegas. Ia tahu, jika mereka tetap berada di area kampus, mereka akan terjebak dalam pusaran investigasi militer yang jauh lebih ketat setelah insiden ini. Pemerintah pasti akan menutup total universitas dan melakukan interogasi mendalam kepada semua saksi mata.

​"Dan, dengerin gua," ucap Arkana, suaranya terdengar sangat tenang namun memiliki nada otoritas yang membuat Dani perlahan mulai tenang. "Gak ada teroris. Ini adalah efek dari apa yang dibilang orang kementerian tadi. Dunia lagi berubah. Sekarang, lo langsung lari ke gerbang parkiran, ambil motor lo, dan pulang ke rumah. Kunci pintu, jangan keluar rumah sampai besok pagi, apa pun yang lo denger di berita. Paham?"

​Dani mengerjapkan matanya, agak tertegun dengan ketenangan Arkana yang tidak biasa. "Te-terus lo gimana?"

​"Gua bisa jaga diri. Gua bakal lewat jalan tikus di belakang laboratorium biologi. Cepet pergi sekarang sebelum militer nutup seluruh akses keluar!" Arkana sedikit mendorong pundak Dani.

​Dani menelan ludah, lalu mengangguk cepat. "Oke, Ka! Lo hati-hati!" Pria berambut berantakan itu segera berbalik dan berlari sekencang mungkin menuju area parkir kendaraan.

​Setelah memastikan Dani pergi, Arkana tidak membuang waktu lagi. Ia tidak berjalan menuju jalan tikus, melainkan berlari dengan kecepatan yang mengejutkan. Setiap langkahnya membuat tubuhnya melesat sejauh beberapa meter dengan sangat ringan, menghindari sorotan lampu kamera pengawas (CCTV) kampus dan drone patroli yang mulai berdatangan di langit malam. Bagi mata manusia biasa yang kebetulan melihatnya, Arkana hanya akan tampak seperti bayangan hitam samar yang melintas secepat angin.

​Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Arkana sudah tiba kembali di depan gedung kosnya yang terletak di pinggiran Jakarta Barat. Suasana di sekitar pemukimannya juga tidak kalah mencekam. Lampu-lampu jalanan masih berkedip tidak stabil akibat fluktuasi elektromagnetik dari energi spiritual alam yang terus melonjak sejak semalam.

​Arkana menaiki tangga gedung kosnya dengan langkah cepat tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Begitu masuk ke dalam kamar kosnya yang berukuran tiga kali tiga meter, ia langsung mengunci pintu berlapis besi itu dari dalam, memasang grendel ganda, dan menutup rapat tirai jendela balkonnya.

​Kamar itu kembali menjadi sunyi, hanya disinari oleh cahaya neon redup yang bersumber dari baterai cadangan tablet transparannya di atas meja.

​Arkana melepaskan jaketnya yang sedikit terkena debu, lalu duduk bersila di tengah lantai beton kamarnya yang dingin. Ia menatap telapak tangannya sendiri, di mana sebaris garis emas samar dari Kitab Primordial Kaisar Abadi kembali berdenyut lembut di bawah kulitnya.

​"Skrining massal tadi adalah sebuah peringatan keras," pikir Arkana, matanya berkilat tajam dalam kegelapan. "Pemerintah sudah mulai bergerak secara agresif untuk memonopoli energi ini. Orang bernama Aditia Pramono itu baru berada di pertengahan ranah Body Tempering, tapi dia sudah memiliki otoritas militer yang begitu besar. Jika aku ingin melindungi diriku sendiri dan mencari tahu rahasia di balik kematian kakek, aku tidak bisa menundanya lagi. Aku harus segera menerobos ke ranah berikutnya."

​Ranah kedua dalam sistem kultivasi sejati adalah Spirit Gathering (Pengumpulan Roh).

​Jika Body Tempering adalah proses membersihkan wadah fisik dan memperkuat tulang serta otot, maka Spirit Gathering adalah tahap di mana seorang kultivator mulai membuka mata batin mereka secara penuh untuk menarik, menyaring, dan menyimpan Qi murni dari alam semesta ke dalam tubuh mereka secara aktif. Energi tersebut nantinya tidak lagi hanya mengalir secara acak di dalam darah, melainkan dikumpulkan dan dipusatkan di satu titik krusial di bawah pusar, yang dikenal sebagai Dantian.

​Arkana memejamkan matanya, mengatur napasnya menggunakan pola pernapasan kuno yang terukir di otaknya: tiga hitungan menarik napas lambat, menahannya di dada selama sembilan hitungan, lalu mengembuskannya dalam satu hentakan halus.

​Begitu ia memasuki kondisi meditasi yang dalam, kesadaran batin Arkana meluas. Ruang kosnya yang sempit seolah-olah menghilang, digantikan oleh pemandangan dunia energi yang luar biasa megah. Di sekelilingnya, udara malam Jakarta yang kotor oleh polusi fisik ternyata dipenuhi oleh jutaan bintik cahaya spiritual yang melayang-layang tanpa arah. Ada bintik cahaya berwarna hijau zamrud (elemen kayu), merah menyala (elemen api), biru jernih (elemen air), dan kuning tanah.

​Namun, di antara semua bintik warna tersebut, terdapat sejenis energi spiritual berwarna perak keemasan yang sangat langka dan murni. Itu adalah Qi Primordial, energi murni tanpa elemen yang merupakan inti dari seluruh penciptaan.

​"Kitab Primordial Kaisar Abadi... Bab Pengumpulan Roh... Buka!" Arkana menggumamkan mantra batinnya.

​BZZZZT!

​Cincin hitam di jari tengah tangan kanannya tiba-tiba memancarkan kehangatan yang luar biasa. Pusaka itu bertindak sebagai mercusuar raksasa di dalam dunia energi. Begitu teknik kultivasi diaktifkan, bintik-bintik cahaya perak keemasan di radius beberapa ratus meter dari gedung kos Arkana seolah-olah mendengar panggilan dari raja mereka. Mereka mulai bergerak berputar, membentuk sebuah pusaran angin energi tak kasat mata yang berpusat tepat di atas kepala Arkana.

​Arkana menarik napas dalam-dalam.

​Sret!

​Gelombang pertama Qi Primordial masuk menembus ubun-ubun kepala Arkana, mengalir turun seperti air terjun perak yang sangat dingin. Energi murni itu merayap masuk ke dalam dua belas jalur meridian utamanya yang semalam telah dibersihkan melalui proses Body Tempering.

​Meskipun jalurnya sudah bersih, merasakan energi asing yang mengalir deras di dalam urat nadi tetap memberikan rasa tidak nyaman yang luar biasa. Rasanya seolah-olah ada ribuan semut es yang sedang merayap dan menggigit dinding pembuluh darahnya dari dalam. Gigi Arkana mengatup rapat, keringat bening mulai membasahi pelipis dan punggungnya.

​"Gunakan pikiran sebagai pemandu, gunakan kehendak sebagai penjinak," kenang Arkana pada instruksi kitab suci di kepalanya.

​Ia memfokuskan seluruh kekuatan mentalnya. Menggunakan kehendak jiwanya, Arkana memaksa aliran Qi perak yang liar itu untuk mengikuti rute sirkulasi langit kecil—berputar melewati tulang belakang, naik ke kepala, turun ke dada, dan akhirnya dipaksa jatuh ke area perut bawahnya, tempat di mana Dantian berada.

​Saat gelombang energi pertama menyentuh area Dantian, Arkana merasakan sebuah letupan kecil di dalam perutnya. Area yang semula kosong dan mati itu kini mulai bergetar. Satu tetes, dua tetes, hingga ratusan bintik Qi murni mulai berkumpul di sana, dipaksa berputar oleh kehendak batin Arkana hingga membentuk sebuah pusaran energi kecil berbentuk galaksi spiral mini.

​Proses ini berlangsung selama berjam-jam di tengah keheningan malam Jakarta yang semakin larut.

​Setiap kali pusaran di Dantian-nya berputar, ia akan menyedot lebih banyak Qi dari luar, menyaring kotoran elemen alami, dan menyisakan esensi perak keemasan yang paling murni. Tubuh Arkana perlahan-lahan mulai memancarkan cahaya perak redup yang menerangi dinding kamarnya secara berkala, selaras dengan irama napasnya.

​Otot-ototnya yang semalam sudah padat kini menjadi semakin elastis dan efisien. Struktur internal organnya—jantung, paru-paru, dan hatinya—dilapisi oleh lapisan tipis energi spiritual yang membuatnya berkali-kali lipat lebih tahan terhadap benturan fisik maupun racun biologis.

​Tepat ketika jam digital di tabletnya menunjukkan pukul 04.30 pagi, sebuah suara dentuman tumpul yang hanya bisa didengar oleh jiwa Arkana bergema dari dalam perutnya.

​BOOM.

​Pusaran Qi di dalam Dantian-nya yang semula tidak stabil, kini mengunci bentuknya dengan sempurna. Pusaran itu berputar dengan kecepatan yang konstan, memancarkan daya tarik yang kuat namun tenang, terus menerus menyerap sedikit energi dari atmosfer sekitar secara otomatis tanpa perlu Arkana melakukan meditasi aktif lagi.

​Arkana membuka kedua matanya secara perlahan.

​SHAAAT!

​Dua pasang berkas cahaya perak intens melesat keluar dari pupil matanya selama satu detik penuh sebelum akhirnya meredup kembali menjadi sepasang mata hitam yang dalam dan jernih, sedalam sumur purba.

​Arkana mengembuskan napas panjang lewat mulutnya, mengeluarkan seberis asap putih kelabu yang tipis—sisa-sisa impuritas udara kotor terakhir yang berhasil dikeluarkan dari sistem pernapasannya.

​Ia menurunkan kakinya dari posisi bersila, lalu berdiri tegak. Saat ia menggerakkan tubuhnya, tidak ada lagi rasa lelah atau kantuk meskipun ia tidak tidur semalaman penuh. Sebaliknya, pikirannya terasa sangat jernih, seolah-olah otaknya baru saja di-upgrade dengan prosesor kuantum generasi terbaru.

​Arkana mengepalkan tangan kanannya, dan dengan satu pikiran sederhana, ia bisa merasakan energi perak dari Dantian-nya langsung melesat menuju tinjunya dalam waktu kurang dari seperseribu detik. Di permukaan kulit tinjunya, riak udara tampak bergetar samar akibat tekanan energi laten yang padat.

​"Spirit Gathering Tingkat Satu," gumam Arkana, sebuah senyuman tipis namun penuh percaya diri terukir di wajahnya. "Aku akhirnya secara resmi menjadi seorang kultivator sejati di era modern ini."

​Dengan kekuatan ranah Spirit Gathering, Arkana tahu bahwa dia tidak lagi berada di level yang sama dengan manusia super buatan pemerintah seperti Aditia Pramono. Jika Aditia hanya bisa menggunakan kekuatan otot fisiknya yang diperkuat energi, Arkana kini sudah bisa memanipulasi energi itu sendiri untuk memperkuat serangan, meningkatkan kecepatan ke tingkat yang tidak masuk akal, atau bahkan menggunakan beberapa teknik mantra dasar jika diperlukan.

​Arkana berjalan menuju balkon, membuka sedikit tirai jendelanya untuk melihat pemandangan luar. Fajar mulai menyingsing di langit Jakarta tahun 2042. Namun, pemandangan kota pagi ini benar-benar membuat Arkana tertegun.

​Gedung-gedung pencakar langit di pusat kota tampak dikelilingi oleh kabut tipis berwarna hijau keunguan yang aneh. Di jalanan bawah, beberapa tanaman hias di sepanjang pembatas jalan telah tumbuh menjadi tanaman merambat raksasa dengan duri-duri tajam yang mulai melilit tiang lampu siber. Pengumuman darurat dari stasiun televisi berita terus berputar di layar holografik kota, menampilkan gambar-gambar daerah pinggiran yang mulai diisolasi oleh barikade militer akibat kemunculan "hewan-hewan agresif berukuran tidak normal".

​Dunia luar tidak sedang membaik; dunia sedang meluncur dengan cepat menuju era kekacauan fajar baru yang penuh dengan bahaya dan misteri. Organisasi rahasia dan klan kuno yang disebutkan dalam memori kakeknya pasti akan segera menampakkan diri ke permukaan untuk memperebutkan wilayah-wilayah yang memiliki kepadatan energi tinggi.

​Arkana menggenggam erat pagar pembatas balkon, menatap lurus ke arah cakrawala kota yang mulai terang. "Biarkan mereka datang. Di era yang baru ini, akulah yang akan menulis ulang hukum langit." 

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!