NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:455.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan Orangtua

Di sudut koridor sekolah yang agak terpencil, suasana mendadak mencekam. Lucian baru saja melangkah keluar dari kamar mandi saat tiga sosok besar menghadangnya. Tanpa peringatan, tubuh jangkung itu didorong kasar hingga ia terhuyung kembali masuk ke dalam ruangan yang lembap dan berbau pembersih lantai tersebut.

​Marco, si penguasa sekolah yang angkuh, melangkah maju diikuti oleh dua antek setianya, Fabian dan Valery. Dengan gerakan cepat, Marco menarik kerah baju Lucian, menyudutkannya ke tembok hingga punggung Lucian menghantam keramik dingin dengan bunyi gedebuk yang cukup keras.

​"Tampang lo itu... selalu bikin gue muak, Lucian," desis Marco tepat di depan wajah Lucian. Matanya memancarkan kebencian murni.

​Lucian hanya menatap balik dengan tatapan dingin, meski rahangnya mengeras. "Lepas, Marco."

​"Lepas? Lo pikir lo siapa berani perintah gue?" Marco tertawa sinis, sementara Fabian dan Valery terkekeh di belakang.

"Oh, gue lupa. Lo kan anak yang nggak punya siapa-siapa. Orangtua lo aja nggak peduli lo masih napas atau udah jadi bangkai di selokan, kan?"

​"Tutup mulut lo!" balas Lucian datar.

​"Kenapa? Tersinggung?" Marco semakin mengeratkan cengkeramannya.

"Semua orang juga tahu, Lucian. Lo itu anak yang nggak diharapkan. Anak malang yang cuma jadi pajangan di rumah mewah tapi kesepian. Kasihan banget, sih, hidup lo!"

​Kata-kata itu bagaikan pemantik api. Tanpa menunggu aba-aba, Lucian menghantamkan kepalan tangannya ke rahang Marco. Baku hantam tak terelakkan. Ruangan kamar mandi yang luas itu seketika menjadi ring tinju dadakan. Suara pukulan dan geraman memenuhi ruangan, mengabaikan teriakan peringatan dari siswa lain yang mulai berkumpul di depan pintu.

​Sementara itu, di mansion yang megah, Jeslyn sedang duduk di sofa kamarnya, menatap layar ponselnya dengan tatapan tajam dan penuh ketidaksukaan. Ia baru saja mengirim pesan terakhir yang memutuskan hubungan dengan kekasih gelap pemilik tubuh yang ia tempati ini.

​"Jijik," gumamnya pelan sambil melemparkan ponsel ke atas meja.

"Gila aja, badan orang udah berstatus istri sah masih mau punya selingkuhan? Apa bedanya gue sama Vivian, si ibu kandung Lucian yang nggak tahu diri itu?"

​Jeslyn menghela napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya. Ia benar-benar tidak bisa menoleransi penghianatan, apalagi jika ia harus menjalani peran sebagai wanita yang tidak setia.

​Tok! Tok! Tok!

​Suara ketukan pintu memecah lamunannya. Jeslyn berdiri dan membukanya. Di sana, Pak Eland, kepala pengurus mansion yang sudah berusia 60 tahunan, berdiri dengan kepala menunduk sopan.

​"Nyonya Jeslyn," suara Pak Eland terdengar tenang namun mendesak.

"Maaf mengganggu waktu Anda, tapi saya baru saja menerima telepon darurat dari pihak sekolah."

​Jeslyn mengerutkan kening, perasaan tidak enak mulai menyerang. "Ada apa, Pak Eland? Jangan bilang Lucian buat masalah lagi?"

​"Tuan Muda Lucian terlibat perkelahian di sekolah, Nyonya. Pihak sekolah meminta orangtua untuk segera hadir," lapor Pak Eland.

​Jeslyn mematung. "Perkelahian? Lucian?"

​"Benar. Dan karena Tuan besar sedang berada di luar negeri untuk urusan bisnis, serta Nyonya Vivian tidak bisa dihubungi, pihak sekolah meminta Anda sebagai wali untuk datang ke sana," jelas Pak Eland lagi.

​Jeslyn merasakan detak jantungnya berpacu lebih cepat, bukan karena takut, melainkan karena ini adalah kesempatan emas.

"Wali? Aku? Seumur hidup belum pernah aku jadi wali siapa pun! Aduh, ini... ini gimana caranya?"

​Ia memutar otaknya. "Ini waktu yang pas! Kalau aku datang dan membela Lucian, mungkin dia bakal mulai percaya sama aku. Ini langkah awal buat memperbaiki semuanya."

​"Pak Eland, beri saya waktu lima belas menit untuk bersiap!" seru Jeslyn dengan semangat yang meledak.

​"Baik, Nyonya," Pak Eland mengangguk patuh.

​Jeslyn berlari kecil menuju kamarnya. Ia tidak lagi peduli dengan imej "istri pelakor" yang melekat. Ia membuka lemari, memilih dress berwarna cream formal yang memberikan kesan elegan namun tetap ramah. Ia memoles wajahnya dengan riasan tipis namun cantik, menonjolkan kecantikan alami pemilik tubuh ini tanpa terlihat berlebihan. Rambut panjangnya ia tata rapi hingga terurai indah di pundaknya.

​Ia menatap pantulannya di cermin. "Oke, Jeje. Lo bukan Jeslyn yang bar-bar, lo sekarang adalah sosok yang bakal jadi tameng buat Lucian. Tunjukkan pada dunia kalau anak tirinya itu punya seseorang yang peduli!"

​Beberapa menit kemudian, Jeslyn sudah berdiri di teras mansion. Ia tampak mempesona dan berwibawa. Karena Pak Eland masih harus mengurus beberapa administrasi rumah yang tertunda, Jeslyn memutuskan untuk berangkat lebih dulu.

​Ia melangkah masuk ke dalam mobil sedan mewah yang sudah disiapkan. Sopir yang sedari tadi menunggu segera membukakan pintu dengan hormat.

​"Ke sekolah Lucian sekarang, Pak. Dan tolong, bawa mobilnya dengan stabil tapi cepat. Jangan sampai ada yang berani menghalangi jalan kita!" perintah Jeslyn dengan nada tegas namun tetap sopan.

​Mobil pun melaju meninggalkan gerbang mansion. Jeslyn duduk tegak di kursi belakang, tangannya menggenggam tas kecilnya erat-erat. Ia memandang ke luar jendela, pikirannya penuh dengan rencana bagaimana cara menghadapi pihak sekolah dan yang lebih penting, bagaimana cara membuat Lucian sadar bahwa hari ini, dia tidak akan sendirian menghadapi dunianya.

​"Tunggu aku, Lucian," bisik Jeslyn pada diri sendiri.

"Hari ini, mami bakal bikin perhitungan sama siapa pun yang berani nyentuh kamu!"

Suasana di ruang bimbingan konseling itu benar-benar mencekik. Lucian duduk di kursi kayu dengan kepala tertunduk, wajahnya yang tampan kini dihiasi lebam keunguan dan goresan luka di sudut bibir. Di hadapannya, tiga orang wanita paruh baya dengan dandanan mewah terus melayangkan sumpah serapah, menunjuk-nunjuk Lucian dengan jari-jari penuh cincin berlian.

​"Anak ini benar-benar tidak punya tata krama! Lihat wajah putraku, Marco! Berdarah-darah karena ulah anak tidak tahu diri ini!" seru Meila, ibu Marco, dengan nada melengking yang memekakkan telinga.

​"Benar! Kami menuntut dia dikeluarkan dari sekolah ini! Anak buangan seperti dia memang cuma membawa masalah," sahut ibu Valery tak kalah sengit.

​Tepat saat suasana mencapai puncaknya, pintu ruangan itu terbuka dengan debuman keras.

Brak!

​Seluruh pasang mata di ruangan itu beralih ke pintu. Jeslyn berdiri di sana. Mengenakan dress formal berwarna cream yang membalut tubuhnya dengan elegan, rambutnya tergerai indah, dan perut buncitnya tampak menonjol, memberikan kesan seorang wanita yang tenang namun memiliki aura dominan yang luar biasa.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
aryuu
makan tuh... masa sih keadaan belum aman udah berani jalan2 🤣🤣🤣 mampus
aryuu
benar Daniel, kalo didunia nyata ada anak kandung didekati ulet Keket pasti buru buru dibasmi, ini mah dunia halu jadi nunggu kejadian baru dibahas🤭 Keith sama bininya wedus
Aprillia Syafitri Delhis
dapet bgt ini ceritaa. ikuttt nangissss bacanyaaaa 😭
Erna Masliana
semoga ibu dan bayi nya sehat...aku suka terharu kalo ada cerita yang akhirnya hamil setelah sekian lama apalagi kalo udah ada vonis susah hamil tapi akhirnya bisa hamil berasa ikut senang
Tijanud Darori Tiara
Masya Allah cerita nya bagusss sekaliii,
aku lanjut baca cerita kk yg lain
sehat selalu buat kk author nya
Erna Masliana
heh keguguran
Erna Masliana
akhirnya damai... bahagialah kalian semua
Erna Masliana
ngeselin banget s Jhon ini.. gak gitu caranya langsung bersimpuh di umum..mau menjelekan nama Lucian hah
Erna Masliana
emang udah atletis?? perasaan yang hot itu bapaknya..body nya beuh bikin mimisan Mami
Erna Masliana
Vivian ini playing victim dia yang buang anak dia yang seolah korban.. padahal itu karmanya dirundung rasa bersalah penyesalan sampe gila
Erna Masliana
kirain pengawal Lucian yg muncul nendang pisau..eh Alina menyerahkan diri untuk ditusuk
Erna Masliana
Daniel mulutmu 👍
Erna Masliana
jambak ampe rontok Lin💪
Erna Masliana
pengecut pecundang sejati
Erna Masliana
dih bilang aja ketagihan
Erna Masliana
lebay nya Lucian/Facepalm/.. bener kata Keith kayak anak perawan kehilangan Lucian ini
ara lianna
skip bab ini... ngga kuat.. sadis banget sepertinya
It's me Ri🥕: T...tapi minta ya sadis2 kakk🙏😭
total 1 replies
Erna Masliana
puas banget ih ✌️
Erna Masliana
tidak semudah itu.. mati cepat keenakan
Erna Masliana
jangan di matiin cepat.. patah patahkan tulangnya aja dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!