Darah Pewaris Dewa
Atlas dan Oliver menjalani hidup sebagai manusia biasa, hingga kematian ibu mereka membangkitkan kekuatan kuno yang tersembunyi dalam darah mereka.
Mereka ternyata adalah pewaris terakhir dari pendekar legendaris yang pernah melindungi Alam Dewa dari kegelapan.
Namun saat rahasia masa lalu mulai terbuka, mereka menemukan bahwa para dewa menyimpan pengkhianatan besar yang mengubah sejarah.
Dengan ancaman yang semakin dekat, Atlas dan Oliver harus mencari kebenaran tentang warisan mereka...
sebelum kekuatan dalam darah mereka menjadi penyebab kehancuran dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAHASIA DARAH AURELIAN
Kata-kata Azrael masih menggema di seluruh pusat Ordo Nihil.
"Kekuatan terbesar Aurelian tidak pernah diwariskan kepada kalian."
Kalimat itu membuat empat pewaris terdiam.
Selama ini mereka percaya bahwa darah Aurelian telah terbagi menjadi empat jalan.
Penjaga Langit.
Penjaga Waktu.
Penjaga Kehampaan.
Dan keseimbangan yang menyatukan semuanya.
Namun ternyata...
masih ada sesuatu yang disembunyikan.
KERAGUAN PARA PEWARIS
Atlas menatap Azrael dengan penuh kewaspadaan.
"Kalau kau mengetahui rahasia itu..."
"Kenapa kau memberi tahu kami?"
Azrael tersenyum tipis.
"Karena kebenaran akan lebih menghancurkan daripada kebohongan."
Oliver mencoba melihat masa lalu.
Namun aliran waktu di sekitar Azrael menolak kekuatannya.
"Aku tidak bisa melihat ingatan Aurelian."
Azrael menjawab:
"Karena ingatan itu bukan milik waktu."
"Melainkan milik darah."
RUANG DARAH AURELIAN
Vael membawa mereka menuju sebuah ruangan tersembunyi di pusat Ordo Nihil.
Ruangan itu tidak tercatat dalam sejarah mana pun.
Bahkan para penjaga Ordo Nihil tidak mengetahui keberadaannya.
Di tengah ruangan terdapat sebuah kristal besar.
Namun berbeda dari kristal biasa.
Kristal itu berdenyut seperti memiliki kehidupan.
Aeron mendekat.
Wajahnya berubah.
"Aku pernah merasakan energi ini."
Atlas bertanya:
"Dari mana?"
Aeron menjawab:
"Dari Aurelian."
PESAN LELUHUR
Ketika keempat pewaris menyentuh kristal...
ruangan dipenuhi cahaya.
Sosok Aurelian muncul.
Bukan sebagai legenda.
Bukan sebagai pahlawan.
Tetapi sebagai seseorang yang membawa beban besar.
"Akhirnya..."
"darahku kembali berkumpul."
Atlas menatap leluhurnya.
"Aurelian..."
Sosok itu tersenyum.
"Kalian telah melewati apa yang bahkan aku tidak pernah bayangkan."
PENGAKUAN AURELIAN
Aurelian menatap mereka.
"Aku membuat kesalahan."
Semua terdiam.
Karena mereka tidak pernah membayangkan seorang legenda mengakui kesalahan.
"Aku percaya kekuatan dapat dibagi."
"Aku percaya para pewaris berikutnya akan memilih jalan yang benar."
"Tapi aku lupa satu hal."
Oliver bertanya:
"Apa?"
Aurelian menjawab:
"Setiap kekuatan membawa godaan."
KEKUATAN TERSEMBUNYI
Aurelian mengangkat tangannya.
Sebuah simbol kelima muncul.
Bukan merah.
Bukan biru.
Bukan hitam.
Melainkan cahaya keemasan.
"Ini adalah warisan yang tidak pernah kuberikan."
Atlas terkejut.
"Kenapa?"
Aurelian menatap mereka.
"Karena kekuatan ini bukan untuk digunakan."
"Tetapi untuk dikorbankan."
DARAH AWAL AURELIAN
Aeron memahami lebih dulu.
"Jadi selama ini..."
"Ada bagian pertama dari darahmu?"
Aurelian mengangguk.
"Ya."
"Sumber dari seluruh warisan."
Kael bertanya:
"Lalu kenapa disembunyikan?"
Aurelian menjawab:
"Karena jika kekuatan ini jatuh ke tangan yang salah..."
"ia tidak akan menciptakan keseimbangan."
"Ia akan menciptakan penguasa baru."
KEKUATAN SANG PENCIPTAAN
Oliver menatap simbol itu.
"Apakah ini..."
Aurelian mengangguk.
"Benar."
"Ini adalah darah penciptaan."
Semua terdiam.
Karena mereka menyadari sesuatu.
Selama ini mereka bertarung melawan para penguasa yang ingin memiliki kekuatan tertinggi.
Namun kekuatan itu...
ternyata ada dalam darah mereka sendiri.
PILIHAN TERAKHIR AURELIAN
Aurelian berkata:
"Jika kalian menerima warisan ini..."
"kalian tidak hanya menjadi penjaga."
"Kalian akan memiliki kemampuan mengubah aturan dunia."
Atlas bertanya:
"Dan jika kami menolak?"
Aurelian tersenyum.
"Berarti kalian benar-benar memahami arti kekuatan."
Tiba-tiba...
ruangan bergetar.
Sebuah energi muncul dari luar.
Azrael telah memasuki ruang darah.
Ia menatap simbol keemasan.
"Jadi akhirnya..."
"warisan itu muncul kembali."
Azrael tersenyum.
"Selama ribuan tahun aku menunggu saat ini."
Empat pewaris bersiap.
Karena mereka akhirnya mengetahui rahasia terbesar Aurelian.
Namun sekarang...
mereka harus menentukan apakah mereka akan mengambil kekuatan itu...
atau membiarkannya tetap terkubur selamanya.
Ruangan darah Aurelian bergetar.
Energi emas dari kristal kuno memenuhi seluruh tempat.
Untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun...
warisan pertama Aurelian muncul kembali.
Namun bukan hanya para pewaris yang merasakannya.
Azrael Vorn juga merasakan kekuatan itu.
KEKUATAN YANG DIINGINKAN AZRAEL
Azrael berjalan perlahan memasuki ruangan.
Tatapannya tertuju pada simbol keemasan yang melayang di tengah kristal.
"Jadi benar..."
"Warisan awal Aurelian masih ada."
Atlas berdiri di depan kristal.
"Kau ingin mengambilnya."
Azrael menatapnya.
"Aku tidak menginginkan kekuatan itu."
Semua terdiam.
Kael mengerutkan kening.
"Lalu apa tujuanmu?"
Azrael menjawab:
"Aku ingin menghentikan kesalahan yang pernah dilakukan Aurelian."
KEBENARAN TENTANG WARISAN EMAS
Aurelian yang berada dalam kristal mulai berbicara.
"Azrael..."
"Kau masih percaya bahwa kekuatan ini adalah solusi."
Azrael menatap bayangan leluhur mereka.
"Karena memang begitu."
Aurelian menggeleng.
"Tidak."
"Kekuatan penciptaan bukan untuk memperbaiki dunia."
Oliver bertanya:
"Lalu untuk apa?"
Aurelian menjawab:
"Untuk memberikan kesempatan."
PERBEDAAN AURELIAN DAN AZRAEL
Azrael tertawa kecil.
"Kesempatan?"
"Berapa banyak kesempatan yang harus diberikan?"
"Berapa banyak dunia harus jatuh sebelum kalian mengerti?"
Atlas menatap Azrael.
"Kau melihat semua kegagalan."
"Tapi kau lupa melihat semua perubahan."
Azrael menatapnya.
"Kau masih berbicara seperti Aurelian."
SERANGAN AZRAEL
Tiba-tiba...
ruangan dipenuhi energi gelap.
Azrael mengangkat tangannya.
Tidak ada ledakan.
Tidak ada gerakan besar.
Namun seluruh ruang langsung kehilangan keseimbangan.
Aeron segera membuat pelindung kehampaan.
"Kekuatan ini..."
"Dia sudah melampaui batas penjaga."
Kael menyerang dari samping.
Namun Azrael hanya mengangkat satu tangan.
Serangan Kael berhenti di udara.
"Kalian masih belum memahami."
"Kalian bertarung menggunakan warisan."
"Aku bertarung menggunakan pemahaman."
ATLAS DAN AZRAEL
Atlas maju.
Pedang warisan Aurelian bersinar.
"Aku tidak peduli seberapa kuat kau."
"Aku tetap akan berdiri."
Azrael menatapnya.
"Kenapa?"
Atlas menjawab:
"Karena seseorang harus percaya."
Untuk sesaat...
Azrael terdiam.
Karena jawaban itu mengingatkannya pada seseorang.
Aurelian.
PILIHAN PARA PEWARIS
Aurelian berbicara kembali.
"Kalian harus memilih."
"Warisan ini dapat membuat kalian menjadi lebih kuat dari para dewa."
"Tapi jika kalian menggunakannya karena ketakutan..."
"kalian akan menjadi seperti Azrael."
Oliver melihat simbol emas.
Ia memahami.
Kekuatan terbesar bukanlah menciptakan dunia baru.
Tetapi memiliki kemampuan untuk menciptakannya...
namun memilih tidak memaksakan kehendak.
KEPUTUSAN ATLAS
Atlas menyentuh kristal.
Energi emas masuk ke tubuhnya.
Namun tidak sepenuhnya.
Hanya sebagian.
Azrael terkejut.
"Kau menolak sebagian besar kekuatannya?"
Atlas mengangguk.
"Aku tidak membutuhkan kekuatan untuk menjadi penguasa."
"Aku hanya membutuhkan kekuatan untuk melindungi."
PEWARIS LAINNYA
Oliver juga menerima sebagian kecil warisan.
Bukan untuk mengubah waktu.
Tetapi untuk menjaga agar waktu tetap berjalan.
Aeron menerima bagian yang membuatnya mampu menyeimbangkan kehampaan.
Bukan menguasainya.
Kael menerima bagian terakhir.
Namun ia hampir menolak.
"Kenapa aku?"
Aurelian menjawab:
"Karena orang yang pernah hampir kehilangan dirinya..."
"...adalah orang yang paling memahami nilai sebuah pilihan."
Empat pewaris kini membawa sebagian warisan awal Aurelian.
Namun kekuatan itu tidak membuat mereka menjadi dewa.
Tidak membuat mereka menjadi pencipta.
Justru membuat mereka memahami satu hal.
Kekuatan terbesar bukan kemampuan untuk mengubah dunia.
Melainkan kemampuan untuk memilih kapan tidak mengubahnya.
Azrael melihat mereka.
Untuk pertama kalinya...
keraguannya muncul.
Namun kemudian...
ia membuka sebuah pintu kuno.
"Aku sudah melihat pilihan kalian."
"Namun kalian belum melihat kebenaran terakhir."
Di balik pintu itu muncul sebuah bayangan.
Sebuah rahasia tentang Aurelian yang bahkan Azrael sembunyikan.
Pintu kuno di belakang Azrael perlahan terbuka.
Tidak ada cahaya yang keluar.
Tidak ada energi yang meledak.
Namun keheningan dari balik pintu itu terasa lebih berat daripada seluruh kekuatan yang pernah mereka hadapi.
Atlas menatap pintu tersebut.
"Apa yang ada di sana?"
Azrael tidak langsung menjawab.
Untuk pertama kalinya...
wajahnya terlihat serius.
"Itu adalah kebenaran yang bahkan Aurelian tidak ingin kalian ketahui."
RUANG AWAL PENCIPTAAN
Mereka memasuki ruangan itu.
Di dalamnya tidak ada dinding.
Tidak ada lantai.
Hanya sebuah ruang luas yang berisi pecahan ingatan.
Setiap pecahan menunjukkan kejadian dari masa lalu.
Oliver melihat jutaan garis waktu.
Namun semuanya berhenti pada satu titik.
"Aku tidak bisa membaca ini."
Aeron melihat simbol kuno.
Simbol yang bahkan lebih tua dari Aurelian.
"Ini bukan warisan."
"Ini adalah asal mula darah."
RAHASIA AURELIAN
Sebuah bayangan muncul.
Bukan Aurelian sebagai pahlawan.
Melainkan Aurelian sebagai seorang anak.
Sendirian.
Ketakutan.
Tidak mengetahui siapa dirinya.
Azrael berkata:
"Sebelum menjadi penjaga..."
"Aurelian hanyalah makhluk biasa."
Atlas terkejut.
"Dia bukan terlahir sebagai legenda?"
Azrael menggeleng.
"Tidak."
"Dia menjadi legenda karena pilihannya."
SUMBER KEKUATAN AURELIAN
Bayangan berubah.
Muncul sebuah inti cahaya kuno.
Sebuah sumber energi yang berada sebelum penciptaan dunia.
"Itulah asal kekuatan Aurelian."
"Kekuatan yang bahkan Sang Pencipta Pertama tidak ciptakan."
Oliver bertanya:
"Kalau begitu..."
"siapa yang menciptakannya?"
Tidak ada jawaban.
Karena bahkan Azrael tidak mengetahuinya.
KETAKUTAN AZRAEL
Kael menatap Azrael.
"Jadi selama ini..."
"kau juga tidak memiliki semua jawaban."
Azrael diam.
Untuk pertama kalinya mereka melihat sisi lain dari musuh mereka.
Azrael bukan hanya seseorang yang ingin mengendalikan dunia.
Ia juga seseorang yang takut pada sesuatu yang tidak ia pahami.
PESAN TERAKHIR AURELIAN
Kristal di ruangan menyala.
Suara Aurelian terdengar.
"Jika kalian melihat ini..."
"berarti dunia kembali menghadapi ancaman yang sama."
Atlas mendengarkan.
"Aku ingin kalian memahami satu hal."
"Kekuatan tertinggi bukan berasal dari darah."
"Bukan dari penciptaan."
"Bukan dari kehancuran."
Cahaya memenuhi ruangan.
"Kekuatan terbesar berasal dari keputusan untuk tetap menjadi diri sendiri."
AZRAEL MENGUNGKAPKAN TUJUANNYA
Azrael menatap para pewaris.
"Aku tidak membenci Aurelian."
"Aku menghormatinya."
"Tapi aku tidak percaya pada jalannya."
Atlas bertanya:
"Jadi apa yang akan kau lakukan?"
Azrael melihat ke luar ruang awal penciptaan.
"Aku akan menunjukkan kepada kalian alasan mengapa pilihanku benar."
DUNIA YANG TERLUPAKAN
Sebuah gambaran muncul.
Satu dunia.
Dunia yang tidak pernah diketahui oleh siapa pun.
Dunia yang hancur bukan karena perang.
Bukan karena dewa.
Tetapi karena kebebasan tanpa batas.
Azrael berkata:
"Itu adalah dunia pertama yang dilindungi Aurelian."
"Dan itu adalah dunia pertama yang gagal."
Semua terdiam.
UJIAN TERAKHIR
Azrael mengangkat tangannya.
Sebuah gerbang muncul.
"Jika kalian ingin menghentikanku..."
"lihatlah sendiri."
Atlas menatap tiga pewaris lainnya.
Mereka semua memahami.
Mereka harus melihat kebenaran itu.
Mereka memasuki gerbang.
Namun sebelum pergi...
Azrael berbisik:
"Setelah kalian melihatnya..."
"aku ingin tahu."
"Apakah kalian masih akan memilih menyelamatkan dunia yang sama?"
Gerbang tertutup.
Empat pewaris Aurelian menghilang menuju dunia yang hilang.
Dunia yang menyimpan kegagalan pertama leluhur mereka.
Dunia yang mungkin mengubah keyakinan mereka selamanya.
Karena terkadang...
musuh terbesar bukanlah orang yang ingin menghancurkan dunia.
Melainkan orang yang memiliki alasan kuat untuk melakukannya.