NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Sepuluh tahun berlalu bak embusan angin musim semi.

Kota Awan Putih telah banyak berubah. Gedung-gedung pencakar langit kini dilapisi panel penyerap energi alam, dan jalur udara untuk lalu lintas pedang terbang sudah diatur dengan lampu lalu lintas melayang. Namun, bagi Xiao Yan yang kini berusia enam belas tahun, waktu terasa berjalan sangat lambat dan monoton.

Di dalam sebuah kamar berukuran tiga kali empat meter, sebuah jam weker digital di atas meja nakas menunjukkan pukul 05.59 pagi.

Xiao Yan berbaring telentang di atas kasurnya. Matanya sudah terbuka lebar menatap langit-langit kamar. Napasnya teratur, seolah tidak ada beban apa pun dalam hidupnya.

Bip! Bip! Bip!

Tepat pukul enam pagi, jam weker itu berbunyi nyaring.

Tangan kanan Xiao Yan bergerak dari balik selimut. Kecepatannya lambat, seolah direkam dalam mode slow-motion. Dia menyentuh tombol di atas jam weker itu dengan sangat hati-hati.

Klik.

Suara weker berhenti.

"Hah..." desah Xiao Yan dari mulutnya.

Dia menarik tangannya kembali.

"Selamat. Hari ini aku juga berhasil tidak menghancurkan jam weker ini menjadi serbuk besi," batin Xiao Yan.

Dia duduk di tepi tempat tidur. Tubuhnya kini tinggi dan proporsional untuk ukuran remaja seusianya. Wajahnya tampan dengan garis rahang yang tegas, namun ekspresinya tetap datar tanpa emosi yang berlebihan. Matanya memancarkan ketenangan yang hampir terasa seperti kebosanan absolut.

Setelah melakukan peregangan tubuh... yang sengaja ditahan di level 0,001 persen tenaga agar lantai kamarnya tidak retak... Xiao Yan berjalan ke kamar mandi, menggosok gigi, dan berganti pakaian dengan kaus putih polos dan celana training abu-abu.

Dia membuka pintu kamarnya dan turun ke lantai bawah.

Lantai dasar apartemen mereka kini tidak lagi sekadar toko kelontong. Berkat sepuluh tahun kehidupan yang damai, Lin Mei berhasil mengembangkan usahanya menjadi sebuah kedai mi kecil yang bersih dan rapi bernama Kedai Mi Teratai.

Aroma kaldu tulang sapi yang gurih sudah memenuhi ruangan.

"Pagi, Ibu," sapa Xiao Yan sambil menarik kursi kayu dan duduk di salah satu meja kosong.

Lin Mei yang sedang mengaduk panci besar di dapur menoleh sambil tersenyum hangat. Wajahnya terlihat sedikit menua, tetapi aura keibuannya semakin kuat.

"Pagi, Yan-er. Tumben kamu turun tepat waktu. Biasanya Ibu harus memanggilmu dua kali," balas Lin Mei sambil mengambil sebuah mangkuk keramik. "Kamu mau mi dengan tambahan daging babi atau telur rebus hari ini?"

"Um... Telur rebus saja," jawab Xiao Yan datar.

"Hanya telur? Kamu sedang masa pertumbuhan, Nak. Harus makan banyak daging biar kuat," omel Lin Mei ringan, namun tangannya tetap memasukkan dua butir telur rebus dan beberapa potong daging ke dalam mangkuk Xiao Yan.

Lin Mei meletakkan mangkuk mi yang mengepul panas itu di depan putranya.

"Terima kasih, Ibu," kata Xiao Yan.

Dia mengambil sumpit bambu, mematahkannya menjadi dua bagian dengan presisi yang sempurna, lalu mulai makan dalam diam.

Di luar kedai, jalanan mulai ramai. Suara klakson mobil bertenaga roh bersahut-sahutan dengan suara desingan para pekerja kantoran yang terbang menggunakan pedang di jalur udara.

Saat Xiao Yan sedang menyeruput kuah mienya, terdengar suara mesin motor mendekat. Sebuah skuter terbang berwarna hijau bermotif burung merpati mendarat tepat di depan kedai. Pengendaranya adalah seorang pria berseragam pos.

"Permisi! Nyonya Lin! Ada surat!" teriak tukang pos itu.

"Oh! Sebentar!" Lin Mei mengelap tangannya dengan celemek dan bergegas berjalan ke depan kedai.

"Hah..." Xiao Yan menghela napas pelan melihat keributan kecil itu. Dia melanjutkan mengunyah telurnya.

Di pintu depan, Lin Mei menerima sebuah amplop tebal berwarna perak dengan stempel berbentuk awan putih. Mata Lin Mei langsung terbelalak. Dia berterima kasih kepada tukang pos itu dan setengah berlari kembali ke meja Xiao Yan.

"Yan-er! Yan-er! Lihat ini!" seru Lin Mei dengan suara bergetar karena antusiasme. Dia menaruh amplop perak itu di atas meja, tepat di sebelah mangkuk mi Xiao Yan.

Xiao Yan melirik amplop itu sekilas.

"Surat panggilan?" tanya Xiao Yan datar.

"Ini bukan sembarang surat panggilan, ini dari Akademi Awan Putih! SMA Kultivasi terbaik di kota ini!" Lin Mei menepuk tangannya dengan gembira. "Kamu lulus seleksi berkas awal, Yan-er! Besok adalah jadwal ujian lapangan dan tes pengukuran kemampuan utamanya!"

Xiao Yan menelan minya.

"Ugh..." lenguh Xiao Yan pelan, nyaris tak terdengar.

"Kenapa? Kamu tidak senang?" tanya Lin Mei, alisnya sedikit berkerut.

"Tidak, aku senang," jawab Xiao Yan dengan ekspresi yang sama sekali tidak menunjukkan rasa senang. "Aku hanya khawatir ujiannya akan merepotkan."

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-conti: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Aku anak kecil, Paman.
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Aku anak kecil, Paman.: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!