NovelToon NovelToon
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:677.5k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

Sepuluh tahun pernikahan dan ribuan jarum suntik hanya menyisakan hampa bagi Zira Falisha. Demi cinta, ia mengizinkan wanita lain meminjamkan rahim untuk benih suaminya, Raka. Namun, ia tak menyangka keputusan itu justru membuka pintu perselingkuhan. Raka tidak hanya berbagi prosedur medis, tapi juga berbagi hati di belakangnya.

Namun, siapa sangka kehancuran rumah tangganya justru dimanfaatkan oleh pria yang berusia jauh lebih muda darinya, Kayden Julian Pradipta.

"Zira, minta suamimu untuk tidak campur tangan tentang hubungan kita."

"Dasar tidak waras!"

"Pria tidak waras ini masih mencintaimu, Sayang. Kutunggu jandamu."

Jika dulunya Kayden merelakan Zira menikahi pria lain, tapi saat ini ia tak mau lagi membiarkan wanita itu bersama pria yang menyakitinya. Ditambah, kehadiran seorang bocah menggemaskan yang memanggil Kayden dengan sebutan Papa.

"Oh, Mama balu Zayla? Yang kemalen itu nda jadi, Papa beal?"

Apakah Kayden berhasil merebut Zira dari suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghinaan Untuk Ivy

Suasana di dalam rumah mewah itu terasa sangat mencekam, seolah oksigen telah habis terbakar oleh amarah Anggi yang terus-menerus memaki putranya. Zira, yang merasa tidak ada lagi gunanya berada di tengah pusaran drama itu, memilih untuk melangkah keluar. Ia menuju garasi, tempat di mana sebuah benda kesayangannya terparkir di balik selimut debu tipis.

Zira membuka pintu garasi dan menatap sebuah motor besar yang sudah lama tidak ia kendarai. Dulu, ia adalah seorang wanita yang bebas, mencintai kecepatan dan deru mesin. Namun, hobi itu terpaksa ia kubur dalam-dalam demi menjalani berbagai prosedur medis dan gaya hidup sehat untuk mencapai kondisi rahim yang sempurna, semuanya demi Raka.

Kini, wanita itu tersenyum puas. Ia meraih helm full-face miliknya dan mengusap bodi motor itu dengan lembut, seolah menyapa kawan lama.

"Mari kita bersenang-senang lagi, Carlie," bisiknya pelan.

Zira menaiki motornya, mengenakan helm, dan menekan tombol starter. Seketika, suara mesin yang gahar menggelegar di dalam garasi, menjadi alunan musik yang paling indah dan membebaskan bagi telinganya. Suara itu adalah simbol kembalinya jati diri yang sempat ia gadai demi pernikahan yang ternyata hancur berantakan.

Ia menarik tuas gas, memberikan bunyi raungan yang nyaring seolah memberikan peringatan pada seisi rumah, sebelum akhirnya melesat pergi meninggalkan pelataran rumah. Raka, yang mendengar deru mesin yang sangat ia kenali itu, segera berlari keluar dengan panik. Namun, ia hanya sempat melihat lampu belakang motor Zira yang semakin menjauh di kegelapan malam.

"ZIRAAAA! MAU KE MANA KAMU MALAM-MALAM SEPERTI INI?!" teriak Raka dengan suara parau. Ia menjambak rambutnya sendiri, diliputi rasa frustrasi yang luar biasa. Dunianya seolah sedang runtuh berkeping-keping.

Raka kembali ke teras dengan langkah gontai, di mana ibunya, Anggi, berdiri tegak sembari melipat tangan di depan dada. Tatapan Anggi masih sedingin es.

"Kamu telah mencoreng nama baik keluarga Laurent, Raka. Tak pernah Mama sangka, seleramu jatuh serendah ini. Berapa kamu bayar dia untuk melakukan ini semua? Berapa?" tanya Anggi dengan suara rendah namun penuh intimidasi.

Raka hanya diam membeku. Ia tidak punya jawaban yang bisa memuaskan ibunya. Anggi menghela napas panjang, menunjukkan kekecewaannya yang mendalam, lalu ia mengalihkan pandangan tajamnya ke arah Ivy yang masih berdiri gemetar di sudut ruangan.

"Sudah berapa banyak uang yang putraku berikan padamu?" tanya Anggi sembari melangkah perlahan mendekati Ivy.

Matanya yang jeli menangkap kilauan di leher Ivy. Anggi mengulurkan tangannya, menyentuh kalung yang melingkar di sana dengan jari-jari yang mengenakan perhiasan jauh lebih mahal.

"Berlian? Raka, kamu serius memberikan wanita murahan ini kalung berlian?!" tanya Anggi dengan nada tak percaya. Raka hendak membuka suara untuk membela, namun sebelum sepatah kata pun keluar, Anggi menyentak kalung itu dengan kasar hingga putus dari leher Ivy.

"Aww!" jerit Ivy kesakitan saat kulit lehernya tergores kaitan kalung yang ditarik paksa.

"Maaa!" pekik Raka terkejut melihat kekerasan ibunya.

"Kenapa? Kamu mau marah pada Mama karena wanita ini?" teriak Anggi dengan suara yang menggelegar. "Cepat bawa wanita ini pergi dari sini! Ingat Raka, rumah ini adalah rumah yang mendiang ayahmu berikan untukmu dan istrimu yang sah. Mama tidak akan pernah rela ada wanita murahan tinggal di sini! Tidak akan pernah!"

Anggi berbalik pergi dengan langkah angkuh, menggenggam kalung berlian yang sudah putus itu di tangannya. Ia meninggalkan Raka yang hanya bisa tertunduk lesu, hancur oleh tekanan ibunya dan rasa bersalah yang kini mulai menghimpit.

Suara tangisan Ivy yang pecah memaksa Raka untuk mendongak. Ia menatap wanita hamil itu yang kini sedang memegangi lehernya yang memerah. Raka terdiam cukup lama, membiarkan keheningan itu diisi oleh isak tangis Ivy, sampai akhirnya Ivy bersuara dengan nada penuh tuntutan.

"Kenapa kamu tidak membelaku sedikit pun di saat mamamu menghinaku seperti sampah?" tanya Ivy dengan suara serak.

Raka menatapnya dengan pandangan kosong yang perlahan berubah menjadi kemarahan. "Aku tidak bisa membelamu, Ivy! Aku bahkan tidak bisa membela diriku sendiri sekarang! Jangan hanya menyalahkan aku saja. Kamu yang memaksa untuk tinggal di rumah ini, bukan? Bukankah sudah kukatakan jangan? Kamu bersikeras, kamu merasa paling benar, dan sekarang setelah semuanya hancur, kamu menyalahkan aku?!" sentak Raka dengan nada tinggi.

Raka menjambak rambutnya lagi, matanya memerah karena stres yang memuncak. Sementara itu, Ivy hanya bisa menangis sesenggukan, menyadari bahwa pelindung yang ia harapkan ternyata adalah seorang pria yang tak berdaya di bawah bayang-bayang ibunya sendiri.

"Sekarang, kemasi semua barangmu," perintah Raka dingin.

Ivy tersentak, ia menatap Raka dengan tatapan tak percaya. "Kemasi barang? Kamu mengusirku?"

Raka mengusap wajahnya dengan kasar, mencoba menjernihkan pikirannya yang semrawut. "Kamu masih mau memaksa tinggal di sini setelah apa yang terjadi?! Ivy, oh astaga ... gunakan otakmu! Mamaku sudah tahu hubungan kita! Jika aku tetap membiarkanmu di sini, Mama bisa memutuskan semua akses keuangan dan fasilitas yang aku miliki! Kamu mau kita hidup luntang-lantung?!" sentak Raka lagi.

Air mata Ivy mengalir semakin deras. Ia tidak menyangka Raka akan bersikap sekejam ini hanya karena takut pada ibunya. Ivy merasa posisinya untuk memiliki Raka sepenuhnya kini semakin jauh dari jangkauan. Dengan tangan gemetar, ia memegangi perutnya yang buncit, menatap Raka dengan pandangan memelas yang menyayat hati.

"Setidaknya ... pikirkan bayi ini," lirih Ivy.

Raka memegang kepalanya, ia merasa seperti akan gila. "Cepat berkemas. Kita ke apartemenku sekarang juga. Tidak usah banyak drama lagi, kepalaku sedang pening luar biasa. Aku mohon ... mengertilah sedikit seperti Zira mengerti aku!"

Kalimat terakhir Raka terasa seperti pisau yang meremas jantung Ivy. Di saat seperti ini pun, Raka masih membandingkannya dengan Zira. Ivy berdiri dengan kaki gemetar, harga dirinya telah diinjak-injak sampai ke titik terendah.

"Aku tidak akan pernah melupakan penghinaan hari ini. Siapa pun yang membuatku terjepit seperti ini, akan kubalas berkali-kali lipat," batin Ivy dengan kedua tangan terkepal kuat, dendamnya kini telah mencapai puncaknya. Ia mulai melangkah menuju kamar untuk mengemasi barang-barangnya, sementara Raka hanya berdiri mematung, menatap kegelapan malam dan berharap Zira akan kembali pulang.

___________<<

1
bunda fafa
alamak...bukan magel mikil zay.. astogeee zay..sdh digendong pun msh sj komplen🤣
bunda fafa
calon2 emak2 bawel dan ras terkuat di bumi tdk mau disalahkan🤣🤣 giliran gak mau diajak dibilang pasrah 😆nanti dipakca katanya pemaksaan 🤣🤦ribet kali jd bodel🤣🤣
bunda fafa
habisnya hrs gmn kl gak PASRAH zay🤣🤣 hrs memohon dan merayu2 biar km ikut jemput raya gt?🤣🤣
faridah ida
ooaalaaa nih bocil drama nya banyak banget kamu Zayra ...😂😜
bunda fafa
ikut sj zay..nanti bs beli telol gulung 🤣
bunda fafa
keren si zayra..lg nunggu masa depan loh dia 🤣🤣
Naviah
magel mikil gak tuh 😭🤣
bunda fafa
kentut2 gt hasil cebong mu looh piir🤣🤣
bunda fafa
jagoan maunya sm mama Nara sj papaa..Sono papa sama kak raya sj😁
Naviah
bikin ngakak 🤣
Rahmat
thor banyakin bahasa alien bocil cadelx karna itu keren
Naviah
hahaha oh ternyata mau dibujuk Zayla 🤣
novi pardosi
lah Sofia gak tau, kayden dengan sira udah lifing together sedari kecil
Naviah
maca depan 😭🤣
Naviah
gitu gitu anakmu loh Vier 🤣
bunda fafa
kadang orang tua sudah berusaha berlaku seadil-adilnya untuk anak2 mereka tp kadang si anak msh ada celah yg membuat mereka merasa terabaikan..tp namanya jg anak2 jd msh wajarlah asal tdk berlebihan ya papa capiil..saball
AriNovani
Kay lupa gk kasih sajen jdi badmood 😂
AriNovani
Hehh kamu dulu juga gtu Vierr sma bapakmu /Facepalm/
Felycia R. Fernandez
kok ayah...
papa kan...
papa Vier
Rahmat
vote meluncur thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!