NovelToon NovelToon
GODAANKU

GODAANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Selly, gadis berusia 19 tahun, adalah putri kesayangan keluarga terkaya nomor dua di negara ini. Sejak kecil ia hidup dalam pelukan kasih sayang yang luar biasa—dimanja ayah, disayang ibu, dan dijaga mati-matian oleh kakak laki-lakinya, Rian, yang posesifnya level dewa.

Namun, ada satu hal yang selalu Selly inginkan namun sulit ia dapatkan: Hati seorang Darren Wijaya.

Darren, pria dingin berusia 32 tahun yang merupakan raja bisnis dan orang terkaya nomor satu. Luka masa lalu akibat pengkhianatan mantan kekasihnya, Natasha, membuat pria itu menutup hatinya rapat-rapat. Selama bertahun-tahun Selly mengejar, memberi perhatian, dan mencoba menembus tembok dingin itu, namun yang ia dapatkan hanyalah sikap acuh tak acuh dan penolakan.

Hingga suatu hari, rasa lelah dan sakit hati membuat Selly sadar. Ia tidak bisa terus memaksakan diri.

"Cukup, Om... Aku menyerah."

Selly memutuskan berhenti. Ia mulai fokus kuliah, bergaya lebih dewasa, dan mencoba membuka hati untuk Aron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Bebepa hari terakhir ini, suasana di dalam gedung pencakar langit milik Wijaya Group terasa berubah drastis menjadi sangat mencekam dan menegangkan.

Semua orang, mulai dari staf administrasi, manajer, hingga para direktur, bisa merasakan aura gelap yang menyelimuti kantor pusat mereka.

Penyebabnya hanya satu: Darren Wijaya.

CEO muda yang biasanya dikenal dengan sikap dingin, tenang, dan sangat profesional itu... kini berubah menjadi sosok yang sangat tidak terprediksi, sangat sensitif, dan sangat mudah meledak-ledak.

Darren menjadi sangat aneh. Tidak seperti dirinya yang biasanya.

 

Di ruang rapat yang luas dan mewah itu, suasana hening total. Hening yang mematikan.

Di kepala meja, Darren duduk tegap dengan wajah datar namun matanya memancarkan kilatan bahaya yang tak biasa. Tangannya memegang berkas laporan dengan cengkeraman yang kuat.

"Jadi... ini laporan keuangan yang kalian berikan kepada saya?!" suara Darren terdengar pelan namun sangat menusuk, membuat semua orang yang duduk di sana menunduk tak berani bernapas keras.

"Angka-angka ini berantakan! Tidak rapi! Dan ada beberapa poin yang tidak masuk akal! Kalian pikir saya membayar gaji selangit hanya untuk mendapatkan hasil kerja seburuk ini?!"

BRAKK!!!

Tangan Darren menghantam meja rapat dengan sangat keras, membuat kertas-kertas di atasnya berterbangan dan gelas air bergetar hebat.

Semua karyawan di sana tersentak kaget, jantung mereka seakan berhenti berdetak sejenak. Wajah mereka pucat pasi menahan ketakutan.

"Ma-maaf Pak... kami akan perbaiki secepatnya Pak..." jawab kepala divisi dengan suara yang gemetar hebat.

"SEGERA! Saya tidak suka menunggu! Keluar dari sini sekarang juga dan jangan muncul lagi di hadapan saya sebelum semuanya sempurna dan tanpa cela!" bentak Darren dengan tatapan tajam yang seolah ingin membunuh.

Tanpa menunggu perintah dua kali, semua orang langsung berhamburan keluar dari ruangan itu dengan langkah cepat, seolah-olah baru saja lolos dari mulut harimau.

Begitu ruangan menjadi kosong dan sunyi kembali, Darren menyandarkan punggungnya ke kursi empuknya, tangannya mengacak-acak rambutnya sendiri dengan penuh frustrasi.

'Sialan... semuanya sialan!' umpatnya di dalam hati.

Padahal sebenarnya laporan itu tidak seburuk itu. Masih dalam standar yang bisa diterima dan masih bisa didiskusikan dengan kepala dingin.

Tapi bagi Darren saat ini... segalanya terlihat salah, segalanya terlihat mengganggu, dan segalanya terlihat tidak memuaskan hatinya yang sedang kacau balau.

Energi negatif itu terus dia bawa ke mana-mana.

Di lift, kalau ada karyawan yang berani menatapnya sedikit saja atau tidak segera menunduk hormat, dia akan menatap balik dengan tatapan dingin yang membekukan, membuat orang itu takut setengah mati.

Di koridor, kalau ada yang berjalan lambat atau menghalangi jalannya, Darren akan mendengus kasar dan melewatinya dengan kasar seolah-olah orang itu hanyalah sebuah penghalang jalan yang tidak berarti.

Para sekretaris dan asistennya pun jadi korban utama kemarahannya.

Sedikit saja salah ketik, sedikit saja telat membawakan kopi, atau sedikit saja suaranya terdengar kurang sigap... Darren langsung memarahi habis-habisan tanpa ampun, dengan bahasa yang dingin dan tajam.

"Pak Darren sedang bad mood parah kayaknya deh..." bisik salah satu staf dengan suara pelan di ruang makan karyawan.

"Iya nih... dari kemarin mukanya kelihatan menyeramkan banget. Aku mau lewat depan ruangannya aja gemeteran, takut kena semprot."

"Katanya sih gara-gara masalah hati ... katanya cewek yang dulu ngejar dia bertahun-tahun sekarang lagi dekat sama anak orang kaya yang lain. Jadi Pak Darren cemburu buta kali ya..."

"Hush jangan ngomong keras-keras! Nanti kedengeran gimana?! Kita bisa kena getahnya lho! Mending kerja yang bener dan jangan bikin masalah dulu deh daripada jadi sasaran amarah Bos..."

Suasana kantor yang biasanya tertib, dingin, dan profesional kini berubah menjadi seperti medan perang yang mencekam. Semua orang bekerja dengan ketakutan, berjalan hati-hati, dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menjadi sasaran kemarahan bos mereka yang sedang tidak stabil emosinya.

 

Malam harinya, di dalam ruangan kerjanya yang sunyi dan gelap...

Darren duduk sendirian di balik meja kerjanya yang besar. Lampu ruangan hanya dinyalakan sebagian kecil, membuat bayangannya terlihat panjang dan menyeramkan terpental di dinding.

Di depannya, layar komputer menyala menampilkan data-data bisnis dan grafik keuangan, tapi mata Darren sama sekali tidak fokus melihat hal-hal itu.

Pikirannya melayang terus... dan terus... kembali berputar pada satu titik yang sama.

SELLY.

Dan bayangan tangan Aron yang menyentuh tangan Selly, menyentuh rambut Selly, dan menyentuh bahu Selly... terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak yang tidak bisa dihentikan.

Rasa sakit, rasa panas di dada, dan rasa tidak terima yang luar biasa itu terus menyiksa batinnya tanpa henti.

Perlahan tapi pasti, sebuah kesadaran besar mulai menembus ego dan gengsinya yang tinggi.

Darren menatap pantulan dirinya di kaca jendela besar yang menghadap ke pemandangan kota malam yang gemerlap.

'Kenapa aku jadi begini sih?' tanyanya pada dirinya sendiri dengan suara parau yang nyaris tak terdengar.

'Kenapa aku jadi gampang marah? Kenapa segalanya rasanya salah di mataku? Kenapa pekerjaan yang biasanya aku nikmati dan aku kuasai sekarang rasanya seperti beban yang menyiksa?'

Jawabannya hanya satu. Sangat jelas dan sangat nyata terngiang di benaknya.

'Apa karena aku tidak tenang...'

'Karena ada sesuatu yang hilang... atau lebih tepatnya... ada orang yang mulai menjauh dan pergi ke tempat yang salah.'

Darren mengepalkan tangannya kuat-kuat di atas meja kerjanya sampai urat-urat tangannya terlihat menonjol.

'Awalnya aku pikir ini semua cuma rasa cemburu biasa. Awalnya aku pikir ini cuma egoku yang terluka karena ada orang lain yang berani menantang dan melawanku.'

'Tapi ternyata lebih dari itu... Jauh lebih dalam dari itu.'

Darren menutup matanya rapat-rapat, mengingat semua kenangan, semua perhatian, dan semua kehadiran Selly yang selama bertahun-tahun selalu ada di dekatnya, selalu setia menunggunya.

'Aku sadar sekarang... aku tidak bisa membiarkan ini terus terjadi. Aku tidak bisa hanya diam berdiam diri melihat Selly bahagia bersama orang lain.'

'Aku tidak bisa membayangkan hari-hari ke depan tanpa ada suara dia, tanpa ada senyum dia, dan tanpa ada sosok dia yang selalu ada untukku.'

'Dan yang paling penting... AKU TIDAK BISA MENERIMA FAKTA BAHWA SELLY AKHIRNYA JADI MILIK ORANG LAIN!'

Nafas Darren memburu tak beraturan, matanya terbuka kembali dan kini menyala dengan tekad yang bulat dan kuat.

'Dia itu milikku. Selama bertahun-tahun dia hanya untukku, dia hanya peduli padaku, dan dia hanya mengejarku. Dia adalah hak mutlakku!'

'Tidak ada jalan tengah untuk masalah ini. Tidak ada kompromi. Aku harus mendapatkan dia kembali. Aku harus menarik dia kembali ke sisiku.'

'Aron Walker... kamu pikir kamu bisa dengan mudah membawanya pergi dan membuat dia lupa padaku?! Kamu salah besar!'

'Aku Darren Wijaya. Kalau aku menginginkan sesuatu, aku akan mendapatkan itu dengan cara apa pun. Dan sekarang... aku menginginkan Selly kembali. Hanya untukku. Selamanya!'

Kesadaran itu sudah bulat total. Dia tidak akan membiarkan siapapun mengambil apa yang menurutnya adalah hak miliknya.

Permainan ini... baru saja menjadi jauh lebih serius dan jauh lebih berbahaya!

 

(Bersambung...)

 

1
Ilfa Yarni
loh kok blom jadi nikah ditungguin padahal
Ilfa Yarni
otw pernikahan ayo kota tunggu dan kita dukung rame2
Ilfa Yarni
cepatlah nikah kalian hehe
Ilfa Yarni
otwenuju pernikahan semua kluarga swlly udah kasih restu buktikan Darren klo km ga bakal bikin selly nangis lg
Ilfa Yarni
kapan nikahnya making love trus tanpa jalur resmi
Ilfa Yarni
syukurlah km udahenghancirkan orang yg menyakiti selly dan nisaembuktikan klo km benar3 mencintainya
falea sezi
🤣🤣preett qm. aja hampir tergoda. jalang🤣
Ilfa Yarni
klo km emang serius sama swlly kau bersihkan lg nama swlly kau hancurkan yg buat selly jd begini ktnya kau berkuasa coba buktikan
Ilfa Yarni
woi Darren kau bereskan berita ga bener ini ktnya kau punya kuasa kau tau pasti siapa dibalik berita murahan seperti in
Ilfa Yarni
oh ya knp skr k.mrn kmn malah menemui mantanmu itu dan selly tau dan hancur skr perjuanganmu bakal sangat sulit aku yakin itu krn kepercayaan selly udah hilang tanpa bekas
Ilfa Yarni
bagus selly lali2 kayak Darren ha nis dipercaya lalu plinplan ga punya sikap egois dan tempeeamsntensing tinggalin aja
falea sezi
🤣🤣 salah sendiri belom nikah mau di ewe kapok lu salah sendiri murah
falea sezi
laki laki kampret😒 nasibmu sel🤣🤣
Komang Partini Amstrong
mudahn2n slly liat greget ama dareen
Zhang Wuyang (张五阳)
laki-laki emang kek gitu, jijik gw nemu laki-laki kek daren sumpah, mending selly nikah sama aron
Ilfa Yarni
sialan laki2 kayak gini mah sangat disesalkan kesucia selly diambil Darren laki2 nafsu gede gini mah bakal nyakitin aku ga suka sama Darren
Alia Chans
mampir
falea sezi
🤣🤣 uda kayak. laccur aja si selly😒
partini
hemm masa lalu dah nongol,, prett pada waktu nya
dari sekian novel yg ku baca dari tahun 2018 di sini cuma SAGA yg ga oleng sama mantan yg lain nya oleng semua kalau yg baru udah pergi baru nyesel minta maafi maafinta di kasih kesempatan
Ilfa Yarni
mk nya jd perempuan jgn gampangan selly blom tentu Darren bisa melupakan mantannya dan skr dia kembali lg sementara km udah ternoda udah ga suci lg
wiwi: sabar sabar🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!