NovelToon NovelToon
Samsara Sembilan Naga

Samsara Sembilan Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen dulunya adalah jenius nomor satu di Kota Awan Merah. Namun, pada usia 12 tahun, Meridiannya dihancurkan oleh musuh misterius, membuatnya menjadi "Sampah" yang tidak bisa mengumpulkan Qi. Dihina oleh klannya dan tunangannya dibatalkan, Lin Chen jatuh ke titik terendah. Suatu malam, darahnya secara tidak sengaja membangunkan sebuah relik kuno peninggalan ibunya: Sisik Naga Primordial. Relik ini tidak hanya memulihkan meridiannya, tetapi juga memberinya Teknik Kultivasi terlarang: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga. Dimulailah perjalanan Lin Chen dari kota kecil yang terpencil menuju puncak semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Mandi Darah Naga dan Terobosan Ranah Pengumpulan Qi

​Setelah memastikan tidak ada yang membuntutinya, Lin Chen menyelinap kembali ke kediamannya melalui rute tersembunyi. Malam telah larut, dan Kediaman Klan Lin diselimuti kesunyian.

​Begitu tiba di kamarnya, ia mengunci pintu rapat-rapat dan menutup semua celah jendela. Di tengah ruangan, sebuah tong kayu ek besar yang biasa digunakan untuk mandi telah diisi penuh dengan air dingin.

​Lin Chen mengeluarkan kotak kayu berisi bahan-bahan yang ia dapatkan dari Paviliun Harta Surgawi dan meletakkannya di atas meja. Tiga tangkai Teratai Darah yang memancarkan aroma manis berbau anyir, sepuluh batang Rumput Tulang Besi yang keras bak logam, dan di tengah-tengahnya, Inti Singa Api Neraka yang memancarkan hawa panas menyengat hingga membuat udara di sekitarnya beriak.

​"Seni Pemakan Surga Sembilan Naga sangatlah rakus. Ia bisa menelan energi apa saja, tapi jika wadahnya—yaitu tubuhmu—terlalu lemah, kau akan meledak dari dalam," suara Mo Xuan bergema dengan nada serius. "Mandi Darah Naga Tiruan ini akan menghancurkan kulit, otot, dan tulang lamamu, lalu membentuknya kembali menjadi sesuatu yang layak menampung Qi Naga. Rasanya... akan sejuta kali lebih sakit daripada saat meridianmu dihancurkan. Kau siap?"

​Lin Chen menatap pantulan dirinya di permukaan air tong kayu. Mengingat wajah arogan Liu Meng'er, ejekan Lin Lang, dan racun yang menggerogoti nyawa ayahnya, tatapan matanya menajam.

​"Aku lebih takut menjadi orang lemah daripada merasakan sakit. Mulailah, Mo Xuan."

​"Bagus! Hancurkan Rumput Tulang Besi dan Teratai Darah, lalu masukkan ke dalam air!"

​Lin Chen menggunakan kekuatan fisiknya yang mencapai Bintang 8 untuk meremukkan tanaman spiritual keras tersebut menjadi serbuk dan cairan, lalu melemparkannya ke dalam tong. Seketika, air dingin yang jernih itu berubah menjadi merah pekat dan kental, berbau persis seperti darah segar.

​"Sekarang, lemparkan Inti Singa Api Neraka!"

​Lin Chen mengambil inti kristal berwarna merah membara itu dan menjatuhkannya ke dasar tong.

​BZZZSSSH!

​Seketika itu juga, air di dalam tong mendidih dengan hebat. Gelembung-gelembung besar meletup di permukaan, melepaskan uap panas berwarna merah yang membakar. Suhu di dalam kamar melonjak drastis layaknya di dalam tungku pandai besi. Air darah itu tidak lagi terlihat seperti air, melainkan lava cair yang bergolak ganas.

​Tanpa ragu sedikit pun, Lin Chen menanggalkan seluruh pakaiannya dan melompat masuk ke dalam tong kayu tersebut.

​"ARGHHH!"

​Sebuah geraman tertahan lolos dari tenggorokan Lin Chen. Rasa sakitnya datang seketika dan tanpa ampun. Rasanya seperti jutaan jarum baja yang dipanaskan ditusukkan ke seluruh pori-pori kulitnya. Cairan darah mendidih itu dengan beringas merobek lapisan kulit terluarnya, membakar dagingnya hingga ke tulang.

​"Tahan kesadaranmu! Jangan sampai pingsan! Putar Seni Pemakan Surga Sembilan Naga sekarang!" teriak Mo Xuan.

​Dengan tubuh bergetar hebat dan gigi yang digigit hingga berdarah, Lin Chen memaksakan diri untuk duduk bersila di dalam tong. Ia mulai melafalkan mantra Seni Pemakan Surga Sembilan Naga di dalam hatinya.

​Begitu teknik kultivasi itu berputar, Meridian Naganya yang bercahaya keemasan seolah hidup kembali. Meridian itu bertindak seperti lubang hitam, menyedot energi liar berekemen api dari Inti Singa Api Neraka, serta esensi penempaan tulang dari rumput spiritual.

​Di dalam tubuh Lin Chen, terjadi peperangan yang mengerikan. Energi api menghancurkan sel-sel otot dan tulangnya, sementara energi dari Seni Pemakan Surga dengan paksa menelannya dan menciptakan sel-sel otot baru yang jauh lebih padat, kenyal, dan kuat.

​Kehancuran dan kelahiran kembali. Proses ini berulang puluhan, ratusan, hingga ribuan kali.

​Tulang-tulang Lin Chen yang sebelumnya berwarna putih giok kini mulai memancarkan kilau perak redup. Otot-ototnya terkoyak lalu menyatu kembali menjadi lebih liat. Bahkan sumsum di dalam tulangnya terasa seperti direbus.

​Satu jam... tiga jam... enam jam berlalu.

​Lin Chen telah mati rasa terhadap rasa sakit. Kesadarannya nyaris kabur, hanya ditopang oleh tekad membunuh dan dendam yang tak tertandingi. Kulitnya yang lama telah sepenuhnya mengelupas, digantikan oleh lapisan kulit baru yang mulus, seputih pualam, namun memancarkan ketahanan fisik yang tak tertembus pedang biasa.

​Cairan darah di dalam tong perlahan-lahan kehilangan warnanya, menjadi jernih kembali. Inti Singa Api Neraka di dasar air telah menyusut hingga sebesar kelereng, lalu akhirnya hancur menjadi debu. Seluruh energinya telah habis ditelan.

​Tepat pada detik itu, dari dalam Dantian Lin Chen, terdengar suara retakan yang sangat nyaring.

​KRAK!

​Penghalang tebal yang memisahkan Ranah Pemurnian Tubuh dan Ranah Pengumpulan Qi akhirnya hancur berkeping-keping!

​Energi di dalam Meridian Naga Lin Chen yang sebelumnya berbentuk gas tipis, kini berputar cepat dan memadat di pusat Dantiannya, membentuk sebuah pusaran energi (vortex) kecil berwarna emas murni.

​Ranah Pengumpulan Qi Bintang 1!

​Pusaran emas itu berputar semakin cepat, terus menyerap sisa-sisa energi di dalam meridiannya.

​Ranah Pengumpulan Qi Bintang 2!

Ranah Pengumpulan Qi Bintang 3!

​Kecepatan peningkatannya akhirnya melambat dan berhenti tepat di Ranah Pengumpulan Qi Bintang 3 tahap puncak.

​Mata Lin Chen terbuka dengan tajam. Dua sinar emas melesat keluar dari pupilnya, menembus dinding kayu kamarnya seperti dua bilah pedang cahaya. Air di dalam tong kayu meledak, menghancurkan tong itu menjadi serpihan.

​Lin Chen berdiri perlahan dari puing-puing tong. Ia merasakan tubuhnya seringan bulu, namun setiap inci dagingnya menyimpan kekuatan ledakan yang bisa meratakan bukit kecil.

​"Jadi ini... kekuatan Ranah Pengumpulan Qi," gumam Lin Chen takjub.

​Ia mengangkat tangan kanannya. Hanya dengan sekelumit pikiran, pusaran emas di Dantiannya bereaksi. Qi murni berwarna emas menyembur keluar dari telapak tangannya, menari-nari seperti api suci di atas kulitnya. Di Ranah Pengumpulan Qi, seorang kultivator bisa melepaskan energi dari dalam tubuh ke dunia luar!

​Lin Chen mengepalkan tangannya perlahan. Qi emas itu merespons, memadat dan membentuk siluet samar sebuah cakar naga raksasa yang membungkus kepalan tangannya. Aura destruktif, kuno, dan tirani menguar kuat di udara.

​"Jangan dicoba di sini, bodoh! Kau akan menghancurkan seluruh bangunan ini dan membuat ayahmu terbangun!" tegur Mo Xuan buru-buru.

​Lin Chen segera menarik kembali Qi-nya, tersenyum puas. Ia menyadari bahwa kualitas Qi emas miliknya jauh lebih padat dan lebih berat daripada Qi kultivator normal. Meski ia baru berada di Bintang 3 Pengumpulan Qi, dengan kekuatan fisik dari Mandi Darah Naga dan Tapak Guntur Pecah, ia yakin bisa dengan mudah membunuh kultivator Bintang 6 atau Bintang 7 di ranah yang sama.

​"Sebulan lagi adalah Turnamen Kota," Lin Chen menatap ke arah luar jendela, di mana bulan purnama bersinar terang. "Tetua Pertama, Liu Meng'er, Keluarga Wang... saatnya mempersiapkan batu nisan kalian."

​Dua Puluh Delapan Hari Kemudian.

​Waktu berlalu dengan cepat. Di Kediaman Klan Lin, suasana tampak sangat tegang namun kondusif. Sejak kejadian di Ujian Klan, Tetua Pertama Lin Ye dan faksi-faksinya mendadak menjadi sangat diam. Mereka tidak mencari masalah, dan Lin Lang dikabarkan diasingkan ke desa terpencil untuk memulihkan lukanya yang tak tersembuhkan.

​Namun, ketenangan ini justru membuat Kepala Klan Lin Tian merasa tidak nyaman. Ia tahu sifat Lin Ye; ular berbisa yang diam adalah ular yang sedang mengincar leher mangsanya.

​Hari ini, matahari bersinar cerah. Ribuan panji dari berbagai klan berkibar di udara. Sorak-sorai keramaian terdengar hingga bermil-mil jauhnya.

​Hari ini adalah pembukaan Turnamen Kota Awan Merah.

​Di dalam ruangannya, Lin Chen mengenakan jubah pertarungan rapi berwarna hitam dengan sabuk perak. Rambut gondrongnya diikat rapi ke belakang. Wajah remajanya memancarkan ketenangan absolut. Kultivasinya telah ia stabilkan, menyembunyikan Qi emasnya di dasar Dantian, membuatnya hanya memancarkan fluktuasi aura Ranah Pemurnian Tubuh Bintang 9.

​Lin Tian membuka pintu kamarnya, mengenakan pakaian kebesaran Kepala Klan. Ia menatap putranya dengan bangga sekaligus cemas.

​"Semua sudah siap, Chen-er. Seluruh perwakilan Klan Lin telah berkumpul di halaman depan. Ingat, tujuan utama kita adalah menunjukkan bahwa Klan Lin masih memiliki penerus yang kuat. Jangan memaksakan diri jika lawan terlalu berbahaya, terutama... murid-murid dari Sekte Pedang Awan Surgawi," pesan Lin Tian berat.

​Lin Chen tersenyum tipis. "Aku mengerti batasanku, Ayah. Jangan khawatir."

​Tentu saja aku tidak akan memaksakan diri, batin Lin Chen. Aku hanya akan menghancurkan mereka dengan begitu cepat hingga mereka tidak sempat merasa kesakitan.

1
yos helmi
biasanya cerita ng pernah selesai.. putus di tengah jln.. 🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣👍
yos helmi
🤣🤣👍🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🙏🤣👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄👍👍👍👍😄👍😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍l👍l👍l👍l👍l👍l💪💪💪ĺ
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪1
yos helmi
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏💪💪💪💪
Fiktor
mantap alur cerita nya ngak bertele2👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄😄🙏🙏🙏👍👍👍👍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!