Season 1 dan 2 ....
Yang seharusnya suami kini menjadi anaknya, yang seharusnya ayah mertua kini menjadi suaminya. Dan sahabatnya yang kini menikah dengan calon suaminya! Bagimana pernikahan bisa tertukar seperti ini? Apa sebenarnya yang terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07
Pagi hari yang cerah, langit berwarna biru cerah menandakan bahwa hari ini cuaca sangat panas. Tak ada tanda-tanda akan turun hujan di langit sehingga seorang wanita cantik dapat melakukan aktivitas nya kembali di kampus yang masih harus menyelesaikan tugas kuliah semester akhirnya.
"Semangat," gumamnya Sera menyemangati dirinya sendiri. Wanita itu keluar dari rumah dan mengendarai mobilnya. Saat di perjalanan ia terjebak macet.
Gadis itu melihat arah jam tangannya, kemudian mendesah kecewa.
"Ah, bakalan telat. Habislah sudah," ucapnya memukul setir mobil dengan kesal.
Pagi ini Sera bangun kesiangan, bagiamana tidak? s
Semalam pikirannya terus melayang-layang entah jauh di mana sehingga membuatnya tak dapat memejamkan mata? untuk tidur. Dan hari sudah memasuki waktu subuh barulah ia bisa tidur dalam nyenyak nya setalah menetapkan hati dan pikirannya dengan matang untuk memberi tahu, apa yang terjadi kepada kekasihnya.
Sera tidak ingin ada kebohongan sebelum ijab kabul terlaksana, ia sudah siap apapun yang akan Leo katakan tentang dirinya. Jujur itu lebih baik, sebelum masalah semakin lebih dalam lagi.
Setelah cukup lama terjebak macet di perjalanan. Helaan nafas terdengar lega dari mulut Sera setelah mobilnya sudah terparkir rapih di depan kampusnya. Sera turun dari mobil kemudian matanya menyapu seisi kampus tersebut mencari sesuatu.
"Key ...," teriak Sera dengan wajah ceria saat melihat sahabatnya, ia berlari menghampiri.
"Hey," sapa Keyra singkat.
Sera mengubah ekspresi nya bingung." Key, kamu sehat?"
"Iya, emangnya kenapa?" tanya balik Keyra.
"Wajah kamu pucat banget, kamu sakit?" Sera khawatir.
Belum sempat Keyra menjawab.
Perut keyra berasa mual, gadis itu menutup mulutnya menahan isi di dalam mulut yang hendak keluar. Kemudian berlari cepat menuju toilet. Sera yang memperhatikannya semakin heran di buatnya." Keyra kenapa?"
Dengan perasaan khawatir pada sang sahabat, wanita itu mengikuti langkah Keyra dari belakang dan terus memperhatikan gerak-gerik nya. Setelah berada di toilet wanita. Sera bersembunyi di balik tembok dengan hati terus bertanya.
"Apa yang terjadi pada Keyra? Kenapa dia muntah-muntah seperti itu?" Dalam hati Sera terus memperhatikan sang sahabat.
"Eh, Sera. Kenapa lo di sini?" tanya seseorang salah satu siswi.
"Em, itu." Sera menunjuk arah toilet dan mendengar suara orang muntah-muntah di dalamnya.
"Oh, pasti itu Keyra, iya kan?" tebak Andin. Sera mengangguk.
"Udah beberapa hari ini dia begitu, sedikit-sedikit muntah, mual. Kayak orang hamil tau gak!" ujar Andin seraya mengejek.
"Apa?" Sera nampak terkejut.
"Hem, kayaknya dia hamil deh," tebak Andin.
"Gak mungkin, kamu kalua ngomong jangan asal tuduh ya," bantah Sera.
"Ck, kita liat aja nanti. Seluruh kampus juga udah pada tau kalau dia itu hamil!"
Sera diam, memandangi kepergian Andin. Apa bener yang di katakan Andin? Sera pun langsung menghampiri sahabatnya.
"Key, kamu gak apa-apa?" tanya Sera khawatir sambil menggedor pintu toilet.
"Nggak!" jawabnya singkat setelah membuka pintu.
"Tapi muka kamu pucat gitu, kamu yakin gak apa-apa?"
"Cerewet banget sih, kalau aku bilang nggak, ya nggak," ujar nya marah membentak Sera.
Sera pun membatu, ini pertama kalinya sahabatnya itu memarahi nya. Apa sebenarnya yang terjadi pada Keyra? Kenapa dia bersikap aneh begitu? Pikir Sera.
Satu minggu telah berlalu, persahabatan Sera dan Keyra mulai renggang. Keyra seringkali menghindar Sera dan itu membuat Sera bingung pada sahabatnya itu.
"Key, kamu ini kenapa sih? Kenapa kamu menghindari aku terus," cegah Sera pada saat Keyra ingin pergi ketika berpapasan muka di lorong kampus.
"Gak kenapa-kenapa," jawabnya santai.
"Key, kalau ada apa-apa itu cerita sama aku, siapa tau aku bisa bantu?"
"Yakin kamu bisa bantu? Gimana kalau aku minta sesuatu yang berharga dalam hidup kamu. Apa kamu bakalan kasih ke aku ... nggak kan?"
Sera benar-benar tidak mengerti apa maksud dari perkataan sahabat nya itu. Sesuatu yang berharga, apa itu?
"Keyra, maksudnya apa?"
"Dah lah, kamu gak bakalan mengerti. Jadi stop urusin urusan aku!"
"Apa!"
Sera bak di tampar muka nya setelah mendengar kalimat pedas yang di lontarkan oleh sahabatnya. Sahabat yang sudah lama mereka bina, dari masa SMA hingga kuliah. Mereka selalu bercerita dan saling tukar cerita. Tapi Kali ini yang membuat Sera bingung dengan perubahan sikap sahabat pada dirinya. Apa yang terjadi? Sera tidak mengerti.
"Hay, sayang."
Sera tersentak, di depan gerbang kampus sudah ada seseorang yang menunggu dirinya. Seseorang yang hampir saja ia lupa akar permasalahannya dengan sang kekasih mengenai dirinya. Sera terlalu sibuk mencari kebenaran tentang perubahan sikap sang sahabat sehingga melupakan sesuatu yang amat penting tentang kenyataan dirinya yang sudah tidak lagi perawan. Ia belum sama sekali membicarakan malah ini dengan Leo. Ada keraguan untuk berkata jujur.
"Hey, kok malah bengong. Ayo masuk." Leo menarik tangan Sera dan mengajaknya masuk ke mobil.
Sera pun tersentak kemudian melepaskan tangannya dari tangan Leo, wanita itu masuk ke mobil sendiri. Sera mencoba menghindar!
Leo hanya tersenyum, kemudian ia mengitari mobil nya dan masuk ke mobil.
"Kita cari makan dulu, ya!" ajak Leo.
Sera mengangguk, mungkin ini kesempatan untuk nya berkata jujur.
Leo tersenyum senang, kemudian menjalankan mobilnya pergi meninggalkan kampus dan melaju dengan kecepatan sedang mencari restoran tempat mereka makan siang.
Tanpa di sadar, ternyata seseorang mengintip di balik tembok. Dengan tatapan sulit di artikan, tangan mengepal keras tidak suka dengan kedekatan Sera dan juga Leo.
"Apa yang harus kamu lakukan? Jika aku memintanya, apa kamu bakalan penuhi permintaan aku? Dan menyerahkan nya pada ku?"