NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.

pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?

cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Aruna telah sampai rumah dan wanita itu memutuskan untuk tidak memasak atau melakukan apapun. Dia masih sangat syok dengan apa yang baru saja ia temukan di kamar kakaknya.

Suara pintu terbuka dan menampakan sesosok pria bertubuh jangkung dengan rambut acak-acakan dan baju yang tidak serapih tadi pagi, Arka baru pulang. Pria itu menilik Aruna aneh dengan sebelah alis terangkat naik.

“Aruna..“Ucapnya, Aruna mendongak dan tatapan mata mereka bertemu. Sejenak Aruna menatap dalam Arka dan mencari sesuatu di sana, sedang Arka terlihat kebingungan serta agak gugup tatkala Aruna menatapnya dalam begitu.

“Mas Arka, saya mau tanya sesuatu.“Ujarnya pelan dan Aruna memilih memutus tatapannya, Arka masih menatap Aruna dengan satu alis terangkat naik.

“Hm..“

“Apa Mas Arka dan kak Elia, kalian pernah 'melakukannya'?.“Tanya Aruna dengan suara mencicit pelan serta wajah tertunduk, ada semburat kemerahan yang terbentuk di kedua pipinya, sebetulnya Aruna merasa malu dan tidak sopan bertanya tentang sesuatu yang sifatnya privasi begini__tapi Aruna sangat ingin tahu, terlebih ia menemukan test pack di kamar sang kakak.

Arka menggelengkan kepalanya pelan dan tatapannya berubah menggelap”Kalau iya kenapa dan kalau tidak kenapa.“Ujarnya ambigu, harusnys pertanyaan seperti ini tak pantas di tanyakan oleh Aruna. Meski Aruna adalah adik dari Elia, tapi rasanya tidak pantas saja. Aruna pun mengangkat wajahnya dan kembali tatapan mereka bertemu. Aruna mendengus kasar.

“Ini saya temukan di kamar kak Elia.“Tukas Aruna dengan wajahnya yang berubah menjadi serius sekali, wanita itu juga menyerahkan test pack yang ia temukan kepada Arka.

“Saya tidak pernah melakukan hal 'itu' Aruna. Meski saya tidak terlahir dari kalangan orang yang betulan paham agama. Tetapi selama ini saya selalu berusaha menjaga Elia dengan tidan merusaknya sampai kami menikah, itu janji saya pada Elia.“Ujar Arka dan baru kali ini pria itu berucap sepanjang itu, wajahnya terlihat berubah gusar dan nafasnya tersenggal-senggal.

“Kalau bukan anak Mas Arka, lalu siapa?.“Tanya Aruna dan membuat tenggorokan Arka terasa tercekat, tiab-tiba dadanya sesak dan rasanya begitu sakit sekali.

“Kalau pun anak saya, pasti Elia tidak kabur.“

Aruna mengangguk setuju, iya juga.

“Tapi ini betulan milik Elia, kan? Bulan milik orang lain? Maaf, saya tidak bermaksud untuk tidak percaya sama kamu. Tetapi siapa yang tahu__.“

Aruna mendengus kasar lalu menjawabnya dengan nada suara yang naik beberapa oktaf”Maksud Mas Arka saya berbohong? Untungnya untuk saya apa, mas? Gak ada. Bukan hanya mas Arka yang sayang sama Kak Elia, saya juga!!.“

Aruna menghela nafas dalam-dalam dan menghebuskannya secara perlahan-lahan. Ucapan Arka begitu memojokannya. Padahal bukan hanya Arka yang mencintai dan menyayangi kakaknya, tetapi Aruna juga.

“Maaf.“Ujar Arka yang merasa bersalah, padahal Aruna sudah mau membantunya. Tapi Arka malah menuduhnya.

“Sudah saya maafkan.“Ketus Aruna dan Arka menghela nafas kasar.

“Saya sudah minta maaf, Aruna.“

“Saya kan udah maafin!.“Kembali Aruna berucap ketus, katanya sudah memaafkan. Tapi nada suaranya sangat tidak enak sekali.

“Saya punya seorang teman yang kebetulan bekerja sebagai detektif dan saya akan meminta bantuannya.“Tukas Arka yang memilih untuk mengatakan rencananya dan entah kenapa alasannya. Harusnya sih Arka tidak membongkar apa yang ia rencanakan pada Aruna, mengingat mereka adalah orang asing__tapi yasudahlah, sudah terlanjur juga.

“Oh.“Sahut Aruna yang terlanjur sebal dengan Arka. Dan pria itu terlihat berdecih tak suka tatkala ucapannya hanya di balas dengan 'Oh' saja.

****

Karena libur, Aruna pun memilih bangun agak siangan dan setelah memastikan kamarnya rapih dan bersih. Aruna mulai turun dan menuju dapur.

Ia akan memasak dengan bahan seadanya, mengingat belum semiat dirinya belanja dan mungkin nanti siang Aruna akan memaksa dirinya ke super market untuk berbelanja bahan makanan yang sudah habis.

Aruna pun memilih untuk memasak tahu telur saja dan berharap kalau Arka mau memakannya tanpa komplain. Kalau Arka tidak mau, maka solusi kedua adalah Aruna akan membeli lauk yang ada di gang depan, hanya berjarak sekitar beberapa meter saja dati rumah ini, untuk rasanya. Aruna tidak tahu enak atau tidak.

“Ehm..“Dehem pria itu yang sudah keluar menggunakan sebuah kaos polo dengan celana selutut. Tampilannya terlihat segar dengan bau sabun mandi begitu menguar. Sepertinya pria itu baru saja mandi, tapi tumben baru mandi jam segini? Biasanya juga pagi-pagi sekali, jangan bilang kalau dia pun ikut-ikutan bangun siang, ya?

“Saya gak sempet sarapan, tolong buatkan bekal saja!.“Ujarnya dan sukses membuat Aruna menoleh ke arahnya dengan satu alis terangkat naik.

Membawa bekal dengan menu tahu telur? Ohhh, apakah tidak akan terlalu sederhana sekali?

“Eum, saya beli di depan dulu untuk lauknya kalau gitu.“Sahut Aruna dan sudah berdiri dan akan pergi untuk membeli lauk. Akan tetapi tangan Arka menahannya, membuat langkah Aruna pun terhenti.

“Lauk yang kamu masak aja.“

“Tapi saya cuman masak tahu telur, Mas!.“

“Gak papa, saya pingin makan sama lauk yang kamu masak.“Tukas Arka tegas dan membuat Aruna menghela nafas kasar. Ok, ini hanya soal lauk saja dan Aruna tidak perlu baper ok? Walau tak di pungkiri jantungnya di dalam sana berdebar begitu kencang, sialan sekali memang!

Aruna pun ke dapur dan mengambil kotak bekal yang ada di rak, lalu mengisinya dengan nasi dan juga tahu telur yang ia masak. Tak lupa sebagai pelengkap, Aruna juga memberikan camilan dan juga juice wortel dan apel yang tadinya untuk ia sendiri__baiklah, setidaknya Aruna tidak mungkin hanya membekali Arka dengan tahu telur saja, makanya Aruna berinisitaif memberi pelengkap snack dan juga juice wortel apel.

“Kamu gak kerja, Run?.“

“Enggak mas, saya libut.“Jawab Aruna setelah menyerahkan kotak bekal bersama pelengkapnya, Arka mengangguk sekilas lalu pergi begitu saja dan meninggalkan Aruna yang menggerutu kasar.

“Ckckck... Dasar kulkas!.“

****

Biasanya Aruna akan berhemat sekali. Dan membeli apa yang di butuhkan saja, mengingat gaji yang dia dapatkan bisa di bilang cukup kecil__tentu Aruna bukan orang yang bodoh yang akan hidup hedon di usianya yang masih muda lalu menderuta setelah ia tua. Tidak akan!! Pengalaman orang lain lah yang selalu menjadi pembelajaran berharga bagi Aruna__maka dari itu, Aruna pun benar-benar memaksakan dirinya untuk hidup se sederhana mungkin dan menyimpan sebagian besar uangnya di buku tabungan. Akan tetapi sekarang situasinya sudah berubah, Aruna sudah menikah dan suaminys Arka pun akan memberikannya jatah tiap bulan__terlebih untuk ada jatah khusus yang Arka berikan, katanya untuk membeli bahan-bahan dapur. Makanya Aruna pun tak segan mengambil beberapa peralatan dapur pun dengan bahan-bahan masakan.

Troli sudah penuh dan Aruna terlihat cukup puas dengan bahan-bahan makanan juga beberapa peralatan dapur yang sudah ia ambil__untuk biayanya, tentu Aruna taksir akan lebih dati lima ratus ribu rupiah, tapi tidak apa-apa. Karena Arka sudah cukup berbaik hati, maka Aruna pun akan memberikan layanan makanan enak-enak untuknya.

“Hai Run, sendirian?.“Tanya seseorang yang sukses membuat tubuh Aruna terlonjak kaget, si penanya pun hanya terkekeuh tanpa merasa bersalah sama sekali.

“Ckck.. ngagetin aja, Rio!.“Ujar Aruna sambil refleks memukul bahu pria itu lembut, seketika kekeuhan Rio terhenti, tubuhnya meremang saat di rasakannya tangan lembut Aruna tanpa sengaja menyentuh bahunya, wangi parfum khas Aruna pun tercium begitu lekat sekali.. oh astaga, Andai Aruna peka dan mau menjadi pacarnya, maka bisa di pastikan kalau Rio akan sebucin itu padanya.

“Hahaha.. sendirian nih? Banyak banget belanja lo?.“Ujarnya, Aruna pun tertawa garing.

“Hm iya, lo sendiri juga?.“

“Iya ih. Wah jangan-jangan kita jodoh lho, Run.“Kelakar Rio terdengar menggoda, walau sebenarnya Rio berharap besar kalau ia dan Aruna betulan berjodoh.

Aruna bungkam, ia tak tahu harus menyahut apa. Sedang Rio tersenyum kecut melihat respon Aruna yang bungkam seperti itu, maunya Rio sih Aruna ikut menyukainya, tapi ya. Yang namanya perasaan kan tidak bisa di paksa juga.

“Biasa aja Run. Gue bercanda, tapi kalau iya sih. Gak papa, gue seneng.hehehe.“

“Apa sih, Rio.“Tukas Aruna seraya melengos.

“Oh ya, karena udah ketemu sama lo. Mau nggak kalau kita cari makan dulu? Kebetulan gue laper juga nih.“

Aruna terdiam sebentar dan terlihat berpikir. Meski sebetulnya sadar kalau Rio memang menyukai dirinya dan cukup sering melontarkan kata-kata seperti tadi__akan tetapi selama ini Aruna pura-pura tidak peka. Sebetulnya Rio cukup baik dan cukup tampan, tetapi Aruna yang merasa tidak pantas untuk bersanding dengan pria itu.

Ajakan makan bersama pun, kalau Aruna tolak. Maka akan kelihatan kalau Aruna menghindar, baiklah. Aruna pun menganggukan kepalanya dan membuat senyum lebar terlihat di bibir pria itu.

“Yaudah, kita titipin dulu barang belanjaan kita, ya?.“Ucap Rio yang di angguki oleh Aruna.

1
Ariany Sudjana
ini lagi Elia kangen sama arka, kalau kangen, kenapa kamu kabur pas mau menikah sama arka? dasar murahan kamu Elia
Ariany Sudjana
dua-duanya keras kepala
Ariany Sudjana
kenapa kamu bilang aruna murahan? murahan mana sama Elia yang kabur pas hari pernikahan, dan Aruna yang harus menggantikan?
Sam A13
terus dong ceritanya bags ceritanya👍
Dewi Sri Astuti: di tunggu lanjutannya ya kak, terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!