NovelToon NovelToon
GOMA: THE REBORN

GOMA: THE REBORN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Action
Popularitas:426
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati di puncak gunung Goma justru terbangun di dasar neraka sebagai tengkorak rapuh tanpa daging. Demi kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan Goma mulai membantai iblis dan memangsa tubuh mereka. Setiap nyawa yang ia telan menumbuhkan otot serta kulit baru di atas tulangnya. Ini bukan hanya tentang bertahan hidup namun tentang pendakian berdarah dari dasar jurang menuju singgasana para dewa yang telah menghina takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sensasi Kulit Logam

Episode 15

Aku melangkah keluar dari gerbang belakang Arena Debu Hitam dengan tubuh yang terasa jauh lebih berat daripada saat aku masuk tadi. Setiap gerakan yang kuambil sekarang disertai dengan suara gesekan halus yang terdengar seperti dua lempengan logam yang saling beradu. Itu adalah efek dari esensi cangkang Iron Crusher yang baru saja ku serap ke dalam jaringan kulit abu abuku. Aku menatap punggung tanganku yang kini memiliki kilauan ungu gelap yang sangat samar. Saat aku mencoba menekuk jemariku kulit di atas buku jariku terasa sangat kencang serta padat.

Dug... dug... dug...

Jantung esensi ku berdetak dengan ritme yang lebih kuat seolah olah ia sedang berusaha memompa darah hitamku ke setiap celah otot yang baru saja mengalami tekanan hebat di arena. Aku merasakan panas yang menjalar di sepanjang tulang belakangku. Rasa sakit akibat hantaman palu raksasa tadi masih ada namun ia perlahan lahan mereda digantikan oleh sensasi dingin yang menyejukkan.

"Goma kau harus segera menutupi tubuhmu dengan jubah yang lebih tebal. Kilauan kulitmu itu akan menarik perhatian para pencuri esensi di lorong lorong gelap kota ini," bisik Kharis yang kini menyelinap masuk ke dalam sela sela otot punggungku untuk mencari kehangatan energi.

Aku merogoh kantong kecil di pinggangku memastikan lima ratus koin esensi Oksidian itu masih ada di sana. Bunyi koin koin yang saling beradu memberikan sedikit rasa tenang di tengah hiruk pikuk kota yang asing ini. Sebagai seorang pendaki aku tahu bahwa persediaan logistik adalah kunci utama untuk mencapai puncak gunung. Di Gehenna koin koin ini adalah logistik utamaku untuk mencapai informasi tentang Bumi.

"Kita akan mencari penginapan yang paling tenang Kharis. Aku butuh waktu untuk menstabilkan integrasi logam ini ke dalam kulitku. Rasanya sangat kaku serta sedikit menghambat kelincahan ku."

Kami menyusuri jalanan samping yang lebih sepi dari keramaian iblis bangsawan. Bangunan bangunan di sini terlihat lebih tua dengan ukiran tulang yang mulai melapuk. Setelah berjalan sekitar lima belas menit kami sampai di depan sebuah bangunan kecil yang terbuat dari susunan tengkorak mahluk air yang besar. Ada sebuah papan kayu tua yang bertuliskan: PENGINAPAN TULANG KELABU.

Aku masuk ke dalam bangunan tersebut. Di balik meja penerima tamu seorang iblis tua dengan satu tangan dan wajah yang penuh bekas luka sedang duduk sambil membersihkan sebuah belati kecil. Ia menatapku dengan mata merahnya yang sudah mulai kabur.

"Satu kamar untuk satu siklus energi. Aku tidak menerima janji hanya koin esensi," ucap iblis tua itu dengan suara yang serak dan penuh dengan kecurigaan.

"Berapa harganya."

"Tiga puluh koin esensi. Kau dapat tempat tidur batu dan perlindungan dari patroli penjaga malam."

Aku mengambil tiga puluh koin dari kantongku kemudian meletakkannya di atas meja batu yang dingin. Iblis tua itu mengambil koin koin tersebut dengan cepat seolah olah takut aku akan mengambilnya kembali. Ia memberikan sebuah kunci yang terbuat dari potongan gigi mahluk purba.

"Kamar nomor tujuh di lantai atas. Jangan membuat keributan jika kau ingin jiwamu tetap utuh sampai besok pagi."

Aku menaiki tangga tulang yang berderit di setiap langkahku. Kamar nomor tujuh sangat kecil serta hanya berisi sebuah dipan yang terbuat dari bongkahan batu datar yang dilapisi oleh kain sutra iblis yang kasar. Aku segera menutup pintu kemudian menguncinya dari dalam.

Akhirnya aku bisa beristirahat sejenak.

Aku duduk bersila di atas dipan batu tersebut. Aku menutup mata kuning keemasan ku kemudian memfokuskan jiwaku ke arah sistem yang ada di dalam pikiranku.

[ SISTEM: MEMULAI DIAGNOSIS PASCA PERTANDINGAN ]

[ SISTEM: INTEGRASI KULIT LOGAM: 65 % ]

[ SISTEM: REGENERASI OTOT PUNGGUNG: SELESAI ]

[ SISTEM: KEKUATAN PERTAHANAN FISIK MENINGKAT 40 % ]

[ SISTEM: PERINGATAN: KAKU OTOT TERDETEKSI AKIBAT ADAPTASI LOGAM ORGANIK ]

Pantas saja gerakanku terasa sedikit lambat. Kulitku menjadi lebih keras namun ia juga kehilangan elastisitasnya. Aku harus menyeimbangkan ini dengan esensi jaringan lunak di masa depan.

Aku mencoba bernapas secara perlahan lahan membiarkan energi ungu dari ruangan ini masuk ke dalam paru paru semu ku. Setiap tarikan napas terasa sangat menyegarkan. Aku bisa merasakan bagaimana partikel Black Iron di tulangku dan esensi logam di kulitku mulai menyatu menciptakan sebuah sistem pertahanan yang berlapis.

"Goma kau tadi benar benar hebat. Tapi kau harus tahu bahwa bangsawan yang memiliki Iron Crusher itu bernama Lord Valos. Dia adalah salah satu pengumpul petarung paling kejam di distrik ini. Dia tidak akan diam saja melihat koinnya hilang serta petarung andalannya mati di tangan mahluk liar sepertimu," ucap Kharis sambil keluar dari balik punggungku kemudian duduk di atas meja kecil di samping dipan.

Aku membuka mataku menatap ke arah jendela kecil yang memperlihatkan pemandangan kota di bawah cahaya ungu yang remang remang.

"Biarkan dia datang Kharis. Jika dia mengirimkan prajuritnya maka itu artinya dia sedang mengirimkan esensi tambahan untuk tubuhku. Aku tidak akan lari dari siapa pun di kota ini."

"Kau sangat percaya diri ya. Tapi ingat Goma di wilayah tengah ini kekuatan bukan hanya tentang otot. Ada sihir kutukan dan senjata esensi yang bisa menghancurkan jiwamu tanpa menyentuh dagingmu sedikit pun. Kau harus tetap waspada."

Aku mengangguk pelan. Aku meraba bagian perutku yang sekarang sudah tertutup kulit metalik yang keras. Aku memikirkan panti asuhan di Bumi. Bayangan Ibu Widya yang sedang menjahit baju anak anak di bawah sinar lampu yang redup melintas di pikiranku. Rasa rindu itu memberikan kehangatan yang sangat kontras dengan dinginnya kamar batu ini.

Ibu Widya aku sudah memiliki koin yang cukup untuk pergi ke Aula Pengetahuan besok pagi. Aku akan mencari jalan pulang itu. Aku berjanji tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita setelah aku kembali nanti.

Aku kembali memejamkan mata mencoba untuk masuk ke dalam mode meditasi dalam agar proses integrasi kulit logam ku bisa selesai lebih cepat. Aku bisa merasakan setiap aliran esensi di dalam pembuluh darah hitamku bergerak seperti sungai kecil yang penuh dengan tenaga.

Tiba tiba telinga baruku menangkap suara langkah kaki yang sangat halus di koridor luar kamar. Langkah itu sangat terukur dan ringan tidak seperti langkah iblis tua penjaga penginapan tadi.

[ SISTEM: PERINGATAN: TERDETEKSI GETARAN ENERGI ASING DI BALIK PINTU ]

[ SISTEM: TINGKAT ANCAMAN: RENDAH MENUJU MENENGAH ]

Aku tidak bergerak dari posisiku bersila namun tangan kananku perlahan lahan meraba belati kristal yang aku selipkan di samping dipan. Aku menahan napas imajiner ku membiarkan seluruh syaraf prasaku terfokus pada pintu kayu yang tebal itu.

"Siapa di sana," ucapku dengan suara yang sangat rendah namun mengandung ancaman yang jelas.

Suasana menjadi sangat hening selama beberapa detik. Kemudian sebuah suara wanita yang sangat lembut namun dingin terdengar dari balik pintu.

"Aku adalah utusan dari House of Silk. Tuanku ingin mengundangmu untuk makan malam serta membicarakan sebuah kesepakatan yang menguntungkan bagi petarung sehebat dirimu Goma Sang Pendaki."

Aku menyipitkan mataku. House of Silk. Itu adalah salah satu faksi besar yang disebutkan Kharis sebelumnya. Mereka adalah para pedagang informasi dan esensi yang sangat berpengaruh di Kota Oksidian.

"Aku tidak tertarik pada jamuan makan malam. Katakan urusanmu di sini atau pergilah sebelum aku kehilangan kesabaranku."

Suara tawa kecil yang anggun terdengar dari balik pintu. "Kau benar benar mahluk yang kasar ya. Baiklah. Kepingan informasi pertama gratis untukmu. Lord Valos telah menyewa pembunuh bayaran dari klan Shadow Stalker untuk mengambil kepalamu malam ini. Penginapan ini tidak seaman yang kau kira."

Begitu kalimat itu selesai diucapkan getaran energi di balik pintu tersebut menghilang seketika. Mahluk wanita itu telah pergi secepat ia datang. Aku berdiri dari dipan batu kemudian berjalan menuju jendela. Aku melihat ke arah lorong lorong gelap di bawah sana.

Pembunuh bayaran. Shadow Stalker.

"Goma kita harus pergi dari sini sekarang! Mereka bisa menyerang dari bayangan!" Kharis tampak sangat panik hingga asap hitamnya menyebar ke seluruh ruangan.

"Tidak Kharis. Kita tidak akan lari. Jika mereka mengincar kepalaku maka aku akan menggunakan kepala mereka untuk memperkuat tulang leherku. Kita akan menunggu mereka di sini."

Aku memadamkan lampu kristal ungu di dalam kamar membuat ruangan tersebut menjadi gelap total. Namun dengan Eyes of the Abyss kegelapan ini bukanlah masalah bagiku. Aku bisa melihat setiap aliran energi di dalam ruangan ini dengan sangat jelas. Aku berdiri di tengah ruangan memegang belati kristal ku yang sudah mulai bercahaya merah karena esensi jantung Blood Vulture yang ku keluarkan.

Malam di Kota Oksidian baru saja dimulai serta aku Goma sang pendaki sedang menunggu tamu pertamaku dengan rasa lapar yang membara di dalam dada.

Dewa jika kalian mengirimkan para pembunuh ini untuk menguji nyaliku maka kalian akan melihat bagaimana aku merobek bayangan mereka menjadi potongan daging yang tidak berguna. Aku akan merangkak naik melewati mayat mayat mereka untuk mencapai tujuanku.

1
diy
hadir thor🤭
diy
tetap semangat 💪
M Agus Salim: siap💪
total 1 replies
diy
hmmm menarik☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
semakin menarik ☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
dibanyakin dong bab nya hehe 🤭
diy
semangat author💪
M Agus Salim: selalu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!