Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 7
Bugh
Bugh
Bugh
Xavier yang baru saja keluar dari dalam mobilnya di kagetkan dengan sebuah pukulan di pipinya. Xavier membalas berkali-kali pukulan yang mengenai pipinya. Tak lama pukulan Xavier terhenti saat melihat dengan jelas siapa pria itu. Rexa.
"Ngapain Lo pukul gue dan ada di sini?" tanya Xavier menjauh dari tu-buh Rexa yang sudah terkapar di bawah dengan beberapa luka di wajahnya. Sedangkan Xavier melihat luka di pipinya dari kaca spion.
"ck! Pipiku nggak estetik karena ulahmu!" kesal Xavier.
"Kenapa kamu mengkhianati aku? Kamu sudah tahu dari duluan kau mencintai Aruna! kenapa kamu malah mengambil dia dariku dan menikah dengannya, baji-ngan! Kau tak pantas di sebut sahabat! Kamu pengkhianat dan bajingan!" emosi Rexa saat tahu jika Xavier dan Aruna sudah menikah dua Minggu lalu.
Rexa tidak tahu jika mereka sudah menikah karena dia sedang sibuk dengan teman masa kecilnya yang sakit. Sehingga dia tak melihat undangan yang di berikan Xavier. Dia tahu mereka menikah satu Minggu yang lalu. Rexa pada akhirnya menyalahkan Xavier yang merebut Aruna. padahal dia sendiri yang sibuk dengan sahabatnya. Padahal dia selalu mengatakan mencintai Aruna tapi dia tak bisa melepaskan perhatiannya dari sahabatnya.
"Eh bego! Yang tolol itu kamu! ngapa nyalahin aku? Kita sepakat untuk mendapatkan Aruna dengan bersaing sehat. Tapi kamu? Lah kamu sendiri lebih sibuk dengan sahabat wanitamu itu bagaimana bisa mendapatkan perhatian Aruna? Kenapa kamu nggak nikahin saja sekalian sahabatmu itu! Lagian, kamu tahu sendiri kalau Aruna berbeda dengan wanita lain, mana mau dia di duakan seperti itu. Karena dia trauma dengan hal itu bego! Dan sekarang kamu nyalahin aku? Nggak sadar salah tuh ada di kamu!" jawab Xavier membuat Rexa terdiam dan menunduk lemah.
"Aku tak bisa meninggalkan Renata, dia ..." jawab Rexa terputus.
"Ya sudah kamu nikahin saja dia kalau memang tak bisa meninggalkan Renata. Wanita manapun tidak akan mau berbagi kasih sayang dan perhatian suaminya dengan wanita lain termasuk sahabatnya sendiri! Dah lah, kamu buang waktuku saja! Intinya, semua ada di kamu! Kalau kamu tak bisa tegas, jangan harap ada wanita yang mau menikah dengan kamu, apalagi Aruna! Jangan pernah coba dekati istriku! Kalau tak mau ku patahkan tangan dan kakimu agar kamu tak bisa menjaga Renatamu itu! Bye!" ujar Xavier sebelum pergi dari sana.
Xavier meninggalkan Rexa yang masih terduduk sambil menunduk meratapi nasibnya sekarang. Dia pernah menyatakan cintanya kepada Aruna, tapi selalu ada Renata di sampingnya. Seperti saat bertemu di rumah sakit saat pertama kali bertemu dengannya. Dia punya alasan tak bisa mengabaikan Renata. tapi dia juga tak mau kehilangan cintanya selama ini. Namun karena hal itu jugalah, sekarang dia benar-benar kehilangan cintanya. Nyatanya sekarang Aruna sudah menikah dengan Xavier.
"Runa ... Maafkan aku, aku memang tak bisa tegas kepada Renata! Tapi bukankah aku sudah jelaskan padamu kalau aku melakukan hal ini karena balas Budi yang harus aku lakukan karena jasa kedua orang tuanya? Kenapa kamu tak mau mengerti dan memberikan aku kesempatan? Kenapa kamu malah memilih menikah dengan Xavier. Aku tahu kalau kamu selalu di sakitu ayahmu hingga ibumu juga meninggal karena ayahmu berselingkuh dan tak mau menerima anak perempuan. Tapi aku berbeda Aruna. Aku mencintaimu bukan Renata, kepada dia hanya sebatas kewajiban!" ucap Rexa pelan.
Rexa tak sadar, seperti yang di katakan oleh Xavier tadi, tak akan ada wanita yang mau menjadi istrinya selagi ada Renata di samping dia. karena adanya Renata akan memicu pertengkaran diantara mereka. Dia dan Renata terlalu dekat, bahkan Mereka terlihat seperti pasangan kekasih. Rexa juga selalu lebih mementingkan Renata dibanding wanita lain yang katanya dia cintai. seperti sebelumnya dia sempat meminta Aruna untuk bertemu di cafe, namun satu jam lebih Aruna menunggu nyatanya Rexa tidak datang karena harus menunggu Renata. Dan saat dia datang ke cafe, Aruna sudah pergi meninggalkan dua cangkir kopi yang sudah kosong.
"Sial! Kenapa aku harus berada di posisi yang sesulit ini! Kenapa harus ada Renata? Aku mencintaimu Aruna!" teriak Rexa masih terduduk frustasi di sebelah mobil Xavier.
Tak lama ponselnya berbunyi, sudah pasti itu adalah Renata. Wanita yang tak bisa jauh dan selalu memiliki alasan agar Rexa tak bisa jauh darinya. Xavier melihat keadaan sahabatnya dari dalam ruangannya. Dia menarik sebelah sudut bibirnya.
"Kamu memang sangat bo-doh Rexa! Kenapa dari dulu kamu selalu bodoh! Bukankah sudah kukatakan kalau wanita itu dan keluarganya bukanlah orang yang baik. Mereka hanya akan memanfaatkanmu di suatu hari nanti, tapi kamu tetap ada pendirianmu berikut dengan keluargamu itu! sekarang nikmati saja pilihanmu itu Rexa! Aku sudah mengingatkan kamu dari awal, bahkan sampai membuat kamu membenciku. Aku memintamu menjauhi keluar Renata bukan karena cemburu, tapi karena kasihan padamu. Renata wanita manipulatif," ucap Xavier yang merasa kasihan dengan nasib sahabatnya.
Padahal papi Devan sudah menawarkan Rexa untuk kuliah bersama dengan Xavier di dalam negri saja. Biar dia yang membiayai kuliahnya. namun, Rexa dan kedua orang tuanya lebih memilih menuruti rencana dari keluarga Renata yang juga menawarkan kontrak kerjasama yang besar. Akhirnya mereka semua tergiur dengan janji manis mereka. Nyatanya setelah dua tahun di sana mereka hanya di tipu oleh keluarga Renata. Dan sekaranglah, keluarganya tak bisa lepas dari keluarga Renata termasuk Rexa yang harus tunduk kepadanya. Rexa tak lebih dari boneka keluarga Renata.
Bukan hanya harus menjaga dan memastikan kebutuhan Renata terpenuhi, dia juga harus bekerja di kantor Milik keluarga Renata dan memintanya untuk bisa mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar lagi. Miris memang kehidupan Rexa. Tapi itu adalah pilihannya sendiri.
Xavier kembali bekerja dengan setumpuk berkas dan file yang ada di depannya. Dua Minggu membuat pekerjaaannya semakin menumpuk, tapi tak masalah baginya. Karena honeymoonnya tidak sia-sia sehingga sekarang dia semakin semangat untuk bekerja. Bayangan senyum dan tawa Aruna bersamanya setiap malam membuatnya semakin mood booster. Senyum jug seterusnya tersungging di bibirnya kala mengingat hal itu.
",Ternyata nikah itu enak banget,! Ah kenapa nggak dari lama aku nikah sama Aruna!" kekeh Xavier dan salah tingkah sendiri di dalam ruangannya. Sepertinya dia menang sudah mulai gi-la karena Aruna. Istrinya benar-benar bisa membuat dia tak bisa berpaling kepada siapapun.
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
ini mah harus baca ulang dari awal
thanks teh 💪