Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Ana terbangun lebih dulu karena suara alarm di ponsel miliknya, ia menoleh kearah Nathan yang masih tertidur pulas.
Pelan pelan Ana turun dari ranjang milik Nathan, ia berjalan pelan menuju kamar mandi.
Tak lama Nathan terbangun dan tak melihat Ana disamping dirinya, Nathan melihat Ana yang tengah melakukan ibadah.
Nathan turun dengan pelan pelan dari ranjang miliknya, ia keluar dari kamar dan turun menuju dapur.
Ana yang sudah selesai pun langsung mencari keberadaan Nathan, Ana melihat Nathan yang tengah berada di dapur entah Ana sendiri tak tau apa yang Nathan lakukan.
" Kamu masak Nat ? " ucap Ana yang kini udah disebelah Nathan
" Iyah sayang "
" Emangnya bisa ? "
" Bisa dong Na, apasih yang aku ga bisa Na "
" Ih kamu sombong ya, kamu mau masak apa pagi ini ? "
" Aku mau masak sesuatu yang spesial "
" Iyah masak apa Nathan, mie instan? "
" Ya enggaklah sayang, aku ingin bikinin kamu chiken katsu dengan saus kari "
" Wihhh pasti enak, mau aku bantu ? "
" Engga usah sayang, kamu duduk aja aku juga udah siapin susu buat kamu "
" Wahh makasih ya Nat "
Ana langsung menghampiri meja makan, disana sudah ada segelas susu yang Nathan siapkan dan juga satu buah pir yang Nathan kupas.
Ana tak mengira jika ia akan memiliki seorang kekasih seperti Nathan, semua yang Ana cari dan butuhkan ada pada Nathan.
Namun hanya saja Ana tak tau kedepannya, siapa yang akan mengalah?
" Nat, nanti sebelum ke kampus kayaknya aku harus pulang dulu "
" Mau apa kamu pulang Na ? "
" Ya aku harus ganti pakaian aku Nat "
" Engga usah, aku udah siapin baju untuk kamu ganti. Tadi aku suruh seseorang untuk bawain baju, kamu ambil aja di sofa ya Na "
Ana langsung berjalan menuju sofa, terlihat beberapa kantung belanjaan yang berisi pakaian.
Semua lengkap dari pakaian dalam hingga pakaian luar, Ana benar benar terkesima dengan apa yang Nathan lakukan.
" Sarapan dulu, habis itu kamu baru ganti pakaian " ucap Nathan sembari menyiapkan makanan yang sudah selesai ia masak
Ana kembali berjalan menuju meja makan, makanan itu nampak harum sekali membuat Ana tak sabar ingin mencicipinya.
" Ayo dimakan Na " kata Nathan dan Ana mengangguk
Sebelum makan Ana pun berdoa, ia langsung memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.
" Gimana enak ? " tanya Nathan tak sabar
" Enak banget Nat, tapi ada yang kurang sih "
" Kurang apa ? "
" Kurang pedes hehe, tapi selebihnya enak banget Nat aku ga bohong "
" Syukurlah kalau kamu suka, yaudah habisin ya "
Ana mengangguk dengan wajah gembira, begitu juga dengan Nathan yang ikut bahagia.
....
Pagi ini Nathan dan Ana pergi bersama menuju kampus, sambil bercerita mereka melewati jalan pagi ini.
" Kalau menurut kamu Na, menikah itu seperti apa ? "
" Yang aku tau menurut agamaku yah Nat, menikah itu ibadah terpanjang. "
" Kenapa bisa dikatakan ibadah terpanjang ? bukannya masih ada sholat? "
" Sholat itu kewajiban Nathan ya itu termasuk ibadah, cuma setauku menikah itu bukan cuma ya menikah tapi soal tanggungjawab. "
" Coba kamu jelasin lebih rinci Na, tanggungjawabnya itu seperti apa "
" Gini ya Nat contoh ya, saat kamu ijab qobul nih kan saya terima nikahnya siapa lah gitu nah Katanya tuh sama artinya kaya kamu itu udah terima semuanya pasangan kamu. Jadi yang tadinya tanggung jawab pasangan kamu itu ada pada ayahnya berpindah ke kamu Nat. "
" Kamu tau ga Nat, rezeki orang yang menikah pun ada. Katanya juga Rezeki suami itu tergantung bagaimana kamu memuliakan istri kamu, semakin kamu memuliakan istri kamu makan semakin deras rezeki yang akan kamu terima "
" Setelah menikah juga, istri itu harus selalu mendapatkan izin suaminya. Kayak mau keluar rumah, atau mau apapun ya harus izin sama istrinya "
" Tapi kalau kamu mau lebih banyak tau coba deh ngobrol sama Mas Angga suaminya Fitri, dulu dia itu lulusan pesantren dan keluarganya Mas Angga juga terbilang agamanya kuat "
" Iyah Na, makasih kamu udah jelasin ke aku yah "
" Iya sama sama Nathan "
Tanpa terasa merekapun sampai dikampus, seperti biasa sebelum turun Ana memperhatikan sekelilingnya.
" Aku duluan ya Nat " ucap Ana
Sebelum turun Ana memberikan kecupan singkat di pipi Nathan, segera Ana pergi dengan cepat menjauh dari mobil Nathan.
Sambil tersenyum Nathan turun dari mobilnya, tak disengaja ia berpapasan dengan Reyhan yang kini ada dihadapannya.
" Pak saya boleh bicara sama pak Nathan ? " ucap Reyhan dengan wajah yang nampak serius
" Silahkan kita bicara diruangan saya "
Reyhan dan Nathan berjalan bersama menuju ruangan Nathan, Nathan tak tau ada maksud apa Reyhan ingin menemuinya.
" Silahkan duduk " ucap Nathan kepada Reyhan
" Saya ga mau basa basi Pak, bapa cukup jawab pertanyaan saya "
" Pertanyaan apa ? "
" Bapa pacaran kan sama Ana ? "
" Kamu tau darimana? "
" Kemarin sewaktu dompet Ana tertinggal, tanpa sengaja saya melihat foto Ana dan Bapa yang ada di dompet milik Ana. Dan saat Ana sakit kemarin saya bisa lihat bagaimana khawatirnya Pak Nathan, Pak Nathan juga kan yang menemani Ana selama Ana sakit ? Saya juga laki laki pak, saya bisa lihat cara bapa natap Ana itu beda pak "
Nathan tersenyum sambil mengangguk.
" Saya juga tau kalau kamu suka sama Ana "
" Ana yang cerita ke Pak Nathan ? "
" Bukan, saya laki laki Reyhan. Saya juga bisa lihat cara kamu menatap Ana, cara perhatian kamu. "
" Asal Pak Nathan tau, saya itu suka sama Ana sudah dari dulu pak. Dari awal semester 1, tapi saat itu saya gagal nyatain perasaan saya karena Ana berpacaran. Sekarang disaat Ana sudah putus bapa yang orang baru justru mengambil Ana, kenapa harus Ana sih Pak ? "
" Kalau saya balik pertanyaan itu ke kamu bagaimana? kenapa Ana yang kamu suka sejak dulu ? "
" Ya karena bagi saya Ana itu berbeda Pak, saya menemukan sesuatu pada Ana yang saya ga temuin di perempuan lain "
" Yah sama itu jawaban saya "
" Tapi harusnya bapa itu sadar, Bapa itu dosen dan Ana itu mahasiswi Pak Nathan. Apa jadinya kalau orang lain tau, apa Ana ga akan jadi bahan gosip ? "
" Kalau orang lain sampai tau, ya berarti itu tau dari kamu "
" Sekarang gini ya Reyhan, saya dan Ana sama sama saling sayang, saling cinta. Lalu kamu mau apa lagi ? Kamu mau nyuruh saya putus dengan Ana dan membiarkan kamu yang berpacaran dengan Ana ? "
" Saya ga pernah maksa Ana buat sayang atau cinta sama saya, tapi saya berusaha bagaimana caranya agar Ana sayang dan cinta sama saya. "
" Kamu gatau Reyhan bagaimana usaha saya untuk mendapatkan Ana, tapi biarlah biar itu menjadi urusan saya "
" Untuk sekarang saya akui saya kalah, tapi kalau sampai bapa menyakiti Ana saya akan berusaha untuk mengambil Ana. Bahkan kalau perlu, saya akan langsung menikahi Ana "
Reyhan pun segera keluar dari ruangan Nathan, Nathan tak takut dengan ancaman yang Reyhan berikan kepada dirinya