Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
“Suka?”. Ucap Ray lembut
“Iya, terima kasih kak”. Jawabku sambil memakan kue yang dia belikan sebagai makanan penutup kami
“Bagaimana petualanganmu kemarin?”.
“Wah, Lea punya banyak pengalam menarik kak. Lea fikir hidup Lea bakalan berhenti begitu aja ketika di keluarkan dari kampus padahal bukan kesalahan Lea, ternyata diluar sana masih banyak orang yang tidak lebih beruntung dari Lea. Kakak tahu aku pernah bertemu dengan seorang wanita muda, dia sudah menikah karena dia memaksa prianya untuk bertanggung jawab dengan apa yang telah dia perbuat pada wanita itu, bahkan dia sudah memiliki seorang anak sayangnya pria itu awalnya saja manis setelah mendapat apa yang dia inginkan dia akan di buang begitu dia bosan, setiap hari dia harus makan hati dengan sikap pria itu, sampai suatu hari mereka berpisah dan hidup wanita itu jauh lebih baik sekarang”. Ceritaku pada Ray
“Pelan-pelan Lea”. Ucapnya pada bibirku yang belepotan terkena krim kue
“Kak aku bisa sendiri”.
“Lantas apa yang kamu dapatkan dari cerita wanita itu?”.
“Jika kemarin Lea tetap memaksa untuk bersama dengan Reno dan memaafkan dia atas perselingkuhannya dengan Melinda, mungkin aku tidak akan pernah bahagia kak, karena pada akhirnya dia akan kembali selingkuh dengan orang lain kan? Kata orang selingkuh itu adalah penyakit yang sulit di obati, jika aku memaksa Reno untuk bertanggung jawab padaku mungkin apa yang terjadi pada wanita itu akan terjadi juga pada diriku kan? Waktu, tenaga, perasaan dan mungkin hartaku akan ikut habis terkuras”.
“Gadis pintar”. Pujinya sambil mengusap kepalaku
“Dan aku tidak mau menikah kak”.
Kali ini Ray yang tersedak karena minumannya
“Ih kakak pelan-pelan”.
“Kenapa tidak mau menikah?”.
“Aku takut, rasanya cowo itu menakutkan, jika dia bosan dia akan meninggalkan wanitanya yang selama ini telah menemaninya”.
“Bagaimana jika cowo itu tulus”.
“Sulit kak ketemu cowo begitu, apalagi kalau sudah lihat yang lebih bening dan wanita itu adalah wanita yang dia inginkan selama ini”.
“Bagaimana jika ada cowo yang rela menunggu wanitanya dan menolak banyak wanita di luar sana demi menunggu si wanita?”.
“Jangan di lepas”.
“Kenapa?”.
“Ya gimana ya kak, karena cowo seperti itu spesial dia terlalu bodoh menolak bunga cantik demi bunga yang baru menguncup dan tidak tahu bagaimana dalamnya kan”. Jelas ku pada Ray
“Jika ada pria yang menunggu kamu bagaimana?”.
“Jangan menungguku, karena Lea tidak tertarik dengan sebuah hubungan”.
Ray terdiam apa ku salah bicara ya?
Selesai makan kami jalan-jalan kepinggiran pantai dan ya pemandangan itu sangat cantik, matahari senja di sore hari dengan derai anginnya yang mulai sejuk.
“Jika kamu trauma dengan cowo, kenapa kamu mau ku ajak jalan-jalan begini?”.
“Karena Lea nyaman dengan kakak, sejak kakak memeluk Lea dan melepas semua beban Lea lewat tangisan di depan kakak”.
Ray memelukku tapi aku enggan untuk melepaskannya seolah tubuhku enggan menolaknya, apa karena aku nyaman dengannya?
“Jangan pergi lagi Lea”.
“Leana sudah puas kak dan terimakasih masih mau memeluk Lea seperti ini”.
“Bisakah kah kamu tidak memanggilku dengan sebutan kakak”.
“Lalu panggil apa?”.
“Panggil namaku saja”.
Deg! Jantungku
Aku terdiam sejenak menyelipkan wajahku yang memerah di dadanya yang bidang. Pada akhirnya aku memberanikan diri untuk memanggil namanya.
“Ray….”. Ucapku pelan
“Ya Lea”.
Dia menatap ke wajahku dan mengusap kepalaku dengan lembut, aku kembali menyembunyikan wajahku di dadanya.
Bagaiamana ini bagaimana aku tidak bisa mengatur jantungku sendiri, lupakan Leana lupakan ah bagaimana bisa aku melupakan wajahnya jika begitu.
Setibanya di rumah tante aku langsung ke dapur untuk mengambil air minum rasa haus ku benar-benar terasa sangat haus.
“Baru pulang kalian?”. Tanya tante Mia
“Sendirian aja kamu? Suamimu belum pulang?”.
“Duh gimana ya Ray, suamiku itu kan kerja di kapal tanker dia juga sulit mendapatkan sinyal”.
“Betah banget LDR”.
“Lah kamu sendiri gimana? Menunggu keponakanku pulang dari liburannya, sekarang malah ngejreng sampai ke sini kenapa nggak urus aja pekerjaanmu malah ngejar Leana”.
“Ya gimana lagi aku sukanya sama Leana”.
Tante Mia hanya menggelengkan kepalanya, karena sejak dulu Ray ini benar-benar keras kepala.
Kulihat mereka berdua sedang asik mengobrol apa Ray suka sama tante Mia? Tapi kan tante Mia sudah menikah, apa benar mereka cuma teman saja?
“Ini Ray”. Aku menyuguhkan teh hangat untuknya
“Ya ampun Lea sayang repot-repot banget bikinin dia minuman”.
“Tante, Ray kan tamu di sini”.
“Ray? Kamu manggil nama dia”.
“I.. iya Tan”.
“Ya ampun, udah lah sakit kepalaku dengan kalian ini”.
Tante Mia meninggalkan kami berdua di ruang tamu karena suaminya menghubunginya
“Nomor kamu mana?”. Tanya Ray
“Ini”. Aku memberikan nomor ponselku yang baru
“Setelah ini kamu ngapain?”. Tanyanya sambil mengetik nomor ponselku
“Ada beberapa pemotretan di sini Ray, mama sama tante Mia ada ngeluarin produk baru sebagai model mereka aku harus selalu standby”.
“Ya sudah kalau ada apa-apa hubungi aku ya, di simpan nomorku itu”.
“Oke”.
Ray pamit pulang karena ada rapat dengan beberapa klienny secara daring, dia memang pria pekerja keras.
Besoknya aku sibuk di butik milik tanteku dan mamaku juga sudah sampai rupanya mama menggunakan private jet yang susah ayah belikan untuknya, karena tidak terlalu perlu maka mama jarang menggunakannya, tapi semenjak aku sibuk dengan tante dan mama beliau jadi lebih sering menggunakannya.
“Huhu anak kita cantik banget sih”. Puji tante
“Jelas dong, dia kan produkku dan akhirnya dia bisa menjadi model dari desain-desain buatanku”. mama begitu bersemangat
“Ish kak, gaunku juga cantik tahu memang ya Leana kita ini benar-benar sempurna, wajar saja sih ada cowo yang tergila-gila sama dia”. Keluh tante Mia
“Hah siapa yang berani suka sama anakku”.
“Siapa lagi?”.
“Ya ampun, dia”.
Tante mengangguk. Apa cuma aku yang tidak paham dengan pembicaraan Kakak beradik ini.
Rasanya badanku lumayan lelah setelah seharian melakukan pemotretan, ada beberapa produk baru yang mama dan tante buat, entah kenapa setelah aku menjadi model mereka, mereka semakin sering mengeluarkan produk limited edition yang ku gunakan selama pemotretan ini dan pemesanan juga semakin membludak.
(Sudah selesai?).
(Sudah baru saja, Ray sedang apa?). Balasku padanya
(Aku lagi di luar, lihat keluar).
Ku lihat ke arah luar ternyata benar dia ada di sana, tanpa basa basi aku langsung mendatanginya.
“Loh, kenapa kestudio? Kamu lagi free”.
“Baru selesai ketemu klien. Gimana pemotretannya lancar?”.
“Iya, terus kata mama sama tante lagi banyak orderan, aku senang bisa bantu mereka walau cuma jadi modelnya saja”.
“Asal kamu tahu, model suatu produk itu juga berpengaruh”.
“Benarkah, wah kamu tahu banyak ya”. Goda ku pada Ray.
semangat ngetik thor sampe tamat..