Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby⁸
Alexander menginjak pedal gas nya sedikit kuat, mobil mewah itu melaju cepat kearah Mension nya. Buku buku jarinya memutih, kala ia mencengkram kuat stir mobilnya. Panik attack nya tiba tiba kambuh sementara dia hanya ada sendiri disana dan dia tidak membawa obat penenang.
Nafasnya terasa sesak, jantungnya berdegup kencang karena kurang fokus, mobil Alexander hampir menyambar kendaraan lain di trotoar. Alexander menghentikan mobilnya di tepi jalan kemudian ia menarik nafas dalam dalam, keringat bercucuran didahinya. tatapannya tajam namun dalam dan sayu.
Tiba tiba mobil mewah berwarna putih datang dan parkir tepat di depan mobilnya. Ternyata itu asisten Roky, dengan cepat sang asisten menghampiri tuannya dan membawa pil penenang. "tuan..."
asisten Roky panik dan segera menuntun tuannya keluar dari mobil. "kalian bawa mobil tuan Alex biar tuan Alex naik mobil dengan ku" jelas asisten pada pengawalnya.
"baik tuan" mereka
*
*
*
Serafina kini tengah duduk di atas ranjang mewah berukuran besar. tatapannya mengamati seluruh ruangan, banyak sekali foto Alexander disana. Namun, ada satu foto yang mencuri perhatiannya, sebuah foto keluarga yang lengkap, ada kedua orang tua Alex, nenek dan kakek Alex serta 1 orang wanita disamping ayah Alex. Serafina melihat anak laki laki yang sedang tersenyum bahagia disana.
"jadi ini kamarnya pria itu....pantas saja desainnya dark sekali" Serafina berdiri dan mendekati meja buku, disana semuanya tentang bisnis. Serafina mengambil salah satu buku dan membacanya. "Aku berada dalam keluarga yang ambisi pada harta ternyata" Serafina kembali meletakkan buku tersebut dan kembali menuju ranjang.
ia membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan menatap langit langit kamar. "Akan seperti apa kehidupanku nanti, setelah menikah dengan pria yang tidak aku cintai bahkan tidak aku kenal" Serafina benar benar tak menyangka bahwa dia akan menikah di umurnya yang masih 23 tahun, bahkan dia belum sempat menikmati masa mudanya namun terpaksa menikah karena demi melunasi hutang pamannya.
"andai kata aku punya kekuasaan, mungkin aku juga bisa menindas mereka, tapi tidak akan aku lakukan, karena aku lebih suka membantu daripada membuat orang lain tersiksa" Serafina terus berbicara dengan dirinya sendiri, sampai sampai ia tertidur lelap.
wajah cantiknya terlihat sangat damai seperti seseorang yang tidak memiliki beban hidup. Gadis polos yang tidak tahu apa apa itu harus menerima nasibnya sebagai istri pelunas hutang pamannya. Menikahi pria bermulut pedas dan juga tidak perduli padanya.
Sementara itu......
Alexander kini sudah dibawa ke mension, dia sudah meminum pil penenangnya dan tertidur pulas. asisten Roky menatap iba pada atasannya yang terbaring lemah diatas ranjang 'Aku berharap nona Serafina bisa menyembuhkan panik attack anda tuan....aku yakin, setelah anda menikah dengan nona, maka kehidupan anda akan jauh lebih baik' batin asisten Roky sambil terus menatap wajah tuannya yang sangat disukai kaum hawa.
ponsel asisten Roky berdering, pria itu mengambilnya dan menerima sambungan telepon tersebut. "bagaimana keadaan cucuku."
"sudah aman tuan, dia sedang tertidur"
"baik, aku percaya padamu Roky, kau sudah seperti adik kandungnya Alexander, aku titipkan cucuku padamu" itu kakek William, tadi saat menjemput Alexander, asisten Roky menghubungi kakek William tentang keadaan Alexander.
semenjak kematian kedua orang tuanya, Alexander memiliki gejala panik Attac, dia sangat takut kehilangan seseorang. Entah mengapa saat tadi dijalan, panik attack nya kambuh, padahal semua orang terdekatnya sedang baik baik saja.
"besok jangan biarkan dia berangkat kekantor dulu, biarkan dia beristirahat dengan baik agar pernikahan nya besok bisa berjalan dengan lancar"
"baik tuan" Sambungan telepon terputus, Asisten Roky mengirimi pesan pada seseorang. Mengatur ulang jadwal agar besok meeting nya di undur. "Tuan pasti akan marah, tapi ini juga demi kebaikannya"
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang