Bram, lelaki yang berperawakan tinggi besar, berwajah dingin, yang berprofesi sebagai penculik orang-orang yang akan memberi imbalan besar untuk tawanan orang yang diculiknya kali ini harus mengalah dengan perasaan cintanya.Ia jatuh cinta dan bergelora dengan tawanannya. Alih-alih menyakiti dan menjadikan tawanannya takut atas kesadisan. Dia malah jatuh cinta dan menodai tawanannya atas nama nafsunya. Ia mengulur waktu agar Belinda tetap jadi sandranya. walaupun harus mengembalikan uang imbalannya dan ancaman dari pembunuh bayaran ketiga, dia tidak peduli. malam itu dia menodai Belinda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SIASAT RAJA QUTALDO
Tujuannya adalah agar Presiden dan Jendral Gondesh mau menandatangani perjanjian yang mereka ingkari tiga tahun lalu bersama Raja Qutaldo.
Awalnya Presiden mau menjual pulau terpencil itu dengan bayaran tinggi, tapi setelah dapat pertimbangan dari jendral Gondesh, presiden berubah pemikiran, dia menolak tawaran tersebut.
Raja Qutaldo dari telponnya menegaskan pada Bram untuk bisa menuntaskan misi itu.
"Bayaranmu 500 juta untuk menculiknya dan jika surat perjanjian ditandatangani bebaskan gadis itu." - Raja Qutaldo
"Oke, aku akan eksekusi." - Bram
"Tapi, bila surat perjanjian itu ditolak perjanjian itu disetujui, gadis itu jadi milikmu beserta uang 50 jutanya." - Raja Qutaldo
...
Bram memasuki ruangan itu, stelan jas hitam tuxedo dan celana bahan yang membuatnya nampak cool. Ditambah kaca mata hitam, menutupi matanya yang bengkak karena bergadang tadi malam. Semalaman dia menyusun strategi dengan kaki tangannya, misi kali ini harus berhasil.
Dia harus bisa menyelesaikan misi dalam tiga hari, bila perlu dia akan buat video kekejamannya pada gadis yang diculiknya nanti dan disiarkan di stasiun tv dan tayangan jejaring sosial di negara Belva.
Bram adalah penculik sekaligus pembunuh bayaran, yang disegani di beberapa negara sekitar.
Jasanya tidak hanya dipakai oleh beberapa pemerintahan yang berseteru, tapi juga di kalangan para artis dan pebisnis. Banyak persaingan bisnis yang membuat dunia bisnis jadi menggila, merasa melancarkan cara dengan cara membunuh atau menawan orang.
Dan, Bram adalah algojonya. Dia dikenal pembunuh sadis, dia sering membunuh, bahkan darah yang tumpah mengenai mukanya saja tidak menyurutkan nyalinya saat membunuh seorang penghianat yang dihukumnya dengan satu hentakan samurai. Ia menyeka muka dan keningnya yang terkena darah itu, ia tersenyum dingin. Diambilnya segelas air diminumnya. Darah amis bercampur air memenuhi mulutnya.
Kaki tangannya saja tidak ada yang berani menatap matanya. mereka takut dengan tangan besinya.
....
Bram masuk ruangan itu. Seorang utusan raja Qutaldo telah menantinya sedari tadi.
"Silahkan duduk, Bram!" Bram duduk di bangku yang menghadap utusan itu.
Utusan Raja Qutaldo itu menjentikkan jarinya pada anak buahnya, mereka menyerahkan dua koper yang berisi uang bayaran padanya.
"Misi ini harus berhasil!" - utusan 1 Raja Qutaldo
"Raja Qutaldo tidak mau tahu atas kesalahan sekecil apapun!" - utusan 2 Raja Qutaldo
Bram lalu mengangguk pada mereka.
"Kamu butuh wanita malam ini?" - utusan 1 Raja Qutaldo
"Tidak usah repot-repot." - Bram
"Ini uang 500 juta dan kartu akses ke toko persenjataan, hotel, dan penginapan yang bisa digunakan." - utusan 2 Raja Qutaldo
Bram, membuka kaca matanya, ia lalu menatap koper itu lalu menyuruh kaki tangannya menghitung uang yang ada di koper. Hanya dengan kode kedipan mata, dia menyuruh kaki tangannya menghitungnya.
"Cukup bos!" - kaki tangan Bram
Bram lalu berdiri.
"sampaikan salam kematian pada Raja Qutaldo, katakan tawanan itu akan kudapatkan dalam dua hari!" - Bram
Dia keluar bersama kaki tangannya, menyisakan seringai dingin dari utusan dari Raja Qutaldo.
"Kapan kita eksekusi Bos?" - kaki tangan Bram
"Malam ini!" - Bram
Misi penculikan akan dia lakukan di kota Paradiso tempat Belinda merayakan ulang tahun bersama teman-temannya.
Dari mata-matanya di Negara Xendrinda, Belinda ada di Paradiso dari satu hari lalu. Ia akan merayakan ulang tahunnya di sana, party girls yang mengundang penyanyi kesukaannya Afgazindro, penyanyi pop yang disukai Belinda, gendre musik kesukaannya.
Belinda rencanannya akan ada di kota itu lima hari, berarti dua hari ke depan waktu yang pas untuk menculiknya.
"Belinda...Belinda....!" - perancang bisana
"Beautiful, kamu cantik sekali temanku!" - Patricia
"Tentu saja Patricia!" - Belinda
"Kamu tentu sulit menemukan gaun ini." Patricia
"Tentu saja akan menjadi mudah kalau untuk Belinda cantikku." - perancang busana
"Ini adalah gaun indah, Patricia." - Belinda
"iyaa, kamu menyukainya, bukan?" - Patricia
Belinda mencoba baju yang dihadiahi Patricia, coklat mahogani warna yang menjadi trend warna tahun 2025 ini, diinginkannya dua hari lalu. Perancang busana membuatkan sesuai pesanan Patricia.
Patricia meminta disainer langganannya itu untuk merancangnya. Jadilah sebuah gaun indah untuk acara malam ini di acara party ultah temannya.
"Waoow cantik sekali!" - Belinda
***
Semua bertepuk tangan setelah mendengarkan sebuah lagu yang dinyanyikan Afgazindro. Lagu kesukaan Belinda, Lagu yang membuat semua mata tak henti menatap Afgazindro.
"Bagus sekali suaranya!" - Belinda
Belinda gembira tertawa bahagia.
minim eksplore gestur, ekspresi, mimik.... jadi pembaca ga bisa membayangkan emosi karakter dan mengenal sifat karakter.
itu seperti membaca cepat tanpa jeda
tidak ada internal monolog yang menguatkan karakterisasi
deskripsi malah lebih menonjol di bagian 'itu' padahal sebagai pembaca aku lebih pengen kenal karakterisasi...
maap kak kalau nda berkenan 🙏
sama chapter ini perlu double check typo 😆