Kisah putri Prince Richard Carrington dan Princess Alisha Léopold
Zayn selalu percaya cerita Putri dan Kacang Polong untuk mencari putri yang tulus tapi tidak percaya gadis-gadis jaman sekarang. Akhirnya dia memakai sayembara mencari pasangannya. Naasnya saat dia sudah mengadakan sayembara, Zayn kecelakaan. Di hari H nya, semua princess yang diundang langsung menatap sinis ke Zayn. Kecuali Anette Carrington. Princess Inggris dan Belgia itu pun menerima lamaran Zayn.
Dari merasa iba, Anette dan Zayn jatuh cinta. Namun hubungan mereka terancam saat rahasia besar Zayn mulai terungkap. Bagaimana sikap Anette ke suaminya?
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Akan Membela Kamu
Anette mendorong kursi roda Zayn masuk ke dalam istana dan keduanya melihat keluarga Abdul Azis berkumpul di meja makan. Sheikh Muhammad dan Sheikha Maryam tersenyum melihat pasangan pengantin baru itu datang dengan Farouk dan Melanie di belakangnya.
"Selamat pagi, Abi, Umi. Kak Zafar, kak Aisyah ... Thahoun dan Hessa," sapa Zayn sambil tersenyum.
"Selamat pagi semuanya," salam Anette dengan bahasa Inggris.
"Disini tidak boleh pakai bahasa Inggris! Harus bahasa Arab!" ujar Aisyah ketus.
Anette terkejut sementara Zayn memegang tangannya yang di pegangan kursi roda.
"Aisyah, Anette kan baru dua hari disini. Pasti belum sempat belajar," senyum Zafar tidak enak ke adik iparnya.
"Tidak apa-apa kak Zafar, aku akan belajar bahasa Arab kok," senyum Anette dan dirinya membalas genggaman suaminya. "Maaf semuanya, kalau saya membalas dengan bahasa Inggris."
"Anette, sungguh tidak apa-apa. Kami maklum kok," senyum Maryam. "Aisyah, jangan seperti itu ke Anette." Maryam menatap tajam ke menantunya itu.
Aisyah hanya melengos sebal Anette mendapatkan dukungan. Mentang-mentang dia princess Inggris jadi semua memanjakan dia!
"Tadi kalian kok sarapan di taman belakang? Kenapa tidak bersama kami?" tanya Sheikh Muhammad ke pasangan yang menghampiri kursi kosong dan Anette membantu Zayn untuk bisa lebih dekat dengan meja makan. Seorang pelayan menuangkan teh ke cangkir mereka.
"Tadi aku dan Anette bangun kepagian jadi kami berpikir, usai shalat subuh, kami jalan-jalan. Anette ingin aku mendapatkan udara segar." Zayn menoleh ke Anette yang sedang menyesap tehnya. "Aku rasa itu bukan ide yang jelek. Kami sangat menikmati udara pagi yang segar."
Sheikh Muhammad dan Sheikha Maryam tersenyum saat melihat wajah berbinar Zayn ke Anette.
"Umi senang mendengarnya. Jadi kalian berdua, hari ini rencananya apa?" tanya Sheikha Maryam.
"Ke rumah sakit. Anette ingin berdiskusi dengan dokter dan mencari tahu pengobatan yang lebih efektif untukku," jawab Zayn.
"Jangan yang ekstrim, Anette," pinta Sheikh Muhammad.
"Tidak, Abi. Aku tahu batasannya dan kata Tante Milly, memang aku harus bekerja sama dengan dokter untuk mengobati Zayn," jawab Anette.
"Oh, Sheikha Milly Al Khalifa. Dia dokter ortopedi kan?" ucap Sheikha Maryam. "Zayn, apa kamu mau berobat dengan Dokter Milly?"
"Tidak Umi. Aku mempercayakan para dokter disini dulu. Bukan apa-apa, aku tidak mau merepotkan Sheikha Al Khalifa," jawab Zayn.
Anette menatap suaminya. Padahal Tante Milly tidak masalah kalau kamu mau berobat ke Bahrain.
***
Perjalanan ke Rumah Sakit
"Aku rasa kak Aisyah tidak suka padaku," ucap Anette saat mereka berada di mobil dengan Farouk dan Melanie di depan.
"Kak Aisyah memang seperti itu, Anette. Dia suka blak-blakan," jawab Zayn.
"Zayn, ada perbedaan antara blak-blakan dan tidak suka. Menurut aku, kak Aisyah tidak suka padaku," balas Anette.
Zayn hanya menggenggam tangan Anette. "Bersabarlah, Anette. Aku tidak menormalisasi kelakuan kak Aisyah padamu, tapi aku lebih suka damai dulu. Jika dia menjadi, baru aku tegur."
Anette mendengus sebal. "Nggak sopan tahu!"
"Aku tahu ... Tapi kamu sabar dikit ya? Jangan khawatir, Anette. Aku akan menjaga kamu." Zayn tersenyum manis ke Anette yang cemberut. "Lady Anette Carrington, anda terlihat jelek kalau seperti itu."
"Biarin!" balas Anette judes.
***
Setibanya di rumah sakit, Anette langsung berdiskusi dengan dokter syaraf, ortopedi dan fisioterapis untuk kesembuhan Zayn. Semuanya memberikan metode penyembuhan secara terstruktur dan sistematis. Zayn melirik ke arah istrinya yang begitu antusias berdiskusi dengan tim dokternya. Tidak ada keterpaksaan, tidak ada kepura-puraan, yang ada wajah serius untuk kesembuhan Zayn.
"Jika tidak bisa metode ini, apakah ada alternatif lain?" tanya Anette.
"Kami sedang mempertimbangkan menggunakan akupunktur serta hidroterapi ( terapi air )," jawab dokter syaraf. "Akupunktur dengan menusukkan jarum tipis pada titik tertentu untuk menyeimbangkan energi tubuh, merangsang saraf, otot, dan meningkatkan pelepasan zat pereda nyeri alami serta sirkulasi darah, efektif sebagai terapi komplementer medis. Saya tidak menyarankan sering-sering minum obat karena jika ada cara yang tidak kimiawi, kenapa tidak."
Anette mengangguk. "Aku juga tidak terlalu suka banyak kimiawi masuk ke dalam tubuh suamiku. Terutama pain killer atau apapun yang bisa menjadi adiktif."
"Anda benar, Lady Carrington. Kami juga tidak mau memberikan beban pada ginjal dan liver Sheikh Zayn."
Anette mengangguk. "Jadi jadwal hari ini apa?"
***
Istana Abdul Azis Abu Dhabi
Sheikha Maryam merasa ada yang aneh dengan Aisyah karena seperti tidak suka dengan Anette. Padahal biasanya di meja makan, mereka biasa berbincang-bincang campur aduk antara Inggris dan Arab. Tapi kenapa tadi sepertinya Asiyah berusaha merendahkan Anette.
"Kamu kenapa Maryam?" Tanya Sheikh Muhammad ke istrinya yang tampak melamun di kursi kerjanya. Maryam memang sedang berada di ruang kerja bersama suaminya.
"Apa kamu tadi tidak kaget, sayang? Saat Anette datang bersama Zayn dan dia menyapa dengan bahasa Inggris. Aisyah tampak tidak suka. Kamu perhatikan nggak?" tanya Maryam ke suaminya.
"Aku perhatikan. Aisyah sedikit berlebihan bukan?" senyum Sheikh Muhammad.
"Itu ... Aneh, suamiku. Aisyah seperti ... Tidak suka dengan Anette. Entah kenapa. Apa Anette melakukan kesalahan?" Maryam tampak bingung.
"Bisa jadi masa transisi, Maryam. Aisyah kan tidak punya saudara perempuan jadi dia kaget."
Maryam tampak tidak setuju. "Seharusnya dia senang dong punya saudara perempuan sekarang. Tapi kesannya kok memusuhi?"
"Wajar Maryam. Dua orang asing bertemu? Sudahlah sayang, biar Zafar yang menegur istrinya. Kita sebagai orang tua, jangan terlalu ikut campur. Jika Zafar tidak bisa mendidik Aisyah, baru aku nanti bicara padanya berdua."
Maryam hanya mendengus. "Aku hanya ingin semua akur ...."
"Aku tahu. Maka dari itu, kita lihat saja apakah Zafar bisa mengendalikan Aisyah. Selama ini kan dia terlalu dimanja oleh Zafar dan kita berdua, Maryam. Jujur aku agak menyesal terlalu memanjakan Aisyah jadi dia agak ... Seenaknya," ucap Sheik Muhammad.
"Suamiku, sudah waktunya kamu kasih tahu anakmu. Agar bisa tegas ke istrinya!" balas Maryam.
***
Royal Hospital Abu Dhabi
Aisyah sedang membaca jadwal prakteknya ketika melihat Zayn keluar dari ruang fisioterapi. Tampak Farouk mendorong kursi roda Zayn sementara Anette berjalan di sisi kanannya. Anette tampak asyik berbicara serius dengan Zayn sementara suaminya hanya tertawa kecil. Anette tampak merajuk dan Zayn semakin tertawa terbahak-bahak.
Aisyah hanya mencibir melihat kemesraan pasangan pengantin baru itu. Dia semakin merasa, Anette macam dibuat-buat dan pick me. dirinya makin tidak senang jika Anette bersikap seperti itu.
Bisa-bisa, Umi Maryam malah lebih memilih Lady Sialan itu di istana!
***
Yuhuuuu up malam yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
dan setelah sembuh, segera buktikan kalo kamu memang pantas untuk Annette
Aq sotoy