NovelToon NovelToon
Cinta Masa Kecil

Cinta Masa Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Duda
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

“Pokoknya kakak harus nikah sama aku. Jangan sama yang lain.” “Iya, iya. Bawel banget jadi anak. Lagian masih sd udah ngerti nikah nikahan dari mana sih? Nonton tuh Doraemon, jangan nonton sinetron.” “Janji dulu,” Ayunda mengulurkan jari kelingking. “Janji.” Ikrar mereka saat masih kecil, menjadi pegangan untuk ayunda sampai dia remaja. Hanya saja, saat ayunda remaja, Zayan sudah bukan lagi anak kecil seperti dulu. Perjalanan hidupnya mengantarkan Zayan pada banyak kisah. Akankah kisah tentang janji pernikahan itu masih dipegang oleh Zayan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CMK#7

Andreas memperhatikan Dini saat mereka sedang bekerja. Dokter cantik yang menjadi incaran teman-temannya dulu saat masih kuliah.

“Jangan suka sama dia. Gue cuma memperingatkan. Dia suka nya cuma sama Zay.”

Andreas menoleh pada Jeremy.

“Menurut lo, dan menurut kita semua. Dini itu cantik kan? Kenapa Zay gak suka?”

“Gay.”

“Bukan! Karena Zay sudah punya pacar.”

“Seriusan?”

“Dua riusan.”

“Cantik mana sama dini?”

“Emmm, gimana jelasinnya ya. Semua cantik tapi cewek nya Zay itu punya daya tarik tersendiri.”

“Lo liat di mana?”

“Dikasih tau Zay. Tapi lo diem ya jangan bocor, tar Zay marah.”

“Sippp.”

...***...

Hari ini adalah hari kelulusan Ayunda. Orang tua Zayan bahkan datang untuk mengucapkan selamat pada dirinya.

Ayunda banjir hadiah. Padahal ini hanya kelulusan sekolah bukan wisuda.

Hanya saja gadis itu merasa kecewa karena Zayan tidak datang. Begitulah resiko jika punya kekasih orang tenaga medis. Waktu merka bukan hanya milik kita tapi milik pasien dan umat manusia lainnya.

“Jangan sedih. Zayan nanti pulang kalau dia libur,” ujar Ratna.

“Iya, tante. Gak apa-apa kok. Aku ngerti kalau seorang dokter itu memang sibuk.”

“Nanti saat dia pulang kita akan membahas masalah pertunangan kalian.”

Ayunda merasa sangat senang mendengar ucapan Herman. Nemu semenit kemudian dia terlihat murung. Entah kenapa semenjak hari itu, perasaan ayunda selalu gundah dan resah.

“Memangnya kak zayan mau tunangan sama aku?”

Pertanyaan itu membuat semua kedua oran tuanya dan orang tua zayan heran. Mereka saling melemparkan pandangan.

“Kamu ngomong apa? Zayan kalau gak suka gak akan mau dijodohkan sama kamu, Yunda.”

“Iya, tante. Hanya saja aku selalu merasa kalau kak zayan nggak cinta sama aku.”

“Yunda, Zayan memang seperti itu. Dia tidak pandai mengungkapkan perasaannya. Cuma kami yakin dia suka sama kamu.”

“Semoga aja ya, tante.”

Ratna terlihat kesal. Tentu saja bukan pada Ayunda tapi pada anaknya, Zayan.

Seiring dengan bertumbuhnya seseorang, semuanya ikut tumbuh. Entah itu pikiran, fisik maupun cara pandang mereka akan hidup.

Ayunda pun sama. Semenjak dia lulus sekolah, hingga dua bulan berlalu kini, banyak pikiran dia yang mulai berubah. ditambah zayan yang tak kunjung pulang karena masalah pekerjaan.

“Mungkin dia sengaja menghindar karena gak mau tunangan sama aku.”

“Jangan suka berburuk sangka. Gak baik.”

“Tapi syif, aku merasa kalau dia memang gak cinta sama aku. Ya, meski dia memang baik dan kadang bersikap manis. Cuma ….”

“Gara-gara dia gak pernah bilang suka sama kamu?”

“Aku butuh kepastian.”

“Dia baik sama kamu loh.”

“Baik sma semua orang juga.”

“Tapi gak ke semua wanita di desa ini. Dia cuma baik sama kamu doang.”

“Karena orang tua kami berteman dan aku kenal dia dari kecil.”

“Ini sebenarnya kamu yang gak mau membuka mata tentang perasaan dia, atau gimana? Ada aja alasannya untuk menyangkal.”

“Cinta itu butuh pengakuan berupa ucapan, membuktikan dengan tindakan.”

“Perasaan itu mah iman deh. Mengimani allah dengan mengucapkan syahadat dan membuktikan dengan ibadah.”

“Hampir mirip lah. Beda tujuan aja.”

“Terserah deh. Pusing aku jelasinnya.”

“Aku juga pusing menjalaninya.”

“Ya udah, kita ngebolang aja yuk. Wa hasan itu buah delima nya sudah matang.”

Ayunda tersenyum lebar. Dia dan syifa lantas pergi menuju kebun wa hasan untuk mengambil delima.

***

“Zay, gak balik?” Tanya Andreas.

“Nanti.”

“Lo serius mau ambil spesialis? Ambil apa?”

“Anak.”

“Kawin dulu apa spesialis dulu.”

Zayan yang sedang merapikan pakaian yang baru saja dia ambil dari Loundry, langsung berhenti.

“Gue pengen spesialis dulu sambil nunggu dia lulus kuliah juga. Cuma masalahnya dia sulit untuk kuliah.”

“Loh, kenapa? Dia gak punya biaya? Kan bisa lo biayain.”

“Dia gak akan kekurangan duit. Cuma kurang akal aja.”

“Ish, kasar banget lo sama cewek lo.”

“Tau ah, gue pusing.”

“Cerita lah, siapa tau gue bisa kasih solusi.”

Zayan menyelesaikan perkakasnya. Lalu duduk di atas kasur.

“Tapi lo jangan bocor ke siapapun.”

“I am promise,” ujarny sambil mengangkat dua jari. Telunjuk dan jari tengah.

“Kalau gue nikah, dia gak bisa kuliah dan gue pun sama. Oran tua gue pengen gue kerja di kampung. Dia udah punya rencana membuat klinik di sana.”

“Ya bagus lah dibuatin klinik, jadi masyarakat sana gak perlu jauh-jauh untuk berobat. cuma, kok cewek lo gak bisa kuliah, kenapa?”

“Mindset orang sana tidak mengizinkan cewek kuliah karena mereka pikir wanita tetap akan bekerja di dapur, sumur dan kasur. Padahal dia anak yang pintar dan cerdas. Kelakuan nya aja yang kayak monyet kecil.”

“Perasaan dari kemarin lo ngatain dia monyet kecil terus.”

“Karena dia suka naik pohon kelapa”

“Whatttttt?”

1
Sit Tiii
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!