NovelToon NovelToon
Teluh Kiriman Tetangga

Teluh Kiriman Tetangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Dendam Kesumat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

"Mulutmu harimaumu"

Demikian lah peribahasa sederhana yang seringkali kita dengar. Dijadikan pengingat agar kita berhati-hati dalam bertutur kata.

Sayangnya itu tak berlaku untuk seseorang di luar sana. Dengan ringan lisannya berucap tanpa peduli imbas negatif yang ditimbulkan.

Malam-malam yang tenang dalam sekejap berubah jadi menegangkan.

Hadirnya sosok tak kasat mata yang selalu mengawasi, tak hanya membawa rasa sakit tapi juga ketakutan.

Lalu siapa yang bisa bertahan sampai akhir, 'dia' atau mereka ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Penyakit Kiriman

Harsa dan Azam nampak saling menatap bingung saat Laras menggiring mereka menjauh dari kamar rawat inap sang ibu.

Belum sempat Azam bertanya, Laras lebih dulu menunjuk kearah koridor. Di sana terlihat beberapa orang tetangga sekitar rumah sedang berjalan menuju kamar rawat inap Ginah.

Azam yang paham maksud sang sepupu pun nampak tersenyum. Dia maklum mengapa Laras mengajak Harsa keluar dari ruangan. Rupanya Laras tak ingin para tetangga mengetahui hubungannya dengan Harsa.

"Kalian ngobrol di taman aja. Lebih leluasa dan tenang," saran Azam.

"Ga usah, kami di sini aja," sahut Laras.

"Tenang aja, di sana aman Mbak. Jam bezuk kan terbatas, pasti semua orang lebih fokus membezuk pasien daripada nongkrong di taman," kata Azam.

Laras pun menatap Harsa sejenak lalu mengangguk.

"Kalo gitu aku tunggu di parkiran ya Mas," kata Azam kemudian.

"Ok. Makasih Zam," sahut Harsa sambil mengikuti Laras.

Di taman Laras dan Harsa nampak bicara serius. Harsa menceritakan isi pembicaraannya dengan Sastro tadi.

"Beneran bapak bilang begitu Mas?" tanya Laras.

"Iya. Jadi gimana, kamu mau kan nikah sama aku Dek?" tanya Harsa penuh harap.

"Sebentar Mas. Aku juga mau nikah sama kamu. Cuma aku ga percaya bapak bisa semudah itu ngiyain lamaran kamu. Soalnya selama ini bapak sama ibu tuh masang syarat yang rumit untuk calon pasanganku. Kalo bapak semudah itu memberi restu, aku khawatir bakal ada embel-embel lain di belakang nanti," kata Laras gusar.

Harsa terdiam. Dalam hati dia merasa senang Laras menerima pinangannya, tapi di sisi lain dia kecewa karena belum 100% mendapat kepastian. Alih-alih mundur, Harsa justru semakin yakin untuk menikahi Laras.

"Gapapa Dek, in syaa Allah aku siap ngadepin semuanya. Yang penting sekarang aku tau kalo kamu bersedia jadi istriku," kata Harsa sambil menggenggam jemari Laras erat.

Laras tersenyum lalu menatap Harsa dengan kedua mata yang berkaca-kaca. Dia merasa penantiannya akan segera berakhir. Walau sempat khawatir, tapi melihat kesungguhan Harsa membuat Laras tenang.

\=\=\=\=\=

Sementara itu di kamar rawat inap, terlihat Ginah sedang menceritakan apa yang membuatnya terluka.

"Kamu yakin itu ular Gin?. Soalnya kalo emang ular, pasti kamu udah ... " Padmi sengaja menggantung ucapannya karena khawatir Ginah tersinggung.

"Betul. Orang yang kena bisa ular apalagi sampe terluka pasti ga bakal bertahan hidup. Bukan ga seneng ngeliat kamu hidup, tapi lukamu keliatannya memang bukan dari bisa ular," sahut Lia sambil mengamati wajah Ginah.

"Kalo bukan ular mungkin hewan lain yang sejenis ular. Tapi apa ya?" tanya tetangga lainnya sambil saling menatap bingung.

Tak ada sahutan karena semua orang tak punya jawaban. Ginah pun terdiam. Dia mulai ragu dengan penglihatannya sendiri. Apalagi tak seorang pun melihat jejak ular di sana.

Keraguan Ginah terus terbawa hingga jam bezuk berakhir dan para tetangga yang membezuknya pulang.

\=\=\=\=\=

Malam itu menjelang tidur. Ginah yang sulit tidur mencoba berbagi kegelisahan dengan suaminya.

"Pak ...," panggil Ginah.

"Kenapa, apa sekarang kamu juga ga yakin kalo sesuatu yang menyerangmu semalam itu sejenis ular. Itu kan yang mau kamu bilang?" tanya Sastro.

"Iya. Kalo diinget-inget, aku kan emang bukan digigit tapi disembur Pak. Cairan mirip lendir itu rasanya panas dan perih waktu kena kulit. Makanya wajar kalo lukanya sampe kaya begini. Sekarang luka ini rasanya juga makin sakit," keluh Ginah sambil meringis.

"Sabar Bu. Yang penting kamu udah diobati. Soal sakit yang sekarang kamu rasain, itu mungkin reaksi obat yang kamu minum tadi. Ini udah malam, jadi ga usah mikir macem-macem lagi Bu. Kalo mau sembuh, sebaiknya kamu tidur sekarang," kata Sastro.

"Tapi Pak ... " ucapan Ginah terputus karena Sastro langsung menutupi tubuh sang istri dengan selimut.

"Nurut Bu. Atau mau aku tinggalin sendirian di sini?" tanya Sastro setengah mengancam.

Ginah mendengus kesal. Entah karena takut atau karena mengantuk, setelahnya dia mulai memejamkan kan mata.

Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus pertanda Ginah telah terlelap. Sastro pun tersenyum lalu menjulurkan kedua kakinya.

Tapi baru saja Sastro mengatur kursi untuk berbaring, tiba-tiba aroma tak sedap menyapa hidungnya dan membuatnya terusik. Awalnya Sastro tak peduli. Dia mengira aroma itu hanya lewat dan hilang sebentar lagi. Tapi aroma busuk itu justru bertahan di sekitarnya dan membuatnya mual.

"Bau busuk apa sih. Bikin mual aja," gerutu Sastro sambil menutupi hidungnya dengan ujung kaos yang dia kenakan.

Karena tak tahan dengan bau yang menguar, Sastro pun bangkit lalu berjalan menyusuri kamar untuk mencari sumber bau.

"Aneh, ga ada apa-apa di sini. Tapi kenapa baunya ga ilang-ilang," gumam Sastro sambil mengamati kolong tempat tidur.

Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Sastro berhenti tepat di samping tempat tidur.

Saat menatap ke atas tempat tidur Sastro pun terkejut. Akhirnya dia tahu darimana sumber bau itu berasal.

Dengan perasaan berkecamuk Sastro mengamati wajah Ginah yang sedang terlelap itu. Di sana, tepat di bawah mata yang tertutup perban, luka di wajah sebelah kanan Ginah terlihat makin melebar, hitam, basah dan berlendir.

Ragu-ragu Sastro menyentuh wajah Ginah. Setelahnya dia mengendus ujung jemari yang dia gunakan menyentuh wajah sang istri tadi. Sedetik kemudian Sastro pun meringis lalu menjauhkan tangannya sambil menutup hidung.

"Ini ... kok bisa jadi parah begini. Padahal tadi kan gapapa. Bahkan sepuluh menit yang lalu semua masih baik-baik aja. Ini ga masuk akal. Ini pasti bukan luka biasa," batin Sastro gusar.

Karena khawatir dengan keselamatan sang istri, Sastro pun keluar dari kamar untuk melaporkan temuannya kepada team medis.

Team medis bergerak cepat. Mereka langsung mendatangi kamar untuk mengecek kondisi Ginah. Mereka terkejut mendapati luka di wajah Ginah yang berkembang cepat, bengkak dan menghitam. Saat diamati, lendir disertai bau tak sedap yang membuat semua orang menahan nafas itu berasal dari benjolan mirip bisul yang pecah. Bukan darah yang keluar melainkan lendir kekuningan berbau busuk.

"Ini ... ga mungkin lukanya melebar secepat dan separah ini Pak. Apa pasien ada makan atau minum sesuatu tadi?" tanya dokter.

"Setau saya sih ga ada dok. Kan istri saya sulit mengunyah makanan, jadi dia cuma makan makanan dari Rumah Sakit," sahut Sastro.

Team medis saling menatap sejenak lalu mengangguk. Nampaknya mereka terbiasa menghadapi penyakit tak lazim seperti yang dialami Ginah.

Seolah paham kemana arah dugaan team medis, Sastro hanya bisa menghela nafas pasrah.

"Akhirnya yang kita takutin beneran terjadi Tik. Istriku kena penyakit kiriman yang berkembang cepat di luar nalar. Ini mirip banget sama penyakit akibat santet yang dulu diceritain Simbah. Gara-gara istriku suka sekali menghina orang, mulutnya yang tajam itu sekarang menuai karmanya," batin Sastro nelangsa.

\=\=\=\=\=

1
Nurr Tika
lanjut thor 💪
any Sulistiani: in syaa Allah siap 👌🏻😊
total 1 replies
Nurr Tika
dikasih suami baik mlh selingkuh
any Sulistiani: yup, begitu lah klo org krg bersyukur.

lanjut lg ya say, mksh 😘
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut
any Sulistiani: Alhamdulillah.., mksh kak 🙏🏻😊
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
ehh nemu bacaan yg baru
bru baca soalnya
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: iya kk tp maaf klo aq blm lanjut baca aoalnya aq ada kenadala kk di quota kadang ada kadang tidak
total 2 replies
Nurr Tika
pantesan ginah benci sma sartika ternya oh ternyata
any Sulistiani: betul. cinta masa lalu yg blm selesai berujung dendam yg ga berkesudahan 😖
total 1 replies
Nurr Tika
waktu hidup ngongnya nyinyir udah jdi pocong ja ngomongnya masih nyinyir ya ginah
any Sulistiani: he he 😄
total 1 replies
Nurr Tika
nyeselkan kamu ginah
Nurr Tika
sabar ya sastro
any Sulistiani: siaaapp 👌🏻
total 1 replies
Nurr Tika
somoga hubunganya langeng ya laras
any Sulistiani: aamiin ... mksh kak 🙏😊
total 1 replies
Nurr Tika
apa ginah kena santet
any Sulistiani: lanjut dulu ya kak ..
total 1 replies
Nurr Tika
kasiankan laras gara" kelakuan ibunya
Nurr Tika
mendinganurusin keluargamu sendiri drpada ngurusin hidup orang lain
any Sulistiani: yup, se7 kak 👍🏻
total 1 replies
Arlena Lena
cepet amat dibuat mati
Arlena Lena
si Ginah mirip si kokop kalo ngomong ta da remmm
any Sulistiani: in syaa Allah siaap KK 😊
total 3 replies
deepey
betul. ini tetangga julid satu ngajak gelud
any Sulistiani: he he ... iya KK 😄
total 1 replies
💎hart👑
dapet notif ada cerita baru dari ummibebs cus langsung baca...
any Sulistiani: Alhamdulillah.. mksh kak 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!