NovelToon NovelToon
Pengantin Tawanan

Pengantin Tawanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Duniahiburan / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: lee Yana

Menceritakan tentang seorang gadis yang tiba-tiba dijadikan tawanan tepat di hari pernikahannya.

Dia dipaksa dan dibawa oleh sekelompok mafia kejam yang entah darimana asalnya.

Dalam sekejap hari bahagianya berubah menjadi bencana tak terduga yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Hal itu membuatnya sangat marah dan mengutuk para penjahat yang sudah membawanya.

Mereka menyeretnya masuk ke dalam dunia kegelapan, dimana semua hal yang berbau negatif menjadi normal dan wajar.

Sampai suatu hari satu persatu kebenaran mulai terungkap, hingga kejadian itu perlahan mengubah keadaan serta sudut pandangnya terhadap dunia.

Akankah gadis itu berhasil pulang dengan selamat dan kembali melanjutkan pernikahannya…???

Atau justru perasaannya berubah seiring berjalannya waktu…???

Nantikan kisah kelanjutannya ya………………….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee Yana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mainan Baru

Keesokan harinya Jenia sudah setia menunggu dengan mengenakan pakaian rapi yang disiapkan oleh Vivian.

Dia tersenyum manis saat melihat Veron datang bersama para anggotanya. Nia bahkan sudah menghabiskan sarapannya dengan lahap tanpa dipaksa.

Gadis itupun di bawa ke ruangan lain yang tidak jauh dari tempatnya.

Sesampainya disana Jenia merasa heran karena tidak ada siapapun di tempat itu, yang ada hanyalah buah-buahan yang berjajar rapi di atas meja.

"Dimana Alex....??" tanya Nia sambil mencari-cari keberadaan sang kekasih.

"Aaaa.... Sepertinya aku lupa memberitahumu. Perkenalkan, ini adalah Alex..." ucap Veron sambil tersenyum dengan santainya.

"Apa maksudmu...?? Kau berbohong kan...??"

"Siapa yang berbohong...!! Buah-buahan ini memang ku beri nama Alex, yang ini Alex satu, ini Alex dua, kemudian ini Alex tiga, dan seterusnya..." sahutnya sambil menunjuk ukuran buah yang paling kecil.

"APAAAAA.....??!!" pekik Nia seolah tak percaya.

"DASAR GILAAA...!!!" teriaknya mengumpat.

Wajahnya merah padam menatap Veron penuh dendam karena lelaki itu sudah menipunya. Pantas saja perasaannya tidak enak sejak awal.

Bukannya marah. Veron justru tertawa puas melihat reaksi tawanannya yang sesuai dengan narapan.

Dia sangat terhibur dengan raut wajah Jenia yang terlihat begitu kesal.

Saking kesalnya Nia sampai mengambil salah satu buah dan melemparkannya ke arah Veron.

Namun dengan cepat Benjamin menangkap buah tersebut sebelum sampai mengenai bosnya.

"Ikat dia di kursi...!!" ucap Veron sebelum Nia bertindak lebih jauh lagi.

Gadis itu menjerit dan berusaha melawan saat tubuhnya dipaksa duduk dan diikat pada sebuah kursi di ujung ruangan.

"Apa-apaan ini...?? Mau apa kalian...?? Lepaskan aku hey...!! Aaaaaaaa...!!" Nia terus memberontak sekuat tenaga, namun tetap saja jumlah dan kekuatannya kalah jauh.

Sementara dari dari kejauhan masuklah beberapa orang lagi dengan membawa peralatan senjata lengkap ke nadapan Veron.

Nia yang melihatnya semakin ketakutan. Pikirannya sudah kemana-mana, entah apa yang akan dilakukan orang-orang itu kepadanya.

Kemungkinan dia akan bertemu ajal lebih dulu sebelum bertemu kekasihnya.

"Sebenarnya apa salahku....?? Kenapa aku tidak bisa bertemu Alex..?? apa jangan-jangan kalian telah membunuhnya...??" ucap Nia yang mulai curiga dan putus asa.

"Kau tidak akan bisa bertemu Alex sebelum dia bisa melunasi semua utang-utangnya..!!"

"Memang sebanyak apa utangnya padamu sampai aku harus meniadi jaminannya...??"

"Banyak..!! Sangat banyak...!! Bahkan menjual dua ginjal dan bola matamu, serta seluruh organ lain di tubuhmu tidak akan bisa menutupi seperempat dari utangnya...!!" sahut Veron yang kini duduk berhadapan dengan Nia.

Sorot matanya terlihat sangat serius, namun tidak cukup kuat untuk meyakinkan Nia.

Gadis itu tentu lebil percaya pada Alex yang merupakan kekasihnya, ketimbang harus percaya pada mafia tidak punya hati seperti Veron.

"Cih... kau pikir aku akan percaya begitu saia setelah kau membodohiku...?? Terakhir kali sebelum menikah Alex mengaku kalau semua butangnya sudah lunas" Sahut Nia yang membantah dan tidak percaya.

Mendengar pembelaan itu sontak Veron langsung tertawa. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan kepolosan Jenia. Entah bagaimana caranya Alex bisa mencuci otaknya hingga gadis tersebut bersikeras membelanya.

Kemudian Veron mengatakan bahwa Alex yang dia kenal bukanlah Alex yang sebenaraya.

Lelaki itu meriupakan penipu ulung yang sudah banyak memakan korban, dan salah satunya adalah Jenia.

Segala macam kalimat kebohongan sudah menyatu dalam darahnya, sehingga apapum yang keluar dari mulutnya sulit untuk dibedakan mana yang jujur dan mana yang tidak.

Tapi lagi-lagi Jenia tidak mudah percaya dengan semua kata-kata Veron, terlebin dia baru saja menipunya dengan tumpukan buah yang diberinya nama Alex.

"Kalau memang benar Alex sepeiti yang kau katakan, lantas kenapa kau mau meminjamkan uang padanya...??” Ucap Nia balik bertanya.

Deg……….

Seketika pertanyaan tersebut membuat Veron terdiam. Nampaknya dia tidak punya jawaban untuk pertanyaan untuk itu, atau lebih tepatnya Veron enggan untuk menjawabnya.

"Lihat...?? Kau tidak bisa menjawabnya kan...??" ucap Nia tersenyum kecut seolah membuktikan bahwa Veron memang sedang membual tentang kekasihnya.

"Karena tipu daya iblis yang paling kuat itu adalah fitnah dan adu domba..." sambungnya menyinggung Veron yang semakin tidak bisa berkata-kata.

Kali ini Nia sudah tıdak akan percaya dengan apapun yang dikatakan lelaki itu tentang Alex.

Nia yakin para mafia kejam itu pasti sedang menyekap Alex di suatu tempat sama seperti dirinya.

Veron yang merasa kesal akhirnya bangkit dan mulai meletakkan buah apel ke atas kepala Nia.

"Karena ini adalah pengalaman pertamaku, maka kau harus jadi kelinci percobaan untukku..." ucapnya tersenyum licik.

"Apaaa...?? Kau sudah gila ya...?? Apa yang akan kau lakukan hah…..??!! Kau mau membunuhku kan...??!!" pekik Nia makin panik, dia sengaia bergerak agar apel tersebut jatuh dari kepalanya.

"Sebaiknya kau tetap tenang dan jangan bergerak sedikitrun…!! Karena jika kau bergerak kemungkinan bukan buahnya yang akan pecah, melainkan isi kepalamu yang akan berceceran di lantai...!!" Tukasnya sambil meletakkan kembali buah tersebut ke atas kepala Jenia.

"Kau hanya perlu diam dan phiiiuuu…Dooor..!!!" ucapnya sambil memperagakan gerakan pistol ke kepala Nia dengan tangannya, kemudian Veron meniup ujung telunjukknya seolah itu senjata sungguhan.

"Tidak..!! Aku tidak mau, tolong jangan lakukan ini padaku...!!” Dengan tubuhuya yang terikat membuatnya semakin gemetar dan ketakutan.

Dadanya berdegup kencang serta matanya mulai berkaca-kaca. Apalagi saat Veron mengatakan kalau itu adalah pertama kalinya dia akan belaiar menembak, bagaimana jika bidikannya meleset dan mengenai kepalanya...??

“Tenang saja Nia, selama kau tidak bergerak maka semuanya akan baik-baik saja. Kali ini kau harus percaya padaku...!!” tukasnya meyakinkan Jenia dengan senyum yang sangat tidak meyakinkan.

Nampakuya lelaki itu memang menganggap tawanannya bukan sebagai manusia, melainkan hanyalah objek atau kelinci percobaan yang bisa diperlakukan semaunya, seolah nyawa seseorang tidak berharga baginya.

"Kumohon tolong lepaskan aku..." ucap gadis itu terus memohon.

"Aku akan melepaskanmu Nia. Tapi nanti, setelah aku berhasil menghancurkan Alex di kepalamu..!! Hahahaha...!!"

"Apa kau ingin menyampaikan pesan-pesan terakhirmu..?? barangkali aku bisa membantumu menyampaikan pada kekasihmu yang sangat kau cintai itu...??!!”

Mendengar itu Nia hanya terdiam menatap Veron dengan penuh kebencian.

Dia tidak bicara apapun, namun jauh di lubuk hatinya ia mengutuk dan bersumpah akan membalas perlakuan Veron terhadapnya.

Kemudian sang mafia itu kembali menuiu mejanya yang dipenuhi dengan berbagai macam

senjata.

“Ben.... Bantu ajarkan aku bagaimana caranya merakit benda ini..." ucapnya meminta Benjamin memasangkan pistolnya layakıya seorang pemula yang tidak tahu apa-apa.

"Baik Tuan..."

Setelah senjata itu selesai di rakit, Veron langsung membidik dan mengarahkannya ke arah Jenia, membuat gadis itu semakin gemetar.

Wajahnya pucat pasi disertai keringat dingin sambil mulutnya terus berkomat kamit membaca doa. Bahkan saking takutnya Nia menutup matanya tanpa berani bergerak sedikitpun.

"DUAARRR.....!!!" suara tembakan itu sontak membuat Nia terperanjat, namun ia tidak merasakan apa-apa.

"Oooppsss, ternyata pelurunya belum di isi..." ucap Veron sengajaingin mempermainkan

psikologi tawanannya.

Sementara gadis itu sudah nyaris pingsan dan kencing di celana saking takutuya.

"Ya Tuhan, sebenarnya kebahagiaan seperti apa yang telah engkau siapkan sehingga aku harus melewati semua ini sendirian..??” Gumamnya sambil menitikkan air mata, berharap penderitaan itu segera berakhir.

Untuk kesekian kalinya Jenia merasa bahwa Tuhan sangat tidak adil padanya.

Ia semakin mematung saat Veron kembali membidikkan senjata ke arahnya.

"Tunggu dulu..!! bagaimana jika aku sambil menutup mata...?? Sepertinya akan lebih menantang dan sangat seru jika seperti itu..." ucap Veron membuat Nia nyaris pingsan.

"DASAR GILAAA...!!! Kau pasti sengaja ingin membunuhku kan...??!!" teriaknya lantang memaki Veron.

Bisa-bisa gadis itu mati karena ketakutan sebelum Veron benarbenar menembaknya.

"Hmm... kau benar Nia, aku memang gila...!! Hahahaha, Ben cepat ambilkan kain penutup mataku..!!"

"Baik Tuan...."

Sambil tersenyum lelaki itu mulai memasang penutup matanya. Disaksikan langsung oleh Jenia serta para anggotanya, pelan-pelan Veron mulai mengarahkan pistol dan bersiap menarik pelatuknya tanpa ragu.

Dan Duaarrrrr......., tembakannya langsung tepat mengenai sasaran, meski dilakukan dengan mata tertutup. Nia tersentak ketika merasakan apel dikepalanya terjatuh.

Air matanya terus bercucuran dengan bibir yang gemetar berusaha menahan diri.

Kemudian salah satu anggotanya kembali meletakkan buah berikutnya, dan lagi-lagi bidikan Veron sama sekali tidak meleset.

Tanpa waktu lama buah-buahan itu pun akhirnya habis, yang tersisa hanyalah ketakutan Nia yang tak kunjung reda.

Seperti menemukan mainan baru, sang mafia tersenyum puas sambil membuka penutup matanya dan mendekat ke arah Jenia.

"Sudah kubilang kan semuanya akan baik-baik saja, apa sekarang kau percaya padaku...??”ucapuya mengangkat dagu Nia yang masih gemetar ketakutan.

"Dasar pembohong...!!!" sahutnya spontan menatap Veron penuh amarah.

Nampaknya lagi-lagi Nia dibohongi. Lelaki itu sengaja mengaku tidak tahu cara menembak agar tawanannya semakin takut.

“Hahaha...!! Sudah kuduga kau akan bicara seperti itu, aku memang berbohong soal menembak, tapi aku juga berhasil meyakinkanmu bahwa dengan tidak bergerak maka kau akan baik-baik saja…”

"Bahkan kau tetap membenciku meski tidak ada satupun dari peluruku yang mengenaimu.

Begitulah dirimu Nia…”

Veron mengatakan jika terlalu percaya dan berekspektasi tinggi pada seseorang itu tidak baik.

Semakin besar kita menaruh harap padanya, maka semakin besar pula peluang untuk terluka dan kecewa.

Karena sebenarnya yang membuat kita kecewa adalah ekspektasi itu sendiri.

“Tidak semua yang kau anggap baik itu benar, dan tidak semua yang kau anggap buruk akan menyakitimu…”

“Ku akui aku memang berbohong soal mempertemukanmu dengan Alex, tapi tentang dia menjadikanmu sebagai jaminan atas semua utangnya padaku adalah fakta…!!!”

“Ku peringatkan sekali lagi..!! Selama Alex belum bisa melunasi utangnya, maka selama itu juga kau akan jadi milikku..!!!”

“Harusnya kau tidak perlu khawatir, karena jika benar dia mencintaimu, pasti dia akan segera datang menjemputmu…!!!”

Pimpinan mafia itupun beranjak pergi setelah mengatakan semuanya.

Sementara Jenia masih terdiam seribu bahasa. Sejujurnya ia sangat marah dan membeci Veron, namun entah kenapa rasanya ada sesuatu yang terus mengganggu pikirannya.

Nia tidak ingin mempercayai penjahat itu, tapi dia juga mulai meragukan kejujuran Alex sebagai kekasihnya.

Benarkah selama ini Alex berbohong…???

Kalau iya, lantas apa alasannya…???

…………………………………………………………………………………

Ilustrasi tumpukan para Alex…:)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!