Diana, harus menelan pil pahit, saat ia di keluarkan dari sekolah,akibat kesalahan yang tidak pernah ia buat. hampir setiap hari ia di buly oleh teman-teman sekolahnya, terutama Rehan. lelaki Tampan yang kerap kali membuly Diana, hingga muncul kebencian di dalam hati Diana untuk pria itu.
Akibat ulah Rehan, kehidupan Diana hancur, bahkan ia harus kehilangan ibunya. dan di usir dari rumah kontrakannya, kebencian Dian semakin mendalam sampai ke tulang. hingga ia memutuskan pergi merantau dengan adiknya.
suatu hari Diana dan Rehan ketemu secara tidak sengaja.....
bagaimana kelanjutan kisah mereka.
yuk Baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeiNova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diana
"anak tukang kue"ejek Rehan entah sudah keberapa kalinya ia mengejek Diana.
gadis cantik dan pendiam, bisa bersekolah di sekolah swasta. dan perkumpulan anak orang kaya, berkat bantuan ayahnya yang menikah lagi dengan seorang janda kaya.
Diana, keluarganya yang semula Cemara berubah menjadi kayu bara panas semenjak ayahnya menceraikan ibunya. lalu menikahi janda kaya.
biaya sekolah Diana dan adiknya yang bernama Vera, memang dicukupi oleh sang ayah tetapi tidak dengan kebutuhan sehari-hari. ibunya lah yang mencukupi kebutuhan Diana dan vera sehari-hari
meskipun begitu sang ayah sudah merasa hebat, karena ia bisa memasukkan anaknya di sekolah mahal.
"Aku tidak pernah mengganggumu, tolong jangan ganggu aku"pinta Diana dengan dengan nada pelan.
bukan tak ingin melawan kakak kelasnya ini, terakhir Diana melawan ia dipanggil ke ruang kepala sekolah bahkan sampai dihukum.
melawan Rehan percuma saja karena ia anak orang kaya, papanya pemilik perusahaan rokok terbesar di kotanya.
"Rehan kenapa sih lo suka banget ganggu dia, apa Lo suka sama anak tukang kue ini "tanya Windy teman sekelas Rehan, yang diam-diam menyukai Raihan selama ini.
" Cih.."
Rehan membuang ludahnya seolah ia menghina Diana.
" mana mungkin gue suka sama gadis kayak dia udah miskin jelek apalagi ibunya hanya tukang kue,najis" jawab Rehan membuat semua teman-temannya tertawa
Diana diam tak bergeming, sekalipun Rehan menginjak kakinya tapi ia tetap tidak perduli. tujuan Diana hanya bersekolah, dan ia ingin segera lulus agar bisa membantu ibunya.
Diana, tidak mempunyai teman tapi ia yang paling pintar di kelasnya. nilainya yang paling bagus sehingga ia dijauhi oleh teman-temannya. ditambah lagi Diana bukan dari kalangan orang kaya.
pelajaran hari ini adalah membuat tugas kelompok. membuat makalah tentang biota laut, tidak ada yang mau satu kelompok dengan Diana, sekalipun ia protes tidak akan ada yang perduli padanya. bahkan guru pun lebih berpihak kepada anak-anak yang berlatar belakang kaya.
"tidak apa-apa seorang diri, aku pasti bisa "ucap Diana dalam hati.
tekanan demi tekanan selalu iya rasakan saat berada di sekolah. belum lagi saat pulang sekolah, Diana harus membantu ibunya berjualan keliling kue demi mendapatkan biaya hidup untuk kesehari-hari. terkadang Diana harus pulang larut malam, belum lagi mengerjakan PR sekolah yang terkadang membuatnya pusing, adiknya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, membuat Diana Tidka bisa mengandalkan
Vera.
Pernah suatu hari Diana pergi ke rumah ayahnya yang kaya raya. Tapi, ia di usir sang ibu tiri Tidak mau menganggap Diana dan vera sebagai anak sambung.
Baginya baginya cukuplah hanya membiayai sekolahnya saja
" ibu, Diana lelah" keluh gadis itu menangis' di pangkuan sang ibu.
Wanita paru baya itu hanya bisa menangis melihat kondisi anaknya,ingin berjuang lebih keras lagi tapi ia sendiri memiliki keterbatasan, Dian memiliki penyakit jantung koroner, hingga membuatnya tidak bisa berkerja terlalu keras. Sejak melahirkan vera musibah penyakit itu datang menguji Dian
" sabar ya nak, doakan ibu bisa sembuh agar bisa membantumu berjualan kue" ucap Diam dengan Isak tangisnya.
Diana mengusap air matanya, iya tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa. bukan lelah karena membantu ibunya melainkan lelah setiap harinya harus dihina oleh teman-temannya. hingga keesokan harinya, seperti biasa Diana pergi ke sekolah menggunakan sepeda miliknya, yang ia beli dari hasil menabung jualan kue.
suara klakson mobil suara klakson mobil mengejutkan Diana, yang hendak memasuki gerbang sekolah Diana terjatuh dari sepedanya dan jadi bahan tertawaan teman-teman sekolahnya.
"miskin nangis dulu dong "seru Lina tertawa
Lina adalah teman sekelas Diana yang setiap hari selalu membully Diana. Diana tidak menanggapi ia dirikan sepedanya lalu menyingkir dari sana.
"jika ingin lewat maka lewatlah, aku tidak mengganggumu Lina. "
"tapi lo merusak pemandangan sekolah ini "ucap Lina dengan nada mengejek.
sekolah mahal tentu saja muridnya anak orang kaya, semua yang sekolahnya berangkat dan pulang membawa mobil pribadi dan ada juga yang diantar jemput.
baru saja Lina masuk, datang pula Rehan yang kembali mengejutkan Diana dan sepeda buntutnya.
"woi miskin, kalau ingin mulung sampah, sana di tempat sampah ,bukan di sekolah ini " buly rehan seperti biasanya.
Diana hanya menggelengkan kepala, iya sama sekali tidak perduli pada Rehan, dan ketiga sahabatnya yang menertawakan Diana. Kecuali Arjuna yang di panggil Juna.
Rehan membully Diana hanya karena gadis ini tanpa sengaja menjatuhkan minuman Rehan saat berada di kantin sekolah. sejak saat itu Diana selalu menjadi sasaran buly rehan setiap hari di sekolah.
Duduk di bangku paling belakang ,tidak memiliki teman bahkan semua orang menatap jijik pada penampilan Diana yang lusuh. Dan biasa saja, saat jam istirahat biasanya ada saja teman sekelas Diana, yang memerintah kan untuk Diana pergi ke kantin. Dari sanalah Diana mendapatkan sedikit uang untuk jajan.
" pergilah ke kantin dan belikan aku minuman dan cemilan, ini uangnya dan ini upahmu" titah Nia yang sudah langganan menyuruh Diana.
Uang lima ribu rupiah, nominalnya memang tidak seberapa, tapi sangat berarti untuk Diana. Setidaknya ia tidak mengunakan uang hasil penjualan kue untuk jajan di sekolah.
" babu, jilatin dong sepatu aku" ejek Rendi sahabat Rehan yang selalu ikut membully Diana.
Diana hanya diam, bukan tak ingin melawan tapi rasanya malas, untuk memperpanjang masalah.
" ayahnya menikah lagi dengan janda kaya. Hahaha... Matre juga " ucap Rehan yang sudah mengetahui latar belakang Diana.
" ayahnya matre, apalagi anaknya. Dasar Babu sekolah."
" terserah apa kata kalian,tertawalah sepuas hati" ucap Diana lalu kembali ke kelas.
Satu sekolah tau tentang Diana si miskin,tidak ada yang bersimpati padanya . Karena sudah pasti akan ikut di buly,beberapa bulan lagi akan kenaikan kelas. Rasanya Diana sudah Tidka sabar lagi untuk lulus sekolah.
Uang lima ribu rupiah ia kantongi sebagai uang tambahan tabungan.
Jika ada tugas sekolah dan jajan agar ia tidak mengunakan uang hasil jualan kue. Terkadang Diana akan mendapatkan upah 50 ribu dari hasil upah membeli kan jajan teman-teman sekelasnya yang malas ke kantin.
nanti bener bener diwujudkan omongan Pak Brata.