NovelToon NovelToon
Santa, The Reedemed Killer

Santa, The Reedemed Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Horror Thriller-Horror / TKP / Psikopat / Pembunuhan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Seorang pria tua, mantan narapidana, harus berusaha mencari kebenaran dari rentetan pembunuhan yang menyeret namanya.

"Aku masih tak mengerti, apa motif si pembunuh dengan menjadi peniru?"

"Tapi pembunuh kali ini, dia tampak lebih cerdas. dia sudah memikirkan dengan matang semua langkahnya."

"Kurasa bukan peniru, tapi memang dia sendiri pelakunya, dia... Santaroni ingin mengulang pembunuhannya dengan lebih sempurna."

Mampukah Santaroni—si residivis, membuktikan pertobatannya, dan menemukan pelaku pembunuhan yang telah meniru jejaknya?

note: mungkin akan ada beberapa adegan keji, mohon bijak saat membaca. ingat: 'ini hanya cerita karangan, jika ada kesamaan nama tokoh dan situasi, hanya kebetulan yang sengaja dibetul-betulkan.'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Santaroni Ditemukan

Sammy fokus melihat titik yang berkedip di ponselnya, matanya tidak berkedip. Dia memperbesar peta di layar, mencoba memahami lokasi yang ditunjukkan oleh titik itu.

Tiba-tiba, dia berhenti sejenak, pikirannya bekerja keras. Kemudian, dia menyadari sesuatu.

"Apa ini….” bisiknya pada diri sendiri.

Dia melihat ke arah jurang yang terletak di sebelah mereka, kemudian kembali melihat ke layar ponselnya.

"Titik itu... ada di dasar jurang," lirihnya hampir tak terdengar.

Sammy menaikkan kedua alisnya, membuat mata sipitnya melebar karena menyadari bahwa Santaroni mungkin ada di tempat yang tidak terduga. Dia kemudian memanggil para petugas yang ada di sekitarnya.

"Semua orang, dengarkan! Titik itu ada di dasar jurang. Mungkin Santaroni ada di sana. Kita harus bergerak sekarang juga!"

Para petugas mengangguk patuh, dan bergegas bergerak sesuai perintah pemimpin mereka, bersiap untuk menghadapi apa pun yang mungkin akan mereka temukan di dasar jurang itu.

Setelah susah payah menuruni jalur yang curam dan licin, akhirnya para petugas itu mencapai dasar jurang. Mereka menemukan Santaroni terbaring tak sadarkan diri di atas tanah, dengan luka-luka yang terlihat parah.

Sammy berlari ke arah Santaroni, diikuti oleh beberapa petugas lainnya. Mereka memeriksa keadaan Santaroni, mencari tanda-tanda kehidupan.

"Santaroni... kamu bisa mendengar aku?" Sammy memanggil, mencoba membangunkannya.

Tapi Santaroni tidak bergerak, tidak memberikan respons apa pun.

"Dia tidak sadarkan diri," kata salah satu petugas, memeriksa denyut nadi Santaroni. "Tapi dia masih hidup."

Sammy menghela napas lega, kemudian memerintahkan para petugas untuk memanggil tim medis.

Sammy kembali berjongkok, melepas ikatan pada tubuh Santaroni, sambil memperhatikan detailnya. “Ini sangat aneh!” keluhnya.

“Benar, kasus ini sangat membingungkan. Apa mungkin dia sengaja menjatuhkan diri setelah melakukan pembunuhan?” ujar salah satu petugas.

“Entahlah, ikatan ini tampak erat, tapi sangat sederhana, simpul yang digunakan pun, hanya layaknya saat seorang petani mengikat kayu bakar. Tapielihat ikatan ini dibelakang tubuhnya, rasanya mustahil Santaroni melakukannya sendiri.” terang Sammy.

Sammy melepas jaketnya, kemudian melipatnya sedemikian rupa, dan digunakan sebagai bantal kepala Santaroni.

“Tebing ini cukup curam, meski hanya sekitar 3 meter tingginya, semoga cederanya tak parah.” Salah satu petugas berujar.

“Hm, setidaknya beruntung dia jatuh di tanah berumput kering,” imbuh petugas lainnya.

Tak lama kemudian, tim medis bersama tim forensik pun tiba.

Para petugas segera bekerja sama untuk memindahkan Santaroni ke atas, menggunakan tali dan peralatan lainnya.

Sammy menghampiri sang ketua tim forensik. “Tolong lihat juga di dasar jurang, tempat aku menemukan pria ini.”

“Baiklah, Petugas. Kami akan membagi tim, terimakasih sudah bekerja keras.”

“Hmm, kalian juga.”

Jack pun mendekati sans senior. “Sepertinya kita akan terjaga setiap malam, senior!” kelakarnya.

“Selesaikan tempat ini, aku akan mengikutinya ke rumah sakit,” pamit Sammy tanpa menanggapi kicauan Jack.

Jack menghela napas panjang, melempar tatapan jengah pada seniornya itu. “Oke… baiklah, Senior!” jawabnya bernada seolah lelah yang dibuat-buat.

Namun baru saja ia hendak melangkah masuk ke dalam ambulan, Sammy bertemu tatap dengan seseorang yang berdiri mengintip dari balik pohon, tepat diujung pertigaan di atas bukit itu.

"Kalian bawa pria ini segera ke rumah sakit!" perintah Sammy kepada tim medis, sambil menunjuk ke arah Santaroni yang masih terbaring di atas tandu, kemudian bergegas kembali melompat turun untuk mengejar sosok si pengintip.

"Ada apa, senior?!" seru Jack.

"Kau tetaplah berjaga di situ sampai aku kembali!" teriak balas Sammy.

Jack menatap ke arah Sammy yang menghilang di kejauhan, "Petugas wanita itu... apa dia tak merasa lelah? Apa yang dikejarnya, apa dia melihat pelaku?" gumam Jack khawatir, namun kemudian berbalik kembali menelisik TKP.

…………

Sammy berlari dengan susah payah, melewati lahan-lahan perkebunan penuh dengan tanaman jagung yang tinggi dan lebat. Dia hampir kewalahan, seolah orang itu sudah sangat menguasai medan.

Tapi Sammy tidak menyerah. Dia terus mengejar, matanya tidak lepas dari sosok yang berlari di depannya.

Sosok itu berlari panik, ketakutan, dan akhirnya tersandung akar pohon. Dia terjatuh dan terguling, mencoba bangkit kembali, tapi terlambat.

Sammy mendekati dan mencekalnya, menarik ke belakang kedua lengan pria itu dengan kuat kemudian segera memborgolnya.

"Kamu tidak akan lari lagi," kata Sammy, napasnya terengah-engah.

Sosok itu berjuang untuk melepaskan diri, tapi Sammy memegangnya dengan kuat.

"Kamu siapa? Apa yang kamu lakukan di sana?" tanya Sammy, matanya menatap tajam ke arah sosok itu.

"Ampun! Ampuni kami petugas!" seru orang itu, sambil menangis dan meronta.

Sammy membalikan tubuh orang itu dengan cepat. Orang itu meronta namun kemudian bersimpuh dengan kedua kaki Sammy.

"Katakan kamu siapa dan kenapa berlari ketakutan?!" gertak Sammy, suaranya tegas dan keras.

Orang itu menangis, kemudian mengakui.

"Kami... kami warga desa. Kami menyakiti dan main hakim pada Santaroni... kami hanya merasa marah dan kesal!”

Sammy terkejut, ia terdiam sejenak, tak percaya dengan apa yang didengarnya. "Apa?! Kalian… ah!” serunya seraya menahan kemarahan mulai muncul.

Orang itu terus menangis, mengakui kesalahannya.

Sammy mengambil napas dalam-dalam, mencoba mengontrol emosinya. Kemudian, dia mengambil ponselnya dan menelepon Jack.

"Jack, jika kau sudah selesai, bawa mobil ke sini! Aku tunggu di rumah warga, rumah pertama dengan halaman yang luas, rumah berpagar tanaman perdu”," katanya, suaranya tegas.

“Hm, mereka baru saja memindahkan jasad untuk dibawa ke rumah sakit forensik,” jawab Jack seolah melapor. “Memangnya ada apa, kenapa napasmu terdengar seperti mau habis?”

“Auh, dasar bocah sialan! Datang saja jangan banyak bertanya!” gertak Sammy sembari mengatur napasnya yang memang masih tersengat karena berlari sebelumnya.

...........

Sementara itu, di kuil kuno, seorang biara tampak mondar-mandir tak tenang. Tampak beberapa kali, ia meremas-remas jari-jarinya sendiri, seolah sedang mengkhawatirkan sesuatu.

"Kenapa lama sekali, harusnya dia sudah sampai," lirihnya kemudian menatap jauh ke halaman luas biara itu dari jendela besar di ruang utama.

...****************...

Bersambung....

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Lg males mikir 🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Akhirnya ketahuan 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Pembunuh bayaran 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Berasa jadi detektif dadakan 🤭🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sammy apa Sarah 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Yomi dan anak buahnya jadi tim pembersih 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Benang kusut mulai terurai
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Marco😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
dua kaki
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😭😭😭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Iya,kamu salah Kanet
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kanet balas dendam karena Rey sudah membunuh ayahnya 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pria itu Rey 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kasus Santaroni
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jadi partner perempuan itu putrinya Diaz 🤔
yosh—: silakan terus menebak/Casual/
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😭😭😭
Sunsun Shepiet
seru sih Thor seru banget..
yosh—: aseeek😁
total 1 replies
Sunsun Shepiet
nah loh, tertangkap kah?
Sunsun Shepiet
eh tp kn itu bd negara y? aku lupa 😁
Sunsun Shepiet
eh klo Roni k kantor polisi nanyain Rey bisa bahaya ga sih?
yosh—: bahaya, agak enggak, tapi ya bahaya🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!