Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tujuh
Di perusahaan Bratawijaya Group (BG), Reihan datang memberikan laporan di hotel tadi malam
“Maaf tuan CCTV yang di depan kamar tuan menginap terjadi kerusakan tidak bisa di perbaiki dan saya mengambil rekaman CCTV yang ada pada saat keluar lift menuju kamar tuan saja yang saya dapatkan “ Ucap Reihan
“Baiklah... mana” Ucap Bara lalu Reihan memberikan flasdisck berupa rekaman CCTV
“Trus kamu sudah dapatkan siapa orang tersebut?” Tanya Bara
“Orang suruhan saya tidak dapat menangkap orang tersebut tuan “ Ucap Reihan dan Bara hanya menahan marahnya
“Kamu keluar sekarang” Ucap Bara
Reihan pun keluar tapi belum membuka pintu Bara memanggilnya
“Rei..”
“Ya Tuan..” Ucap Reihan
“Udah berapa kali gue ucapkan kalau berdua jangan terlalu formal” Ucap Bara Reihan hanya tersenyum
“Ini jam kerja jadi lu masih bos saya “ Ucap Reihan
Sebenarnya Reihan bersahabat dengan Bara saat kuliah dan Bara lah yang membantu Reihan dalam membiayai kuliahnya karena keterbasan kedua orangtuanya yang tidak mampu untuk membiayai kuliahnya. Reihan merantau dan kuliah dengan Beasiswa yang dia dapatkan dan sambil kuliah pun dia kerja di kafe tapi Bara menariknya dari kafe untuk bekerja dengannya kedua orang tua Bara pun tak mempermasalahkannya.
“Ya udah terserah lu lah .. agendaku habis ini apa?” Ucap Bara pasrah
“Kosong sampai jam tiga ada pertemuan dengan klien “ Ucap Reihan dan Bara hanya mengangguk kepala dan Reihan pun keluar
Setelah Reihan keluar Bara menyalakan laptop kerjanya lalu memasang flasdick yang berisikan rekaman CCTV yang Bara minta dan Bara senang tanpa meminta Reihan memberikan banyak CCTV yang ada di hotel tersebut dan juga ada orang yang telah memberikan minuman pada Bara. Dengan hanya petunjuk kalung Bara memperhatikan rekaman CCTV di depan lift, Bara melihat banyak perempuan yang masuk keluar dan juga ada Tania dan adiknya yang ada juga dalam rekaman CCTV tersebut. Setelah memperhatikan terus Bara berusaha mengingat kembali ciri perempuan yang dia lecehkan tapi kembali dia tak mengingat. Bara yang kesal pun mematikan kembali laptop dan memulai pekerjaan yang ia abaikan hanya melihat rekaman CCTV.
Di kos, setelah melihat Tania makan dan minum obat Bella langsung tersenyum
“Puas lu?” Ucap Tania
“Puas banget malahan” Ucap Bella tersenyum
“Lu jaga gue kaya sakit apa gitu?” Ucap Tania kesel membuat Bella mendelik matanya
“Ehh Tania lu thu pucat dan lu sendiri di sini .. gue tinggal pagi tadi saja lu kayak bikin gue sport jantung” ucap bella
“Sekarang lu istirahat gue jagain lu biar lu gak nekad kaya tadi lagi” Ucap Bella lagi dan tegas
Mau tak mau Tania pun menurut dari pada Bella cerewet pada dirinya dan Tania menutup mata tidur . Bella yang melihat hanya memandangnya
“Ia gue tidur tapi jangan memandang gue terus “ Ucap Tania tanpa membuka matanya yang tau Bella memperhatikannya
“Astaga .. lu tidur atau terawang sich kalau gue lagi memandang lu” ucap Bella membuat Tania membuka matanya lalu memandang Bella dengan tersenyum
“Tebak aja.. gue tau lu Bella dan kalau lu ngantuk tidur di sebelah gue jangan di kursi“ ucap Tania lalu memeluk bantal gulingnya dan langsung tidur tanpa mempedulikan Bella
Bella hanya menggeleng kepala melihat kelakuan Tania dan Bella melihat Tania tidur lalu mengangkat bekas makanan dan mangkok bubur yang tak jadi makan ke dapur untuk mencucinya.
Tiga hari berlalu, Tania pun masuk kerja dan di sambut oleh Mia dan Hendra. Hendra yang melihat Tania yang tak seperti biasanya menjadi heran
“Kallau masih sakit istirahat aja Nia, jangan memaksa kerja “ ucap Hendra yang melihat kinerja pegawainya dan duduk dengan Mia
“Saya sudah sehat pak” Ucap Tania dan di tegur oleh Hendra
“Jangan formal gitu.. kayak biasa aja kenapa” Ucap Hendra sewot membuat Mia dan Tania tertawa
“Bapak kan pimpinan di sini harus di hargai dong” Ucap Tania menggoda Hendra
“Udah ah.. Reseh kalian berdua ..” Ucap Hendra
Mia dan Tania pun mengikuti kemauan Hendra tapi jika mereka hanya bertiga mereka memanggil nama dan sebaliknya ada orang baru mereka memanggil Pak. Tania, Mia dan tiga orang lagi di tugaskan untuk membersihkan kamar yang pernah di pakai oleh Bara. Tania yang mendengar nomor kamar tersebut langsung diam dan Mia yang memandang Tania yang tak biasanya jika di tugaskan paling bersemangat tapi sekarang dia hanya diam dan gelisah.
“Nia kamu gak apa – apa ?” Tanya Mia
Tania yang berjalan dengan melamun hanya diam membuat Mia menegurnya
“Nia..”
“Ya .. Ada apa?” Tanya Tania
“Kamu melamun Nia? Kenapa?” Tanya Mia
“Maaf ... Aku gak enak badan aja ..” Ucap Tania
“Kalau gak enak badan gak usah masuk kerja dulu Nia nantii malah tambah sakit” Ucap Mia tapi Tania hanya menggeleng kepala
“Trus Tadi kamu ngomong apa?” Tanya Tania
“Aku hanya tanya kamu gak apa – apa .. gak biasanya kamu gak semangat seperti biasanya kalau bekerja ternyata kamu gak enak badan “ Ucap Mia
“Iya.. Tapi gak usah khawatir aku gak apa – apa kok .. ayo “ Ucap Tania
Ajak Tania agar mereka tidak khawatir lagi apalagi Mia. Ketika Mia membuka pintu kamar itu, Tania hanya memandang tempat tidur dan teringat kembali kejadian itu membuat dia menjadi ketakutan dan berkeringat dingin. Mia yang memadag Tania menjadi kkhawatir padanya
“kamu kenapa?” Ucap Mia
Tania kaget mendengar suara Mia dan Tania hanya menggeleng kepala. Tania berusaha untuk menutupi ketakutannya lalu melangkah masuk dengan pelan sedangkan Mia sudah masuk dan melakukan tugasnya dengan teman – teman yang lain. Tania hanya memandang ke sekeliling kamar dan membantu teman – teman yang lain tapi mata Tania memandang ke semua arah sedang mencari sesuatu yang hilang saat kejadian iitu.
“Udah gak ada lagi.. apa mungkin di ambil lelaki itu .. atau petugas lain yang membersihkan kamar ini yang menemukannya saat aku tidak masuk” Ucap Tania dalam hati
Tania lalu kembali fokus tanpa mau mengingat kembali kejadian itu yang nantinya membuat lainnya curiga walau hati dan perasaannya sedang kalut. Mia yang melihat itu membantu Tania agar Tania tidak lelah dalam menjalankan kerjanya hari ini. Setelah selesai Tania dan Mia serta lainnya kembali ke ruangan tempat mereka istirahat dan Mia semakin heran melihat Tania setelah dari membereskan kamar tersebut menjadi diam dan melamun tapi Mia tidak ingin menanyakan karena Mia berfikir Tania mempunyai masalah pribadi yang tak bisa di ceritakan dan Mia berusaha untuk mengajak Tania untuk berbicara dengan di bantu Hendra yang saat itu duduk menemani mereka.