NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.

Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Tidak Sebanding

Wang Chen dan para pengikutnya akhirnya pergi, meninggalkan Yun Zhu yang masih duduk di tanah.

Debu tipis masih menempel di pakaiannya.

Namun Yun Zhu tidak bergerak.

Bukan karena tidak bisa.

Ia hanya memilih diam.

Tatapannya masih mengunci arah kepergian mereka, dalam, tenang, namun menyimpan sesuatu yang tajam di baliknya.

Dirinya yang sekarang bukan lagi yang dulu.

Dulu, ia mungkin hanya akan menunduk, menerima semua itu tanpa perlawanan.

Namun sekarang...

itu tidak akan terjadi lagi.

"Kenapa kau tidak membalasnya?"

Suara itu muncul di belakangnya.

Lembut.

Tenang.

Namun ada sesuatu yang sulit ditebak di dalamnya.

Yun Zhu tidak perlu menoleh untuk tahu siapa itu.

Tianqiong berjalan mendekat dengan langkah ringan. Ujung pakaiannya sedikit berkibar tertiup angin pagi, rambut hitamnya ikut bergoyang lembut mengikuti setiap gerakannya.

Ia berhenti tidak jauh dari Yun Zhu, menatapnya dari atas dengan ekspresi yang sulit diartikan.

Yun Zhu mengangkat tangannya, menepuk-nepuk bahunya untuk membersihkan debu.

"Saat ini masih belum."

Ia lalu menekan lututnya ke tanah, perlahan berdiri. Gerakannya tenang, meski tubuhnya masih menyisakan sedikit rasa nyeri.

Tangannya menyapu pakaian, menyingkirkan kotoran yang menempel.

"Hmm." Tianqiong hanya tersenyum tipis. "Dengan kekuatanmu saat ini, bisa aja melawan mereka."

Ia melangkah mendekat satu langkah lagi. Tangannya terangkat, lalu dengan santai menepuk bagian punggung Yun Zhu yang tidak bisa ia jangkau.

Sentuhannya ringan.

Namun terasa jelas.

"Tapi, jika mereka memanggil Seniornya... itu akan berakibat buruk. Begitu?"

Yun Zhu berhenti sejenak. Tangannya yang tadi bergerak kini terdiam.

Ia menoleh sedikit ke samping, melirik Tianqiong.

"Benar," ucapnya akhirnya, suaranya tenang. "Orang-orang ini tidak sendiri. Jika ingin melawan maka harus sekaligus."

Tianqiong mundur beberapa langkah. Dagunya sedikit terangkat, matanya menyipit tipis, seperti sedang menilai sesuatu.

"Kau bilang, aku bisa mencapai Foundation Establishment dalam waktu satu bulan, kan?"

"Yah, itu bisa."

Jawaban Tianqiong santai, tanpa ragu.

Yun Zhu menarik napas dalam. Bahunya sedikit naik, lalu turun perlahan.

"Kalau begitu tunggu aku mencapainya, maka akan kubalas satu per satu mereka."

Tatapannya berubah.

Lebih dalam.

Lebih dingin.

Tidak ada lagi keraguan di sana.

Jelas terlihat, tekad itu bukan sekadar ucapan.

Tianqiong memperhatikannya beberapa saat.

Lalu—

"Heh."

Ia tersenyum.

Namun bukan senyum lembut.

Lebih seperti ejekan halus.

"Kalau memang begitu, maka kau harus lebih kuat di ranjang. Bermain begitu lama hanya menerobos satu alam." Tangannya terangkat, lalu menepuk ringan kepala Yun Zhu. "Bakatmu benar-benar buruk."

Tepukan itu tidak keras, tapi cukup membuat Yun Zhu sedikit menunduk refleks.

Ia hanya bisa tersenyum masam.

Tidak membalas.

Tidak juga menyangkal.

Matanya sedikit menyipit, lalu ia menghela napas pelan.

Ia ingin menjadi lebih kuat.

Namun cara yang harus ia tempuh...

terlalu tidak biasa.

Yun Zhu melirik sekilas ke arah Tianqiong.

Wanita itu berdiri santai, seolah semua yang terjadi tadi hanyalah hal sepele.

Sementara dirinya—

masih harus beradaptasi dengan segalanya.

Terutama satu hal.

Dalam hubungan itu...

Tianqiong selalu yang memegang kendali.

Waktu berlalu, hari demi hari berganti.

Yun Zhu benar-benar tenggelam dalam latihannya. Setiap hari ia mengulang gerakan yang sama, memahami teknik yang diberikan Tianqiong, lalu mencoba menerapkannya berulang kali tanpa henti.

Beberapa teknik terasa asing di tubuhnya.

Sulit.

Kaku.

Bahkan berkali-kali gagal.

Namun ia tidak berhenti.

Meski bakatnya rendah, meski jalannya jauh lebih lambat dibanding yang lain, Yun Zhu tetap memaksa dirinya untuk terus maju. Sedikit demi sedikit, ia mulai bisa mengendalikan teknik-teknik itu.

Tidak sempurna.

Namun cukup.

Sementara itu, hubungan antara dirinya dan Tianqiong juga terus berlanjut.

Dan seperti sebelumnya—

ia selalu kalah.

Setiap kali, ia berakhir kelelahan, napasnya tak teratur, sementara Tianqiong tetap tenang, bahkan terlihat belum puas. Dominasi wanita itu tidak pernah berubah, seolah itu adalah sesuatu yang wajar baginya.

Namun di balik itu semua, ada satu hal yang tidak bisa ia sangkal.

Kultivasinya meningkat dengan cepat.

Sangat cepat.

Kecepatan yang bahkan murid jenius pun belum tentu bisa capai.

Malam hari.

Ruangan itu kembali tenang.

Yun Zhu duduk di lantai, bersila. Matanya terpejam, kedua tangannya membentuk segel sederhana di atas lututnya. Aliran Qi berputar di sekeliling tubuhnya, mengalir lebih halus dibanding sebelumnya.

Napasnya stabil.

Fokusnya dalam.

Di atas ranjang, Tianqiong duduk santai. Kakinya menjuntai ke bawah, satu kaki bertumpu ringan di atas yang lain. Tangannya menopang dagu, matanya memperhatikan Yun Zhu tanpa berkedip.

"Bocah ini benar-benar mengejutkan," gumamnya pelan. "Aku benar-benar tidak salah pilih orang. Keuntungan yang kudapatkan sangatlah banyak."

Matanya sedikit menyipit.

Ada kepuasan di sana.

Perlahan, ia menutup matanya.

Kedua kakinya ditarik ke atas ranjang, lalu bersila. Qi mulai muncul di sekeliling tubuhnya, lebih pekat, lebih dalam, mengandung tekanan yang berbeda dari milik Yun Zhu.

Tenang.

Namun berbahaya.

Beberapa saat berlalu.

Ia membuka matanya kembali.

Senyum tipis terbentuk di bibirnya.

"Heehh... pertumbuhan yang sangat cepat untukku."

Ia mengangkat tangannya sedikit, merasakan perubahan pada dirinya sendiri.

Lalu—

tatapannya kembali jatuh pada Yun Zhu.

Pemuda itu masih tenggelam dalam kultivasinya, tidak menyadari dirinya sedang diamati.

"Bocah ini tidak menerima keuntungan yang sebanding," gumam Tianqiong. "Akar spiritual miliknya terlalu buruk, ia terlalu lambat berkembang, bakatnya terlalu rendah."

Tatapannya menjadi lebih dalam.

Tidak ada rasa kasihan.

Tidak ada empati.

Hanya perhitungan.

Sedikit keraguan muncul di matanya.

Ia tidak takut sekarang.

Namun ia mulai mempertimbangkan masa depan.

Jika Yun Zhu tidak bisa mengimbangi—

maka suatu saat nanti, ia mungkin akan menjadi beban.

Dan tidak ada alasan untuk Tianqiong mempertahankan sesuatu yang tidak berguna.

Yun Zhu membuka matanya perlahan.

Aliran Qi yang mengelilinginya tampak lebih padat, lebih stabil. Energi itu berputar sejenak, lalu perlahan menyatu kembali ke dalam tubuhnya, menghilang tanpa sisa.

Napasnya panjang.

Teratur.

"Akhirnya menerobos ke Qi Refining tahap akhir."

Ia menunduk sedikit, menatap kedua tangannya. Ada sensasi baru di sana. Lebih ringan, namun juga lebih kuat.

Perkembangan itu terlalu cepat.

Jika orang lain mengetahui metode kultivasinya, mungkin ia tidak akan pernah bisa hidup tenang lagi. Cara seperti ini... terlalu menggoda untuk diabaikan.

Di atas ranjang, Tianqiong memegangi dagunya dengan ujung jari, menatap Yun Zhu dengan mata setengah menyipit.

"Seandainya dia memiliki senjata magis, mungkin akan lebih baik," gumamnya pelan.

Yun Zhu masih duduk diam, menstabilkan sisa aliran Qi di dalam tubuhnya. Bahunya naik turun perlahan, seiring napasnya kembali normal.

Tianqiong berdiri.

Langkahnya ringan, hampir tanpa suara saat mendekat. Ia berhenti tepat di belakang Yun Zhu, lalu mengangkat tangannya.

Tep.

Ia menepuk kepala Yun Zhu pelan.

Jarinya tidak langsung pergi, justru bergerak perlahan, mengelus rambutnya dengan santai, seolah itu hal yang biasa.

"Yun Zhu, apa ada cara mendapatkan senjata magis di sekte ini?"

Yun Zhu sedikit mengernyit, namun tidak langsung menjawab. Matanya kembali terpejam sejenak, seperti menata pikirannya.

Beberapa detik berlalu.

"Pertarungan perebutan senjata magis. Pertarungan satu lawan satu, yang berhasil mengalahkan lawan akan mendapatkan senjata magis."

Tianqiong tersenyum tipis.

"Hoo~ kurasa kau yang sekarang bisa mencobanya."

Yun Zhu membuka matanya kembali, lalu sedikit menoleh ke belakang.

"Dipertarungan ini yang dilawan bukanlah murid, tapi seorang petarung yang dipilih oleh sekte. Tentu saja agar tidak semudah itu bisa mendapatkan senjata magis."

Tianqiong menyibakkan rambutnya ke belakang telinga. Gerakannya halus, alami, namun justru membuat auranya semakin menonjol.

Ia melangkah memutar, kini berdiri di depan Yun Zhu.

"Ikuti itu, gunakan apa yang telah kau pelajari. Kalah tidak masalah, tapi menang mendapatkan senjata magis."

Senyumnya masih ada.

Namun kali ini, jelas ada maksud di baliknya.

Yun Zhu menatapnya beberapa saat.

Tatapan itu cukup untuk membuatnya mengerti.

Ia menghela napas pelan, bahunya sedikit turun.

"Baiklah."

Meski terdengar pasrah, ada sedikit tekad yang terselip di dalamnya.

Dan tanpa ia sadari—

langkah berikutnya yang ia ambil, akan membawanya lebih jauh dari yang ia bayangkan.

1
Chen Xi
nextt~/Determined//Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Cantik, pingin lihat versi mominya/Doge/
Cecilia: eithhh
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, saking cantiknya sampai deskripsinya sepanjang ini😌
Cecilia: beda bangun kalau deskripsiin cwo🗿
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang dengan cara paling kejam termasuk wangchen
Cecilia: sip, sedang ditulis🔥🔥
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor istri mcnya berapa
Cecilia: dua yg paling disayangi, satu tianqiong, satunya udh muncul cuma blum interaksi. sisanya cuma tambahan aja
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
habis klan wang bantai juga klan Qin thor ambil sumber daya mereka
Huo Ling'er
upp
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
kayak milih suami aja🤣
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Saatnya memerah sapi, eh, keuntungan maksudnya /Pray//Doge/
Cecilia: yep, tpi lama sih
total 5 replies
Nadia Annazwa
/Determined//Determined//Determined/
Nadia Annazwa
alamakkk bahaya nihh
Chen Xi
nextt~
Fajar Fathur rizky
thor cepat naikin ranah kultivasi mcnya habis itu bantai klan wang
Cecilia: udh kutulis kok, tinggal up aja, nunggu waktunya
total 1 replies
Chen Xi
nexttt/Determined//Determined/
Nadia Annazwa
yoshaa🔥
Huo Ling'er
yeyy cwk baruuu
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Infokan cara bungkus istri kayak gini 🙃
Cecilia: aku jga mw
total 1 replies
[?.?.?]
yandere kah?🗿
Chen Xi
next bantai²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!