NovelToon NovelToon
Queen VS King

Queen VS King

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Enemy to Lovers / Idola sekolah / Hamil di luar nikah
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: lee_jmjnfxjk

Di sekolah Imperion Academy, dua fraksi berdiri saling berhadapan. Fraksi wanita yang dipimpin oleh Selvina Kirana , dan fraksi pria dipimpin oleh Varrendra Alvaro Dirgantara. selvina percaya bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama, sedangkan Varrendra berpendapat bahwa perempuan seharusnya menunduk di bawah kaki laki-laki.

Pertarungan kata dan logika pun dimulai, panas dan penuh gengsi. Namun, di balik adu argumen yang tajam terselip sesuatu yang tak bisa mereka bantah - rasa yang perlahan tumbuh di antara dia pemimpin yang saling menentang.

Ketika cinta mulai menyelinap di antara ambisi dan prinsip, siapakah yang akan menang?
apakah cinta bisa menyatukan dua pemimpin yang terlahir untuk saling melawan atau justru menghancurkan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_jmjnfxjk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7.Tuduhan yang Ditandatangani

Rumor akhirnya menemukan bentuk yang sah.

Pagi itu, nama Selvina Kirana tertulis hitam di atas kertas putih yang ditempel di papan pengumuman utama—lengkap dengan kop Imperion Academy.

> PEMERIKSAAN ETIK SISWA

Atas dugaan pelanggaran jam malam, penyalahgunaan pengaruh fraksi, dan hubungan tidak pantas antar pimpinan siswa.

Kata tidak pantas digarisbawahi.

Selvina membaca tanpa berkedip. Tangannya tidak gemetar. Wajahnya tetap tenang—terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja dijadikan tersangka.

Bisik-bisik pecah lebih keras dari hari-hari sebelumnya.

“Jadi benar, kan?”

“Makanya fraksi pria diam.”

“Pantas aja dia berani.”

Raisa berdiri beberapa langkah darinya, wajahnya kaku. Tatapan mereka bertemu singkat, lalu Raisa memalingkan wajah.

Selvina mengerti.

Kecurigaan sudah berubah menjadi keyakinan.

 

Rapat itu dijadwalkan sore hari.

Ruang konferensi kecil di lantai atas gedung administrasi—tempat yang jarang digunakan siswa. Hari itu, empat kursi disusun mengelilingi meja oval kayu gelap.

Empat fraksi.

Empat pemimpin.

Dan satu nama yang akan dibedah.

Selvina masuk pertama. Ia duduk tegak, kedua tangan terlipat rapi di atas meja.

Disusul Arkan Wijaya, pemimpin Fraksi Elite—senyumnya ramah, matanya menghitung.

Lalu Kayra.

Pemimpin Fraksi Bayangan datang tanpa seragam resmi. Rambutnya diikat asal, tatapannya tajam, langkahnya nyaris tanpa suara. Ia duduk tanpa berkata apa-apa.

Terakhir, pintu terbuka.

Varrendra masuk.

Ruangan langsung terasa lebih sempit.

“Kita lengkap,” ujar guru pembina singkat sebelum keluar. “Diskusikan. Buat keputusan. Imperion menunggu stabilitas.”

Pintu tertutup.

Dan perang dimulai.

 

“Baik,” Arkan membuka dengan suara halus. “Mari kita bicara dewasa. Tuduhan ini sudah menyebar. Reputasi Imperion ikut dipertaruhkan.”

Selvina menatap lurus ke depan. “Katakan saja siapa yang mengajukannya.”

Arkan tersenyum tipis. “Laporan datang dari asrama. Lebih dari satu sumber.”

Kayra menyandarkan tubuh ke kursi. “Sumber anonim selalu menarik. Biasanya penuh kepentingan.”

Tatapan Varrendra akhirnya bergerak ke Selvina. Tidak dingin. Tidak marah. Terlalu tenang.

“Pelanggaran jam malam tercatat,” katanya. “Itu fakta.”

Selvina menoleh padanya. “Kau tahu alasannya.”

“Aku tahu apa yang tercatat,” balas Varrendra. “Bukan apa yang kau klaim.”

Arkan mengangkat tangan. “Dan soal dugaan hubungan tidak pantas?”

Hening.

Kayra terkekeh pelan. “Imperion kehabisan ide sampai harus mengatur siapa bicara dengan siapa?”

“Ketua fraksi adalah simbol,” jawab Arkan. “Simbol tidak boleh ambigu.”

Selvina menyandarkan punggung ke kursi. “Jadi ini bukan soal pelanggaran. Ini soal citra.”

“Ini soal kekuasaan,” Kayra membetulkan.

Tatapan itu mengarah ke Varrendra.

“Kau diuntungkan oleh rumor ini,” lanjut Kayra. “Fraksi perempuan melemah. Sistem lama kembali aman.”

Varrendra tidak langsung menjawab. “Aku tidak menyebarkan rumor.”

“Tapi kau juga tidak menghentikannya,” Selvina memotong.

Tatapan mereka bertabrakan. Untuk sepersekian detik, udara di ruangan itu menegang—memori ancaman sunyi masih berdiri di antara mereka.

Arkan berdeham. “Usulan sementara. Kita nonaktifkan Selvina dari kepemimpinan fraksi perempuan sampai investigasi selesai.”

Kayra menegakkan tubuh. “Itu hukuman sebelum putusan.”

“Itu pencegahan,” Arkan tersenyum.

Selvina tertawa pendek. “Dan siapa yang mengambil alih fraksiku? Bonekamu?”

“Lebih baik boneka,” balas Arkan ringan, “daripada simbol yang tercemar.”

Varrendra menatap meja. Lalu berkata, pelan namun jelas,

“Jika ini eskalasi yang kalian mau… aku setuju.”

Selvina menoleh tajam. “Tentu saja.”

Kayra berdiri mendadak. “Kalian lupa satu hal.”

Semua mata tertuju padanya.

“Kalau kalian menjatuhkan Selvina tanpa bukti kuat,” kata Kayra dingin, “Fraksi Bayangan akan buka suara. Dan kami tidak bermain rapi.”

Arkan terdiam.

Varrendra mengangkat pandangan. “Ancaman?”

“Peringatan,” jawab Kayra. “Imperion rapuh. Jangan berpura-pura tidak tahu.”

Keheningan jatuh berat.

Akhirnya Arkan menghela napas. “Baik. Keputusan sementara.”

Ia menatap Selvina. “Kau tetap ketua. Tapi di bawah pengawasan. Satu langkah salah—kau jatuh.”

Selvina tersenyum tipis. “Aku sudah terbiasa diawasi.”

Rapat ditutup tanpa jabat tangan.

 

Di luar ruangan, Selvina berjalan lebih dulu. Langkahnya mantap, meski dadanya sesak.

Varrendra menyusul, menghentikannya di lorong.

“Ini akan semakin buruk,” katanya rendah.

Selvina menoleh. “Kau menikmatinya?”

Varrendra mendekat sedikit. “Aku mengendalikannya.”

“Berhenti berpura-pura,” balas Selvina. “Kita berdua tahu… ini sudah keluar dari kendali.”

Tatapan mereka terkunci.

Dan di balik tuduhan resmi, rapat politik, dan fraksi-fraksi yang saling menunggu celah—satu hal menjadi jelas:

Perang ini tidak lagi tentang siapa benar.

Melainkan siapa yang jatuh lebih dulu.

-bersambung-

1
Mercy ley
makasih raisa
Mercy ley
kapal ku karam kah..
Mercy ley
fakta yg menyakitkan yahh ikut tersindir
Mercy ley
aaa sedihh
Mercy ley
agak nyess baca nya.. apalagi tiap ngeliat si king ini bareng nadira
Mercy ley
akan badai yg baru permulaan ini
Mercy ley
aku pun siap
Mercy ley
semangat Selvina..
Mercy ley
welcome to the world babyy..
Mercy ley
aku akan tunggu apapun yg akan terjadi..
Mercy ley
cerita nya fresh bgtt.. chemistry character nya berasa terhubung semua guys..asikk dan menyenangkan banget di jamin kalian suka..nyess nya dapet jg, pokoknya harus di baca.. soalnya aku udh kecintaan sama novel novel karyanya si authorr A inii..jgn lupa baca karya karya dia yg lainn karena gacorr semua lohh..
penasaran??baca ajaa seru..
bukan yapping yapping ini gess/Hey/
semangattt My authorr 🫶🏻🤍
Mercy ley
huftt betull..
Mercy ley
rasanya aku kayak lagi chatan sama seseorang..
Mercy ley
aww..setujuu bgtt si authorr 🤗
aku kagett ternyata di sebutt..aku si dukung klo buat one shoot 🤍🤍
Mercy ley
kata kata mereka bikin nyess
Mercy ley
jujur kita sama..kita udh tau kemungkinannya akan terjadi tapi masih ngerasa kayak denial🥲
Mercy ley
namanya jg ibu hamil, udh turutin aja sebelum terjadi perang dunia kedua..
Mercy ley
siapakah kira kira entitas ini?
Mercy ley
Selvina di sayang bgt nih sama Bu rivenna
Mercy ley
aku ga suka kakak ini🥲
Mercy ley: itu cuma jokes kok my author 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!