Di paksa menikah dengan pilihan ayah nya membuat Vivian kabur dari rumah untuk menemui sang kekasih tetapi bukan tempat perlindungan yang di dapatkan Vivian dia justru melihat pengkhianat sang kekasih dan adik tirinya.
Vivian pergi meninggalkan apartemen Dika sang kekasih tapi karena berlari terlalu cepat Vivian menabrak mobil seseorang dan dia meminta pertolongan agar bisa membawa nya pergi.
Siapa yang sudah menyelamatkan Vivian?
Lalu bagaimana dengan nasib Vivian selanjutnya yuk baca cerita nya di novel terbaru ku Nikah Dadakan hanya di Nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belanja
"Hufs..... ternyata berdiam diri di apartemen cukup membosankan juga" ujar Vivian sambil menghela nafas panjang.
Setelah kepergian Bagas dia tak mengerjakan apapun,Vivian hanya menonton televisi.
"Lebih baik aku merapikan isi apartemen ini" gumam Vivian sambil berjalan mengambil sapu dan mulai membersihkan apartemen tersebut.
*****
"Siapa yang meminta mu untuk merekrut karyawan baru tanpa berkoordinasi terlebih dahulu?" tanya Bagas
"Papa anda pak,Pak Hardian meminta saya menerima Sarah,dia bilang Sarah keponakan istri nya yang baru saja tamat kuliah dan sedang butuh pekerjaan,saya rasa anda juga pasti akan setuju karena ini langsung rekomendasi dari pak Hardian"jawab Herman
"Lagi-lagi ini ulah dia" kesal Bagas dalam hati
"Saya tidak butuh karyawan baru karena Dina hanya cuti melahirkan setelah itu dia akan masuk kembali" ucap Bagas
"Dina akan masuk setelah 40 hari melahirkan pak sementara pekerjaan menumpuk apalagi jika proyek dengan perusahaan Diandra berjalan kita butuh orang pak"jelas Herman membuat Bagas terdiam.
"Setelah Dina masuk Sarah akan saya pindahkan ke bagian tim satu pak untuk membantu pak Rizal dalam menangani proyek tersebut" lanjut pak Herman lagi.
"Ya sudah jangan sampai terjadi kekacauan di proyek tersebut" ujar Bagas dan diangguki Herman lalu segera keluar.
Bagas menghela nafas panjang dia juga tidak akan bisa memecat Sarah begitu saja secara ada saham papa nya 10% di perusahaan nya yang di dapat saat pak Hardian menjabat dulu tapi Bagas tau maksud dari kehadiran Sarah di perusahaan nya.
****
"Apa kamu sudah mendapatkan kabar tentang keberadaan Vivian?" tanya Olivia pada Dika
"Belum,aku tidak bisa melacak nya karena Vivian tak membawa ponsel"
"Kemana dia pergi,aku sudah bertanya pada Kiara teman kerja nya tapi dia juga tidak tau"
"Berarti Vivian benar-benar tidak masuk kerja"
"Ya, sudah beberapa hari ini dia tidak bekerja bahkan Vivian mendapatkan teguran langsung dari manager restoran melalui pesan WA"jelas Olivia membuat mereka bingung.
"Apa Vivian punya keluarga lain, keluarga bagian ibu nya mungkin?" tanya Dika
"Aku tidak tau, nanti akan aku coba tanyakan pada ayah"
"Ya siapa tau dia di sana dan kita bisa menjemput nya"tebak Dika dan diangguki Olivia setuju.
****
"Pak,malam ini ada undangan makan malam dari pak Victor di restoran milik anak nya" lapor Sinta saat Bagas ingin pulang.
Bagas melihat jam tangan nya sudah pukul lima soe dia sudah berjanji pada Vivian akan belanja keperluan di apartemen.
"Katakan pada beliau kalau aku ada urusan penting jadi tidak bisa hadir" ucap Bagas dan diangguki Sinta patuh.
"Mau kemana pak Bagas buru-buru sekali"batin Sinta
Selama ini Bagas di kenal bos yang sangat dingin tapi selalu mementingkan pekerjaan dan menjaga hubungan baik terhadap rekan bisnis nya tapi kenapa kali ini Bagas tak ingin hadir dalam jamuan makan malam rekan bisnis nya.
"Langsung ke apartemen Lan" perintah Bagas dan diangguki Alan patuh.
Sesampainya di apartemen Bagas langsung masuk dan melihat Vivian yang tengah tertidur di sofa ruang tamu.
"Kenapa dia tidur di sini?" tanya Bagas sambil melihat wajah Vivian yang kelelahan.
Bagas melihat sekeliling apartemen sudah rapi dan banyak barang-barang yang berpindah tempat seperti nya ini ulah Vivian.
"Vi.....Vivian" panggil Bagas lembut membuat Vivian membuat mata nya.
"Pak.....anda sudah pulang?"tanya Vivian segera bangkit dari tidurnya.
"Ma-af sa-ya ketiduran di sofa tadi saya merapikan apartemen pak"
Bagas menghela nafas panjang membuat Vivian bingung.
"Apa anda marah pada sa-ya?"tanya Vivian dan di jawab gelengan oleh Bagas.
"Maaf tadi saya memindahkan barang-barang anda tanpa izin,saya ingin menghubungi anda terlebih dahulu tapi saya tidak tau nomer telpon anda" ucap Vivian
"Tidak masalah mungkin apartemen ini juga butuh suasana baru,apa kamu lelah?" tanya Bagas dan di jawab gelengan oleh Vivian
"Segera bersiap kita pergi ke Mall sekarang" ajak Bagas dan diangguki Vivian cepat.
kacau...saling tuduh...
padahal biang keroknya dari Karina
lagian yang menafkahi tugas bapak elo,bukan abg lo😆😆😆
Ngadi Ngadi nih Leo
biar semua orang juga tau klo sekarang kamu sudah punya istri,Vivian istrimu
yang di perebutkan malah sudah jadi suami orang ,suami Vivian
udah jelas itu mantan istri dan Bagas udah dekat ma cewe lain,masa masih make Anita .blom lagi ntar Sarah bakalan marah karena kamu depak ,siap2 kmu bakalan dibelit ular mu sendiri
orang jahat akan selalu mendapatkan balasan nya